Masyhudah Rosni
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Kelas Kemampuan Kelompok Tani di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Muhammad Rizky Ramadhani; Eka Radiah; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8271

Abstract

Identifikasi kelas kemampuan kelompok tani merupakan salah satu kelas belajar mengajar, unit produksi, kelompok usaha kearah komersial dan sebagai wahana kerjasama antara sesama anggota kelompok serta kerjasama antara kelompok tani dengan kelompok tani lainnya. Upaya pembinaan kelompok tani melalui penyuluh pertanian berkaitan dengan upaya pemberdayaan petani. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelas kemampuan kelompok tani di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 24 orang. Berdasarkan hasil penelitian, identifikasi kelas kemampuan kelompok tani di Desa Panggalaman Kecamatan Martapura Barat dengan menggunakan 5 aspek yang terdiri dari: (1) Perencanaan dengan skor rata-rata 56,4; 2) Pengorganisasian dengan skor rata- rata 47,8; 3) Pelaksanaan dengan skor rata-rata 105,2; 4)Pengendalian dan Pengawasan dengan skor rata-rata 44,1; dan 5) Kepemimpinan dengan skor rata-rata 56,9. Identifikasi kemampuan kelas kelompok tani pada tahun 2022 dengan hasil perhitungan diketahui dari 24 kelompok tani yang tergolong ke dalam, yaitu: 1) kelas pemula ada sebanyak 5 kelompok tani; 2) kelas lanjut ada sebanyak 16 kelompok tani; dan 3) kelas madya sebanyak 3 kelompok tani; serta 4) kelompok tani kelas utama belum ada. Nilai tertinggi yaitu 611 dan tergolong ke dalam kelas madya adalah kelompok tani Bangun Karyo serta nilai terendah yaitu 124 dan tergolong kelas pemula adalah kelompok tani Subur Makmur.
Analisis Penerapan Prinsip Good Agricultural Practice (Gap) Untuk Pertanian Berkelanjutan pada Usahatani Sawi (Brassica juncea L.) di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru Fauziah Fauziah; Umi Salawati; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1324

Abstract

Abstrak. Eratperdagangan globalipangan tidak lagi mengandalkann hambatanntarif, tetapi lebih menekankani pada persyaratan mutu dan keamanan pangan. Kondisilini menuntut negara-negara produsen untuk meningkatkan dayalsaing produk antara lain buah dan sayur. Menghadapi tuntutan persyaratann tersebuti dan dalamm rangka menghasilkan produki buah dan sayur yang aman konsumsi, bermutu dan diproduksilsecara ramah lingkungann maka perlu diterapkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). GAPPmencakup kegiatan pertanaman  hingga penanganan pascapanen dalam upaya menghasilkan produk buah dan sayur segar yang aman dikonsumsi, bermutuLbaik, ramah lingkungan, berkelanjutanidan berdayalsaing. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui tingkat penerapan  prinsip GAP pada usahatani sawi dan untuk mengetahui kendala  yang dihadapi petani dalam penerapan prinsip GAP. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2018 sampai bulan Maret 2019. Tempat penelitian di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang yang merupakan sentra penghasil hortikultura terbesar di Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan metode survey, Pemilihan responden petani sawi secara  proportionated  simple random sampling. Data dianalisis deskriptif, dengan menggunakan pedoman Peraturan Menteri Pertanian  Tahun 2009 tentang GAP.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan  prinsip GAP usahatani sawi tergolong tinggi, yaitu sebesar 89,02% pada aspek persiapan  lahan & teknik pengolahan, penggunaan benih dan varietasitanaman, penanaman, pupuk, perlindungan tanaman, pengairan, panen, serta penanganan panen dan pascapanen. Kendala yang dihadapi petani dalam usahatani sawi, adalah sikap petani yang ingin cepat mendapatkan hasil dalam budidaya, teknis produksi, modal, harga dan kemitraan penjualan sayur organik.Kata kunci: Good Agricultural Practice, pertanian berkelanjutan, tingkat penerapan.
Persepsi Mahasiswi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Berbahan Baku Lidah Buaya Siti Fatimah Andina; Muhammad Fauzi; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.699

