Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Qualitative Analysis of Borax in Wet Noodles in Makassar City Sari, Nur Indah; Ahmad, Fandi; Amaliah, Rezeki
Hayyan Journal Vol. 1 No. 3 (2024): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v1i3.2459

Abstract

Borax, or sodium tetraborate, is a dangerous chemical compound that is banned from use as a preservative in food due to its potential health risks. Wet or instant noodles are a form of processed food from wheat flour that is widely consumed and favored by various levels of society, especially in school. The addition of borax to wet noodles aims to increase the chewiness and shelf life of the noodles. This study aims to identify the presence of borax in school's snack noodles. Qualitative analysis was used as the research method with purposive sampling technique in three sub-districts, namely Tamalate, Mamajang, and Rappocini sub-districts of Makassar City. The sampling criteria were wet noodles complementing meatball snacks from street vendors in front of the gate of elementary schools, and 15 noodle samples were obtained. Qualitative analysis was carried out by organoleptic test and color change of filter paper that had been soaked in curcumin extract from turmeric. The results showed that the wet noodle samples were pale yellow to bright yellow in color with a maximum shelf life of 24 hours. The test results with turmenic paper showed no color change, so it was concluded that all noodle samples did not contain borax.
Perbandingan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Koperatif Tipe TSTS dan TGT Amaliah, Rezeki; Amalia, Amalia; Hasyim, Ahmad; Sari, Nur Indah; Ahmad, Fandi
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/

Abstract

Model pembelajaran kooperatif telah diteliti secara ekstensif dan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di berbagai bidang studi. Model pembelajaran koperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dan Team Games Tournament (TGT) adalah dua pendekatan pembelajaran kooperatif yang telah mendapatkan perhatian yang signifikan di bidang Pendidikan Penelitian eksperimen dengan desain posttest-only control group ini bertujuan untuk bertujuan untuk membandingkan hasil belajar peserta didik kelas VII SMPN 1 Pattallassang, Kabupaten Gowa pada tahun pelajaran 2023/2024. Desain penelitian posttest-only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 1 Pattallassang. Sampel penelitian ditentukan dengan Teknik simple random sampling yaitu kelas VIIA yang diajar dengan Model TSTS dan kelas VIIB yang diajar dengan Model TGT, berturut-turut berjumlah 30 dan 27 peserta didik. Data hasil belajar dikumpulkan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan bantuan SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata hasil belajar peserta didik yang diajar dengan Model TSTS sebesar 80,13 dengan standar deviasi 7,084 yang dikategorikan sangat tinggi. Kelas yang diajar dengan Model TGT adalah 84,74 dengan standar deviasi 7,107 yang dikategorikan sangat tinggi. Hasil uji Mann Whitney diperoleh taraf signifikansi 0,020, dimana Sig < 0,05 (5%) sehingga H1 diterima. Berdasarkan hasil dan analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai hasil belajar, dimana pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dibandingkan dengan model TSTS dalam meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas VIII SMPN 1 Pattallassang.
Analisis Penguasaan Konsep Peserta didik pada Materi Koloid melalui Penerapan Model Problem-Based Learning Sari, Nur Indah; Ahmad, Fandi
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v4i2.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan konsep peserta didik pada materi koloid setelah diterapkannya model Problem-based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan penguasaan konsep peserta didik pada materi koloid. Penelitian dilaksanakan di SMKS Farmasi Yamasi Makassar pada Tahun Pelajaran 2023-2024 dengan subjek penelitian kelas XI yang berjumlah 25 peserta didik. Data penguasaan konsep peserta didik dikumpulkan melalui tes penguasaan konsep bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor penguasaan konsep koloid peserta didik meningkat dari pretest sebesar 61,1 menjadi 77,28 pada posttest. Konsep koloid yang paling dikuasai oleh peserta didik adalah sub topik sistem koloid dan penggolongannya, sedangkan sub-topik yang masih kurang dipahami peserta didik adalah aplikasi sistem koloid dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA SMP dengan Model Differentiated Science Inquiry Berbasis Teaching at The Right Level Ramlawati, Ramlawati; Sari, Nur Indah; Alqadri, Zulqifli
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk mengembangan perangkat pembelajaran IPA dengan Model Differentiated Science Inquiry (DSI) berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) pda konsep cahaya dan alat optik yang valid dan praktis bagi peserta didik Sekolah Menengah Pertama. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE, yang terdiri atas lima tahapan yaitu, analisis (Analysis), desain (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Perangkat pembelajaran dengan Model DSI berbasis TaRL telah divalidasi oleh ahli yang terdiri dari dosen dan guru IPA SMP, serta telah direvisi sehingga diperoleh perangkat pembelajaran yang layak digunakan. Data validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran oleh peserta didik dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dengan model DSI berbasis TaRL bersifat valid dan praktis. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi RPP, LKPD, dan Tes pemahaman konsep telah memenuhi kriteria kevalidan dengan kategori “valid” dan “sangat valid”. Hasil uji kepraktisan terhadap LKPD dan tes pemahaman konsep dengan persentase rerata 88,62% dan 86,77% termasuk dalam kategori “sangat praktis”. Pengembangan perangkat pembelajaran harus memfasilitasi ketiga gaya belajar peserta didik dan mempertimbangkan ketiga jenis diferensiasi, yaitu konten, proses, dan produk. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Model DSI, TaRL, ADDIE
Analysis of Student Learning Styles in Science Subjects at SMPN 40 Makassar Arsyad, Arie Arma; Sari, Nur Indah
ARRUS Journal of Mathematics and Applied Science Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/mathscience2638

