Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL PengaMAS

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DESA LAMBAGI MELALUI KOMBINASI USAHA TERNAK KAMBING DAN TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN natsir sandiah; Harapin Hafid; Rusli Badaruddin; Musram Abadi
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1442

Abstract

Kecamatan Kolono Timur secara geografis terletak di bagian timur Kabupaten Konawe Selatan dan merupakan wilayah potensial sebagai pengembangan komoditas pertanian palawija dan peternakan. Jarak tempuh Desa Lambangi Kecamatan Kolono Timur dengan Ibu Kota Kabupaten ± 7 km, dan berjarak sekitar 75 km dari Kampus Universitas Halu Oleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak kambing adalah bertani palawija, hortikultura, dan perkebunan kakao serta kelapa dalam yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah ini untuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan kambing. Selama tahun 2016 di Kecamatan Kolono Timur menunjukkan bahwa komoditas kelapa dari sub sektor perkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 1318 ton. Sedangkan tanaman pangan untuk komoditas jagung menempati posisi pertama dalam produksi 96 kwintal dan produktivitas mencapai 2 kwintal/ha dengan luas panen mencapai 48 ha. Jenis ternak yang dipelihara masyarakat di Kecamatan Kolono Timur meliputi ternak besar (sapi), ternak kecil (kambing), serta unggas. Populasi ternak kambing pada tahun 2016 berdasarkan data yang ada di kantor kecamatan hanya sekitar 288 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan ini, yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kelompok tani-ternak dalam pengembangan keberlanjutan usahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa rumput odot dan pakan limbah pertanian (jerami jagung), peningkatan pengetahuan peternak tentang cara pembuatan kandang kambing yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang serta cara pemenfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompos pada tanaman holtikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak kambing yang dilakukan dengan pembuatan kebun demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peternak tentang pembuatan pakan fermentasi hijauan dan pembuatan pakan pellet unggas (ayam kampung).
MANAJEMEN REPRODUKSI DAN PAKAN UNTUK TUJUAN PEMBIBITAN DAN PENGGEMUKAN SAPI BALI DI DESA ALEBO KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN takdir saili; Hasanuddin Bua; Astriana Napirah; Rusli Badaruddin; Syamsuddin Syamsuddin; Wa Laily Salido
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1506

Abstract

Kecamatan Konda secara geografis  terletak  dibagian  timur  Ibu  Kota Kabupaten Konawe Selatan dan merupakan wilayah potensial sentral pengembangan komoditas pertanian dan peternakan. Jarak  tempuh  Kecamatan  Konda  dengan  Ibu  Kota Kabupaten ± 70 km, dan berjarak sekitar 15 km dari  Kota  Kendari  yang  merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Kecamatan  Konda  merupakan kacamatan yang memiliki populasi ternak sapi tahun 2017 sebanyak 5.577 ekor atau 8.23% dari total populasi yang ada di Kabupaten Konawe Selatan. Salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Konda dengan populasi ternak sapi yang banyak adalah Desa Alebo. Populasi sapi di Desa Alebo menempati posisi ke dua (569 ekor) setelah Desa Lambusa (681 ekor).topografi Desa Alebo tergolong rata, dengan ketinggian tempat sekitar 25 m dpl. Sebagian besar masyarakat Desa Alebo mempunyai mata pencaharian sebagai petani beternak sapi. Seiring dengan perkembangan waktu, para petani ternak di Desa Alebo sepakat untuk membentuk kelompok tani ternak agar mendapatkan kemudahan di dalam mengakses bantuan permodalan dan sarana produksi serta pemasaran. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan KKN-TEMATIK ini, yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak maupun petani dalam mengembangkan keberlanjutan usahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa hijauan rumput (Odot, Benggala dan Setaria) dan pakan limbah pertanian (jerami padi), serta pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan limbah buah jeruk menjadi pupuk cair. Selain itu pula, telah terjadi peningkatan pendapatan yang diperoleh peternakan dari hasil penjualan pupuk kompos dan  pupuk cair .Kata kunci : Ternak sapi, Pakan ternak, Pupuk kompos, Pupuk cair
PENINGKATAN NILAI TAMBAH USAHA PETERNAKAN SAPI MELALUI PERBAIKAN KUALITAS PAKAN DAN PRODUKSI PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN LADONGI KABUPATEN KOLAKA TIMUR Rahim Aka; Arsad Sani; Musram Abadi; Rusli Badaruddin; Syamsudin Syamsudin; Putu Nara Kusuma Prasanjaya; Nuraini Nuraini
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v1i1.764

