Claim Missing Document
Check
Articles

Kesalahan Penggunaan Tanda Baca pada Buku Panduan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas 2 SD Premesti, Ellita Dwi Destiana; Setiayadi, Salsabila Naura; Sofhan, Irfan Kholid; Afrizal, Mohamad
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Volume 2, Nomor 4, Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/akpjj434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan penggunaan tanda baca dalam Buku Panduan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas 2 SD. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi sebagai cara pengumpulan data. Sumber data diperoleh dari Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II yang dianalisis berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) edisi ke-5. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya empat jenis kesalahan penggunaan tanda baca, yaitu: (1) kesalahan tanda titik (.) berupa ketiadaan tanda titik di akhir kalimat pernyataan dan penggunaan simbol lain yang tidak sesuai kaidah; (2) kesalahan tanda koma (,) yang merupakan kesalahan paling dominan, meliputi ketiadaan koma untuk memisahkan unsur dalam deret, penggunaan koma ganda, dan ketiadaan koma setelah kata pengantar seperti "misalnya"; (3) kesalahan tanda titik dua (:) berupa penggunaan titik dua ganda dan adanya spasi sebelum tanda titik dua; serta (4) kesalahan tanda garis miring (/) berupa penambahan spasi setelah garis miring. Kesalahan-kesalahan ini dapat menyebabkan ambiguitas makna, kerancuan struktur kalimat, dan mengganggu proses komunikasi dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan kualitas bahan ajar dan mendukung penggunaan kaidah ejaan yang benar dalam pendidikan formal.
Analisis Kalimat Tidak Efektif dalam Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI Kurikulum Merdeka Salfina, Afrilia Putri; Lestari, Febrianti Dwi; Ardiansyah, Muhammad Hardika; Lathif, M. Toyyib Musthofa; Afrizal, Mohamad
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Volume 2, Nomor 4, Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/snkfav44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kalimat tidak efektif dalam Buku Panduan Guru Matematika Kelas III SD/MI Kurikulum Merdeka yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kejelasan dan ketepatan bahasa dalam buku panduan guru, karena buku tersebut menjadi acuan utama guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Kalimat-kalimat yang tidak efektif, seperti kalimat yang bertele-tele, ambigu, tidak logis, atau menyimpang dari struktur sintaksis yang baku, dapat menyulitkan guru memahami isi buku secara tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk-bentuk ketidakefektifan kalimat yang muncul dalam bagian penjelasan konsep, petunjuk kegiatan, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kalimat tidak efektif yang paling sering ditemukan meliputi pleonasme, kata mubazir, kalimat tidak logis, kalimat tidak padu, dan pelanggaran terhadap struktur kalimat SPOK. Ketidakefektifan ini berpotensi menghambat pemahaman pembaca, khususnya guru sebagai pengguna utama buku. Oleh karena itu, diperlukan revisi kebahasaan secara menyeluruh agar buku panduan guru lebih komunikatif, ringkas, dan mendukung penerapan Kurikulum Merdeka secara optimal. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan dalam peningkatan kualitas bahasa buku ajar di lingkungan pendidikan dasar.
Analisis Kesalahan Pemenggalan Kata dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih 1 Karya Habiburrahman El Shirazy Anggraeni, Nia; Arina , Ukhtul Iffah Daat; Indahwiya , Nuning; Girinti , Hasyikana R; Afrizal, Mohamad
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Volume 2, Nomor 4, Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/47b70w51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan pemenggalan kata dalam novel "Ketika Cinta Bertasbih" karya Habiburrahman El Shirazy, dengan fokus utama pada aspek silabisasi dan struktur morfemis. Pemenggalan kata yang tepat sangat penting dalam menjaga kejelasan makna, keterbacaan, serta keindahan teks sastra. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini mengidentifikasi dan mengevaluasi frekuensi serta jenis kesalahan pemenggalan kata yang terjadi dalam karya tersebut. Data yang dianalisis sebanyak 1.776 kata menunjukkan bahwa banyak kesalahan pemenggalan yang disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap kaidah silabisasi dan pemisahan morfem yang tidak tepat. Kesalahan yang umum ditemukan meliputi pemotongan di tengah kata dasar, awalan, atau akhiran, serta pemenggalan yang memutus struktur fonologis dan makna kata. Selain itu, pemenggalan sembarangan terhadap nama dan kata ulang juga menjadi perhatian utama karena dapat mengurangi keutuhan makna dan rasa hormat terhadap unsur bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ini berpotensi mengganggu kelancaran membaca dan pemahaman teks, serta menurunkan kualitas karya sastra. Rekomendasi utama yang diusulkan meliputi peningkatan perhatian terhadap aturan silabisasi dan struktur morfem dalam proses penyuntingan, serta penghindaran pemenggalan sembarangan terhadap unsur-unsur tertentu. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam bidang kebahasaan dan penyuntingan karya sastra Indonesia, guna meningkatkan kualitas teks dan pemahaman pembaca. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kaidah pemenggalan kata yang benar dalam menjaga keindahan dan keakuratan bahasa dalam karya sastra. 
Analisis Diksi pada Teks Laporan Hasil Observasi Buku Ajar Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII Nurul Lailatuz Zakiyah; Fitri Sakinah; Mar’atus Sholihah; Laylatul Musoffa; Mohamad Afrizal
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus : Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v3i4.1951