Abstract

Student learning style is one of the important information that a teacher needs to know before conducting learning activities, so that the teacher can determine the learning process that is suitable for the class. This descriptive quantitative research aims to analyze the characteristics of students' learning styles. The research subjects consisted of 23 students who were students of VIII.2, VII.4, and VIII.6 classes at SMP Negeri 40 Makassar. The learning style instrument is a multiple choice questionnaire, with a total of 50 questions, each question has five answer choices. The learning styles studied focus on Visual, Auditory, and Kinesthetic learning styles. The data were analyzed quantitatively by reducing data, presenting data, and making conclusions. The results of research on learning styles for classes VIII.2 and VIII.4 are auditory, while VIII.6 is a visual learning style and in general in class VIII at SMPN 40 Makassar are auditorial learning.
Exploring the Wilcoxon Test in Science Education: A Literature Review of Empirical Research Indah, Nur Indah Sari; Ahmad, Fandi
Indonesian Journal of Educational Science (IJES) Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Educational Science (IJES)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ijes.v7i2.4712

Abstract

Wilcoxon test, a non-parametric statistical method, is often used in educational research to analyze significant differences between two groups of related data. This study explores the utilization of the Wilcoxon Test in science education research through a systematic literature review approach of empirical studies. The review included empirical research articles published in accredited scientific journals and applied the Wilcoxon Test as data analysis. The findings showed the prevalence of using the Wilcoxon Test in pre-test and post-test data analysis in experimental research design, comparative research, extension research, and development research. In addition, the study identified various variations of the Wilcoxon Test application, including the Wilcoxon Test for paired samples and the Wilcoxon Test with continuity correction. This literature review provides a comprehensive description of Wilcoxon Test applications in science education research and recommends careful consideration for researchers in selecting and applying the statistical test based on data characteristics and research objectives.
Pembuatan Mie Untuk Meningkatkan Keterampilan Pengolahan Rumput Laut Kelompok Tani Melati Nur Indah Sari; Widiastini Arifuddin; Erni Rismawanti; Fandi Ahmad; Islawati Islawati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.774

