Masyhudah Rosni
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PkM Pemanfaatan Kotoran Kuda untuk Pupuk Kompos sebagai Solusi Ramah Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Kandang Kuda: Community Service Program on the Utilization of Horse Stable Manure for Compost as an Eco-Friendly Solution for Horse Stable Waste Management Santoso, Untung; Saputra, Riza Adrianoor; Diena, Nurin Nisa Farah; Anjardiani, Luki; Rosni, Masyhudah; Budiwati, Nina; Wilda, Kamiliah; Syarbini, Muhammad
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.9220

Abstract

The increasing popularity of equestrian activities today for sports, entertainment, recreation, hobbies, and lifestyles has had a positive impact with the emergence of several horse riding training areas and horse-breeding in South Kalimantan, especially in Banjarbaru City. The horse stables at the horse riding training areas will produce waste in the form of horse manure, both solid (feces) and liquid (urine). Poor waste management of horse manure will hurt the environment. This community service activity aims to provide an eco-friendly solution to the problem of a pile of horse manure in horse stables. Based on the discussions between the community service team and the owner of one of the horse farms in Banjarbaru City, Johnhaus Stable, a solution was provided in the form of training in making compost fertilizer made from horse manure. The training began with a presentation on compost making and was followed by practice in making compost from horse manure. Based on the results of the pre-test and post-test given to participants, there has been a significant increase in the interest and knowledge of the participants regarding compost fertilizer.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM USAHA PERTANIAN KARET DI DESA HANTAKAN KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Fajar Mustaqim; Masyhudah Rosni; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12260

Abstract

Kearifan lokal adalah bentuk kearifan lingkungan yang ada dalam kehidupan masyarakat lokal dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Kecamatan Hantakan mempunyai luas areal perkebunan karet terluas di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak kearifan lokal yang masih digunakan, berapa banyak yang pernah ada tetapi tidak digunakan lagi, dan apa yang menyebabkan mereka dipertahankan dan ditinggalkan. Penelitian ini dilakukan melalui metode survei, dan responden yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan berlandaskan kriteria berikut, memiliki pengalaman dan pengetahuan pribadi terkait usahatani serta mau berbagi pengetahuan, usia orang tersebut sudah berumur atau sudah tua (lebih dari 40 tahun), serta bisa menjawab pertanyaan yang akan diajukan. Sehingga sampel yang dapat diambil sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah kearifan lokal yang masih dipakai sampai sekarang berjumlah 30 yang terdiri dari pembukaan lahan berjumlah 8, pembibitan berjumlah 2, penanaman berjumlah 5, masa sebelum produksi berjumlah 2, pemeliharaan berjumlah 4, penyadapan berjumlah 6, bahan olahan karet berjumlah 1 dan pemasaran berjumlah 2 kearifan lokal. Sedangkan jumlah kearifan lokal yang pernah ada tetapi tidak digunakan lagi di Desa Hantakan berjumlah 6 yang terdiri dari pembukaan lahan berjumlah 4, pembibitan berjumlah 1 dan penanaman berjumlah 1 kearifan lokal. Sehingga diketahui faktor penyebab kearifan lokal yang masih dipakai adalah karena rendahnya biaya, memberikan kemudahan, dan masih mengikuti kearifan lokal yang sudah pernah dilakukan oleh masyarakat dahulu. Sedangkan faktor penyebab kearifan lokal yang ditinggalkan adalah adanya aturan dari pemerintah untuk perizinan pembukaan lahan, mempersulit dan membuang-buang biaya, beberapa lahan karet memiliki kemiringan yang cukup curam, dan bibit unggul sudah mulai mudah didapatkan.
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) USAHATANI AUFA HIDROPONIK DI DESA SUMBERJAYA KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT Khairunnisa Khairunnisa; Mira Yulianti; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13058

Abstract

Usahatani Aufa Hidroponik adalah salah satu perusahaan yang aktif di sektor pertanian dengan spesialisasi dalam produksi sayuran hi-droponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Business Model Canvas pada usahatani Aufa Hidroponik dan menganalisis kelayakan usahanya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga September 2023. Hasil sembilan blok BMC pada usahatani Aufa Hidroponik yaitu untuk blok segmentasi pelanggan (customer segments) yaitu ibu-ibu rumah tangga, rumahmakan, catering , toko sayur, frozen food. Blok Proposisi nilai (value propositions) yaitu bonus setiap pembelian Rp50.000,00, kemasan standar supermarket, kenyamanan berbelanja dengan mempersilahkan pelanggan untuk melihat dan memilih sayuran, dan gratis ongkir dengan pemesanan minimal Rp50.000,00, dan khusus untuk pelanggan tetap pembelian sayur minimal lima bungkus dapat diantar dengan gratis ongkir. Blok saluran (channels) berupa pemesanan dan membuat update kegiatan melalui media sosial yang ada yaitu whatsapp dan facebook. Blok hubungan pelanggan (customer relationship) yaitu melayani chat pelanggan secara fast response, mengantar pesanan tepat waktu, dan memberikan kebebasan pelanggan untuk memilih sayuran yang ada di greenhouse. Blok arus pendapatan (revenue stream), yaitu selada, sawi dan pakcoy. Blok struktur biaya (cost structure), berupa biaya total dan biaya variabel. Blok sumberdaya kunci (keyresource) yaitu lahan, greenhouse, instalasi hidroponik, dan sarana pendukung berupa internet dan listrik. Blok aktivitas kunci (key activities), yaitu proses produksi, pasca panen dan pemasaran. Kemitraan utama (key partnership), saat ini tidak terdapat mitra yang bekerjasama dengan Aufa Hidroponik. Usaha ini dinyatakan layak untuk dijalankan dengan hasil perhitungan RCR adalah 1,58
Hubungan Karakteristik Petani terhadap Tingkat Pengetahuannya tentang Budidaya Karet di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Marsyam Prastiyo; Masyhudah Rosni; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7846

