Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Underwater Remotely Operated Vehicle Control System Ar-chitecture Sutrisno, Imam; Widiarti, Yuning; Priyonggo, Projek; Hartanto, Tri Mulyatno Budhi; Santosa, Ari Wibawa Budi; Nofandi, Faris; Gunarti, Monika Retno; Prawoto, Agus; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): June
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.132

Abstract

Underwater Remotely Operated Vehicle (ROV) control system architecture, work Class II - underwater inspection is demonstrated. The object is programmed on MATLAB simulink. The nonlinear modeled plants were processed by approximation way. Author planned a controller of an underwater ROV object. PID controller is used modeled plant. Tuning PID tool is used MATLAB for choose underwater ROV controller. Researchers tested an underwater ROV for system and solving problems an underwater ROV architecture.
Analisis Komprehensif Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Air Tawar FWG di Kapal MT. Pangkalan Brandan Prawoto, Agus; Fauzi Muryadih, Izzul Luthfie; Sutrisno, Imam
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9907

Abstract

Fresh Water Generator (FWG) merupakan alat penting di kapal untuk menghasilkan air tawar dari air laut. Ketersediaan air tawar sangat krusial untuk berbagai keperluan, baik di akomodasi maupun ruang mesin. Gangguan pada FWG dapat menyebabkan kekurangan air tawar dan berakibat fatal pada operasional kapal. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan produksi air tawar pada FWG. Menganalisis upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah penurunan produksi air tawar. Mengevaluasi keefektifan upaya pencegahan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan: Mengkaji literatur terkait FWG dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksinya. Melakukan observasi dan pengukuran pada FWG di kapal. Menganalisis data yang diperoleh untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan upaya pencegahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan penurunan produksi air tawar pada FWG antara lain: Proses evaporasi pada evaporator yang rendah. Rendahnya hasil kondensasi pada condenser. Rendahnya tekanan pada pompa ejector. Upaya pencegahan yang dilakukan untuk meningkatkan produksi air tawar antara lain: Pembersihan kerak dan endapan garam pada evaporator dan condenser. Pemantauan dan pengaturan suhu evaporator, condenser, dan air pendingin. Perawatan dan pemeriksaan pompa ejector secara berkala. Upaya pencegahan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan produksi air tawar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi air tawar dari X m3/hari menjadi Y m3/hari setelah upaya pencegahan dilakukan. Faktor-faktor utama yang menyebabkan penurunan produksi air tawar pada FWG adalah proses evaporasi yang rendah, kondensasi yang rendah, dan tekanan pompa ejector yang rendah. Upaya pencegahan yang dilakukan, seperti pembersihan kerak dan endapan garam, pemantauan suhu, dan perawatan pompa ejector, terbukti efektif dalam meningkatkan produksi air tawar.
Analisis Fishbone Diagram Pada Kerusakan Turbin Blade dan Dampaknya Pada Kinerja Turbocharger Main Engine di Kapal Km Sirimau Abhyasa, Ardian; Robbi, Shofa Dai; Gupron, Akhmad Kasan; Prawoto, Agus; Syahputra, Rama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18644

Abstract

The turbocharger is a critical component in a ship's main engine system, enhancing combustion efficiency and engine performance by accelerating airflow into the cylinder combustion chamber. One of its key components is the turbine blade, which converts exhaust gas energy into mechanical energy to drive the compressor.This study aims to analyze damage to the turbine blade caused by exhaust valve rupture, where broken valve fragments enter the turbine side, negatively affecting turbocharger performance. The research employs a descriptive analysis method using fishbone analysis, with data collected from observations, logbooks, journals, manuals, documentation, and interviews.The findings indicate that the primary cause of turbine blade damage is foreign object ingestion (FOI), specifically fragments from a fractured exhaust valve in the main engine’s cylinder head. This fracture led to blade failure, significantly reducing the turbocharger’s efficiency. To maintain optimal main engine performance, strict adherence to the onboard manual book is strongly recommended.
Analisis Menurunnya Kinerja Main Air Compressor Tipe J.P Sauer & Sohn WP 81l-100 Dikapal MV. Tangguh Sago Adiwidya Rosyidah, Anata; Retno Gunarti, Monika; Prawoto, Agus; Edy Kristiyono, Antonius
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 12 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i12.31870

Abstract

Latar Belakang: Penurunan kinerja main air compressor tipe J.P Sauer & SOHN WP 81L-100 di kapal MV. Tangguh Sago menjadi masalah serius yang dapat menghambat operasional kapal secara keseluruhan. Compressor ini memiliki peran penting sebagai sumber utama udara bertekanan yang digunakan untuk berbagai kebutuhan vital, termasuk sistem pneumatik kapal dan pengoperasian mesin utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab penurunan kinerja compressor dan merumuskan solusi perawatan yang efektif. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fishbone (diagram tulang ikan) untuk mengidentifikasi akar masalah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan awak kapal, serta dokumentasi terkait perawatan dan performa compressor Hasil: Hasil analisis fishbone menunjukkan bahwa penurunan kinerja compressor disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu keausan komponen, kurangnya perawatan preventif, penumpukan kotoran pada bagian internal, dan rendahnya pemahaman awak kapal mengenai prosedur perawatan yang benar. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya perawatan yang lebih terstruktur serta peningkatan pemahaman teknis bagi awak kapal guna memulihkan kinerja optimal kompresor. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kesadaran awak kapal tentang pentingnya menjaga kinerja kompresor udara, disertai dengan penambahan frekuensi pengecekan rutin untuk mencegah terjadinya penurunan kinerja di masa mendatang
Analisa Menurunnya Tekanan Minyak Lumas pada Diesel Generator Hyundai H32/40 di Kapal MV.CMA CGM Verdi dengan Metode Fishbone Aryanti, Deniar Esa; Prawoto, Agus; Pribadi, Teguh; Robbi, Shofa Dai
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i1.31967

Abstract

Sistem pelumasan memiliki peran vital dalam mendukung kinerja permesinan di kapal, termasuk diesel generator yang berfungsi sebagai pembangkit listrik utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab menurunnya tekanan minyak lumas pada diesel generator Hyundai H32/40 di kapal MV.CMA CGM VERDI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan diagram fishbone. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan praktek laut.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama penurunan tekanan minyak lumas adalah kelalaian operator dalam perawatan mesin, kerusakan komponen pompa dan filter LO yang kotor, tidak optimalnya pelaksanaan sistem perawatan terjadwal (PMS), serta kualitas minyak lumas yang buruk. Akibatnya, sistem pelumasan tidak berfungsi secara optimal, mengakibatkan gesekan antar komponen mesin meningkat, keausan prematur, dan overheating yang dapat berujung pada kerusakan mesin secara menyeluruh. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan penerapan PMS yang ketat, termasuk pemeriksaan rutin filter dan pompa minyak lumas, analisis berkala terhadap kualitas minyak lumas, serta pemantauan visual kondisi mesin untuk deteksi dini tanda-tanda masalah. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan pengelolaan sistem pelumasan diesel generator di kapal, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko kerusakan mesin.