Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh media pembelajaran gamifikasi terhadap minat belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas VIII Haryanti Sapitri; Hambali Hambali; Indra Primahardani
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.973

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ learning interest in Pancasila Education due to the use of conventional and less interactive teaching methods. The purpose of this study was to determine the effect of gamification-based learning media on the learning interest of eighth-grade students at SMP Negeri 46 Pekanbaru. The research employed a quantitative approach using a true experimental design in the form of a pretest-posttest control group design. The population consisted of 201 students, with two classes selected as samples through simple random sampling, namely the experimental and control groups. Data were collected using a Likert-scale questionnaire to measure students’ learning interest. The results showed that the data were normally distributed and homogeneous. The N-Gain analysis indicated that the experimental class obtained a score of 0.66 (moderate category, quite effective), while the control class obtained a score of 0.40 (low category). Hypothesis testing using the Independent Sample t-Test showed that the calculated t-value (5.248) was higher than the t-table value (1.990) with a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that the alternative hypothesis was accepted. Thus, it can be concluded that gamification-based learning media significantly improves students’ learning interest.
Students' Disciplinary Behavior at Senior High School in Complying with School Rules Ahmad Riza; Aisyah Lubis; Edea Mecca Safitri; Gracia Tiurmauli Purba; Halila Istigfaroh; Mamluatul Khoiriyah; Micheal Junior; Selvia Azzahra; Hambali Hambali; Rizky Dinda Sarmita Harahap
Journal of English Language and Education Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i4.2606

Abstract

This study aims to describe the role of school regulations in shaping student discipline at SMAN 15 Pekanbaru. This study shows that school regulations play a significant role in shaping student discipline at SMAN 15 Pekanbaru. Through the implementation of clear rules, teacher supervision, and the provision of sanctions and coaching, students are encouraged to practice orderly and responsible behavior. Although various violations, such as lateness, incomplete use of attributes, and other rule violations, the implementation of the regulations has generally been running well. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation and interviews with two teachers and 42 students. The results of this study indicate that the effectiveness of discipline depends not only on the sanctions given, but also on student self-awareness, teacher role models, and support from the school environment. Therefore, consistent supervision and a more humanistic approach between teachers and students are needed so that the values of discipline can be deeply ingrained. Thus, school regulations not only function as a tool for controlling behavior, but also as a means of character formation that prepares students to become responsible individuals who are ready to face life in the future.
Analisis Kasus Pelanggaran HAM Terhadap Kekerasan Anak Disabilitas di Daycare Marpoyan Damai Pekanbaru Celomita Austin Abigael M; Fitriany; Gita Engriani Sianipar; Hambali; Jely Duwita Sari; Noval Bayu Ardani; Nurul Hidayah; Reditya Ramadhani; Titin Loloate Lingga
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7290

Abstract

Penelitian ini membahas kasus pelanggaran hak asasi manusia terhadap anak disabilitas di Daycare Marpoyan Damai Pekanbaru. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kronologi terjadinya kekerasan, mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang terjadi, serta mengkaji upaya dan solusi dalam mencegah terulangnya kasus serupa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban berinisial F, seorang anak disabilitas berusia 4 tahun, mengalami tindakan kekerasan berupa pengikatan di kursi baby care, pelakbanan mulut, serta pengabaian kebutuhan dasar oleh pengasuh daycare berinisial WF. Tindakan tersebut dilakukan karena pelaku tidak mampu mengendalikan emosi terhadap perilaku korban yang aktif dan sulit diam akibat kondisi disabilitas yang dimilikinya. Kasus ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap Pasal 76C jo Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia dalam Pasal 28G ayat (2) UUD 1945. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan terhadap anak disabilitas memerlukan pengawasan lembaga pengasuhan yang lebih ketat, peningkatan kompetensi pengasuh, penegakan hukum yang tegas, serta keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman dan inklusif.
Analisis Kewarganegaraan Anak Hasil Perkawinan Campuran dalam Keluarga Maudy Koesnaedi Astri Wahyuni; Chindy Adellia Restynanda; Feggy Arta Sari; Gusvina; Hambali; Mailiza Alya; Nabila Huwayna; Nadya Mardena Lova; Nadia Rahmadhani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7410

