Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Serangan Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) di Singkawang ardianto, ardianto; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44352

Abstract

ABSTRAKGejala serangan mirip penyakit Hawar daun bakteri (HDB) padi telah ditemukan di beberapa tempat di Singkawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen penyakit mirip HDB yang dilaporkan telah menyebar di Singkawang. Penelitian yang dilakukan termasuk mengukur tingkat serangan dan sebaran penyakit HDB pada daerah yang ada kasus serangan, serta karakterisasi patogen penyebab penyakit. Serangan penyakit mencapai 26,6% dengan serangannya 81% dan serangan terendah 3,3% dengan serangannya 23%. Didapatkan 10 dari 15 isolat bakteri yang mencirikan koloni bakteri Xoo. Hasil pemeriksaan (isolasi) pada media selektif Wakimoto, Uji Gram dan Uji Postulat menunjukan bahwa patogen penyebab penyakit HDB adalah Xoo. Kata kunci: Hawar daun bakteri, padi, Xanthomonas oryzae
PEMANFAATAN BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADA PADI CIHERANG MERAH Sela, Fransiska Mada; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58318

Abstract

Bakteri pelarut fosfat Paenibacillus alvei selain mampu melarutkan fospat, juga membentuk indole acetic acid (IAA) dan siderofor, serta berperan sebagai biokontrol. Penyakit hawar pelepah padi disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani Kuhn. Penyakit ini mudah ditemukan pada setiap musim tanam, sehingga sulit dikendaliakn. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan padi Ciherang Merah yang diberi perlakuan isolat BPF terhadap serangan R. solani pada kondisi tanah sulfat masam. Penelitian dirancang, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 taraf perlakuan berupa isolat BPF isolat 4A (P1), 6A (P2), konsorsium 4A dan 6A (P3), dan kontrol (P4). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap minggu hingga padi berumur 7 MST. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman, berat kering akar, insidensi serangan, keparahan penyakit, kemampuan bakteri uji menekan keparahan penyakit, dan tingkat ketahanan tanaman terhadap penyakit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPF dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah pada padi Ciherang Merah memiliki tingkat ketahanan yang berbeda jika dibandingkan dengan kontrol yang tergolong rentan. BPF isolat 6A, dan konsorsium 4A dan 6A tergolong tahan, serta BPF isolat 4A agak rentan terhadap penyakit hawar pelepah. Kerusakan tanaman berbanding terbalik dengan perkembangan insidensi serangan yang cenderung terus meningkat, karena perlakuan pemberian BPF menekan keparahan penyakit dan memicu pertumbuhan padi Ciherang Merah di tanah sulfat masam.Kata Kunci: Paenibacillus alvei, Hawar Pelepah Padi, Padi Ciherang Merah, Biokontrol
IDENTIFIKASI PENYAKIT HAWAR BAKTERI MALAI PADI DI KABUPATEN KUBU RAYA Rina, Hana Septi Stella; Rianto, Fadjar; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58419

Abstract

Padi (Oryza sativa) adalah tanaman pangan yang rentan terserang oleh serangan organisme pengganggu tanaman. Hawar malai yang bakteri Burkholderia glumae dapat menghambat perkecambahan benih, busuk bibit, rebah bibit, busuk pelepah, pembungaan steril, dan busuk bulir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui serangan patogen penyebab penyakit hawar bakteri bulir padi yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang dilakukan meliputi survei di lapangan dan pengambilan sampel padi secara acak. Sampel padi diisolasi menggunakan media King"™s B dan media selektif CCNT. Hasil pengujian menunjukkan bahwa didapatkan gejala yang menunjukkan tanaman itu terserang oleh bakteri Burkholderia glumae akan menunjukkan gejala seperti hitam kecoklatan, bulir hampa dan pada bagian daun akan kemerahan di bagian tepi yang dikelilingi warna kuning seperti hawar pada daun. Tidak semua isolat bakteri yang digoresi walaupun dapat menginfeksi tanaman tetapi dari 11 isolat ternyata 2 isolat yang terkonfirmasi sebagai B.glumae hanya isolat kode BGKP 1 dan BGKR 5 yang diuji pada padi varietas Ciherang.Kata kunci : tanaman padi, Burkholderia glumae, hawar bakteri malai padi
Incubation Period and Disease Incidence of Rice Leaf Blast Caused by Magnaporthe grisea on Potato Dextrose Agar (PDA), Oatmeal Agar (OMA), and Rice Extract Sucrose Agar: Periode Inkubasi dan Insidensi Penyakit Blas Daun Pada Tanaman Padi yang Diinduksi Patogen Magnaporthe grisea Media PDA, Oat Meal Agar (OMA) dan Ekstrak Padi Agar Gula Yeni Nurhidayah; Fadjar Rianto; Radian Radian
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v15i1.4050

