Masyhudah Rosni
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Bayu Nurkholis; Masyhudah Rosni; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9426

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas holtikultura yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Cabai rawit merupakan jenis cabai yang banyak digunakan dalam masakan sehari-hari. Beragamnya masakan Indonesia yang menggunakan cabai rawit sebagai bahan baku membuat meningkatnya kebutuhan atau permintaan pasar akan cabai rawit. Hal ini berpotensi dapat meningkatkan penerimaan petani karena cabai rawit memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Panyipatan merupakan salah satu daerah dengan penanaman cabai terbesar di Tanah Laut dengan total luas lahan 42 ha pada tahun 2020. Hal ini membuat Kecamatan Panyipatan dijadikan tempat penelitian dalam usahatani cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, serta keuntungan usahatani cabai rawit di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Disisi lain, penelitian ini juga menganalisis tentang kelayakan usahatani cabai rawit. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian yaitu Simple Random Sampling dengan pengambilan secara acak 30 orang dari 72 orang sebagai sampel penelitian. Hasil dari penelitian, diketahui bahwa rata-rata dalam 1 periode tanam, biaya yang dikeluarkan petani per usahatani sebesar sebesar Rp18.923.150,00/ut atau Rp75.525.525,44/ha dengan rincian Rp197.750,00/ut atau Rp811.625,23/ha untuk biaya tetap dan Rp18.725.400,00/ut atau Rp74.713.900,20/ha untuk biaya variabel. Penerimaan usahatani cabai rawit rata-rata sebanyak Rp84.311.666,67/ut atau Rp336.201.020,61/ha. Keuntungan yang diperoleh setiap usahatani rata-rata yaitu Rp65.388.516,67/ut atau Rp260.675.495,18/ha dengan nilai RCR 4,52. Nilai ini berarti setiap 1 rupiah yang dikeluarkan petani, maka petani akan mendapat penerimaan sebanyak 4,52 rupiah. Dengan nilai lebih daripada 1, maka usahatani cabai rawit di Kecamatan Panyipatan layak untuk diusahakan.
Partisipasi Masyarakat terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Harapan Masa di Desa Pasar Lama Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Dea Edna Adinda; Masyhudah Rosni; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5961

Abstract

Desa memiliki potensi sebagai pembangunan nasional yang ditinjau dari segi sumberdaya alamnya. Sumberdaya yang dikelola dengan baik membuat perekonomian desa mejadi meningkat dan membawa kesejahteraan pada masyarakat desa. Pembangunan desa bisa dilakukan dengan pemberdayaan yang mengacu pada partisipasi. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu lembaga yang membawahi unit usaha pedesaan serta berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BUMDes dengan jenis usaha terbanyak terdapat di Desa Pasar Lama dengan nama BUMDes Harapan Masa. BUMDes yang memiliki jenis usaha terbanyak juga memerlukan adanya partisipasi yang mendukung dari semua pihak termasuk pemerintah desa dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat terhadap BUMDes, mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dengan karakterisktik responden serta permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan BUMDes. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner, metode penarikan contoh menggunakan simple random sampling, diperoleh 30 KK sebagai responden. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis tingkat partisipasi, hubungan tingkat partisipasi dengan karakteristik responden dengan uji Rank Spearman dan Chi Square. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan BUMDes dengan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, partisipasi masyarakat Desa Pasar Lama terhadap BUMDes Harapan Masa tergolong kategori sedang (67,58%). Partisipasi dalam perencanaan tergolong sedang (65%), partisipasi dalam pelaksanaan tergolong rendah (53%), partisipasi dalam pemanfaatan hasil tergolong tinggi (80%) dan partisipasi dalam evaluasi tergolong sedang (72%). Terdapat hubungan yang positif yang nyata seperti pendidikan responden (ρhitung 0,206), hubungan negatif yang nyata seperti umur (ρhitung-0,264); pendapatan (ρhitung -0,150); lama tinggal (ρhitung-0,124) responden, tidak terdapat hubungan yang nyata seperti pekerjaan (x2hitung1,188) responden dengan partisipasi masyarakat terhadap BUMDes. Tinggi rendahnya umur, pendidikan, pendapatan dan lama tinggal responden diikuti oleh tinggi rendahnya partisipasi masyarakat sedangkan pekerjaan responden tidak diikuti oleh tinggi rendahnya partisipasi masyarakat. Permasalahan yang terjadi dalam pengembangan BUMDes yaitu pemasaran jasa atau produk yang masih kurang serta kurangnya pelatihan lebih lanjut yang diadakan BUMDes.
Analisis Efisiensi Alokatif Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Jagung di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Jodi Setiawan; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10346

