Claim Missing Document
Check
Articles

FUNGSIONALISASI BUDAYA LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF SARANA DAKWAH DI ERA DIGITAL Nirwan Wahyudi AR; Musafir Pababbari; Nila Sastrawati; Muliadi
SHOUTIKA Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v3i1.554

Abstract

Artikel ini bertujuan menjabarkan relasi agama dan budaya lokal yang termanifestasi pada konsep dakwah kultural beserta fungsionalisasinya di era digital secara deskriptif kualitatif. Digitalisasi dengan segala dinamikanya telah mengubah lanskap dakwah secara drastis. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memperluas lapangan dakwah yang memungkinkan pesan-pesan agama mencapai jangkauan yang ekstensif dan variatif. Fungsionalisasi budaya sebagai sarana dakwah dalam konteks ini menjadi semakin relevan dan penting. Fungsionalisasi budaya mengacu pada strategi penggunaan elemen budaya lokal sebagai alat menyampaikan pesan-pesan agama. Juru dakwah diharapkan mampu memberi interpretasi terhadap pesan-pesan dakwah yang tersirat dalam suatu tradisi agar benar-benar dapat berfungsi sebagai dakwah kultural. Hasil interpretasi kearifan lokal tersebut dapat disiarkan dengan mendayagunakan teknologi digital. Platform seperti media sosial, situs web, dan aplikasi seluler, memberikan akses yang mudah dan cepat untuk menyebarkan pesan keagamaan kepada seantero warganet di ruang digital.
: Indonesia Afiyah Salsabila. Alkaf; Hartini Tahir; Nila Sastrawati
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v4i3.31100

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengenai “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Peran Ganda Perempuan Sebagai Pencari Nafkah Utama di Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pinrang”. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini, Bagaimana bentuk kegiatan menafkahi keluarga pada masa pandemi covid-19 di Desa Massewae Kabupaten Pinrang. Bagaimana agar fungsi dan peran ganda tersebut dapat berjalan bersamaan pada masa pandemi covid-19 di Desa Massewae Kabupaten Pinrang dan Bagaimana Pandangan Hukum Islam Tentang Peran Ganda Bagi Perempuan. Hasil penelitian yang berdasar pada rumusan masalah yakni, bentuk kegiatan menafkahi keluarga pada masa pandemi covid-19 di Desa Massewae Kabupaten Pinrang adalah dengan cara berkebun dan menjual hasil panen di perkebunan. Fungsi dan peran ganda tersebut dapat berjalan bersamaan pada masa pandemi covid-19 di Desa Massewae Kabupaten Pinrang adalah dapat menjalankan fungsi dan perannya di masa pandemi. Pandangan Hukum Islam Tentang Peran Ganda Bagi Perempuan adalah di bolehkan, hal ini sebagaimana dalam QS. Al-Jumu’ah/62:10, yang mana ada surah itu manusia disuruh bertebaran mencari nafkah yang berlaku untuk umum. Kata Kunci: Hukum Islam, Peran Ganda Perempuan, Nafkah, Covid-19
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FENOMENA PACARAN DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Kasus Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar) Syah, Lehan; Sastrawati, Nila
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Vol. 1, No. 3, September 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v1i3.14918

Abstract

AbstrakFenomena pacaran adalah sebuah peritiwa yang nampak di lingkungan sekitar yang telah menjadi kebiasaan seseorang diamati dan dinilai lewat kacamata ilmiah atau lewat disiplin ilmu tertentu. Judul penelitian ini adalah “Tinjauan Hukum Islam terhadap Fenomena Pacaran di  Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar)”. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif lapangan (Filed research). Sumber data dalam penelitian ini terdapat dua sumber data  digunakan yaitu Sumber data primer yang didapatkan peneliti dengan cara observasi dan melalui data wawancara yang dilakukan 10 Informan, dengan menggunakan kuesioner tertutup atau angket, kuesioner yang dilakukan sekitar 70 yang dibagikan kepada mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Dan Sumber data sekunder merupakan suatu data yang ditemukan dari , jurnal, buku-buku skripsi ataupun sumber lain yang valid dan relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, kuesioner deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Fenomena pacaran dikalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri(UIN) Alauddin Makassar benar adanya dan menganggap bahwa pacaran itu sebagai langkah awal menuju jenjang hubungan yang lebih serius dan dengan pacaran. 2) Pandangan Mahasiswa terhadap fenomena pacaran adalah ’dalam syariat islam pacaran itu sudah jelas dalam agama tetapi kembali lagi kepada diri masing-masing bagaimana menyikapinya. 3) Pandangan Hukum Islam terhadap fenomena pacaran itu sebenarnya beragam pendapat.Kata kunci: Fenomena; Pacaran; Hukum Islam.
Arisan Menurun Online dalam Perspektif Hukum Islam Kontemporer Nur, Anita; Sastrawati, Nila
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 3 ISSUE 1, JANUARY 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.vi.24432