Abstract

Di masa globalisasi, semakin banyaknya perpindahan penduduk mendorong terjadinya perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia dan warga negara asing yang menyebabkan masalah hukum mengenai status kewarganegaraan anak. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kebijakan hukum mengenai anak berkewarganegaraan ganda dari perkawinan campuran dalam pandangan hukum perdata internasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis buku, jurnal ilmiah, peraturan , dan artikel yang dapat dipercaya . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia mengakui konsep kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak dari perkawinan campuran, di mana anak diakui memiliki dua kewarganegaraan sejak lahir hingga usia 18 tahun atau sampai menikah, kemudian harus memilih satu kewarganegaraan dalam waktu paling lambat tiga tahun. Kebijakan ini adalah kompromi antara prinsip kewarganegaraan tunggal Indonesia dan perlindungan hak asasi anak. Namun, dalam praktiknya masih terdapat permasalahan seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang mekanisme pemilihan kewarganegaraan serta pemberian hak sipil anak, termasuk hak kepemilikan tanah. Analisis kasus anak Maudy Koesnaedi memperkuat temuan bahwa kewarganegaraan ganda terbatas memberikan perlindungan identitas hukum anak meminta sekaligus kepastian pilihan kewarganegaraan setelah dewasa. Kebijakan kewarganegaraan ganda terbatas terbukti menjadi solusi hukum yang melindungi hak anak dari campuran pernikahan sekaligus mendorong perlunya penyebaran informasi hukum yang lebih teratur.
Analisis Pelanggaran HAM Pada Kasus Eksploitasi Anak di Taman Safari Bogor Astri Wahyuni; Chindy Adellia Restynanda; Feggy Arta Sari; Gusvina; Hambali; Mailiza Alya; Nabila Huwayna; Nadya Mardena Lova; Nadya Rahmadhani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7411

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam sirkus OCI diduga mengalami berbagai bentuk eksploitasi dan kekerasan, seperti terpisah dari keluarga, tidak mendapatkan pendidikan formal, dipaksa bekerja sejak kecil, serta mengalami kekerasan fisik dan psikologis. Tindakan tersebut melanggar UUD 1945 Pasal 28B ayat (2), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Upaya penanganan dilakukan melalui perlindungan hukum, pembentukan tim pencari fakta, rehabilitasi korban, serta peningkatan pengawasan dan penegakan hukum untuk mencegah terjadinya eksploitasi anak di masa depan.
Analisis Yuridis Proses Naturalisasi Warga Negara Asing dalam Perkawinan Campuran di Indonesia Aidlil Adriyansyah; Desvi Enjella; Manna Wassalwa; Muhammad Hendri; Puti Fathia Ersanov; Satya Amalia Fadilah; Shaikh Alexander Guevara; Hambali
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses naturalisasi Warga Negara Asing (WNA) dalam perkawinan campuran di Indonesia serta mengkaji kendala yuridis yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan WNA yang menjalani perkawinan campuran di Kota Pekanbaru serta didukung oleh studi kepustakaan, peraturan perundang-undangan, dan dokumen hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan campuran tidak secara otomatis memberikan status kewarganegaraan Indonesia kepada WNA. Untuk memperoleh status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), WNA harus melalui proses naturalisasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dengan memenuhi berbagai persyaratan administratif dan substantif. Penelitian ini juga menemukan adanya kendala dalam proses naturalisasi, antara lain kompleksitas administrasi, birokrasi yang panjang, kurangnya koordinasi antarinstansi, serta belum sinkronnya pengaturan antara hukum kewarganegaraan, hukum perkawinan, dan hukum keimigrasian. Kondisi tersebut berdampak pada efektivitas pelaksanaan naturalisasi dan kepastian hukum bagi para pihak dalam perkawinan campuran. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, penyederhanaan prosedur, dan peningkatan koordinasi antarinstansi guna mewujudkan proses naturalisasi yang lebih efektif dan memberikan perlindungan hukum yang optimal.
Tragedi Sampit 2001 dalam Perspektif Hak Asasi Manusia: (Studi Kasus Konflik Etnis di Indonesia) Chesa Amelia; Deswita Anggraini; Fadila Azahra; Fitri Rahmatullaila; Halimatus Sa’diyah; Hambali; Salwa Raihana Putri
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8141