Abstract

Karet merupakan salah satu komoditas yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian masyarakat di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yang pertama untuk mengetahui karakteristik petani karet, kedua mengetahui tingkat pengetahuan petani karet dan yang ketiga mengetahui hubungan karakteristik petani dengan tingkat pengetahuan petani karet di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Pengambilan sampel di lakukan secara proportional random sampling. Penelitian dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dengan uji korelasi rank spearman. Hasilnya, rata-rata umur petani di Kecamatan Satui adalah 47,17 tahun, sebagian besar dari mereka berpendidikan hingga sekolah dasar, dengan rata-rata memiliki pengalaman budidaya selama 12,1 tahun dan juga rata-rata memiliki luas lahan budidaya 1,875 hektare. Petani karet di Kecamatan Satui memiliki pengetahuan yang tinggi dengan persentase sebesar 70% atau memiliki nilai lebih dari 77,78%. Hubungan antara umur petani dengan tingkat pengetahuan memiliki nilai -0,320 atau hubungan lemah, hubungan antara pendidikan formal dengan tingkat pengetahuan petani adalah sebesar 0,743 atau hubungan kuat, hubungan antara pengalaman budidaya dengan tingkat pengetahuan petani adalah sebesar 0,013 atau sangat lemah, dan hubungan luas lahan budidaya petani dengan tingkat pengetahuannya sebesar 0,225 atau lemah.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA PARANG KAMPENG KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Robijul Yahdi Saputra; Luki Anjardiani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12257

Abstract

Indonesia merupakan negara pertanian, dimana pertanian berperan penting pada perekonomian nasional. Ini terlihat dengan banyaknya rakyat atau pekerja yang memilih mencukupi kebutuhan hidupnya dengan cara bekerja di sektor pertanian. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui besaran biaya, penerimaan, dan pendapatan dari usahatani kelapa sawit di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara dan memahami masalah yang dihadapi petani kelapa sawit di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja, sejumlah 20 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara yang telah disiapkan, kemudian hasil dari wawancara tersebut dianalisis untuk menghitung besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan dari usahatani kelapa sawit tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp10.643.896,800per usahatani per tahun (Rp4.985.383,00 per ha per tahun). Peneri-maan usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp50.435.512,00 perusaha tani per tahun (Rp23.458.377,67 per ha per tahun). Pendapatan bersih rata-rata usahatani kelapa sawit di Desa Parang Kampeng adalah sebesar Rp39.536.440,00 per usahatani per tahun (Rp18.389.041,86 per ha per tahun).
PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA DESA SUNGAI RANGAS TENGAH KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR TERHADAP BIDANG PERTANIAN Ahmad Jaelani; Mariani Mariani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13060

Abstract

Untuk mempertahankan pembangunan pertanian yang berkelanjutan, diperlukan tiga variabel penting: sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi yang sesuai. Salah satu komponen penting untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan adalah tenaga kerja yang terdidik dengan baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis persepsi serta minat generasi muda Desa Sungai Rangas terhadap bidang pertanian. Metode penarikan populasi yang digunakan yaitu Purposive Sampling dan didapat jumlah populasi sebanyak 178 responden. Dari 178 orang diambil 10% untuk mewakili populasi didapat 18 orang yang dijadikan responden dan menggunakan metode Simple Random Sampling untuk memilih responden yang dijadikan sampel. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mealui kuesioner. Analisis yang digunakan adalah Skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi generasi muda di Desa Sungai Rangas Tengah dengan skor rata-rata 1.66 termasuk dalam kategori baik. Sedangkan untuk minat generasi muda di Desa Sungai Rangas Tengah terhadap bidang pertanian termasuk dalam kategori berminat dengan skor rata-rata 1.69.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Semangka Merah Non Biji di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Galin Pratama; Nuri Dewi Yanti; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i1.14693