Abstract

Salah satu komoditi pangan yang strategis di Indonesia adalah jagung, sehingga dari tahun ke tahun kebutuhan akan jagung semakin meningkat. Usahatani jagung banyak dilakukan oleh petani, salah satunya di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan dalam usahatani jagung, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani jagung serta menganalisis tingkat efisiensi alokatif dalam penggunaan faktor- faktor produksi pada usahatani jagung. Populasi penelitian ini sebanyak 449 orang petani, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 orang dengan teknik acak sederhana acak (simple random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata yang digunakan dalam usahatani jagung sebesar Rp33.860.128,00 per usahatani atau Rp11.162.679,00/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp68.737.667,00/usahatani atau Rp22.660.769,00/ha dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp34.877.539,00/usahatani atau Rp11.489.090,00/ha. Hasil analisis fungsi faktor produksi tipe Cobb-Douglass menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan, pupuk organik dan an organik serta tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung. Berdasarkan analisis efisiensi menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi pupuk organik dan tenaga kerja secara signifikan efisien, sementara penggunaan faktor produksi lahan, benih, pupuk orgnaik, anorganik dan pestisida secara signifikan tidak efisien.
Persepsi dan Minat Peserta Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (Yess) terhadap Profesi Petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Umi Mustaniroh; Usamah Hanafie; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10337

Abstract

Persepsi dan minat generasi muda terhadap profesi petani akan menentukan keamanan pangan pada masa depan dan menentukan jumlah petani muda yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Mendeskripsikan persepsi peserta YESS terhadap profesi petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. (2) Mendeskripsikan minat peserta YESS terhadap profesi petani di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Februari sampai Mei 2023. Untuk metode pengambilan sampel di gunakan Simple Random Sampling yaitu sebanyak 40 orang responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriftif dalam menjawab tujuan pertama dan kedua menggunakan skala likert.Hasil dari penelitian ini persepsi peserta YESS terhadap profesi petani yaitu persepsi generasi muda terhadap profesi petani mendapatkan respon yang positif dari responden yaitu sebesar 67% responden setuju bahwa persepsi atau pandangan responden terhadap profesi petani memberikan respon yang positif. Peserta YESS berminat untuk berprofesi sebagai petani, ketertarikan peserta YESS berprofesi sebagai petani sebesar 68,91% yang mana artinya tertarik untuk menjadi seorang petani, namun ketertarikan ini jika didukung dengan teknologi pertanian yang modern, memiliki lahan pertanian, serta pendapatan yang besar.
Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Rabiatul Adawiah; Masyhudah Rosni; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1299

Abstract

Abstrak. Kinerja penyuluh pertanian merupakan hasil kerja yang dicapai penyuluh pertanian sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan penyuluhan pertanian yang telah di tetapkan. Kinerja penyuluh pertanian menjadi faktor penentu keberhasilan suatu program, dalam suatu program mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam kegiatan penyuluhan sehingga tinggi rendahnya kinerja penyuluh pertanian akan berdampak pada tingkat keberhasilan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh pertanian dan mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan April 2019. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh pertanian dengan menggunakan skoring dan persentase kemudian untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tingkat kinerja penyuluh pertanian diperoleh persentase sebesar 79,2%. Menurut kriteria yang telah ditetapkan maka tingkat kinerja penyuluh pertanian tergolong tinggi. Permasalahan yang dihadapi penyuluh petanian yaitu tingkat pemahaman petani dalam menerima informasi berbeda-beda, pemikiran petani yang menganggap bahwa penyuluh adalah sebagai pihak yang memberikan bantuan seperti bibit atau benih tanaman dan sulitnya mengubah perilaku petani yang masih kerap menggunakan pestisida yang berlebihan.Kata kunci: kinerja, penyuluh pertanian, kegiatan penyuluhan
Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Walatung, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Mas’amah Mas’amah; Mariani Mariani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7805