Abstract

This article aims to determine the implementation of online social gatherings, and to understand the views of contemporary scholars regarding the implementation of online social gatherings. This type of research. is library research, the approach used is sociological and syar'i. The implementation of online social gathering declines by disseminating information through online media, then engaging the participants with the procedures and conditions that have been determined by the arisan maker. Among them the members/participants can know each other or not because of limitations through virtual or media that limit it so it is difficult to get to know each other. The implementation of this online descending social gathering was found to violate Islamic law or not in accordance with the provisions of Islamic law, namely in it there was an element of qardh/debts that should have been debts that made the system help each other with the principle that the number of withdrawals and the number of payments must be the same. This declining arisan also causes one thing that is not fair. Arisan is essentially a loan agreement where the first member receives the money collected from the loans of other members who have not received it
Analisis Hukum Islam terhadap Adat Mappasang Baju (Tradisi Khitan) Masyarakat Kabupaten Sinjai Cahyadi, Muh.; Sastrawati, Nila; Anis, Muhammad
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 3 ISSUE 3, SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.vi.30167

Abstract

Pembahasan dalam penelitian ini adalah mengkaji tentang analisis pandangan hukum islam tentang adat mappasang baju (tradisi khitan) masyarakat Kab. Sinjai. Pokok masalah tersebut selanjutnya di rumuskan kedalam beberapa submasalah, yaitu: 1) Bagaimana pandangan hukum islam tentang adat mappasang baju(adat khitan) masyarakat Kab.Sinjai?, 2) Bagaimana pandangan masyarakat Kab.Sinjai mengenai adat mappasang baju(adat khitan) di daerah mereka? Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif lapangan (field research). Jenis penelitian ini digunakan karena peneliti diharapkan mampu secara istensif mempelajari latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok, lembaga, dan masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif syar’i. yaitu pendekatan terhadap suatu masalah yang disandarkan kepada al-Qur’an, al-Hadis, kaidah usul fiqh dan pendapat para ulama mengenai permasalahan khitan. Peneliti juga menggunakan juga menggunakan pendekatan penelitian yuridis empiris. Yaitu jenis penelitian hukum sosiologis dan dapat disebutkan dengan penelitian secara lapangan, yang mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta yang telah terjadi dalam kehidupan masyarakat. Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan melakukan wawancara terhadap masyarakat Kec. Bulupoddo, Desa Lappacinrana dan juga peneliti tidak luput akan sumber data yang diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber lain yang relevan dengan penelitian. Kemudian disempurnakan dengan analisis data menggunakan cara analisis kualitatif yang prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif, ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati dari subjek itu sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) hukum islam memandang bahwa khitan perempuan itu hukumnya wajib karena berdasarkan pendapat mahzab imam syafi’i yang berdasar kepada dalil QS. An-nahl ayat 123 dan hadis tentang bagian tubuh yang harus disucikan. Tetapi ada juga beberapa imam mahzab memandang bahwa hukum dari khitan perempuan itu sunnah, karena tidak adanya dalil yang secara terperinci yang mewajibkannya dan juga hadis yang mendukung wajibnya khitan adalah hadis yang dhaif. 2) Mayoritas masyarakat di Desa Lappacinrana melakukan tradisi mappasang baju (tradisi khitan) karena tradisi ini sudah turun temurun dilakukan dan merupakan penanda bahwa anak perempuan secara resmi menjadi muslimah ketika melakukan tradisi ini.
Fenomena Penundaan Mandi Wajib Pasca Haid pada Mahasiswi UIN Alauddin Makassar: Perspektif Hukum Islam Nasir, Herlina; Aisyah, Siti; Sastrawati , Nila
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 4 ISSUE 3, SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v4i3.33179

Abstract

Mandatory bathing is a must for women who experience menstruation (menstruation). However, most menstruating women delay taking a mandatory bath. The main problem in this study is the phenomenon of postponement of compulsory postmenstrual bathing for women in the perspective of Islamic law, a case study of female students comparing madhab and law UIN Alauddin Makassar. The purpose of this study is to determine the perspective of Islamic law regarding the phenomenon of postponement of compulsory post-menstrual bathing for women among female students comparing mazhab and the law of UIN Alauddin Makassar. The method used in this study is field research which is descriptive analytic. The data analysis method uses qualitative description. Data management techniques obtained from the field, to take data management techniques are carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study found that the factors of the delay in mandatory bathing that they had done were due to lazy mandatory bathing, forgetting, being sick, wanting to make sure whether their menstruation had stopped or not, and other factors vaginal discharge. Some of them have postponed their mandatory bath by 1 day and some even postponed it for up to 4 days. According to the view of Islamic law, if the reason is to convince, it is permissible as long as it does not exceed 1 day. But if it exceeds more than 1 day, then it is included as deliberate neglect of its obligations. But if the reason is forgetting or lazy to take a bath then this is not justified because it includes neglect and will get sin.
Penundaan Perkawinan Bagi Wanita Karir dalam Perspektif Yusuf al-Qaradhawi Angriati, Ririn; Aisyah, Siti; Sastrawati, Nila; Nurtita, Nurtita
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 5 ISSUE 1, JANUARY 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v5i1.35739