Abstract

Penyakit hawar padi merupakan ancaman besar bagi keberhasilan produksi padi karena kemampuannya menginfeksi semua tahap pertumbuhan tanaman, mulai dari fase vegetatif yang bermanifestasi sebagai hawar daun hingga fase generatif berupa hawar leher, yang mengakibatkan hilangnya hasil panen hingga 70%. Oleh karena itu, diperlukan penelitian komprehensif untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam mengendalikan penyakit hawar padi. Pengujian patogenisitas merupakan tahap kritis dalam penelitian pengelolaan penyakit hawar di lapangan, sehingga penting untuk menyebarkan sumber inokulum yang paling sesuai untuk studi di tanaman . Hasil uji patogenisitas menunjukkan bahwa sumber inokulum secara signifikan mempengaruhi timbulnya gejala dan tingkat kejadian penyakit. Inokulum yang berasal langsung dari malai yang terinfeksi hawar menunjukkan munculnya gejala paling awal, yaitu 8 hari setelah inokulasi. Sebaliknya, isolat yang dikultur pada agar kentang dekstrosa (PDA) menunjukkan gejala pertama pada 18 hari setelah inokulasi, sedangkan isolat yang ditumbuhkan pada agar oatmeal (OMA) dan media ekstrak gula agar beras menunjukkan masa inkubasi yang lebih lama, sekitar 35 hari. Insidensi penyakit tertinggi tercatat pada perlakuan PDA (84%), diikuti oleh ekstrak gula agar beras (68%), malai yang terinfeksi penyakit blas (64%), dan OMA (28%). Hasil ini menunjukkan bahwa media pertumbuhan memainkan peran penting dalam menentukan virulensi patogen. Kata kunci: penyakit hawar padi, uji patogenisitas, masa inkubasi, kejadian penyakit
Co-Authors ., Darussalam ., Mislan ., nortin ., Osini agus ruliyansyah Ahmad Sulaiman Annisa, Herly anshari, irwan Apriyani, Wenny Ardianto Ardianto Aris Setiawan Asmani, Asmani aswawi, selamet Bahendra, Rendi Bariyanto, Muhammad Deva Basuni Bella Sari, Natalia Wilhelmina Budi Fitriani Chatarina Umbul Wahyuni Dini Anggorowati Dwi Zulfita Edy Syahputra Eka Afriyan Hardigaluh Eni Handayani Erinda, Novia Ety Herawati hakim, husnul Hendro Muntarjo Heriandi, Heriandi Herni Susanti Ikawati, Ratna Ikayanti, Fitri Iman Suswanto Indri Hendarti Iwan Sasli KUNTARI, ARIANTI Kurnia, Lulu Lesmana, Andika Luthfiyyah, Siti Raihany Mahmudi Mahmudi Marisa Nopriyanti Maulidi Maulidi Meita, Priskila Muhammad Faizal Mutiara - Napitupulu, Hearnes Neti, Neti Netty Indah Lestari Ningrum, Ajeng Maula Nisa, Yaumin Nizari Muhtarom NOFIARDI, EDI Norma Norma Nugroho, Muhammad Fikri NURKHAMDANI, RESTU Oktarianti, Sherly OKTAVIANI, OKA Purnama, Zulfian Radian Radian Ramadhan, Dicky Ramanda, Rika Fitry Ridwan, Ridwan Riki Warman Rina, Hana Septi Stella Rini Susana Rumambi, Ellia Septiarahma Safriadi Saputri, Indrian Tika Sarbino Sarbino Sarbino Sarbino Sari, Erika Kornelia Sari, Natalia Wilhelmina Bella Sela, Fransiska Mada Senangka, Vinsensius Bagus Sesilia Ika Sandriani SOFIAN, NANA Sopiany, Pivi SRI RAHAYU Subiantoro, Subiantoro Syafiuddin, Wasi’an Tantri Palupi Tatang Abdurrahman, Tatang Toni, Toni TRIS HARIS RAMADHAN Valentino, Fernando Wahyuni, Elsa Warman, Riki Wasi'an Wasi'an WASI'AN, WASI'AN Wasi'an, Wasi’an Wasian - wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an Wenny Apriyani Yaskur, Yaskur Yeni Nurhidayah Yuaner, Yuaner Zailani, Indra Wahyudi Zakiatulyaqin, -