Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Perawat Terhadap Self Care Deficit pada Pasien Gangguan Jiwa Badrul Zaman; Bukhari Bukhari; Nurlaili Nurlaili; Jihan Rabial; Nurul Husna; Habibi Habibi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44683

Abstract

Pengetahuan perawat terhadap self care deficit melibatkan pemahaman tentang konsep self care. Perawat harus memahami konsep dasar self care, termasuk aktivitas sehari-hari yang memperhatikan perawatan diri seperti menjaga kebersihan diri, makan/minum, berhias diri dan toileting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat terhadap self care deficit pada pasien gangguan jiwa di RSUD dr Fauziah Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat ruang UPIP di Wilayah Kerja RSUD Dr Fauziah Bireuen berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling berjumlah 20 orang. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 26 September sampai dengan 06 Oktober 2024. Hasil uji univariat diperoleh mayoritas pengetahuan perawat di RSUD dr Fauziah Bireuen sebagian besar pada kategori cukup dengan frekuensi 9 orang (45%) dan mayoritas self care deficit di RSUD dr Fauziah Bireuen sebagian besar pada kategori buruk dengan frekuensi 11 orang (55%). Hasil analisis bivariat didapatkan nilai ρ (0,003) < α (0,05), yang berarti ada hubungan pengetahuan perawat terhadap self care deficit pada pasien gangguan jiwa di RSUD dr Fauziah Bireuen. Diharapkan pada perawat dapat memberi informasi untuk menambah wawasan tentang penanganan masalah keperawatan jiwa terutama pengetahuan dan self care deficit
THE RELATIONSHIP BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND INFANT GROWTH AND DEVELOPMENT IN THE WORKING AREA OF THE PEUDADA COMMUNITY HEALTH CENTER, BIREUEN DISTRICT Bukhari; Machfud
MEDALION Journal: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child growth and development are influenced by internal and external factors. One of the postnatal factors is nutritional factors. Nutritional elements are a dominant influence on child growth, especially in early life until the age of 6 months. The nutrition needed by babies can be met by providing breast milk (ASI). Exclusive breastfeeding is one effort to obtain good baby growth and development because breast milk contains important nutrients needed by babies to grow. The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and infant growth and development in the Peudada Community Health Center Working Area, Bireuen Regency. The research design used in this study was cross-sectional. The population in this study were 204 mothers who had babies aged 6-12 months. The sample used in this study was accidental sampling, namely a sampling technique based on chance, the number of samples was 67 babies. This study was conducted at the Peudada Community Health Center on July 14, 2025. Data analysis used the Chi Square test . The results of the univariate test showed that the majority of exclusive breastfeeding was in the category of providing exclusive breastfeeding as many as 40 respondents (59.7%), respondents based on appropriate growth as many as 57 respondents (85.1%) and fine and gross motor development in infants showed that 42 respondents (62.7%). The bivariate results using the statistical test above obtained a p value = 0.001. This means that the p value is smaller than α (p = 0.001 <α = 0.05 ) , so it can be said that Ho is rejected and Ha is accepted or there is a significant relationship between exclusive breastfeeding and growth in infants at the Peudada Health Center, Bireuen Regency. Suggestions for mothers should dig up information from health workers, and information media that discuss exclusive breastfeeding so that infant growth and development are met according to age and avoid delays in growth and development.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan di Bangsal Kardiologi RSUD dr. Fauziah Bireuen : Factors Affecting Patient Satisfaction Levels with Nursing Services in the Cardiology Ward of Dr. Fauziah Bireuen Regional General Hospital Nesa Fatna; Jihan Rabi’al; Nurul Husna; Bukhari; Hernita
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.294

Abstract

Latar Belakang: Seorang perawat profesional selalu berusaha untuk menjalankan peran, fungsi dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan pelayanan keperwatan, dimana perawat dituntut untuk memiliki keterampilan dan keahlian dibidangnya serta disiplin yang tinggi. Pasien akan merasa puas dengan kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya atau fasilitas yang ditawarkan sesuai dengan harapannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di bangsal Kardiologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Fauziah Kabupaten Bireuen. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 01 sampai dengan 14 Agustus 2024.Metode: Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berada di bangsal berjumlah 42 pasien. Sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa komunikasi dari mulut ke mulut berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.001) < α= (0.05). Kebutuhan pribadi berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.007) < α= (0.05). Pengalaman masa lalu berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.001) < α= (0.05). Kesimpulan: Diharapkan kepada Rumah Sakit dapat meningkatkan pelayanan diketiga aspek ini yaitu komunikasi mulut ke mulut, pemenuhan kebutuhan pribadi pasien/keluarga dan selalu belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi untuk meningkatkan kepuasan pasien rumah sakit.
Peningkatan Literasi Kesehatan pada Masyarakat melalui Edukasi Berbasis Komunitas di Desa Sagoe Bireuen Bukhari Bukhari; Aris Winandar; Sri Wahyuni
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2026): Februari - Agustus
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i2.8576