Abstract

Desa Walatung adalah desa yang berada di Kecamatan Pandawan, selain itu Desa Walatung juga merupakan desa dengan kelompok tani terbanyak di Kecamatan Pandawan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian dan pemberdayaan kelompok tani di Desa Walatung, serta mengetahui kendala yang dihadapi penyuluh dalam melaksanakan penyuluhan. Metode dalam pengambilan sampel menggunakan cara pengambilan sampel secara acak terproporsi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2020 sampai bulan februari 2021, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Kinerja penyuluh pertanian di Desa Walatung mencapai persentase sebesar 85,13% dan Pemberdayaan kelompok tani Desa Walatung mendapatkan persentase sebesar 87,54%. Hal ini menunjukan bahwa kinerja penyuluh dan pemberdayaan kelompok tani termasuk dalam kategori tinggi.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Lokal Wanita Tani Tentang Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk (Kasus Kelompok Wanita Tani Nusaiba Nur) Fuad Hidayat; Masyhudah Rosni; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5936

Abstract

Tanaman Obat KeIuarga (toga) adaIah sekumpuIan tanaman berkhasiat obat untuk kesehatan keIuarga. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan IokaI wanita tani tentang tanaman obat keIuarga, mengetahui gambaran faktor umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan sumber informasi dari wanita tani, serta mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan wanita tani tentang tanaman obat keIuarga. Jenis data yang digunakan adaIah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpuIkan meIaIui wawancara Iangsung kepada keIompok wanita tani dengan menggunakan daftar pertanyaan yang teIah disiapkan. Data sekunder dikumpuIkan meIaIui dinas arsip dan Iiteratur-Iiteratur yang berhubungan dengan peneIitian. HasiI peneIitian menunjukan bahwa dari 30 wanita tani yang memiIiki pengetahuan cukup tentang tanaman obat keIuarga sebanyak 3 (10%), dan yang memiIiki pengetahuan baik tentang tanaman obat keIuarga sebanyak 27 (90%). Wanita tani yang berumur 18-40 tahun sebanyak 5 (17%), yang berumur 41-64 tahun sebanyak 21 (70%), yang berumur >65tahun sebanyak 4 (13%), wanita tani yang tidak tamat sekoIah sebanyak 1 (3%), wanita tani yang berpendidikan SD sebanyak 14 (47%), wanita tani yang berpendidikan SMP Sebanyak 7 (23%), wanita tani yang berpendidikan SMA/SMK sebanyak 8 (27%), wanita tani yang bekerja sebanyak 13 (43%), wanita tani yang tidak bekerja sebanyak 17 (57%), wanita tani mendapatkan informasi meIaIui media eIektronik sebanyak 16 (53%), dan yang mendapatkan informasi meIaIui media non eIektronik sebanyak 14 (47%). Berdasarkan anaIisis data didapatkan hasiI bahwa tidak ada variabeI (Umur, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi) yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan IokaI wanita tani tentang tanaman obat keIuarga.
Analisis Tataniaga Benih Jagung Manis “Sweet Lady” Pada PT BISI International Tbk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Dan Hulu Sungai Selatan Muhammad Lutfi Hapiz; Nina Budiwati; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1309

Abstract

Abstrak. Penggunaan benih unggul bermutu mutlak diperlukan untuk meningkatkan produktivitas hasil jagung manis. Benih unggul jagung manis dihasilkan melalui kegiatan pemuliaan tanaman. PT BISI International Tbk adalah perusahaan penanaman modal asing yang bergerak dalam bidang produksi benih pertanian. Salah satu produk benih jagung manis yang banyak dicari oleh kalangan petani jagung di Kalimantan Selatan adalah Sweet Lady. Penjualan Sweet Lady pada PT BISI International Tbk selalu mengalami peningkatan di 3 tahun terakhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran tataniaga, biaya, marjin, keuntungan dan share yang diterima oleh setiap lembaga tataniaga yang menjual produk Sweet Lady di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Jumlah sampel responden yang diambil berjumlah 19 sampel, terdiri dari 2 lembaga R1 (pedagang besar), 9 lembaga R2 (pedagang pengecer) dan 8 lembaga R3 (pedagang pengecer kedua). Pengumpulan data dilakukan dengan metode sensus dan wawancara langsung. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 5 saluran tataniaga produk Sweet Lady di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan hulu Sungai Selatan. Perbedaan biaya rata-rata di 5 saluran tataniaga Sweet Lady adalah Rp2.437,50 /250 gram untuk lembaga R1, Rp800,00 /250 gram untuk lembaga R2 dan Rp500,00 /250 gram untuk lembaga R3. Marjin tataniaga yang diterima oleh setiap lembaga memiliki perbedaan yaitu pada lembaga R1 marjin tataniaga yang diterima sebesar Rp7.500,00 /250 gram, pada lembaga R2 sebesar Rp3.000,00 /250 gram dan pada lembaga R3 sebesar Rp2.000,00 /250 gram. Keuntungan yang diterima dari lembaga R1, R2 dan R3 yaitu sebesar Rp5.062,50 /250 gram, Rp2.200,00 /250 gram dan Rp1.500,00 /250 gram. Bagian (share) yang diterima oleh setiap lembaga tataniaga R1, R2 dan R3 pada 5 saluran tataniaga adalah 90%, 96% dan 90%.Kata kunci: benih jagung manis Sweet Lady , saluran tataniaga, biaya, marjin, keuntungan
Hubungan Karakteristik Individu Anggota Dengan Pandangan Anggota terhadap Dinamika Kelompok pada Kelompok Tani di Desa Karang Jawa Muka Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nanda Nugraha; Masyhudah Rosni; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5890

