Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH INTEGRITAS GEMBALA SIDANG TERHADAP PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DI GEREJA KRISTUS RAHMANI INDONESIA JEMAAT INJILI MISI AGAPE LANGKAT Sembiring, Ngadap; Hutagalung, Derisna; Aprizal, Patar; Padang, Setianna; Sitompul, Baginda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.27718

Abstract

Integritas pemimpin dewasa ini menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan dalam diskusi dan seminar oleh kalangan akademis dan pakar etika di berbagai belahan dunia. Gary Yukl mengatakan: “Diskusi mengenai kepemimpinan etis selalu melibatkan konsep integritas pribadi. Integritas pribadi adalah sebuah atribut yang membantu menjelaskan efektivitas kepemimpinan. Dalam penelitian lintas budaya mengenai ciri penting untuk kepemimpinan yang efektif, integritas hampir berada di puncak daftar dalam semua budaya yang dipelajari. Kebanyakan sarjana menganggap integritas menjadi sebuah persyaratan untuk kepemimpinan etis. Seiring dengan perkembangan dunia saat ini, segala bidang kehidupan membutuhkan pemimpin yang berkualitas. Kemajuan dalam bidang kepemimpinan sekuler tersebut berpengaruh pada kepemimpinan pastoral dalam gereja dan lembaga gereja di Indonesia. Hal ini disebabkan keterbukaan para pemimpin Kristen untuk mengadopsi konsep dan teori yang netral dari kepemimpinan sekuler untuk melengkapi kepemimpinan pastoral. Gembala adalah istilah yang dipakai oleh Alkitab bagi pemimpin pastoral yang terlibat dalam pelayanan di tengah-tengah jemaat Tuhan. Gembala merupakan salah satu karunia yang dianugerahkan Tuhan (Efesus 4:11). Karunia gembala diberikan kepada orang-orang tertentu. Tugas penggembalaan sangat erat kaitannya dengan relasi spiritual gembala dengan Tuhan, pemeliharaan kesehatan mental dirinya, interaksi sosial dengan jemaat, dan kesehatan fisik. Gereja membutuhkan seorang gembala yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Seorang gembala yang profesional mampu membawa gereja sampai ke tujuan utama visi dan misi gereja, yakni “teguh berpegang pada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus yang adalah Kepala” (Efesus 4:15). Metode yang digunakan dalam penelitian ini Kuantitatif. Berdasarkan data penelitian, ditemukan Integritas Gembala Sidang Gereja Gereja Kristus Rahmani Indonesia Jemaat Injili Misi Agape Langkat.
TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB GEREJA: PERAN GEREJA TERHADAP PERSELINGKUHAN DALAM KELUARGA KRISTEN Sitompul, Baginda; Sitohang, Ketler; Habahayan, Ova Eniwati; Siringringo, Juspen; Marbun, Robinson; Lumbantoruan, Simon Petrus
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32263