Abstract

This study aims to describe and analyze various forms of lexical errors found in the observation report texts in Indonesian language textbooks for eighth-grade junior high school students, as well as identify inappropriate diction based on categories such as connotative, denotative, formal, informal, general, specific, and borrowed foreign words. The research utilized a qualitative descriptive linguistic analysis of three authentic and representative observation report texts. The findings indicate numerous lexical errors, including the use of foreign terms without equivalents, redundant synonyms, and words inappropriate for formal or scientific contexts. These errors potentially reduce communication effectiveness, disrupt message clarity, and affect language correctness within the texts. If left uncorrected, such errors may cause ambiguities and hinder students’ comprehension of the reports objectively and accurately. Suggested corrections include selecting precise, specific words aligned with Indonesian language norms and employing neutral, objective language to facilitate student understanding and strengthen the educational value of the textbook. These findings provide valuable references for developing quality teaching materials and enhancing teachers’ and authors’ competencies in crafting effective, standards-compliant texts. This research is expected to offer practical and theoretical benefits, ultimately improving the overall language learning process in educational settings.
Analisis Penggunaan Bahasa dalam Artikel Promosi Wisata Pulau Bedil di Media Daring Banyuwangi Zahra Al Muhdlar, Hanina; Weni Febriyanti; Novi Afriliya; Mohamad Afrizal
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus : Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v3i4.2004

Abstract

This study aims to analyze the language strategies used in promotional articles about Bedil Island tourism published in local Banyuwangi online media and how the language forms the representation of the image of the tourist destination. Bedil Island is one of the new tourist destinations that is developing and starting to be known to the wider community, especially through online media coverage. Through a qualitative approach with a literature study method, this study examines two promotional articles about Bedil Island tourism published by different local sites. The results of the analysis show that the language strategies used include the use of metaphors, local origin narratives, strong visual descriptions, and the insertion of quantitative data to build the credibility of the information. Phrases such as “Banyuwangi's Raja Ampat” and “hidden natural lagoon” play an important role in building the reader's imagination of the beauty and exclusivity of Bedil Island. The representation of the image of Bedil Island is also formed through a combination of emotional, ecological, and rational aspects presented in the text. This study shows that the language in promotional articles is not neutral, but is used strategically to shape the perception and image of the destination in the minds of the audience. Therefore, understanding the use of language in tourism promotion is important, especially in the context of sustainable local tourism development.
Kesalahan Penggunaan Tanda Baca pada Kumpulan Cerita Fiksi dan Nonfiksi dalam Buku Paket Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Fatima Azizah, Andini; Febriyanti , Dela; Fatwa, Yuniar Firjinia; Wulandari, Yessy Putri; Afrizal, Mohamad
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus : Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v3i4.2006

