Masyhudah Rosni
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usaha Pengolahan Keripik Singkong di Desa Murung Kenanga Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar (Studi Kasus Usaha Keripik Singkong “Kita”) Archi Novi Nadila; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan, kelayakan dan titik impas dari usaha keripik singkong “KITA”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya total usaha keripik singkong selama bulan Januari yang dikeluarkan sebesar Rp 139.067.500,-/bulan dengan total penerimaan Rp 181.264.000,-/ bulan sehingga keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 42.196.500,-/bulan. Nilai Revenue cost ratio (RCR) yang diperoleh pada usaha keripik singkong tersebut sebesar 1,30 dan lebih besar dari 1, berarti usaha keripik singkong tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan, karena setiap satu rupoiah biaya yang dikeluarkan diperoleh penerimaan sebesar 1,30 rupiah. Berdasarkan nilai BEP rupiah yang diperoleh sebesar Rp610.079 dan untuk niali BEP unit sebesar 87 bungkus, maka agar usaha tersebut tidak mengalami kerugian, maka penerimaan yang diperoleh usaha tersebut harus lebih besar dari nilai BEP tersebut.
Analisis Kepuasan Petani terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Heldayanti Heldayanti; Usamah Hanafie; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7791

Abstract

Petani tidak megikuti asuransi pertanian disebabkan karena petani merasa berhasil atau tidak butuh AUTP, sikap negatif dan ketidakpuasan petani terhadap atribut AUTP. Hal ini yang membuat petani tidak ikut kembali asuransi pertanian pada tahun selanjutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan petani terhadap atribut AUTP di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Customer Satisfaction Index atau indek kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, indeks kepuasan petani terhadap atribut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar sebesar 67,11%, termasuk kategori puas. Didukung dengan penilaian terhadap tingkat kepentingan dan kinerja atribut AUTP yang dikelompokkan yaitu produk, harga, tempat, promosi, proses, lingkungan fisik dan stakeholder. Skor rata-rata nilai tingkat kepentingan atribut AUTP sebesar 4,26 yang termasuk kategori sangat penting, sedangkan tingkat kinerja atribut AUTP adalah 3,34 yang termasuk kategori baik.
Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Media Online (Studi Kasus Pada Fresh Sayur Market) di Banjarmasin Alya Shofiya; Masyhudah Rosni; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7816

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadi pemicu tingginya minat masyarakat untuk berbelanja menggunakan internet melalui jaringan media online atau biasa disebut dengan belanja online. Pertumbuhan e-commerce yang semakin pesat menjadi salah satu faktor maraknya fenomena belanja online yang terjadi di Indonesia. Salah satunya yaitu Fresh Sayur Market usaha di bidang penjualan sayuran hidroponik dan penyedia bahan makanan segar di Banjarmasin yang memilih menawarkan produk dan jasanya melalui media online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran online yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market dan untuk mengidentifikasi proses komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis Miles dan Huberman, dan untuk validitas data digunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Fresh Sayur Market melalui media online adalah strategi tarik melalui promosi penjualan, periklanan, Humas dan publisitas, pemasaran langsung dan word of mouth. Proses komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market merupakan model makro dari proses komunikasi, dan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut adalah pengirim, penerima, encoding, decoding, media, pesan, dan umpan balik. Komunikasi yang dilakukan oleh Fresh Sayur Market adalah komunikasi satu tahap, yang mana informasi yang disampaikan oleh pengirim pesan melalui media langsung disampaikan tanpa melalui perantara kepada penerima pesan. Pesan-pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi yang sedang berlangsung datang dari kedua belah pihak, yaitu Fresh Sayur Market dan melalui konsumen
ANALISIS SALURAN DAN EFISIENSI PEMASARAN BERAS DI DESA BERANGAS KECAMATAN PULAU LAUT TIMUR KABUPATEN KOTABARU Rini Nurhayati; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2923

