Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI SMA BATIK 2 SURAKARTA Dewitasari, Mariska Latifa; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Mardiyanti, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44767

Abstract

Dismenore adalah nyeri panggul saat menstruasi akibat peningkatan prostaglandin, terbagi menjadi primer tanpa kelainan organ genital (umumnya usia 15-25 tahun) dan sekunder karena kelainan organ reproduksi (sering >30 tahun). Prevalensi dismenore primer global sekitar 50%, dengan angka di Indonesia mencapai 54,89% pada remaja 14-19 tahun. Faktor risiko meliputi pola hidup seperti jarang sarapan, kurang aktivitas fisik, konsumsi kafein berlebih, stres, dan konsumsi makanan cepat saji berlemak tinggi yang meningkatkan sekresi prostaglandin. Status gizi tidak normal, baik obesitas maupun kekurangan berat badan, juga meningkatkan risiko dismenore melalui mekanisme prostaglandin berlebih. Studi pendahuluan di SMA Batik 2 Surakarta menunjukkan 83% siswi mengalami dismenore yang mengganggu aktivitas belajar, hal ini menjadi alasan peneliti tertarik melakukan penelitian di SMA Batik 2 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian cross-sectional dan bersifat observasional. Kuesioner WaLLid digunakan untuk menentukan kejadian dismenore, IMT/U digunakan untuk mengukur status gizi, dan FFQ 1 bulan sebelumnya digunakan untuk mengukur frekuensi konsumsi makanan cepat saji. Sampel penelitian sebanyak 37 remaja dipilih dengan teknik simple random sampling. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan adalah uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara kejadian dismenore dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan status gizi (nilai p masing-masing 0,00 dan 0,033). Kejadian dismenore berkorelasi dengan status gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji.
POTENSI COOKIES TEPUNG SINGKONG DAN KACANG HIJAU TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN ANAK Rasendria, Aurelia Neisya; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Isnaeni, Farida Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45657

Abstract

Angka stunting tahun 2022 di Indonesia mencapai 21,6%, angka ini melebihi angka standarisasi dari WHO sejumlah 20%. Dampak buruk yang ditimbulkan stunting menjadikan anak mengalami keterlambatan perkembangan pada masa pertumbuhannya. Salah satu solusi yang dikembangkan inovasi snack berbasis pangan lokal seperti cookies berbahan tepung singkong dan tepung kacang hijau tinggi protein, Tujuan dari kajian penelitian ini adalah melihat perbedaan tinggi badan dan berat anak dengan pemberian cookies. Desain kuasi eksperimen pretest-posttest with control group adalah metode yang dipakai dalam penelitian ini. Sebanyak 10 anak berusia 4-5 tahun adalah sampel penelitian. Perlakuan yang diberikan pada kelompok kontrol dan eksperimen selama 14 hari. Pengumpulan data dengan cara pencatatan berat dan tinggi badan anak. Aplikasi Nutrisurvey dan SPSS Statistics 20 adalah alat bantu pengolahan data dengan pengujian Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian ini adalah terdapat kenaikan berat badan sebesar 0,82 kg pada kelompok perlakuan. Berat anak bertambah pesat dengan pemberian intervensi snack cookies yang dilaksanakan. Pemberian cookies tepung singkong dan kacang hijau memberikan hasil maksimal untuk memperbaiki gizi anak.
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MINUMAN MANIS DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Prayudhi, Laily Maulidya Kusumaning; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46633

Abstract

Prevalensil dismenore padal remaja putri dil Indonesia mencapai l64,25%, yangl terdiri daril 54,89% mengalamil dismenorel primerldanl 9,36% mengalamil dismenorel lsekunder. Sedangkan angkal kejadianl dismenore di Kota Surakarta padal remaja putri mencapai89,8%. Faktorl risiko terjadinyal dismenore diantaranya statusl gizi individu dan kebiasaan konsumsi minumanl manis. Penelitianlini bertujuanl untukl mengetahui hubungan frekuensi konsumsil minuman manisl danl status gizil denganl kejadianl dismenore padalremajal putri SMPl Muhammadiyah 1l Surakarta. Penelitianl ini bersifatl observasional denganl pendekatan lcross-lsectional. Kuesioner lSQ-FFQl dengan rentangl waktu 1l bulan terakhirl digunakan untuk mengukur frekuensi konsumsi minuman manis, kuesioner WaLLid digunakan untuk menentukan kejadian dismenore, dan IMT/U digunakan untuk mengukur status gizi. Sampel penelitian sebanyak 67 remaja putri yang dipilihl dengan teknikl simple randoml sampling. Kriterial inklusi yangl digunakan yaitu siswi yang bersedia menjadi responden, telah mengalami masa menstruasi, memiliki usia 13-15 tahun, serta dalam kondisi sehat yang dapat diukur TB dan BB. Ujil statistik yangl digunakan untukl menganalisis hubunganl antar variabell adalah ujil Rank lSpearman. Hasill analisis univariat dari penelitianl ini menunjukkanl sebanyak 47,8% remaja sering mengkonsumsi minuman manis dengan jenis kategori paling sering adalah teh dan kopi. Sebanyak 34,3% remaja memiliki status gizi berlebih dengan 38,5% remaja mengalamil dismenore sedangl dan 58,9% lainnya mengalamil dismenore lberat. Hasill analisis bivariat dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara kejadian dismenore dengan frekuensi konsumsi minuman manis (nilail p=0,00) dan statuslgizi (nilail p= l0,00). Adanya hubunganl yang signifikan antaral frekuensi konsumsil minuman manis danl status gizil dengan kejadianl dismenore.
PENGARUH METODE PEMASAKAN TERHADAP KADAR PATI DAN TEKSTUR NASI BERAS MERAH Dhaifullah, Rifqi; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.4939