Abstract

This research aims to identify and describe various forms of errors in the use of punctuation marks found in fiction and non-fiction texts in Indonesian language textbooks for class VII SMP. The research was carried out with a qualitative descriptive approach using content analysis methods, based on writing rules in Enhanced Indonesian Spelling (EYD V). The results of the research show that the errors that most often appear include the use of commas, quotation marks and hyphens. These errors can cause unclear understanding of correct punctuation rules and indicate a lack of accuracy in Therefore, more attention is needed from writers and curriculum compilers so that the use of language in textbooks remains in accordance with applicable rules.
Penyuntingan Kalimat Aktif dan Pasif dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas I SD Kurikulum Merdeka: Studi Kasus pada Buku Aku Bisa! Jasmin Fauzia; Cantika Kunthi Prabandari; Laila Nurmayanti; Mohamad Afrizal
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2025): August: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v3i3.2001

Abstract

This study aims to examine the use of active and passive sentences in the Bahasa Indonesia: Aku Bisa! textbook used in Grade 1 of elementary school under the Merdeka Curriculum. Textbooks play an important role in the learning process, particularly as examples of proper and correct language use for students. This research employs a descriptive qualitative approach using documentation techniques to identify and analyze sentence structures based on appropriate linguistic rules. The main focus of the study is to reveal the forms of active and passive sentences used, and to assess their accuracy in terms of structure and appropriateness for young learners' language development. The findings show that some sentences are structurally inaccurate, overly complex, or misaligned with the cognitive development of first-grade students. Such issues can hinder students' understanding of the learning material. Therefore, editing is necessary to simplify and correct sentence structures so that they are more communicative and easier to understand. This study emphasizes the importance of the editing process in textbook development to ensure high linguistic quality, support effective learning, and align with the principles of the student-centered Merdeka Curriculum.
Analisis Abreviasi Teks Berita Lokal Pertamax Oplos Edisi Februari-April 2025 Sila Rahmatina; Anindya Oktaviona Ervinawati; Adilah Puja Rahmawati; Mohamad Afrizal
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2025): August: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v3i3.2019

Abstract

This study aims to analyze the forms and functions of abbreviations in local news texts covering the “Pertamax Oplos” issue during the period of February to April 2025. The main focus is on two types of abbreviations initialisms and acronyms which are frequently used in local online media such as Jawa Pos Radar Solo, Detiknews, and AntaraNews. This research employs a descriptive qualitative method, using observation and note-taking techniques to identify abbreviation forms in written texts. The findings reveal 20 abbreviation data points, consisting of 13 initialisms and 7 acronyms, consistently used in headlines, leads, and the body of the news. The use of abbreviations not only reflects linguistic efficiency in journalistic writing but also demonstrates how local media adapt to the demands of fast, concise, and easily comprehensible communication. These findings emphasize the significant role of abbreviations in shaping the language style of local media and highlight their importance in modern linguistic practices within digital contexts. This study is expected to contribute to applied linguistic research and support effective media writing practices.
Meme Politik di Era Digital: Dilema Kebebasan Ekspresi dan Penegakan Hukum dalam Negara Demokratis Pancasila Maulana Muhamad, Randi; Faizin, Muhammad; Agus Pranata, Yuda; Afrizal, Mohamad
Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkei.v2i2.476

Abstract

This study explores the tension between freedom of expression and the enforcement of criminal law in the digital space, using a case study of political memes depicting national figures Prabowo Subianto and Joko Widodo in a satirical context. The case sparked controversy after law enforcement authorities applied morality provisions from Indonesia's Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), which many experts consider irrelevant to the substance of the content. Employing a qualitative approach through literature review, the analysis is framed within three theoretical perspectives: Constitutional Democracy Theory, Human Rights Theory, and Criminal Law Theory. The findings reveal that the application of ambiguous provisions in the UU ITE to digital expression has the potential to violate the rule of law, restrict civil liberties, and create a chilling effect on citizens' political participation. Consequently, this study recommends legal reform and the enhancement of digital literacy as strategies to strengthen constitutional democracy in the digital era.
Konflik Kelas Sosial Pada Film Mencuri Raden Saleh Karya Angga Dwimas Sasongko Isnanda, Wheka; Suaedi, Hasan; Afrizal, Mohamad
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2025): JURNAL LITERASI APRIL 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i1.17787