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) telah dikenal sebagai obat dan kosmetik sejak berabad-abad silam, gel yang terdapat pada tanaman lidah buaya kaya akan kandungan yang memberi manfaat kesehatan terutama bagi kulit. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini dapat memperluas pengetahuan dalam pemanfaatan khasiat lidah buaya seperti inovasi dalam pembuatan produk kosmetik yang berbahan baku lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswi Agribisnis yaitu faktor sosial dari rekomendasi teman dapat mempengaruhi keputusan pembelian terhadap produk kosmetik berbahan baku lidah buaya dan lima kepentingan atribut yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian produk kosmetik tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2018 sampai bulan September 2018. Metode pengambilan sampel pada penelitian yaitu accidental sampling. Cara pada prosedur ini sederhana yaitu penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik atau ciri-ciri maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel. Analisis data yang dipilih pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan alat statistik sederhana yaitu uji chi kuadrat dan modus. Dari hasil uji chi kuadrat maka faktor sosial dari rekomendasi teman dapat mempengaruhi mahasiswi dalam pembelian terhadap produk kosmetik berbahan baku lidah buaya dan lima atribut yang mempengaruhi pembelian produk kosmetik berbahan baku lidah buaya yaitu kegunaan dan manfaat kesehatan, label BPOM, harga produk, pemilihan sesuai dengan jenis kulit dan terdapat label halal.Kata kunci: persepsi, atribut, produk kosmetik berbahan baku lidah buaya
Analisis Nilai Tambah Usaha Pengolahan Teh Celup Bawang Dayak (Eleutherine Palmofilia) Kota Palangka Raya (Studi Kasus Umkm Berkat Uhat Kayu) Tasya Hulwa Laili Wahyu Putri; Nina Budiwati; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8262

Abstract

Usaha Pengolahan Teh Celup Bawang dayak merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang industri minuman herbal dengan produk yang dihasilkan yaitu teh celup dari tanaman bawang Dayak. Rumah produksi teh celup bawang Dayak ini berlokasi di Kota Palangka Raya dan dipasarkan semenjak tahun 2017. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan dan nilai tambah pada usaha pegolahan teh celup bawang dayak Berkat Uhat Kayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dari sumber data yang digunakan yakni data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari 2022 sampai dengan bulan Oktober 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini dari 05 September 2022 - 04Oktober 2022 - Oktober terhitung selama satu bulan produksi. Berdasarkan hasil penelitian biaya total yang dikeluarkan oleh usaha pengolahan teh celup bawang dayak Berkat Uhat Kayu pada 05 September 2022 - 05 Oktober 2022 sebesar Rp10.398.041,00 dengan biaya tetap yaitu sebesar Rp208.541,00 dan biaya variabel sebesar Rp10.189.500,00. Penerimaan yang diperoleh usaha pengolahan teh celup bawang dayak Berkat Uhat Kayu yakni Rp14.000.000,00 dan keuntungan sebesar Rp3.601.959,00. Nilai tambah teh celup bawang dayak sebesar Rp168.000,00/kg dengan rasio sebesar 88,42%, pendapatan tenaga kerja sebesar Rp118.652,00/kg dengan pangsa tenaga kerja sebesar 70,63%. Keuntungan teh celup bawang dayak sebesar Rp49.348,00/kg dengan tingkat keuntungan 25,79%, sumbangan input lain 0% dan keuntungan perusahaan sebesar 29,37%.
Analisis Usaha Pembuatan Tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Julian Nur; Masyhudah Rosni; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6004

Abstract

Kecamatan Landasan Ulin merupakan kecamatan yang memiliki Industri Tahu terbanyak di Kota Banjarbaru dengan jumlah 29 produsen dan jumlah total produksi mencapai 3.107,563 Ton/Tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat profitabilitas industri pembuatan tahu rumahan dan mengetahui kelayakan usaha industri pembuatan tahu di Kelurahan Syamsudin Noor. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Syamsudin Noor, dalam penelitian ini, sampel secara acak digunakan untuk menentukan ruang lingkup penelitian yang dimaksud (pengambilan sampel khusus) dengan memilih usaha tahu skala kecil sebanyak 4 contoh, usaha tahu skala menengah sebanyak 2 contoh dan usaha tahu skala besar sebanyak 2 contoh. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Syamsudin Noor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 dan data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diringkas rata-rata biaya tetap sebagai berikut: 21.147.935/bulan. Rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan oleh pengusaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor adalah sebesar Rp 12.922.500//bulan. Rata-rata biaya total usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sebesar Rp34,070,435/bulan. Rata-rata penerimaan usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Rp55,714,286/bulan. Rata-rata keuntungan yang diperoleh usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sangat besar, dari delapan usaha tahu diperoleh keuntungan rata-rata sebesar Rp21,643,850/bulan.Rata-rata kelayakan usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sebesar 2 yang dapat dikatakan layak, karena semua usaha tahu di Kelurahan tersebut memiliki nilai lebih dari satu.
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Usaha Pengolahan Amplang Ikan Tenggiri di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru (Studi Kasus Usaha Amplang Ikan Meilan) Dameria Feronica; Yudi Ferrianta; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9412