Abstract

Kecamatan Ladongi secara geografis terletak dibagian timur Ibu KotaKabupaten Kolaka Timur dan merupakan wilayah potensial sentra pengembangankomoditas pertanian dan peternakan. Jarak tempuh Kecamatan Landongi dengan IbuKota Kabupaten ±10 km, dan berjarak sekitar 110 km dari Kampus Universitas HaluOleo di Kota Kendari. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalahbertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Matapencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali adalah bertani palawija danhortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak. Masing-masing kelompoktani-ternak ini beranggotakan 5-7 orang yang bergerak di bidang usaha pertanian danpeternakan. Selain kondisi topografi, keadaan iklim juga sangat mendukung daerah iniuntuk pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan sapi potong. Selamatahun 2016 di Kecamatan Ladongi menunjukkan bahwa komoditas kakao dari sub sektorperkebunan menempati produksi tertinggi, yaitu mencapai 33.807,55 ton. Sedangkantanaman pangan untuk komoditas padi menempati posisi pertama dalam produksi, yaitu96.288 ton. Jenis ternak yang dikembangkan di Kecamatan Ladongi meliputi ternakbesar (sapi), ternak kecil (kambing dan babi), serta unggas. Jumlah ternak sapi diKecamatan Ladongi sebanyak 2.124 ekor.Hasil yang telah dicapai pada kegiatan KKN-PPM ini, yaitu adanya peningkatanpengetahuan dan pemahaman kelompok mitra dalam mengembangkan keberlanjutanusahanya dengan pemanfaatan hijauan pakan ternak berupa hijauan rumput gajah danpakan limbah pertanian (jerami padi), peningkatan pengetahuan peternak tentang carapembuatan kandang yang ideal dan mengetahui manfaat pembuatan kandang sertapemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan introduksi pupuk kompospada tanaman hortikultura yang diusahakan secara bersama-sama dengan ternak sapiyang dilakukan melalui pembuatan demplot sistem pertanian terpadu. Selain itu pula,telah teradi peningkatan pendapatan yang diperoleh peternakan dari hasil penjualanpupuk kompos dan peningkatan pendapatan petani hortikultura melalui peningkatanproduksi dari introduksi pupuk kompos yang telah dibuat.
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) BERBASIS USAHA BUDIDAYA DAN TEKNOLOGI HASIL PETERNAKAN DI FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HALU OLEO Ali Bain; La Ode Arsad Sani; La Ode Syukur; Rusli Badaruddin; La Ode Muh. Safaat; I Putu Nara Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1457