Abstract

Upaya diversifikasi pangan dalam meningkatkan kualitas gizi makanan salah satunya dengan memanfaatkan rumput laut jenis Eucheuma cottoni dalam pembuatan mie yang kaya dengan serat pangan, iodium, omega-3, omega-6, serta pigmen yang terdiri dari klorofil a, klorofil d, dan fikobiliprotein. Subjek penelitian yaitu Masyarakat desa Punaga, Mangarabombang, Takalar, khusunya kelompok tani Melati. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui observative yang bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan mie dan uji hedonik. Mie ini dibuat dengan metode dan alat penggilingan mie yang sederhana. Panelis uji hedonik Masyarakat desa yang berjumlah 10 orang dengan rentang umur 15 – 35 tahun. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa mie basah yang dibuat dengan tambahan rumput laut memiliki karakteristik bau dan rasa yang disukai, warna yang menarik, kekenyalan dan tekstur yang sangat baik karena adanya senyawa pektin yang terkandung pada rumput laut.
Pelatihan Mini Project Nata De Coco dan Tape Jusinta Terhadap Anak Terlantar di Jalanan Kota Makassar Rifda Nur Hikmahwati Arif; Nurhayani H. Muhiddin; Fandi Ahmad; Nur Indah Sari; Salma Samputri
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.951

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan produktivitas anak-anak terlantar di jalanan kota Makassar dalam pembuatan nata de Coco dan juga tape jusinta. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi dua tahapan yang pertama adalah pengenalan nata de coco dan juga tape jusinta, tahapan kedua yaitu pelatihan pembuatan nata de coco dan juga tape jusinta terhadap anak-anak jalanan di kota Makassar. Hasil temuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan yaitu terdapat peningkatan produktivitas dalam pembuatan nata de Coco dari sebelum dilatihkan dan sesudah dilatihkan dan juga terdapat peningkatan produktivitas dalam pembuatan tape dari sebelum dilatihkan dan sesudah dilatihkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat diharapkan dapat meningkatkan keterampilan produksi anak-anak khususnya dalam membuat produk-produk itu nata de coco dan juga tape jusinta yang dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berwirausaha.
The Effect of Differentiated Science Inquiry Learning Model Based on Teaching at the Right Level on Students’ Critical Thinking and Science Process Skills Ramlawati, Ramlawati; Sari, Nur Indah; Kusumawati, R.; Yesin, M.; Ilmi, N.; Arsyad, Arie Arma
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v14i1.19479

Abstract

Student cognitive diversity can be a barrier to enhancing critical thinking and science process skills. The TaRL-based DSI model addresses this by facilitating learning for students at different cognitive levels. This research aims to determine the effect of the Differentiated Science Inquiry (DSI) model based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach on eighth-grade junior high school students’ critical thinking and science process skills in the context of vibration and wave concepts. A non-equivalent control group design was used to address varied learning needs, with 55 students purposively selected for experimental and control groups. Data were collected using essay-based critical thinking tests and multiple-choice science process skills assessments. The DSI model applied four inquiry levels: Demonstrated Inquiry, Structured Inquiry, Guided Inquiry, and Self-Directed Inquiry based on students’ initial abilities. Data were analyzed using descriptive and inferential methods. The average critical thinking skills in the experimental group after treatment were 13.04, and in the control group were 10.1. The average science process skills in the experimental group were 19.77, and in the control group were 18. The research results confirm that the TaRL-based DSI model significantly enhances students’ critical thinking and science process skills at a significance level of α = 0.05. This research is expected to help educators implement the DSI model to accommodate diverse learning needs and enhance crucial skills in science education.
Implementasi Lesson Study Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di SDN 112 Inpres Bontomanai Fandi Ahmad; Nur Indah Sari; Munawwarah Munawwarah; Vika Puji Cahyani; Elfira Jumrah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1396

Abstract

Banyak guru di Kabupaten Takalar Khususnya di Desa Bontomanai masih menghadapi kesulitan dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar. Lesson study dipilih sebagai pendekatan karena terbukti efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui refleksi dan kolaborasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan Lesson study agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, workshop, dan pendampingan langsung. Kegiatan ini melibatkan dosen dari Universitas Negeri Makassar dan guru dari berbagai sekolah dengan total peserta sebanyak 20 orang dan dilaksanakan SDN 112 Inpres Bontomanai, dengan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap Lesson study serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Terdapat peningkatan softskill guru dalam mengelola kelas dan menerapkan strategi pembelajaran inovatif. Namun, kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu refleksi dan minimnya sarana pembelajaran yang mendukung. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan adanya pelatihan berkelanjutan, peningkatan fasilitas pembelajaran, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi. Secara keseluruhan, Lesson study terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat diterapkan secara lebih luas dalam sistem pendidikan.