Abstract

Amplang ikan adalah kerupuk atau cemilan yang terbuat dari ikan tenggiri, ikan gabus atau ikan belida (ikan pipih) yang bercita rasa renyah dan gurih. Salah satu usaha yang memproduksi amplang ikan di Kabupaten Kotabaru yaitu usaha amplang ikan Meilan. Penelitian yang dilakukan pada usaha amplang ikan Meilan bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan profitabilitas dari pengolahan ikan tenggiri menjadi amplang ikan. Analisis nilai tambah dihitung dengan menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan input sebesar 30 kg/hari akan menghasilkan output sebesar 90kg/hari dengan perolehan nilai tambah sebesar Rp 246.440/kg dan rasio nilai tambah sebesar 60,85% yang termasuk dalam kategori nilai tambah tinggi karena nilainya lebih dari 40 persen. Selanjutnya analisis profitabilitas dilakukan dengan menghitung nilai dari Break Even Point (BEP), Margin Income Ratio (MIR) dan Margin of Safety (MOS). Berdasarkan hasil penelitian, nilai BEP unit yang diperoleh sebesar 34 bungkus kemasan 100 gram dengan pendapatan sebesar Rp465.124,54 per hari agar usaha berada diposisi tidak mengalami kerugian maupun keuntungan. Sedangkan untuk nilai MIR yang diperoleh adalah sebesar 50,76 persen dan nilai MOS sebesar 96,17 persen. Persentase dari profitabilitas perusahaan didapatkan dengan mengalikan nilai MIR dan MOS. Persentasi profitabilitas yang diperoleh usaha amplang ikan Meilan adalah sebesar 48,81 persen. Hal ini menunjukkan apabila usaha tersebut mampu menjual seluruh hasil produksi, maka persentase keuntungan dari hasil penjualan yang diperoleh adalah sebesar 48,81 persen.
Dinamika Kelompok Tani di Desa Taras Padang Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Hasmilia Hasmilia; Masyhudah Rosni; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7810

Abstract

Keberadaan kelompok tani merupakan potensi yang memiliki peranan cukup penting dalam membentuk perubahan perilaku serta menjalin kemampuan kerjasama anggota kelompoknya. Kelompok yang dinamis ditandai dengan adanya kegiatan rutin ataupun interaksi baik di dalam (internal) maupun dengan pihak luar kelompok (eksternal) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan-tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kelompok tani di Desa Taras Padang Kecamatan Labuan Amas Selatan. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu penentuan lokasi penelitian yang dipilih secara sengaja, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dinamika kelompok tani di Desa Taras Padang Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki hasil yang berbeda untuk tiga kelompok tani. Pertama kelompok tani berkat usaha tergolong kurang dinamis dengan nilai persentase sebesar 58%, kedua kelompok tani sumber penghidupan tergolong kurang dinamis denan nilai persentase sebesar 64%, dan ketiga kelompok tani karya tani tergolong dinamis dengan nilai persentase 68%. Secara keseluruhan dinamika kelompok tani di Desa Taras Padang termasuk dalam kategori kurang dinamis dengan nilai persentase 63,33%. Hal ini disebabkan masih kurangnya kesadaran petani akan tujuan sesungguhnya pada sebuah kelompok tani, anggota kelompok hanya menganggap dengan adanya kelompok tani sebagai sarana penyaluran bantuan saprodi bersubsidi sehingga setiap aspek dan fungsi kelompok tani tidak berjalan sebagaimana mestinya, selain itu peran penyuluh yang cenderung pasif membuat pembinaan pengembangan kelompok tidak berjalan dengan baik.
Pemberdayaan Petani Karet Pola Swadaya dalam Peningkatan Mutu Bahan Olah Karet di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Bekti Sayekti; Hairi Firmansyah; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1315