Abstract

Lulusan perguruan tinggi memiliki potensi yang besar untuk dipersiapkan menjadi wirausahawan yang unggul, yang tidak hanya akan memandirikan dirinya secara ekonomi kelak, tetapi juga akan turut mengembangkan potensi ekonomi daerah yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi perekonomian negara. Program-program pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dicanangkan oleh pemerintah, sehingga banyak mahasiswa memulai aktivitas usaha sejak masa perkuliahan. Hal ini juga terjadi bagi mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, yang banyak berusaha dibidang peternakan. Beberapa jenis usaha mahasiswa Fakultas Peternakan antara lain: usaha budidaya ternak terutama ternak unggas, usaha produksi hasil peternakan, dan usaha pengolahan limbah sisa hasil peternakan. Dalam menjalankan usaha, mahasiswa peeternakan banyak menghadapi kendala diantaranya adalah sebagai berikut: kurangnya keterampilan manajemen usaha dan manajemen keuangan, Kurangnya pengetahuan tentang strategi pemasaran yang baik, kurangnya pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi informasi, tidak adanya jejaring usaha dan kurangnya permodalan. Dalam kegiatan program pengembangan kewirausahaan (PPK) ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan bimbingan wirausaha sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam berusaha. Program pengembangan kewirausahaan ini dilaksanakan selama 3 tahun. Pada tahun pertama kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam PPK ini adalah sebagai beriku: (a) pelatihan kewirausahaan dengan manteri diantaranya menitik beratkan pada  manajemen produksi; (b) magang kewirausahaan di perusahaan yang sesuai dengan jenis usaha masing-masing; (c) busisness opportunity dengan perusahaan mitra; dan (d) pemberian bantuan dana bergulir. Tahun kedua kegiatan yang dilakukan sama dengan tahun pertama, namun dalam pelatihan kewirausahaan selain aspek produksi, juga lebih banyak pembahasan aspek pemasaran produk, aspek pembiayaan usaha, dan manajemen pembukuan usaha. Tahun ketiga, selain kegiatan yang dilaksanakan pada tahun pertama dan kedua, pada tahun ini juga kegiatan pelatihan dan pembimbingan diarahkan pada proses legalitas usaha dan upaya perluasan usaha. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat tercipta minimal 5 wirausahaan baru setiap tahun, yang mampu menghasilkan produk secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menghasilkan: (a) jurnal nasional terakreditasi pada Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) setiap tahun; (b) artikel media cetak lokal pada Koran Kendari Pos dan publikasi media online pada OKESULTRA.COM setiap tahun; (c) artikel prosiding seminar nasional pada tahun kedua dan ketiga; (d) paten sederhana pada tahun ketuga; (e) Usulan merk dagang produk yang dijual pada tahun ke 3 kegiatan; (f) desain produk industri pada tahun ke dua; (g)  Draf buku ber ISBN pada tahun ke 3 kegiatan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM BANGKOK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK Musram Abadi; La Ode Saidi; Rahim Aka; La Ode Nafiu; Rusli Badaruddin; Hamdan Has; Hairil A Hadini; Amiluddin Indi; Putu Nara Kusuma Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1452