Abstract

Penelitian ini menyelidiki konflik kelas sosial yang tergambar dalam film Mencuri Raden Saleh melalui lensa teori Marxisme yang diperkenalkan oleh Karl Marx. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, studi ini menganalisis isu kelas sosial yang muncul dalam adegan dan dialog sepanjang film. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap elemen naratif dan visual, kemudian dianalisis secara mendalam untuk mengungkap dinamika konflik kelas dan representasi ketimpangan sosial. Konflik yang disajikan mencerminkan ketimpangan antara kelas borjuis dan proletar, di mana kelas atas memanfaatkan kekuasaan dan sumber daya untuk mengeksploitasi kelas bawah. Ketegangan ini diekspresikan melalui konflik internal, seperti tekanan psikologis dan dilema moral, serta konflik eksternal yang melibatkan manipulasi dan intimidasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa film ini merefleksikan isu sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, serta memberikan wawasan mendalam tentang dampak ketidaksetaraan sosial dan pentingnya perubahan sistemik. Selanjutnya, penelitian ini menekankan peran film sebagai medium kritis yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong diskusi tentang keadilan sosial.
Co-Authors A Rizki Wahyu Pradana Adilah Puja Rahmawati Agus Pranata, Yuda Aini, Nabila Nur Amir Ma'ruf Andaru, Dimas Anggraeni, Astri Widyaruli Anggraeni, Nia Ani Rafika Sari Anindya Oktaviona Ervinawati Aprilia, Cahyani Ardiansyah, Muhammad Hardika Ardike, Happy Dwi Arina , Ukhtul Iffah Daat Artamevia, Rayma Astri Widyaruli Anggraeni Astri Widyaruli Anggraeni Ayu Kirani, Dewi Nirwana Bintang Ramadhan, M Dwi Bintang Ramadhan, Muhammad Dwi Cantika Kunthi Prabandari Cicin Dwi Quraini Citraningrum, Dina Merdeka Citraningurm, Dina Merdeka Dea Gitta Darda Dewi Ayu Setianingsih Dewi Insyiroh Dewi Nirwana Ayu Kirani Doviani, Belva Yulia Faizatul Khoiriyah Fatima Azizah, Andini Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fatwa, Yuniar Firjinia Fauziah, Putri Nur Febriyanti , Dela Febriyanti, Weni Fina Diah Ayu Wulandari Fitri Sakinah Girinti , Hasyikana R Hadi, Syamsul Handika Saputra Hasan Suaedi Inayah Alfina Wulandari Indah Tri Susanti Indahwiya , Nuning Inez Khansa Monica Isfirnasan Andaniya Isnanda, Wheka Istikomah, Anisa Maulidiya Jasmin Fauzia Karina Salsabila Khoiriyah, Alfi Laila Nurmayanti Lathif, M. Toyyib Musthofa Laylatul Musoffa Lestari, Febrianti Dwi Lestari, Marselia Dwi Luki Alifvia Majidatun Nur Aini Mar’atus Sholihah Maulana Muhamad, Randi Miftahul Jennah Mijanti, Yerry Mijianti, Yerry Mochammad Ryan Syazaki Moh. Hadi Kusuma Muhammad Faizin Muhammad Farhan Arby Mulyadi Bagas Wicaksono Najma Hanina Nanda Berlian Dwi Maulita Ningsih, Trilia Warta Novi Afriliya Nurul Lailatuz Zakiyah Premesti, Ellita Dwi Destiana Putri Nabila Sulfa Putri, Fungsi dan Podcast Rahmawati, Erdita Nur Reykasari, Yunita Rohmatulloh, Desy Ryanitha Prameswari Salfina, Afrilia Putri Satuwin, Dista Dwi Maharani Setiayadi, Salsabila Naura Shafa Aura Anindya Shinta Nur fadilah Sila Rahmatina Siti Nur Azizah Sofhan, Irfan Kholid Suhandono Suhandono Weni Febriyanti Widianata, Fogi Septian Wulandari, Yessy Putri Yerry Mijianti Yesha Tri Anita Utami Yunita Reykasari Zahra Al Muhdlar, Hanina