Muzdalifah Muzdalifah
Program Studi Agribisnis / Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Sikap Konsumen Terhadap Mi Instan Lemonilo Pada Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Halimatus Sakdiah; Kamiliah Wilda; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i1.14725

Abstract

Lemonilo adalah produk mi instan yang dirancang khusus untuk mendukung gaya hidup sehat, seperti dengan penggunaan bahan alami tanpa menggunakan pengawet, pewarna sintetis, dan penguat rasa (MSG). Kemasan hijau yang menarik mencerminkan konsep alaminya, sekaligus membuat produk ini mudah dikenali. Meskipun harganya sedikit lebih tinggi, Lemonilo mengklaim hal tersebut sebanding dengan kualitasnya. Lemonilo juga aktif mempromosikan produknya dengan menggunakan media sosial serta melakukan kolaborasi dengan artis ataupun influencer (pemengaruh), sehingga semakin dikenal luas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap Mi Instan Lemonilo pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 100 sampel penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan analisis data model multiatribut Fishbein. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa atribut kemasan memiliki pengaruh paling besar dengan nilai ( ) sebesar 15,9032 dalam pertimbangan konsumen untuk membeli Mi Instan Lemonilo dibandingkan atribut rasa, iklan, tekstur, dan harga.
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit di Desa Sungai Nipah Kecamatan Kelumpang Selatan Kotabaru Muhammad Fahrianor; Muzdalifah Muzdalifah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7877

Abstract

Kelapa sawit merupakan produk pertanian unggulan dan penting di Indonesia. Kelapa sawit, nama latin Elaeis guineensis Jacq, merupakan tanaman industri penting penghasil minyak nabati, Industri Minyak dan Bahan Bakar (Biodiesel). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Nipah Kecamatan Kelumpang Selatan Kotabaru. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap populasi petani tersebut yang berjumlah 182 orang dan diambil sebagai sampel sebanyak 51 orang dengan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata usahatani kelapa sawit di desa tersebut sebesar Rp 5.117.647 dalam periode bulan Agustus 2022, atau rata-rata sebesar Rp 2.819.824/ha. Besarnya pendapatan yang diperoleh usahatani sawit di desa tersebut sebesar Rp 4.767.327/usahatani per bulan atau sebesar Rp 2.626.797/ha per bulan. Risiko produksi usahatani kelapa sawit relatif kecil dengan nilai CV hanya sebesar 0,16, sementara terdapat resiko pendapatan yang diterima petani sawit dengan CV sebesar 0,54 lebih besar sedikit di atas angka kriteria yang ditetapkan sebesar 0,50.
ANALISIS USAHATANI HIDROPONIK “HIDROPUNG” DI DESA BATI-BATI KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Shinta Dianti; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12265

Abstract

Hidroponik menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengatasi penurunan lahan pertanian di Indonesia. “Hidropung” merupakan satu-satunya usahatani hidroponik selada keriting di Desa Bati-Bati milik Ibu Kurnia yang menggunakan 2 sistem hidroponik yaitu DWC (Deep Water Culture) atau bisa juga disebut sebagai sistem rakit apung dan NFT (Nutrient FilmTechnique). Untuk pertumbuhan suatu usaha, keseimbangan antara biaya total, penerimaan, dan keuntungan sangat penting. Tujuan dari analisis ini yaitu untuk mendeskripsikan proses budidaya, menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan usahatani dan untuk mengetahui permasalahan atau hambatan yang dihadapi. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif, analisis biaya total, penerimaan, keuntungan serta tingka tkelayakan dengan harga yang diperhitungkan adalah harga yang terjadi/diterima usahatani hidroponik “Hidropung” pada bulan November tahun 2021 hingga Mei 2023. Menurut hasil penelitian yang dilakukan proses budidaya hidroponik pada usahatani “Hidropung” telah dilakukan sebanyak 21 kali periode tanam. dimulai dari persemaian, peremajaan, pembesaran, pemeliharaan, panen, hingga pasca panen. Biaya total yang dikeluarkan pada periode November 2021 - Mei 2023 yaitu sebesar Rp17.727.697. Penerimaan sebesar Rp20.160.000 serta keuntungan sebesar Rp2.669.881. Tingkat kelayakan usahatani diperoleh nilai sebesar1,137, sehingga dapat disimpulkan bahwasanya usahatani “Hidropung” layak untuk dijalankan dan dikembangkan.  Permasalahan saat ini yang dihadapi oleh pemilik usahatani hidroponik “Hidropung” yaitu hama dan kontinuitas produksi.
ANALISIS USAHA FRANCHISEE KUE SOUFFLE PANCAKE CO.FFEE.TEA Holila Fitriana Siregar; Muzdalifah Muzdalifah; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13033