Abstract

Produksi semangka merah non biji di Kecamatan Pelaihari menurun pada tahun 2022-2023 sebesar 78,9%. Pengalokasian yang tepat faktor-faktor produksi dalam budidaya semangka merah non biji perlu diperhatikan agar produksi menjadi maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis budidaya semangka merah non biji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi semangka merah non biji di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Metode penarikan tempat sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling terhadap 60 orang petani yang menjadi sampel di Desa Ujung Batu, Desa Ambungan, Desa Bumi Jaya dan Desa Panggung. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda menggunakan fungsi produksi tipe Cobb-Douglass lalu ditranformasikan kedalam bentuk logaritma natural dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian pada teknis budidaya, petani semangka merah non biji di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut petani dominan menggunakan teknik tradisional, sedangkan penyiraman menggunakan selang drip, karena dinilai lebih cepat, efisien dan tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak. Hasil analisis didapat bahwa pengujian secara simultan faktor produksi berpengaruh nyata terhadap produksi semangka merah non biji, dan secara parsial menunjukan bahwa variabel luas lahan, tenaga kerja, pupuk organik, pupuk anorganik dan obat-obatan berpengaruh nyata, kemudian variabel benih tidak berpengaruh nyata terhadap produksi semangka merah non biji.
Pengembangan Model Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Balai Penyuluhan Pertanian di Provinsi Kalimantan Selatan Suprijanto Suprijanto; Abdussamad Abdussamad; Masyhudah Rosni
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v1i1.21961

Abstract

The objective of research was to develop situational leadership style model of Head of Agricultural Extension Office (AEO) in South Kalimantan Province. Research method used was survey method, which was complemented by questionnaire of LEAD (Leader Effectiveness and Adaptability Description) and maturation level. The LEAD was developed by Hersey and Blanchard in 1965 (Bruno & Lay, 2006).  This questionnaire had been filled by AEO Head and Staff to assess Staff level of maturation. Respondents were selected by using multiple-stage sampling method. To know the efeectiveness of development of AEO Head situational leadership style, had been done experiment with design of randomized pretest-posttest control group design and t-test at the 0,05 level of significance had been used. Based on the data analyses, the conclusions could be drawn were as follows: Of 222 AEO Staff, it was found that 18 persons (53%) had maturation level of M3 (moderate to high); 73 persons (33%) had maturation level of M2 (low to moderate); 28 persons (13%) had maturation level of M4 (high), and only 3 persons (1%) who had maturation level of M1 (low) . By the differences of the gap between posttest-pretest scores on experimental group and on control group, it can be said that the development of situational leadership style model was included in effective category.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Petani dalam Memanfaatkan Program Lumbung Pangan di Desa Danau Karya Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Sulaiman Sulaiman; Masyhudah Rosni; Hairi Firmansyah
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i1.21933

Abstract

Public storage is a place or building where a group of farmers store grain or other foodstuffs to anticipate the scarce season, crop failure due to natural disasters and pests/diseases, and the possibility of a temporary shortage. The study is intended to know the level of farmer participation in utilizing the public food food storage, the factors associated with the farmer participation , and excavatethe problems faced by farmers i n participatingPublic Food Storage Program in Dosa Danau Karya, Kecamatan Anjir Pasar,Kabupaten Barito Kuala. The study find s that the level of farmerpartici pation in food stora ge activities can be classified into low level. There is no significant relationship between age, education, experience, and acreage of the farming area with the farmer participation. The most fundamental problem is capital problem, as well as the jealousy of non-member farmer.
Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Meningkatkan Fungsi Kelompok Tani di Desa Simpang Nungki Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Norhayani Norhayani; Luki Anjardiani; Masyhudah Rosni
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i2.21923

Abstract

The objectives of this research are: (1) to identify the function of farmer group level, (2) to identify participation level of members of farmer group, and (3) to identify relationship between the participation of members of farmer group with the function of farmer group in Simpang Nungki village Cerbon subdistrict, Barito Kuala district. This research was a survey research. Respondents of this research amounted to 30 farmer taken to the sample proportional random sampling techniques. The research was carried out in Simpang Nungki village Cerbon subdistrict, Barito Kuala district since August until December 2013. Population is all members of farmer group in Simpang Nungki village Cerbon subdistrict, Barito Kuala district (428 farmer). The quantitative data had been analyzed by statistical correlation rank Spearman. Based on the data analysis, the conclusion can be drawn as follows:(1) The function of farmer group level in Simpang Nungki village Cerbon subdistrict, Barito Kuala distri ct is categorized as medium level (80, 40), (2) The participation level of members of farmer group in Simpang NungkI village Cerbon subdistrict, Barito Kuala district is categorized as medium level (103, 67), and (3) there are significant relationshi p between the participation members of farmer group with function of farmer group in Simpang Nungki village Cerbon subdistrict, Barito Kuala district at significant level 95%.