Abstract

Beras adalah salah satu kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. Beras merupakan hasil produksi yang dihasilkan oleh petani, selaku produsen dan masyarakat sebagai konsumen serta padi tersebut perlu diolah menjadi beras, sehingga perlu dianalisis saluran dan efisiensi pemasaran beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran beras dan untuk mengetahui margin pemasaran, farmer share dan efisiensi pemasaran beras di Desa Berangas Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru dari bulan Maret 2019 sampai dengan Agustus 2019 Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru di Desa Berangas. Penelitian ini menggunakan data primer sebanyak 30 orang dengan cara wawancara langsung dengan bantuan kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa saluran pemasaran yang ada di Desa Berangas terdiri dari dua saluran pemasaran, yaitu saluran I (Petani-Penggilingan-Pedagang Besar-Konsumen) yang di ikuti petani sebesar 33,33% dan saluran II (Petani-Penggilingan-Pedagang pengecer-Konsumen) yang di ikuti petani sebesar 66,67%. Margin pemasaran saluran I sebesar Rp 4.200,00/Kg, farmer share sebesar 62,05% dan efisiensi pemasaran sebesar 14,00%, Sedangkan saluran II diperoleh margin pemasaran sebesar Rp3.200,00/Kg, farmer share sebesar 70,09% dan efisiensi pemasaran sebesar 11,05%. Berdasarkan kedua saluran pemasaran tersebut, saluran yang paling efisien, saluran II karena total biaya yang dikeluarkan relatif kecil, total margin yang lebih kecil dan efisiensi pemasaran yang lebih kecil.
Analisis Usaha Tani Serai Wangi di Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Kebun Serai Wangi Ibu Norjannah) Muhammad Darma Wijaksana; Luki Anjardiani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan usaha tani serai wangi; untuk mengetahui kelayakan usaha tani serai wangi, dan untuk menganalisis permasalahan yang ada pada usahatani serai wangi Ibu Norjannah. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan yang diperoleh dari penjualan daun basah selama 6 bulan adalah sebesar Rp15.000.000,00 dan biaya total yang dikeluarkan selama 6 bulan adalah sebesar Rp13.929.000,00. Tingkat pendapatan bersih usaha tani serai wangi selama satu periode 6 bulan adalah Rp1.071.000,00. Kelayakan usaha tani serai wangi Ibu Norjannah ditunjukan dengan RCR adalah sebesar 1,0768, artinya usahatani serai wangi dikatakan layak dan pada pengolahan minyak serai wangi di katakan layak karena RCR>1 yaitu 1.40260651. Masalah yang dihadapi oleh usahatani yang dimiliki oleh Ibu Nurjannah ada pada curah hujan yang tinggi dan pemanenan tergantung kapasitas mesin. Untuk curah hujan yang tinggi menyebabkan rendemen dari minyak serai berkurang atau menurun. Sedangkan kapasitas mesin penyulingan berkapasitas 500 kg, untuk mesin Ibu Norjannah mendapat bantuan dari pihak terkait dan mesin tersebut berada tepat di lahan milik Ibu Norjannah.
Tingkat Pengetahuan Petani dalam Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Annisa Annisa; Masyhudah Rosni; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8273

Abstract

Budidaya dengan sistem hidroponik memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan budidaya tanaman menggunakan media tanah. Keberhasilan budidaya hidroponik dapat diukur dengan cara mengetahui bagaiamana pengetahuan yang dimiliki oleh petani. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka. mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal dengan tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka. Mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 orang dan sampel yang dipilih sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 76,44%. Faktor internal dan eksternal yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka adalah pendidikan non formal, pengalaman berusaha tani, intensitas penyuluhan dan keterdadahan media massa. Sedangkan umur dan luas lahan tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka modal usahatani, keterampilan yang dimiliki petani dan pasca panen.
Hubungan Interaksi Sosial Anggota Kelompok Tani dengan Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan Fakhrurraji Qaldry; Muhammad Fauzi; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1274