Abstract

Red rice is known for its superior nutritional content and health benefits compared to white rice. However, its acceptance remains low due to its relatively hard texture, which is generally less preferred. This study aims to evaluate the effect of cooking methods (conventional boiling and rice cooker) on starch content (amylose) and the texture characteristics of red rice. The research used a laboratory experimental method with a randomized design and two types of treatment. Parameters measured included starch content using UV-Vis spectrophotometry, and hardness, cohesiveness, and adhesiveness using a texture analyzer. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed no significant differences (p>0.05) in all texture parameters and starch content between red rice cooked using conventional boiling and rice cooker methods. This indicates that the cooking method does not significantly affect the physical and chemical quality of red rice. These findings suggest that consumers are free to choose the cooking method based on their preferences and convenience, without concern for a decline in texture quality or nutritional value of red rice. ABSTRAKBeras merah dikenal memiliki kandungan gizi dan manfaat kesehatan yang lebih unggul dibanding beras putih, namun tingkat penerimaannya masih rendah karena tekstur yang cenderung keras dan kurang disukai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode pemasakan (konvensional dan rice cooker) terhadap kadar pati (amilum) dan karakteristik tekstur nasi beras merah. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan desain acak dan dua jenis perlakuan. Parameter yang diukur meliputi kadar pati menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta kekerasan, kekenyalan, dan adhesivitas menggunakan texture analyzer. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada semua parameter tekstur dan kadar pati antara nasi beras merah yang dimasak dengan metode konvensional maupun rice cooker. Hal ini menunjukkan bahwa metode pemasakan tidak secara signifikan memengaruhi mutu fisik dan kimia nasi beras merah. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen bebas memilih metode pemasakan sesuai preferensi dan kenyamanan, tanpa khawatir akan penurunan kualitas tekstur maupun nilai gizi nasi beras merah.
Si Dahsyat, Tentang Kita dan Isi Piringku: Upaya Preventif Atasi Stunting Sejak Dini di Desa Harjosari Kurnia, Pramudya; Firmansyah, Firmansyah; Sofyan, Aan; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Muwakhidah, Muwakhidah; Rakhma, Luluk Ria; Prawesthi, Tiva Eka; Fatimah, Fatimah; Kirana, Garda Sukma; Ariyanto, Fazri; Hani, Nur; Rahmawati, Seli Nur; Yolanda, Intania Widi; Mutiara, Intan
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.761

Abstract

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi secara kronis yang ditandai dengan kondisi anak yang memiliki tinggi badan dan BB kurang dari yang seharusnya. Kondisi ini dapat berakibat buruk dalam berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak. Prevalensi stunting di Desa Harjosari sebanyak 19 anak (9%), untuk mengatasi masalah tersebut berdasarkan keterangan dari petugas kesehatan setempat perlu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman sebagai upaya preventif mengatasi stunting. Sehingga kegiatan yang diadakan di Desa Harjosari ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait gizi sebagai upaya preventif mengatasi stunting sejak dini. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, didukung dengan temuan dari observasi, wawancara, dan diskusi interaktif yang berfokus isu stunting serta dilaksanakan di Desa Harjosari, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, pada bulan Agustus-September 2024. Total keseluruhan partisipan dalam penelitian ini sebanyak 113 partisipan, dengan rincian partisipan kegiatan Implementasi Modul Tentang Kita BKKBN di SDN 02 Harjosari 70 partisipan, kegiatan Permainan Edukatif Isi Piringku sebanyak 28 partisipan dan kegiatan Si Dashat sebanyak 15 partisipan yang keduanya dilaksanakan di Aula Balai Desa Harjosari.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMA Batik 2 Surakarta Meliana, Della; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.2036