Abstract

Sindangkasih merupakan salah satu desa penempatan transmigrasi pertama di Sulawesi Tenggara sejak tahun 1968 asal Jawa Barat  yang berada di wilayah Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Mata pencaharian masyarakatnya selain beternak sapi Bali dan ayam buras (bukan ras) adalah bertani palawija dan hortikultura yang mempunyai beberapa kelompok tani-ternak diantaranya Kelompok Ternak Parahiyangan. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, maka sejak  tahun  2015  peternak  setempat  mulai  membudidayakan  ayam  buras  dari keturunan Ayam Bangkok yang pertumbuhannya dirasakan relatif  lebih baik, dibandingkan ayam kampung biasa, sehingga ayam Bangkok dibudidayakan untuk tujuan wirausaha yang berorientasi bisnis.Namun demikian,  beberapa  kendala  yang  menjadi  keluhan  peternak  mitra untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha adalah organisasi kelompok yang belum berjalan dengan baik serta pemahaman teknik budidaya ayam Bangkok juga belum optimal, hanya mengandalkan cara pengeraman alami, kondisi fasilitas kandang relatif sederhana dan dibuat seadanya. Kebersihan dan sanitasi kandang tidak diperhatikan dengan baik, karena feses ayam berserakan dalam kandang dan tidak ada upaya pengolahan lanjut menjadi pupuk organik. Kelompok mitra belum memahami cara memformulasi ransum sebagai upaya diversifikasi beragam jenis pakan yang memenuhi standar baku mutu seperti penyediaan pakan secara mandiri  (pellet).  Pemasaran  ayam  hanya  dijual  di  pasar-pasar  tradisional  dengan jumlah yang relatif terbatas.Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok mitra maka target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan program PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang: (1) manajemen kelompok; (2) teknik budidaya ayam Bangkok; (3) pembuatan kandang yang memenuhi syarat teknis dan kesehatan; (4) penggunaan mesin tetas; (5) penggunaan probiotik, vaksin dan pengobatan ayam yang sakit; (6) pembuatan pellet secara mandiri menggunakan mesin tepat guna; (7) pembuatan pupuk organik; (8) promosi produk melalui media cetak seperti poster, dan leaflet; (9) perluasan pasar melalui pasar moderen (swalayan) dan warung makan sebagai konsumen potensial.Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Kelompok Ternak Ayam Bangkok Parahiyangan di Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan melalui penyuluhan dan bimbingan teknis, diharapkan memberikan manfaat terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak ayam Bangkok dengan memanfaatkan teknologi tepat guna serta perbaikan sistem pemeliharaan secara intensif  guna meningkatkan pendapatan keluarga peternak ayam Bangkok.
Co-Authors Abdul Rahman Ollong abdul saman Abdurrohman Muzakki Ahmad Risal Aliasis Maruka Almia, Siti Amiluddin Indi Amiludin Indi Andi Murlina Andi Murlina Tasse Andriawan Ardi Darmawan Arniyanti Nadin AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Asmida Asmida Asmuddin Asmuddin Asmuddin Astriana Napirah Ayu Asriwaty Bahtiar, . Bana, Sahindomi Claritha Saraswati Deki Zulkarnain Edi Setiawan Fadli Ma’mun Pancar Febry putra setiawan Fitrianingsih Fitrianingsih Fuji Astuti Auza Fuji Astuty Auza Gusti Ayu Kade Sutariati Hairil Adzulyatno Hadini Hamdan Has Harapin Hafid H. Hasanuddin Bua Hasanuddin Jumareng Hasriani Hasriani, Hasriani Hendrika Utami Hikmawati Hikmawati I Putu Nara Prasanjaya Idrus Salam Ilham Indi, Amiludin Irmawati Irmawati Irvan Irvan Ishak Ady Putra Utama Isnaeni, Purnaning Dhian Ita Andriyani Jamaluddin Hos Jud Jud Kadir Kadir La Intan La Ode Arsad Sani La Ode Muh. Safaat La Ode Muhamad Munadi La Ode Muhamad Randi La Ode Nafiu La Ode Saidi LA ODE SYUKUR, LA ODE La Sawali, La Sawali Lisa Andriani Majid Majid marsuna, marsuna Mauludin Hamid melda lisi Misriani Misriani Mongsidi, Wolter Muh Agung Ashiddiq Muh Idham Anda Rukanda Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Fajri Muhammad Rusli Muhammad Rusli Muhammad Yusril Muhammad Zaenal Arwih Muhtar Asshagab Munadi Munadi Musram Abadi Mustamin Anggo Natsir Sandiah Ning Ayu Dwi Tiya Nur Asma Nur Fitry Yanti Nur Santy Asminaya Nuraeni Primawati Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurhayanto, Nurhayanto Nuriadin Nuriadin Nurjani Nurjani Nylan Aulia Sari Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rahmat Hidayat Rahmat Mulhazaa Restu Libriani Rifki Gifari Amir Riko Rinaldi Middin Rizky Arizona Saifu Saifu Sandi Trio Ramadhan Sariul Sariul Sarnely Uge Sawaludin Sawaludin Selpion Degei Sitti Marni Ruhana Suhartiwi sulpinda budiana Syamsuddin Syamsuddin Syamsudin Syamsudin TAKDIR SAILI Tanzil Tanzil Tiya, Ning Ayu Dwi Usman Rianse Vina Eka Prasetia Anisa W. Kurniawan Wa Ipa Wa Laili Salido Wa Laily Salido Wa Ode Lidya Arisanti Yamin Yaddi Yuni Lestari