Abstract

Abstrak. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok dan antara individu dengan kelompok. Partisipasi adalah suatu wujud dari peran serta masyarakat dalam aktivitas berupa perencanaan dan pelaksanaan untuk mencapai tujuan pembangunan masyarakat. Desa Lok Batu  merupakan desa yang mempunyai kelompok tani dengan klasifikasi masih pemula sehingga tepat untuk dilakukan penelitian pada topik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat interaksi sosial yang terjadi antar anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan, untuk mengetahui partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan dan mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan partispasi petani dalam kegiatan penyuluhan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan. Sampel yang di gunakan sebanyak 30 anggota kelompok tani, penentuan jumlah sampel dilakukan secara Proportionate Random Sampling dari 4 kelompok tani yang berada di Desa Lok Batu. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (tinggi, sedang, rendah) untuk menentukan tingkat interaksi sosial anggota kelompok tani, tingkat partisipasi dalam pelaksaaan penyuluhan pertanian  dan uji korelasi Rank Spearman untuk menguji hubungan variabel. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini yaitu tingkat interaksi sosial yang terjadi antara anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan diperoleh nilai skor rata-rata (83,88%) termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan  diperoleh persentase (87,85%) termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara interaksi sosial anggota kelompok tani  dengan tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Lok Batu, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan.Kata kunci: interaksi sosial, partisipasi, kelompok tani
Tingkat Pengetahuan Petani Terhadap Budidaya Tanaman Ubi Kayu (Manihot Esculenta) di Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rahman Aulia; Mira Yulianti; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10335

Abstract

Upaya adopsi budidaya ubi kayu dengan tingkat pengetahuan petani di tingkat yang nantinya besar harapan pendapatan petani dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu, hubungan tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu dengan pengalaman berusahatani, luas tanam dan penerimaan serta mengidentifikasi permasalahan petani penyelenggaraan tanam ubi kayu. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif serta analisis korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu berada pada tingkat kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama pengalaman berusahatani, luas tanam dan penerimaan penjualan ubi kayu dengan tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu. Permasalahan yang seringkali dihadapi oleh para petani ubi kayu yakni pengendalian gulma dan pemupukan.
Tingkat Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Edi Wiratno; Eka Radiah; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11553

Abstract

Penyuluh pertanian dipandang sebagai individu yang memainkan peran signifikan dalam kemajuan sektor pertanian. Mereka memberikan pembelajaran atau penyebaran informasi kepada petani yang menjadi anggota kelompok pertanian penyuluhan memberikan pembelajaran melalui pemberian informasi, praktek, serta pendampingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan dan permasalahan yang dihadapi petani untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Data yang dimanfaatkan dalam studi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Sebagai responden adalah petani sayuran yang berada di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling dan dianalisis secara deskriptif. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat keterlibatan petani dalam kegiatan penyuluhan di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Pada tahap perencanaan, rata-rata tingkat partisipasi 57,54% (rendah). Pada tahap pengambilan keputusan, rata-rata tingkat partisipasi 57,54% (rendah). Pada tahap pelaksanaan, rata-rata tingkat partisipasi 70,75% (tinggi). Padatahap evaluasi, rata-rata tingkat partisipasi 66,98% (rendah). Serta permasalahan yang dihadapi petani sayur untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan yaitu 1. waktu kegiatan penyuluhan yang kurang tepat. 2. jarak rumah petani dengan kegiatan penyuluhan yang jauh.
Pengelolaan Usaha Tempe dan Tahu di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga Tempe dan Tahu Bapak Sarduki) Mahmudah Mahmudah; Masyhudah Rosni; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7803

Abstract

Di Kabupaten Tanah Laut terdapat 37 unit industri yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku utamanya. Salah satunya ialah industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki. Industri tersebut adalah juara pertama dari lomba rumah dan home industri terbersih dan sehat se Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta menganalisis kinerja usaha pada industri rumah tangga tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki di Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, pada bulan Oktober-Desember 2020. Responden penelitian ini adalah Bapak Sarduki. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki memiliki tingkat pengelolaan sebesar 75%, nilai sehat organisasi sebesar 61%, nilai sehat administrasi sebesar 0%, dan nilai sehat usaha 0%. Artinya usaha tersebut mempunyai pengelolaan yang baik dan organisasi yang sehat, tetapi administrasi dan usaha belum sehat.