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini akan membahas bagaimana tugas dan tanggungjawab gereja terhadap masalah perselingkuhan dalam keluarga Kristen, dan cara mencegah dan mengatasi permasalahan perselingkuhan dalam kelurga Kristen. Perselingkuhan adalah hubungan individu antara laki-laki dengan perempuan yang sudah menikah maupun tidak. Vaughan menyebutkan bahwa perselingkuhan adalah keterlibatan seksual dengan orang lain yang bukan merupakan pasangan resminya. Data yang diperoleh Hawari menyebutkan bahwa perselingkuhan yang besar terjadi di kota Jakarta, 90% dilakukan oleh suami dan 10% dilakukan oleh istri. Sesunguhnya Rumah tangga adalah lembaga moral yang terbesar dalam masyarakat. Di rumah tanggalah setiap individu memperoleh pendidikan mendasar. Suami dan istri seharunya memerankan tugasnya secara moral hampir 50% berada di rumah tangga. Dari cara mendidik anak-anaknya, komunikasi, tata krama, life survive semuanya digambarkan begitu gamblang di rumah tangga. Ketika seseorang tidak lagi menyadari fungsi rumah tangga sebagai lembaga moral terbesar, maka ia benar-benar jatuh 50% dari hakekat moralnya. Wajar kalau semua agama menghukum berat pelaku selingkuh, sebab kalau dibiarkan sama dengan 50% keruntuhan moral masyarakat. Seperti kita mengenal dalam ajaran Islam, selingkuh berarti mati, dan sekaligus cerai. Demikian pula dalam Kristiani, perceraian menjadi mungkin karena salah satu pihak telah berzina. Dalam Hindu pun selingkuh memperoleh hukuman yang berat. Bahkan, semua budaya primitif sekalipun menganggap selingkuh sebagai sebuah aib dari 10 aib terbesar.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GEREJA KEPADA PEMUDA/PEMUDI Sitompul, Baginda; Nadeak, Devi Sere; Halawa, Famarudi; Siburian, Ivan; Toruan, Simon Petrus Lumban; Marbun, Robinson
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja tugas dan tanggungjawab gereja tentang pendidikan agama Kristen bagi pemuda. Metode Penelitian yang digunakan ialah mengumpulkan data dan informasi melalui studi literatur, baik dari sumber-sumber teologis maupun penelitian terkait dan menggunakan pendekatan kualitatif dalam menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan. Melalui pendidikan agama Kristen, pemuda diajarkan tentang kehidupan rohani yang sehat dan membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan. Tugas dan tanggungjawab gereja yang sangat penting diantaranya membekali pemuda dengan pengetahuan, membantu pemuda untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai moral, membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan dan mengembangkan kehidupan rohani yang sehat, serta membantu pemuda untuk mengenali dan mengatasi tantangan dan godaan yang mungkin mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat tetap teguh dalam iman mereka.
Amanat Agung sebagai Tugas Misi: Apa dan Siapa yang Ditugaskan Baginda Sitompul; Tomson Sihol Sianturi; Jefpri Sihombing; Riki Toni Situmeang; Dantoni Manalu
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 1 No. 2 (2024): Juli: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v1i2.49

Abstract

The Great Commission was the last message that gave by Jesus to His disciples before His ascension to heaven. It is an absolute command that must do by all believers who have faith in Christ. It also must be a cornerstone for evangelical activity. Goal of the great commission's activity is to share that salvation has provided in Jesus so since that is also God's grace and love it can be felt by everyone who give response and believe. To have a correct understanding so that capable to get the conclusion based on the truth, observation using exegetical method according to excavation from the original language could be support the discovery. The main purpose of Great Commission is "to make all the nations Christ's disciple." The process to make discipleship started by mission, followed by baptizing and teaching. The phrase of "to make all nations disciple" has meaning to make all nonJewish or people who unknown God, unbelievers, and gentiles, become Christ's followers. The Lord God willing to that all nations to be His disciples. Discipleship needs an obedience to produce multiplication from the devout of disciples themselves as well. Church or believers must realize to this mission (marturia) as the main task that must be done. l. Evangelism must be done immediately and become a lifestyle of all believers. Means that evangelism must be done anytime and anywhere. When believers don't do evangelism, then it proves that they don't care about the salvation of others. And when do not care about salvation of others, hence in this case church sinned. Sinned because of disobeying the Lord's commandment.
Pengaruh Metode Ice Breaking Dan Interaksi Edukatif Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti Kelas VIII SMP Negeri 1 Tarutung Tahun Pembelajaran 2024/2025 Ova Eniwati Habayahan; Baginda Sitompul; Betty A. S Pakpahan
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 6 (2025): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i6.4738