Abstract

Usaha Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea adalah salah satu usaha yang beroperasi di sektor industri makanan yang menghasil kanproduk berupa kue berbentuk bulat, ukuran kecil dan bergaya khaske Jepang-Jepang an yang dimulai pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan dan tentang usaha franchisee nya yang di analisis secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian sistem franchise yang digunakan pada usaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea ini adalah waralaba dengan jenis waralaba format bisnis. Biaya total yang dikeluarkan pusat usaha Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Banjarbaru pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp28.815.065 dengan penerimaan total dari penjualan kue sebesar Rp49.910.000 dan penerimaan total dari usaha franchisee sebesar Rp5.260.000 sedangkan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp26.354.935. Biaya total yang dikeluarkanusaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Palangkaraya pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp16.527.270 dengan total penerimaan sebesar Rp24.490.000 dan keuntungan sebesar Rp7.962.730. Biaya total yang dikeluarkan usaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Barabai pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp5.891.276 dengan total penerimaan sebesar Rp8.277.000 dan keuntungan sebesarRp2.385.724
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Cabai Merah Besar di Provinsi Kalimantan Selatan Devi Mailinda N Aulia; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan serta menganalisis elastisitas permintaan cabai merah besar di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series. Sumber data yang diperoleh dari intansi seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Ketahanan Pangan, dan Pusat Data Informasi Pertanian. Bedasarkan hasil penelitian, faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah besar di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu, harga cabai merah besar, bawang merah, dan pendapatan. Sementara harga cabai merah keriting dan jumlah penduduk, tidak berpengaruh secara signifikan. Elastisitas harga cabai merah besar bersifat in elastis. Cabai merah keriting sebagai barang subtitusi dan bersifat in elastis dan bawang merah sebagai barang komplementer dan bersifat in elastis dan Pendapatan penduduk bersifat in elastis
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) PADA USAHA MINUMAN KEKINIAN “BUBBLE TIE” DI KOTA BANJARBARU Aulya Triapritasyari; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13059

Abstract

Minuman Kekinian adalah julukan yang diberikan pada inovasi minuman yang digemari oleh anak muda pada masa ini. Salah satu minuman kekinian yang cukup populer pada masanya yaitu minuman boba dan bubble. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha “Bubble Tie” menggunakan metode Business Model Canvas (BMC) dan menganalisis kelayakan usaha “BubbleTie” menggunakan metode RCR pada bulan Maret – Juni 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada Usaha “Bubble Tie” di Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung kepada pemilik usaha dan pengisian kuisioner oleh pelanggan dengan memakai daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Data sekunder diperoleh dari instansi, buku, jurnal,dan literatur-literatur yang dapat memberikan informasi berkaitandengan penelitian ini. Pada penelitian ini didapat 9 elemen blok BMC pada usaha “Bubble Tie” yaitu customer segmentasit, valueproposition, channels, customers relationship, revenue streams, keyresources, key activities, key partnership, dan cost structure. Biaya total yang dikeluarkan Usaha “Bubble Tie” pada bulan Maret - Juni 2024 sebesar Rp 170.899.035. Total Penerimaan (Total Revenue) yang diperoleh sebesar Rp 205.890.300. Keuntungan yang dihasilkan usaha “Bubble Tie” sebesar Rp 34.991.265. Kelayakan usaha dengan nilai RCR sebesar 1,204, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan usaha “Bubble Tie” untuk memproduksi sebuah minuman dan makanan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1.204.
Analisis Usaha Wisata Petik Buah Kiram Farm di Kabupaten Banjar Ribka Dhea Pujiani; Muzdalifah Muzdalifah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14593

Abstract

Wisata Petik Buah Kiram Farm adalah bentuk usaha yang mengembangkan serta memanfaatkan potensi pertanian dan alam dengan cara memetik buah langsung dari kebunnya sebagai daya tarik wisata. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan usaha Wisata Petik Buah Kiram Farm serta menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan usaha Wisata Petik Buah Kiram Farm. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus, menggunakan data yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, Wisata Petik Buah Kiram Farm menawarkan pengalaman bagi pengunjung dengan menyediakan berbagai jenis buah yang dapat dipetik langsung dari kebunnya. Adapun produk yang ditawarkan selama periode penelitian yaitu berupa buah jambu kristal, belimbing, lemon dan pepaya california. Usaha ini memiliki potensi pengembangan yang besar karena berada di lokasi yang strategis dengan pesona keindahan alam serta mudahnya akses bagi pengunjung dari luar daerah. Namun, terdapat permasalah yang dihadapi, seperti perubahan cuaca yang tidak terduga yang menyebabkan ketidakpastian dalam jumlah buah yang dapat dipetik. Selain itu, kurangnya promosi yang dilakukan juga menyebabkan sedikit pengunjung, dan berpengaruh terhadap pendapatan usaha. Total biaya yang dikeluarkan usaha ini selama periode penelitian yaitu sebesar Rp 56.841.625, dengan biaya tetap sebesar Rp 17.499.625 dan biaya variabel sebesar Rp 39.342.000. Total penerimaan sebesar Rp 81.336.000 dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 24.494.375, dengan rata-rata sebesar Rp 8.164.792/bulan.
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BUAH SEMANGKA DI KOTA BANJARBARU Yatimah Yatimah; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13035