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik individu anggota kelompok tani, mengetahui pandangan anggota terhadap dinamika kelompok tani, serta mengetahui hubungan karakteristik individu anggota kelompok tani dengan pandangan  anggota terhadap dinamika kelompok pada kelompok tani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Jawa Muka Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian ini menggunakan teknik survei. Kelompok tani yang ada di Desa Karang Jawa Muka berjumlah 4 kelompok tani sehingga populasi anggota kelompok tani berjumlah 137 orang, dimana: Kelompok Tani Swarga berjumlah 16 anggota, Setia Budi berjumlah 35 anggota, Mupakat berjumlah 38 anggota dan KWT Bina Bersama berjumlah 50 anggota. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin.  Dengan nilai presisi yang ditentukan (0,0225) dengan tingkat kepercayaan 85%, sehingga diperoleh jumlah sampel dari jumlah populasi sebesar 34 orang. Untuk menentukan jumlah sampel perkelompok tani digunakan metode acak berimbang (Proportionate Random Sampling). Sehingga diperoleh sampel masing-masing kelompok tani antara lain Swarga 4 sampel, Setia Budi 9 sampel, Mupakat 9 sampel dan  KWT Bina Bersama 12 sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik rata-rata responden adalah: berumur 47 tahun, tingkat pendidikan fomal SMP/Sederajat. Luas lahan 0,4 ha. Pengalaman usahatani adalah 14 tahun. Tingkat motivasi usahatani tinggi dengan skor rata-rata 12. Modal usahatani sebesar Rp2.002.941,00. Pandangan anggota terhadap dinamika kelompok tani berada pada kategori dinamis dalam keseluruhan unsurnyaKarakteristik individu anggota berhubungan tidak signifikan dengan pandangan anggota terhadap dinamika kelompok Tani. Hal ini menunjukan bahwa tinggi rendahnya unsur-unsur karakteristik individu anggota kelompok tidak memiliki hubungan dengan unsur-unsur  pandangan anggota terhadap dinamika kelompok.
Motivasi Petani Menanam Tanaman Sengon ( Paraserianthes falcataria L. Nelson) di Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Haryogi Muliandri; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5972

Abstract

Motivasi adalah suatu proses psikologis yang dapat mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri petani. Kekuatan motivasi dapat digambarkan melalui motif, dan harapan petani. Motif merupakan faktor pendorong petani untuk melakukan tindakan. Tujuan penelitian mengetahui motivasi petani dan mengidentifikasi permasasalahan yang dihadapi petani dalam menanam tanaman sengon. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 petani dari total populasi 118 petani sengon. Untuk mengetahui tujuanbsatu dan dua, digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, motivasi petani menanam tanaman sengon terbagi kedalam dua bagian yaitu motivasi ekonomi dan sosial. Motivasi ekonomi termasuk dalam kategori tinggi dengan skor yang diperoleh sebesar 84.86% dari skor ideal. Dengan menanam sengon dapat meningkatkan pendapatan petani, meskipun setelah berumur 6-7 tahun setelah tanam dan ada jaminan harga sengon karena sudah ada pebrik pengolahan.  Hal yang sama dengan motivasi sosial, dengan skor yang diperoleh sebesar  92.86% dari skor ideal.  Dengan menanam sengon petani dapat berinteraksi terhadap sesama petani dan masyarakat sekitar, selain itu juga mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Permasalahan utama dalam menanam sengon adalah kebakaran lahan, berikutnya hama tupai, keterbatasan modal dan tidak adanya kredit usaha dari pemerintah.