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat tidaknya 1) pengaruh metode ice breaking terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti di kelas VIII SMP Negeri 1 Tarutung tahun ajaran 2024/2025; 2) pengaruh interaksi edukatif guru terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti di kelas VIII SMP Negeri 1 Tarutung tahun ajaran 2024/2025; dan 3) pengaruh metode ice breaking dan interaksi edukatif guru terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti di kelas VIII SMP Negeri 1 Tarutung tahun ajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif inferensial. Populasi adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tarutung Tahun Pembelajaran 2024/2025 sebanyak 159 orang dan ditetapkan sampel sebanyak 80 orang menggunakan teknik random sampling. Uji coba instrumen dilakukan kepada 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarutung Tahun Pembelajaran 2024/2025 sehingga diketahui bahwa semua instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel karena telah memenuhi kriteria nilai validitas dan reliabilitas. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji koefisien determinasi diperoleh pengaruh variabel X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y sebesar 42,1% dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak
Ekoteologi: Menjawab Krisis Lingkungan dalam Terang Iman Kristen : Materi Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen dan Mahasiswa Prodi S-2 PAK IAKN Tarutung Tahun 2025 di Desa Situmeang Pintu Bosi Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara Liberto Ripan Petrus Hutagalung; Hisardo Sitorus; Baginda Sitompul
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 3 No. 6 (2025): Desember: ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v3i6.1802

Abstract

The environmental crisis is a global issue that has become increasingly evident and directly affects human life, including rural communities. Deforestation, environmental pollution, and changes in human lifestyles reflect an imbalanced relationship between humanity and nature. From a Christian faith perspective, the environmental crisis is not merely an ecological or social problem. This article aims to examine ecotheology as a foundation of Christian faith in responding to environmental crises, while also describing its practical implementation through a Community Service program conducted by lecturers and students of the Master’s Program in Christian Religious Education at IAKN Tarutung in 2025 in Situmeang Pintu Bosi Village, Sipoholon District, North Tapanuli Regency. The method employed is a qualitative approach using a participatory service model, which includes ecotheological material presentations, Bible-based reflective discussions, and the accompaniment of simple environmental care actions with the local community. The service materials emphasize the understanding of God as the Creator and Owner of all creation, the cultural mandate and stewardship, the reality of sin and its impact on the degradation of creation, and the role of the church and believers in preserving environmental integrity. The results indicate an increased theological understanding among the community regarding Christian responsibility toward the environment, along with the growth of ethical awareness to care for nature through concrete actions in daily life. This activity affirms that ecotheology is not merely conceptual, but has practical relevance in fostering faith-based ecological awareness.
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Dan Peran Orang Tua Terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Kristen Sekolah Dasar Di Tapanuli Selatan T.A 2025/2026 Hutapea, Lidia Kando; Sitompul, Baginda; Simanullang, Pardomuan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of the use of audio-visual media and parental involvement on students’ interest in learning Christian Religious Education (CRE) at an elementary school in South Tapanuli Regency in the 2025/2026 Academic Year. The background of this study is the low level of students’ interest in learning CRE, which is indicated by limited attention, participation, and enthusiasm during the learning process. The less optimal use of instructional media and insufficient parental involvement are assumed to be contributing factors to this condition. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of fifth-grade elementary school students, with a total sample of 36 students. Data were collected using a closed-ended questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using multiple linear regression to determine the partial and simultaneous effects of audio-visual media use (X1) and parental involvement (X2) on students’ learning interest in CRE (Y). The results show that there is a positive and significant influence of the use of audio-visual media on students’ learning interest in CRE. Likewise, parental involvement has a positive and significant effect on students’ learning interest. Simultaneously, the use of audio-visual media and parental involvement contribute significantly to the improvement of students’ learning interest in CRE, as indicated by the coefficient of determination, which falls into the strong category. In conclusion, the more effective the use of audio-visual media in classroom instruction and the higher the level of parental involvement in supporting learning activities at home, the greater the students’ interest in learning Christian Religious Education. This study recommends enhancing innovative instructional media utilization and strengthening collaboration between schools and parents to improve the quality of CRE learning at the elementary school level
Pengaruh Implementasi Metode Outdoor Study Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti Peserta Didik Kelas X Semester Ganjil SMA Negeri 1 Tampahan Tahun Pembelajaran 2023/2024 Bella D.O Lumbantoruan; Hasudungan Simatupang; Andrianus Nababan; Frainskoy Rio Naibaho; Baginda Sitompul
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2023): Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v5i2.217