Abstract

Penelitian ini membahas Tragedi Sampit 2001 dalam perspektif HAM. Konflik dipicu oleh perbedaan budaya, ketimpangan sosial, dan lemahnya komunikasi antar etnis Dayak dan Madura. Dampak konflik meliputi korban jiwa, pengungsian, trauma, dan kerusakan sosial. Dalam perspektif HAM, tragedi ini melanggar hak hidup, rasa aman, dan perlindungan hukum. Penyelesaian konflik dilakukan melalui dialog, keamanan, dan peran tokoh adat. Penelitian ini menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan untuk mencegah konflik serupa.
Perlindungan Hak Asasi Manusia Terhadap Pengungsi Rohingya di Indonesia: Studi Kasus Penanganan di Pekanbaru Hambali; Fitri Rahmatullaila; Husnul Khoti Rifani; Murni Syakira; Najwa Ramadhani; Wilanda Zahra; Zulfikar
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia, khususnya dalam pemenuhan hak kesehatan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), pengungsi Rohingya, serta masyarakat sekitar. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak kesehatan pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru belum terlaksana secara optimal. Akses terhadap layanan kesehatan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kendala administratif, keterbatasan ekonomi, kondisi sanitasi yang kurang memadai, serta belum adanya kebijakan khusus yang mengatur pemenuhan hak kesehatan bagi pengungsi. Pelayanan kesehatan yang diterima pengungsi sebagian besar masih bergantung pada dukungan organisasi internasional seperti UNHCR dan IOM, sehingga perlindungan yang diberikan lebih bersifat kemanusiaan daripada berbasis jaminan hak secara menyeluruh. Meskipun demikian, hubungan sosial antara pengungsi dan masyarakat sekitar berlangsung relatif harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat untuk menjamin terpenuhinya hak kesehatan pengungsi Rohingya sesuai dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia.
Analisis Hak Kebebasan Perempuan dalam Kebijakan Wajib Burqa di Afghanistan Aulia Sari Rambe; Azzila Fernelia; Cahaya Ramadhani; M. Rafli Maulana; Suci Nurhidayah; Fitri Rahmatullaila; Hambali
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8244

Abstract

Artikel ini mengkaji persoalan hak kebebasan perempuan dalam penerapan kebijakan wajib burqa di Afghanistan pada masa pemerintahan Taliban. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi kepustakaan (library research) yang memanfaatkan berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, artikel akademik, serta literatur lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah pandangan pemerintah Taliban terhadap perempuan, mengkaji kebijakan wajib burqa yang diberlakukan, serta menganalisis respons perempuan Afghanistan terhadap berbagai bentuk pembatasan kebebasan yang mereka alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Taliban terhadap perempuan didasarkan pada penafsiran syariat Islam yang bersifat konservatif dan dipengaruhi oleh budaya patriarki yang kuat. Penerapan kewajiban penggunaan burqa tidak hanya berfokus pada aturan mengenai cara berpakaian, tetapi juga disertai dengan pembatasan dalam berbagai aspek kehidupan perempuan, termasuk akses pendidikan, kesempatan bekerja, kebebasan bergerak, dan keterlibatan dalam aktivitas sosial. Kondisi tersebut memunculkan praktik diskriminasi berbasis gender yang dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia, terutama yang berkaitan dengan hak memperoleh kebebasan, pendidikan, pekerjaan, dan persamaan hak. Di tengah situasi yang penuh tekanan dan pembatasan, perempuan Afghanistan tetap berupaya memperjuangkan hak-haknya melalui berbagai bentuk perlawanan, seperti pemanfaatan media digital, kegiatan media massa, hingga aksi demonstrasi. Dengan demikian, kebijakan wajib burqa yang diterapkan di Afghanistan memperlihatkan adanya benturan antara kebijakan pemerintah dengan pemenuhan hak-hak dasar perempuan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang berlaku secara universal.
Analisis Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Tragedi Trisakti Ditinjau dari Perspektif Hukum HAM Internasional Adila Novilia; Aila Asifah; Khaila Anggita; Muhammad Aidil Fikri; Veni Guslindra Syakirah; Hambali; Fitri Rahmatullaila
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8245