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan diartikan sebagai upaya untuk memberikan suatu kesempatan dan kemampuan kepada masyarakat (miskin) agar mampu dan berani bersuara (voice), serta kemampuan dan keberanian untuk memilih (choice), alternatif perbaikan kehidupan yang baik. Bahan olah karet adalah lateks kebun serta gumpalan lateks kebun yang diperoleh dari pohon karet Hevea brasiliensis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pemberdayaan petani karet pola swadaya dalam peningkatan mutu bahan olah karet dengan melihat dari aspek pengolahan hasil bahan olah karet (teknik sadap, penanganan bokar, standarisasi bokar dan sarana pasca panen) kelembagaan (unit pengolahan dan pemasaran bokar dan kemitraan) dan pemasaran (penentuan indikator harga hasil bahan olah karet yang akan di terima, penentuan waktu penjualan dan penimbangan). data di analisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (berhasil atau tidak berhasil) untuk menentukan apakah pemberdayaan  petani karet pola swadaya dalam peningkatan mutu bahan olah karet ini berhasil atau tidak. Hasil uji diperoleh persentase rataan sebesar 75,07% > 70% maka dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan petani karet dalam upaya peningkatan bahan olah karet berhasil dengan baik. Adapun permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan bahan pembeku yang direkomendasi belum diterapkan secara menyeluruh, hal ini mengakibatkan hasil bahan olah karet yang diperoleh  petani belum berkualitas baik, alhasil dengan hasil bahan olah karet yang belum berkalitas baik tersebut mengakibatkan harga yang diterima petanipun  sesuai dengan kondisi bokar itu sendiri.Kata kunci : pemberdayaan, bahan olah karet, petani karet
Analisis Usahatani Buah Naga di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Usahatani Buah Naga Bapak Maksum) Ilham Hadi Purwanto; Masyhudah Rosni; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha pada usahatani buah naga Bapak Maksum yang berlokasi di Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2022 sampai Mei 2023, dengan menggunakan data produksi usahatani buah naga pada tahun ke-6 dengan periode pengambilan dan perhitungan data yang dilakukan sebanyak empat kali produksi selama satu tahun. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan dua jenis sumber data yaitu data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara dan observasi. Buah naga yang dijual pada usahatani buah naga Bapak Maksum ini yaitu jenis buah naga merah yang dijual dengan harga Rp15.000,00/kg-Rp17.000,00/kg. Jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh usahatani buah naga Bapak Maksum selama satu tahun produksi sebesar Rp59.159.250,00, meliputi jumlah biaya tetap Rp44.299.250,00 dan biaya variabel sebesar Rp14.860.000,00. Total penerimaan usaha ini yaitu Rp107.010.000,00 yang didapat dari hasil penjualan buah naga selama satu tahun dengan keuntungan yang diterima sebesar Rp47.850.750,00. Kelayakan usahatani buah naga Bapak Maksum didapatkan RCR > 1 yaitu 1,809, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan dalam produksi dan penjualan akan menghasilkan penerimaan Rp1.809,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara finansial usahatani buah naga Bapak Maksum layak untuk dijalankan dan dikembangkan.
Hubungan Tingkat Kosmopolitan Dengan Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Jeruk Siam di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala Danu Prasetiyo; Masyhudah Rosni; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.799

Abstract

Penerapan teknologi budidaya jeruk siam belum optimal salah satunya dipengaruhi oleh tingkat kosmopolitan petani. Dalam keberhasilan petani membudidayakan usaha jeruk siam petani diharapkan untuk menerima dan terbuka terhadap adanya informasi-informasi mengenai teknologi yang disosialisasikan oleh penyuluh dan informasi yang didapat dari media massa diantaranya media cetak, media elektronik maupun yang diperoleh dari petani lainnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam dengan analisis secara deskriptif; tingkat kosmopolitan petani jeruk siam dengan analisis secara deskriptif; dan hubungan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam dengan tingkat kosmopolitan di Kecamatan Belawang dengan menggunakan analisis rumus Rank Sperman. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 petani jeruk. Hasil penelitian diperoleh tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam berada pada kategori sedang yaitu 76%. Tingkat kosmopolitan petani jeruk siam berada pada kategori sedang yaitu 60,83%. Hubungan kosmopolitan dengan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam adalah terdapat hubungan yang positif antara kosmopolitan dengan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala.Kata kunci: kosmopolitan, penerapan jeruk siam