Abstract

This research aims to determine the positive and significant influence of the implementation of the outdoor study method on the learning outcomes of Christian religious education and character education for class X odd semester students at SMA Negeri 1 Tampahan for the 2023/2024 academic year. The hypothesis of this research is that there is a positive and significant influence from the implementation of the outdoor study method on the learning outcomes of Christian religious education and character education for class X odd semester students at SMA Negeri 1 Tampahan for the 2023/2024 academic year. This research uses quantitative research methods with descriptive statistics. The population of this study was 40 people so it is called population research. The instruments in this research were a closed questionnaire for variable X and a multiple choice written test for variable Y. There is a positive and significant influence of the implementation of the outdoor study method on the learning outcomes of Christian religious education and character education for class X odd semester students at SMA Negeri 1 Tampahan for the 2023/2024 academic year, namely rcount > rtable (0463>0.312), tcount > ttable (3.220 > 2.021), Y ̂="56.22"+0.38X, r2 = 21.4%. So the hypothesis test states that Ha is accepted, namely that there is a positive and significant influence of the implementation of the outdoor study method on the learning outcomes of Christian religious education and character education for class X odd semester students at SMA Negeri 1 Tampahan for the 2023/2024 academic year.
Co-Authors Adiani Hulu Anderson, Septian Andrianus Nababan Anrian Simamora Aprizal, Patar Ardina Gajah Ariawan, Sandy Bella D.O Lumbantoruan Betty A. S Pakpahan Betty A.S Pakpahan Binsar Simanjuntak Binur Panjaitan Dame Taruli Simamora Dantoni Manalu Debora Sitohang Eben H. Telaumbanua Esra Sitompul Evanni Sihombing Frainskoy Rio Naibaho G. Gunawan Goklas J. Manalu Gresi Christina Batubara Gultom, Patar Aprizal Habahayan, Ova Eniwati Halawa, Famarudi Halima Marisa Nababan Hasudungan Simatupang Hasudungan Simatupang Hisar R. Panjaitan Hisardo Sitorus Hutabarat, Nunut Hutagalung, Derisna Hutapea, Lidia Kando Hutauruk, Lenny M Irene Tampubolon Jefpri Sihombing Juan Andreas Manurung Kartika Marbun Lamria H. Lumbanbatu Lastri Menalia Sijabat Lesti Simanjuntak Liberto Ripan Petrus Hutagalung Limmarten Simatupang Lince R.T Simamora Lumbantobing, Sandro M Lumbantoruan, Simon Petrus Manalu, Afriani Marbun, Robinson Meilan Pakpahan Melda A. Simarmata Nadeak, Devi Sere Nadia Sitanggang Nainggolan, Beltazar Nainggolan, Ricki Martin Noviyanti Herlina Oktober Tua Aritonang, Oktober Tua Ova Eniwati Habayahan Padang, Setianna Panjaitan, Binur Panjaitan Purba, Aknes Tiorida Rawatri Sitanggang Riki Toni Situmeang Robert K.A Simangunsong Robert K.A. Simangunsong Sembiring, Ngadap Senida Harefa Siahaan, Marihot Renaldi Siburian, Ivan Sihombing, Grace Metaria Sihombing, Talup Simanjuntak, Michael Simanullang, Pardomuan Simanungkalit, Relina M Simon Simbolon Sinaga, Junita D Sinaga, Sari Mutiara Siregar, Murniasi Siringringo, Juspen Sitohang, Ketler Sitompul, Arip Surpi Sitompul, Rosalinda Situmorang, Riduan Sol, Yannes Sudarman Lubis Tahadodo Waruwu Tomson Sihol Sianturi Toruan, Simon Petrus Lumban Yanti Panggabean Ziraluo, Dasriana