Abstract

Persepsi konsumen beserta atribut-atribut yang dapat dilihat dari atribut rasa, harga, kesegaran, ukuran, tekstur, bentuk, kandungan vitamin dan ketersediaan buah yang merupakan faktor penting dalam proses keputusan konsumen memilih suatu produk. Salah satunya pada buah semangka dengan kandungan vitamin dan manfaat yang bermutu untuk dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap buah semangka dan menganalisis perilaku konsumen terhadap buah semangka di Kota Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang membeli buah semangka di Kota Banjarbaru. Jumlah sampel yang diperoleh dari hasil survei di lapangan sebanyak 65 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dengan alat bantu kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber jurnal, dinas atau lembaga yangterkait dengan penelitian di Kota Banjarbaru, serta bahan pustaka lainnya seperti hasil penelitian terdahulu. Analisis data yangdigunakan analisis deskriptif yaitu dengan persentase (%) dan perhitungan rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwapersepsi konsumen terhadap buah semangka di Kota Banjarbaruyaitu ketersediaan buah semangka dinilai tersedia sebesar 57%,kandungan vitamin pada buah semangka dinilai banyak sebesar54%, kesegaran buah semangka dinilai segar sebesar 51%, bentuk buah semangka yang dinilai bulat sebesar 51%, rasa buah buah semangka dinilai manis sebesar 51%, ukuran buah semangka dinilai cukup besar (2-5kg) sebesar 53%, tekstur buah semangka yang dinilai cukup renyah sebesar 34% dan harga buah semangka dinilai cukup murah (Rp.7000-10.000/Kg) sebesar 55%. Dari kategori peringkat persentase tertinggi adalah ketersediaan buah sebanyak57% dan peringkat terendah pada atribut tekstur buah sebanyak 34%. Sedangkan nilai rata-rata setiap atribut mempunyai kategori penilaian antara baik hingga cukup baik dan nilai secara keseluruhan atribut terkategori baik.
Analisis Produksi dan Efisiensi Usahatani Padi di Kabupaten Banjar Muzdalifah Muzdalifah
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 1, No 4 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v1i4.20369

Abstract

Research of production and efficiency of wetland rice farming was done in non-irrigated and irrigated land in Gambut and Sungai Tabuk, Banjar Regency, South Kalimantan. Selection of sites was intentionally set (purposive sampling) with consideration that the sites was the center of rice production. The study lasted from Feruary to April 2010. The study aims are to determine the productivity and efficiency in the use of production factors. To analyze the factors affecting the production, multiple linear regressions was used, followed by a test of allocative efficiency. The result of production function analysis showed that the width of land, the amount of urea, KCL, and ponska, have positive effect on irrigated rice production. Increasing production can be achieved by adding those factors. Allocative efficiency test results also showed that the seeds, urea, KCL and ponska were not efficient to use, yet. As to get maximum production, farmers need to increase the use of those four factors.
Kajian Preferensi Konsumen Terhadap Buah-Buahan Lokal di Kota Banjarbaru Muzdalifah Muzdalifah
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 4 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i4.21577

Abstract

The Study is purposed to know the consumer preference on local fruits and to analyze the competitiveness of local and imported fruits in Banjarbaru Municipality. Descriptive analysis was applied in order to describe systematically the facts and the nature of the population. Samples were selected by survey method, where 40 respondents were taken accidentally. Then, multi-attribute Fishbean model was applied to know the factors which affect consumer preference. The results show, the consumer believes that price, taste, color, freshness, aroma, size and high vitamin level, are factors considered to choose and consume local fruits. The order of importance of the local fruits attributes rated by consumers is: sweet taste, freshness, vitamin content, bigger in size, lower price, attracted aroma and color. Generally, imported fruits have advantage in terms of taste, color, aroma, size and vitamin. In another vein, the local fruits have advantage in the term of price and freshness.