Abstract

Career for some women is proof of the achievements of their abilities so they often postpone marriage to focus more on their careers. This study aims to determine the factors behind the postponement of marriage for women as well as M. Yusuf Al-Qardawi views on postponing marriage for career women. This type of research is qualitative research with a Syar'i Normative approach. The data sources used in this study are primary data including the Qur'an, Hadith and secondary data in the form of books, articles, journals, and tertiary data in the form of dictionaries and encyclopedias related to the postponement of marriage for career women. Data obtained both primary and secondary are then collected, and analyzed in depth. The results of this study show that the reason for women to have a career is to fulfill the wishes of their parents, social status in society, do not want to be bound (want to be free). Other reasons women postpone marriage are job requirements, culture and traditions of society, and sometimes they have not found a suitable partner. Yusuf Qardhawy argued about career women that women who have careers outside the home are allowed in Islam under certain conditions, but he also explained that the main duty of women is to be um wa robbatu al-bayyit. Women according to Yusuf Qardawi have the main obligation to their husbands and educate their children, and with a woman postponing marriage because of career of course her main obligations in the household will be neglected. Therefore, Yusuf Qaradawi's fatwas indicate that if a Muslim woman postpones marriage because of her career without justified reasons, Sharia is not in line with Islamic law.
RELASI AGAMA DAN TEKNOLOGI: STRATEGI DAKWAH KONTEMPORER Abidin, Saenal; Pababbari, Musafir; Sastrawati, Nila
SHOUTIKA Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v3i2.615

Abstract

Artikel ini membahas tentang relasi antara agama dan teknologi dalam konteks strategi dakwah kontemporer. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah mempengaruhi cara agama diperkenalkan, dipraktikkan, dan disebarkan di era digital ini. Dakwah, sebagai upaya menyampaikan pesan agama kepada masyarakat, juga telah beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk mencapai tujuannya. Tulisan ini membahas berbagai strategi dakwah kontemporer yang menggunakan teknologi sebagai alat untuk memperluas jangkauan, meningkatkan efektivitas, dan memperkuat interaksi antara pihak yang berdakwah dan khalayak. Dalam diskusi tentang relasi agama dan teknologi dalam strategi dakwah kontemporer, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi memiliki dampak signifikan terhadap penyampaian pesan agama dan interaksi dengan audiens. Kata Kunci: Kata kunci: agama, teknologi, dakwah, strategi, kontemporer.
RELASI SOSIAL PETANI KOPRA DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR; STUDI PENDEKATAN ANALISIS GENDER Nuryanti, Astiti; Sastrawaty, Nila; Anggaraini , Dewi
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v7i2.41759

Abstract

This research aims to determine the system of division of labor among copra farmers and its impact on social relations on Kalaotoa Island, Pasilambena District, Selayar Islands Regency. This research uses descriptive qualitative research with a sociological approach. The data sources used in this research are primary data and secondary data, data collection used observation methods, interviews with 10 informants, and documentation studies. Techniques for managing and analyzing data are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that mapping the tasks of copra farmers on Kalaotoa Island, Pasilambena District, Selayar Islands Regency refers to the understanding that the processes in managing copra are based on physical strength. This work mapping does not have a significant influence on social relations between male workers and female workers. This can be seen, among other things, that male workers' free time is not a problem because in certain situations male workers also help with female workers' tasks. This is in line with Equilibrium Theory which emphasizes the concept of partnership and harmony between women and men.
IMPLEMENTASI E-COURT DI PENGADILAN AGAM KELAS IIB SIDENRENG RAPPANG Selman, Muhammad Arib Ramadhan; Aisyah, Sitti; Sastrawati, Nila
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v5i1.30320

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah apakah e-court di Kabupaten Sidenreng Rappang telah di implementasikan dan bagaimana pengetahuan masyarakat sidenreng rappang mengenai e-court. Adapun permasalahannya yaitu, 1) Bagaimana implementasi e-court dalam rangka mewujudkan peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan. 2) Bagaimana pemahaman masyarakat mengenai penggunaan e-court. 3) bagaimana manfaat e-court bagi masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini adalah field research atau penelitian lapangan yang bersifat deskriptif, diharapkan dapat memberikan gambaran yang menyeluruh dan sistematis tentang fakta yang berhubungan dengan pemasalahan manusia dan gejala-gejalanya. Hasil penelitian, 1) Pengimplementasian e-court di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang terlaksana pada tahun 2019. 2) Pada tahun 2021 terdapat 1671 perkara yang masuk di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang dari keseluruhan perkara yang terdaftar terdapat 258 perkara yang didaftarkan melalui e-court. Hal ini menunjukkan bahwa peminat e-court di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang terbilang rendah jika dibandingkan dengan keseluruhan perkara yang terdaftar pada tahun tersebut. 3) Manfaat e-court bagi masyarakat yaitu meberikan kemudahan bagi masyarakat ketika melakukan pendaftaran persidangan. Implikasi penelitian yaitu, agar masyarakat lebih mengetahui apa saja keuntungan Ketika berperkara menggunakan e-court. Sebaiknya Pengadilan Agama melakukan sebuah sosialisasi mengenai e-court ini, kepada seluruh advokad karena seiring dengan teknologi yang terus berkembang juga dibarengi dengan sumber daya manusia yang setara