Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : YUME : Journal of Management

Pengaruh Penerapan Fingerprint Terhadap Disiplin Kerja dan Produktivitas Kerja Pegawai Irwan Muin; M Ma’ruf Idris; Edy Jumady
YUME : Journal of Management Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v4i2.1016

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Fingerprint berpengaruh terhadap Disiplin Kerja dan Produktivitas Kerja Pegawai pada Kantor Dinas Kebudayaan Dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan mengunakan teknik kuesioner. Populasinya adalah seluruh pegawai ASN Kantor Dinas Kebudayaan Dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan berjumlah 122 pegawai, sedangkan sampel yang diambil berjumlah 122 pegawai dengan menggunakan sampel Jenuh. Hasil kuesioner tersebut telah diuji validitas dan realibilitasnya, juga telah diuji Inner model berupa Uji Path Coefficient, dan Uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara persial Fingerprint berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Kerja Pegawai. Fingerprint berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai. Dan secara Parsial Fingerprint berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Kerja dan Produktivitas Kerja Pegawai. Kata Kunci: Fingerprint, Disiplin Kerja, Produktivitas Kerja Pegawai AbstractThis study aims to determine whether Fingerprint affects Work Discipline and Work Productivity of Employees at the Office of Culture and Tourism of South Sulawesi Province. They were collecting data using primary data by using a questionnaire technique. The population is all ASN employees of the Office of Culture and Tourism of South Sulawesi Province, totaling 122 employees, while the sample taken is 122 employees using the Saturated sample. The questionnaire results have been tested for validity and reliability, and the Inner model has also been tested in the form of Path Coefficient Test and Hypothesis Testing. The results showed that partially Fingerprint had a positive and significant effect on Employee Work Discipline. Fingerprint has a positive and significant effect on Employee Work Productivity. Furthermore, Partially Fingerprint has a positive and significant effect on Work Discipline and Employee Work Productivity. Keywords: Fingerprint, Work Discipline, Employee Work Productivity
The Influence Of Organizational Culture And Communication On Employee Performance Through Teamwork at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) tbk. Makassar Tamalanrea Branch Idris, Muh Ma’ruf
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10673

Abstract

Kepercayaan diri pada diri siswa sangat penting. Sebab hal tersebut dapat membantunya untuk lebih kokoh dalam menghadapi persaingan dan perkembangan zaman. Namun realita yang terjadi masih terdapat siswa yang sulit mengembangkan kepercayaan dirinya sendiri sebagaimana ditemukan di MA SMIP 1946 Banjarmasin. Oleh sebab itu, perlu ada upaya dari pihak madrasah dalam meningkatkan kepercayaan diri siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah madrasah dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa serta faktor pendukungnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian adalah guru kelas XII MIA/IIS yang mengajar mata pelajaran Akidah Akhlak 1 orang dan para siswa MA SMIP 1946 yang berjumlah 62 peserta didik, tetapi penulis mengambil 8 siswa untuk dijadikan subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) langkah yang dilakukan untuk menenamkan karakter percaya diri adalah dengan menanamkan kemampuan diri, mendorong sikap konformis, membiasakan untuk menghadapi penerimaan dan penolakan, menanamkan pengendalian diri, menumbuhkan pribadi internal locus of control, serta menumbuhkan cara pandang positif. (2) Sementara faktor pendukung dalam menanamkan karakter percaya diri ini meliputi tiga faktor yaitu perhatian orang tua dan guru, faktor lingkungan, serta interaksi sosial. Impilkasi dari hasil penelitian ini sebagai acuan dalam mengupayakan karakter percaya diri pada siswa di sekolah/madrasah. Penelitian ini hanya merefleksikan fenomena yang sudah ada, penting untuk penelitian berikutnya mengkaji lebih dalam terkait eksperimen metode yang efektif dalam mengembangkan kepercayaan diri.  Kata Kunci: Pendidikan, Percaya diri, Karakter.
Model for Improving Employee Performance through Education Level and Work Motivation. Idris, Muh. Ma’ruf; Suhaeb, Sutarsi
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis model peningkatan prestasi pegawai melalui peran tingkat pendidikan dan motivasi kerja sebagai dua faktor utama yang memengaruhi kinerja individu dalam organisasi. Prestasi pegawai merupakan indikator penting dalam menentukan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Namun, variasi prestasi antarpegawai sering kali dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat motivasi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, melibatkan pegawai dari berbagai unit kerja dalam organisasi. Data dianalisis menggunakan regresi berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh parsial dan simultan kedua variabel independen terhadap prestasi pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap prestasi pegawai melalui peningkatan kapasitas kognitif dan kompetensi teknis. Motivasi kerja juga ditemukan berpengaruh signifikan sebagai pendorong internal yang meningkatkan komitmen, ketekunan, dan produktivitas individu. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan pegawai tidak dapat hanya bertumpu pada peningkatan kualifikasi pendidikan, tetapi juga harus disertai dengan strategi peningkatan motivasi yang sistematis. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kinerja.Kata kunci: tingkat pendidikan, motivasi kerja, prestasi pegawai, model kinerja, sumber daya manusia.