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi kesehatan lingkungan pada masyarakat Desa Sagoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, melalui edukasi berbasis komunitas. Di Indonesia, penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi masalah utama, terutama di wilayah dengan sanitasi buruk dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap higiene dasar. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan tiga tahap: persiapan survei lapangan dan materi, pelaksanaan sosialisasi pada 16 Oktober 2025 melalui ceramah interaktif, demonstrasi pengelolaan limbah, dan diskusi kelompok, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, dari rata-rata skor 40% pada pre-test menjadi 75% pada post-test, dengan peningkatan 35% pada indikator sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah mandiri. Temuan ini menegaskan efektivitas metode berbasis komunitas dalam memutus rantai penularan penyakit melalui peningkatan pemahaman dan perilaku mandiri. Selain itu, hasil kegiatan menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-6, dan integrasi program ke dalam kegiatan kerja desa direkomendasikan untuk menjamin keberlanjutannya.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Peran Kader Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Desa Cot Nga Kabupaten Bireuen Tahun 2025 Nurlaili Nurlaili; Jihan Rabi’al; Khairiyatul Munawwarah; Bukhari Bukhari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu lansia adalah suatu kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat daerah setempat dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan petugas kesehatan puskesmas daerah. Adapun yang terlibat dalam suatu kegiatan yaitu peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya meliputi pendataan atau pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran dalam kartu menuju sehat, penyuluhan dan pemberian beberapa vitamin serta informasi kesehatan yang dibutuhkan, banyak lansia kurang aktif dalam berpartisipasi posyandu lansia dikarenakan faktor usia lansia yang tidak sanggup lagi ke posyandu, kurangnya kepedulian keluarga pada lansia. Tujuan: penelitian Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran kader  terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Cot nga. Metode: penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah korelasi dengan mengunakan pendekatan cross sectional untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan peran kader terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Cot nga. Hasil: menunjukkan mayoritas responden berusia 60–74 tahun sebanyak 77 orang (83,7%) dan usia 75–90 tahun sebanyak 15 orang (16,3%). Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia (p = 0,008; p < 0,05), sedangkan peran kader tidak berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia (p= 0,400). Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan pemanfaatan posyandu lansia. Keluarga perlu lebih aktif mendampingi dan memotivasi lansia agar rutin memanfaatkan layanan posyandu.
Educational Counseling on Bullying Prevention in the School Environment Hernita Hernita; Dwi Amalia Sari; Bukhari Bukhari; Nesa Fatna; Novita Sari; Jihan Rabi’al
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying is an aggressive behavior that is carried out intentionally and repeatedly by individuals or groups who possess greater power against those who are weaker, whether physically, verbally, socially, or through digital media. This phenomenon has become a serious problem in Indonesia, particularly within the school environment, with a relatively high prevalence in the Southeast Asian region. Data from the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) and the Office of Women’s Empowerment and Child Protection indicate that bullying cases most frequently occur at the elementary school level. The high incidence of bullying among school-aged children is closely related to ongoing cognitive, physical, mental, and social development, which makes children vulnerable to moral and social problems. Bullying behavior is influenced by internal factors such as age, gender, and personality characteristics, as well as external factors including family, environmental conditions, and peer influence. The impacts of bullying are extensive for both victims and perpetrators, ranging from psychological disorders and decreased academic achievement to an increased risk of antisocial behavior in the future. Therefore, bullying prevention requires the involvement of multiple stakeholders through education, strict school policies, the strengthening of the roles of teachers and counselors, and the utilization of technology. These integrated efforts are expected to create a safe, inclusive educational environment that supports optimal child development.
EDUKASI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA DALAM MENCEGAH KEKAMBUHAN Badrul Zaman; Miniharianti Miniharianti; Jihan Rabial; Khairiyatul Munawwarah; Bukhari Bukhari; Nurul Husna; Uliyana Uliyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27807

Abstract

Abstrak: Pengetahuan keluarga yang baik tentang nama obat, dosis, frekuensi, efek samping, dan tujuan pengobatan berkorelasi positif dengan kepatuhan. Sebaliknya, ketika pengetahuan kurang, pasien akan lebih sering mengalami kekambuhan, sehingga berdampak buruk pada keduanya baik kepada pasien, keluarganya, dan masyarakat. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman keluarga terhadap kepatuhan minum obat untuk mencegah kekambuhan pada pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah melalui beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dengan jumlah peserta 15 orang. Sebelum dilakukan pemateri, terlebih dahulu diberikan kuesioner untuk pre-test kemudian peserta diberikan materi terkait kepatuhan minum obat dalam mencegah kekambuhan pasien skizofrenia selanjutnya peserta diberikan kuesioner post-test untuk menilai pemahaman keluarga. Hasil dari uji statisti yang diolah menggunakan metode Paired Sample T-test memperlihatkan perbedaan yang signifikan dengan nila Sig.(2-tailed) pada hasil pengujian didapatkan 0,000 (<0,05). Hasil yang didapat dengan memberikan edukasi dan pendampingan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran keluarga dalam memantau kepatuhan minum obat bagi pasien skizofrenia dalam mencegah kekambuhan.Abstract: Good family knowledge about drug names, dosages, frequencies, side effects, and treatment goals is positively correlated with compliance. Conversely, when knowledge is lacking, patients will experience relapses more often, thus having a negative impact on both the patient, his/her family, and the community. The purpose of implementing community service in the form of health education is to improve family understanding of medication compliance to prevent relapse in schizophrenia patients. The method used is through several stages, namely the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage with 15 participants. Before the speaker was given, a questionnaire was first given for a pre-test, then participants were given material related to medication compliance in preventing relapse in schizophrenia patients, then participants were given a post-test questionnaire to assess family understanding. The results of the statistical test processed using the Paired Sample T-test method showed a significant difference with the Sig. (2-tailed) value in the test results obtained 0.000 (<0.05). The results obtained by providing education and assistance can increase awareness of the importance of the role of the family in monitoring medication compliance for schizophrenia patients in preventing relapse.