Abstract

Siklus menstruasi normal 21–35 hari dapat terganggu oleh aktivitas fisik dan status gizi yang tidak seimbang. Banyak remaja mengalami gangguan menstruasi, termasuk 85% siswi di SMA Batik 2 Surakarta, sehingga penting diteliti hubungan kedua faktor tersebut terhadap siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Batik 2 Surakarta. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini melibatkan 37 sampel dari 108 siswi, menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen: aktivitas fisik dan status gizi; variabel dependen: siklus menstruasi. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT, recall aktivitas fisik dan kuesioner siklus menstruasi. Hasil penelitian di SMA Batik 2 Surakarta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki aktivitas fisik ringan (70%) dan sisanya aktivitas sedang (29,7%). Untuk status gizi, mayoritas berada dalam kategori gizi normal (64,9%), diikuti gizi lebih (32,4%), dan gizi kurang (2,7%). Sebanyak 62,2% responden memiliki siklus menstruasi tidak normal, sementara 37,8% memiliki siklus yang normal. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan siklus menstruasi (p-value 0,003) serta antara status gizi dan siklus menstruasi (p-value 0,000) pada remaja putri di SMA Batik 2 Surakarta. Ada hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri.
Pengaruh Penyuluhan Tentang Stunting Dan Cara Pengukurannya Terhadap Pengetahuan Kader Di Desa Malangjiwan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Mustikaningrum, Fitriana; Dayanti, Abela Rhestu; Afifah, Afifah; Styaningsih, Aulia; Luthfilhadi, Farisin Hanif
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v5i1.193

Abstract

Stunting is one of the main public health issues in Indonesia, affecting children's physical growth, cognitive development, and future productivity. One of the key strategies in preventing stunting is improving the competencies of posyandu (integrated health post) cadres in monitoring the growth of toddlers through proper anthropometric measurement training. This community service activity was conducted in Malangjiwan Village, Colomadu Sub-district, Karanganyar Regency, involving 35 posyandu cadres, with 21 cadres participating in the evaluation. The methods used included education on stunting and training in anthropometric measurements using a baby length board, microtoise/stadiometer, KMS (Child Growth Chart), and anthropometric tables. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires assessing the cadres' knowledge. The results showed a significant increase in knowledge, with the average pre-test score rising from 59.18% to 72.79% in the post-test. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the training. These findings confirm that direct and structured training for cadres is effective in increasing knowledge about stunting and anthropometric measurement skills, which is expected to enhance the quality of toddler growth monitoring at posyandu and strengthen their role in stunting prevention at the village level.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS GEYER II Ramadhani, Virra Putri; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Muwakhida, Muwakhida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48316

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Asupan energi dan protein yang tidak adekuat menjadi faktor penyebab langsung yang memengaruhi pertumbuhan linear balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Geyer II, Kabupaten Grobogan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 64 balita yang dipilih melalui metode multistage random sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi balita berusia 24–59 bulan, berdomisili di wilayah tersebut, tidak menderita penyakit kronis, dan orang tua bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi yaitu balita yang tidak berada di tempat saat pengambilan data, data kuesioner tidak lengkap, atau berpindah domisili. Data asupan energi dan protein dikumpulkan menggunakan Semi-Quantitative Food FrequencyQuestionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status gizi dinilai berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dan dianalisis dengan perangkat lunak WHO Anthro. Analisis hubungan menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan sebagian besar balita memiliki asupan energi (51,5%) dan protein (65,6%) dalam kategori cukup, dengan kejadian stunting sebesar 34,4%. Terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (p < 0,001) dan protein (p = 0,015) dengan kejadian stunting.
HUBUNGAN ASUPAN ASAM LEMAK OMEGA-6 DAN VITAMIN B12 DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA MAHASISWA ILMU GIZI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Larasati, Amelinda Putri; Puspitasari, Dyah Intan; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48317

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir usia 18–24 tahun rentan mengalami depresi akibat tekanan akademik dan kurangnya pengetahuan mengelola gejala depresi. Asupan gizi, asam lemak omega-6 dan vitamin B12 diketahui memiliki peran dalam menjaga kesehatan mental dan perubahan suasana hati. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan asupan omega-6 dan vitamin B12 dengan kejadian depresi pada mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 136 responden yang dipilih secara proporsional random sampling. Data diperoleh melalui formulir Food Recall 24-H untuk mengukur asupan asam lemak omega-6 dan vitamin B12, serta kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk mengukur status depresi. Analisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Rank Spearman. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara omega-6 dan depresi (p=0,026; r=0,191), serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara vitamin B12 dan depresi (p=0,068; r=0,157). Pada penelitian selanjutnya disarankan menggunakan variabel lain seperti faktor psikososial, genetik, dan biologis sebagai faktor pembanding.
FAKTOR DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI POSYANDU KELURAHAN KEBON PISANG Khairunnisa, Mutiara Zulfaa; Isnaeni, Farida Nur; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.37957