Abstract

Tragedi Trisakti merupakan salah satu peristiwa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi pada masa Reformasi 1998. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelanggaran HAM dalam Tragedi Trisakti berdasarkan perspektif hukum HAM internasional, mengkaji perlindungan hak hidup dan kebebasan berekspresi, serta menelaah tanggung jawab negara dalam penyelesaian kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui berbagai sumber ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan instrumen HAM internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan aparat keamanan yang melakukan penembakan terhadap mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998 telah melanggar hak hidup, hak atas rasa aman, dan kebebasan berekspresi yang dijamin dalam Universal Declaration of Human Rights (UDHR) dan International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). Meskipun Komnas HAM mengindikasikan adanya pelanggaran HAM berat, penyelesaian kasus masih menghadapi berbagai hambatan hukum dan politik. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang lebih kuat dari negara untuk mewujudkan keadilan, akuntabilitas, serta pemulihan hak korban sesuai standar hukum HAM internasional.
Co-Authors Abd Qodir Jailani Achmad Hidir Adila Novilia Adis Erfiqovina Adisza Yendri Ramadita Agnes Agnes Ahmad Eddison Ahmad Eddison Ahmad Eddison Ahmad Riza Aidlil Adriyansyah Aila Asifah Aisyah Lubis Aliya Darmawati Alwi Sihab Amelia Agustina AMELIA AGUSTINA Andi Mustika Rosa Andin Auriel Natasya Andrian Syah Putra Anif Istianah Annisa Aulia Insani Ariza Febrian Artia Theresia Ambarita Asih Putri Nurul Azura Astri Wahyuni Aulia Rahma Aulia Sari Rambe Ayu Maharani Azzila Fernelia Baihaqi Hakim Cahaya Ramadhani Camelia Khuznul Ma’wa Celomita Austin Abigael M Chesa Amelia Chika Zaffa Azzahira Chindy Adellia Restynanda Chindy Hafitzah Chusnul Khotimah Arramadani Desvi Enjella Deswita Anggraini Dhiya Saffanah. H Dhiya saffanah.H Diva Rahdatul Hasnah Dyana Sukma Edea Mecca Safitri Elfa Susanti Elma Wati Erlisda Wahyuni Eva Indriyani Fadila Azahra Fakhri Jannata Sholihin Farah Aisyah Salsabila Febi Rahman Safira Febiola Febiola Febri Mutia Karmila Febrysa Varensya Feggy Arta Sari Fikria Humaimah Filma Alia Sari Fiona Deanovans Fiona Firkawin Zuska Fitri Oktavian Lubis Fitri Rahmatullaila Fitri Rahmatullaila Fitriany Gita Engriani Sianipar Gracia Tiurmauli Purba Gusvina Hafifah Salsabila Putri HAIDA SAQILIA Halila Istigfaroh Halimatus Sa’diyah Hamdi Abdullah Hasibuan Hariyanti Hariyanti Hariyanti Hariyanti Haryanti Sapitri Haryono Haryono Haryono Herma Liza Hesti Asriwandari Husnul Khoti Rifani indah permata mustika Indra Primahardani Isril " Jely Duwita Sari Jodi Cristian Jodi Kristian Jumili Arianto Jumili Ariyanto JUNITA FRANSISCA Khaila Anggita Khairun Nisa Kingkel Panah Grosman Kirana Syafitri Ananda Kurnia Wirawan latifa nur husna Layyina Ralinsi Lisna Halimatus Sa’diyah Lodia Limustika M. Rafli Maulana Mailiza Alya Maisya Ratul Aini Makhdalena Makhdalena Mamluatul Khoiriyah Manna Wassalwa Mardian Ningsih Maria Novitasari Maria Novitasari Hutagalung Mely Novriani MELY NOVRIANI Micheal Junior Mirza Hardian Mochamad Rikki Setiawan Muhammad Aidil Fikri Muhammad Alpharabie Zulwin Putra Muhammad Hendri Muhammad Wily Saputra Murni Syakira Muthia Zapira Nabila Huwayna Nabilatus Syaja’ah Nadia Rahmadhani Nadya Mardena Lova Nadya Rahmadhani Najwa Ramadhani Namira Ramadhani Nayla Gusri Wulandari Noval Bayu Ardani Nurpadila Zulenzky Nurul Hidayah NURUL IKHWANI Okta Gina Feronica Pebby Nanda Sari Purnama Alia Puti Fathia Ersanov Putri Aliffia PUTRIANA KARTIKA WULANDARI Qurata Ayun Rada Sulita Radini Radini Rafi Hamdani Rahmatul Ulfah Raihana Raisa Raja Nurul Fitria Destiana Reditya Ramadhani Resti Destari Restu Gusriandra REZA AYU REZA AYU TASBAL Rika Ayu Astriani Rizky Dinda Sarmita Harahap Salwa Raihana Putri Saputri Kenanga Dewi Sarini Sarini SASABILA RAMADHANI Satya Amalia Fadilah Selvia Azzahra Shaikh Alexander Guevara Shepty Cahya Ramadhani Siera Andini Silvia Asti Sindy Afrianti Siska Amelia Siska Utami Siti Mey Listianti Siti Robi Yanti Sri Darmayani Sri Wahyuni Suci Nurhidayah Sundakir Sundakir Supentri Susan Safutri Syahid Idris Syukran Setiawan Tasya Chika Setiaulia Teguh Adzuri Tiara Febiola Titania Salwa Cahyadi Titin Loloate Lingga Tiwi Fafrelia Aghata Ummi Maulinda Sari Vanny Permata Rinda Veni Guslindra Syakirah Verli Novaroza Voni Fitria Wan Nadhira Humairah Widiya Julita Wilanda Zahra Wisnu Setiadi Yofi Lasimta Mansur Zahra Nabila Zahrah Gita Ananda Zahratul Wahidah Zakia Fuadha Zulfikar Zurnalis ⁠Vino Ramadhan