Abstract

Stunting adalah kondisi ketika tubuh balita tidak mencapai panjang atau tinggi badan yang sesuai menurut usianya. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting di posyandu Kelurahan Kebon Pisang. Jenis penelitian ini merupkan observasional analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah balita berusia 12-59 bulan. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan multistage random sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 88 sampel. Data diambil menggunakan kuesioner yang diisi secara langsung oleh ibu balita. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi square kemudian dianalis dengan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita adalah jenis kelamin (p-value = 0,014). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting yaitu pemberian asi eksklusif (p-value = 0,800), pemberian MPASI (p-value = 0,338), riwayat BBLR (p-value = 0,393), Masalah kesehatan (p-value = 0,394), riwayat imunisasi (p-value = 0,394), pemberian obat cacing (p-value = 0,651), pemberian vitamin A (p-value = 0,463), jarak kelahiran (p-value = 0,251), pendapatan ibu (p-value = 0,338), pendidikan ibu (p-value = 0,955), pendapatan ayah (p-value = 0,734), pendidikan ayah (p-value = 0,943). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting balita di posyandu Kelurahan Kebon Pisang yaitu jenis kelamin.
Co-Authors Aan Sofyan Agus Sudaryanto Alden Ganendra Madhava Priya Hardianto Anggraeni, Mulia Anindita Hasniati Anindya Suryawati Anjalya Pertiwi, Munitya Annur Indra Kusumadani Ariyani, Ima Ariyanto, Fazri Aulia, Khairunnisa Authar, Nada Nailul Azami, Darasyifa Azizy, Sylfira Qothrunnada Cintia, Fadhilla Fatwa Dayanti, Abela Rhestu Desiana, Zahra Ratnawati Dewitasari, Mariska Latifa Dhaifullah, Rifqi Dina Nur Hanifah Dwi Linna Suswardany Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Dyah Intan Puspitasari Efri Roziaty Endang Nur Widiyaningsih Eni Purwani F Firmansyah, F Fadhila, Yusyrifa Farida Nur Isnaeni Fatimah Azzahrah fatimah Fatimah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fito Zuhud Abdillah Fitriana Mustikaningrum Frintia Agma Oktalita Saputri Giovanni Agnis Mayguspin Hani, Nur I Isnaeni Ima Ariyani Ima Aryani Indah Pramitajati Isnaeni, I Izzatul Arifah Jesian Viviandita Jusoh, Tengku Farizan Izzi Che Ku Khairunnisa, Mutiara Zulfaa Khoirunnisa, Ariani Kirana, Garda Sukma Kirani, Fahira Diva Kurnia Dewi, Emilia Larasati, Amelinda Putri Lidya Mardi Yanti Listyani Hidayati Listyani Hidayati Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Luthfilhadi, Farisin Hanif Mahardita, Maurizka Ulfi Mardiyanti, Nur Lathifah Mardiyati, Nur Lathifah Maurizka Ulfi Mahardita Mayguspin, Giovanni Agnis Meliana, Della Mochammad Imron Awalludin Muhammad Afif Muhammad Masykuri Abdillah Munitya Anjalya Pertiwi Mutiara, Intan Muwakhida, Muwakhida Nariah, Husna nita puspitasari Nur Andriyani Nur Hidayah Nur Hidayati, Intan Nur Nabilah, Ajeng Nurul Fatimah Oftasari, Yosi Oktalita Saputri, Frintia Agma Perwithosuci, Winny Pramudya Kurnia Prawesthi, Tiva Eka Prayudhi, Laily Maulidya Kusumaning Puspitasari, Dyah Intan Puspowati, Susi Dyah Putri, Desy Anisa Lasono Putri, Nasva Fadila Eltari Qomarun Qomarun Rahmadani, Vira Annisa Rahmawati, Seli Nur Ramadhani, Virra Putri Rasendria, Aurelia Neisya Sahira, Batrisya Salsabiila Sayida Rohma, Annisa Salsabila, Almeyda Santhyami Santhyami Sari, Rut Mila Shafira Azzahra Siti Zulaekah Styaningsih, Aulia Sudana Fatahillah Pasaribu Sukmawati, Maya Susi Dyah Puspowati Sya'roni, Alfina Fauzia Titik Dwi Noviati Ulfia Fitriyani Viviandita, Jesian Widya Kaharani Putri Wilujeng, Sindy Wulandari, Arita Yanti, Lidya Mardi Yianarfa, Efina Rifi Yolanda, Intania Widi Yuniarti Zulia Setiyaningrum