Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Tutur Ekspresif dalam Interaksi Remaja di Desa Sibado Cindy Afitasari; Ulinsa, Ulinsa; Arum Pujining Tyas; Yunidar, Yunidar; Asrianti, Asrianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif  dalam interaksi remaja di Desa Sibado. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan berupa teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat terhadap data lisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindak tutur ekspresif remaja di Desa Sibado meliputi lima bentuk dan fungsi utama: (1) mengucapkan terima kasih, (2) memberi selamat, (3) meminta maaf, (4) menyalahkan, dan (5) memuji. Bentuk terima kasih dicirikan dengan adanya ucapan terima kasih karena suatu bantuan, bentuk dengan adanya ucapan selamat karena suatu hal yang spesial atau membahagiakan, bentuk meminta maaf karena adanya rasa penyesalan atas kesalahan, bentuk menyalahkan karena adanya sebuah kejadian yang tidak dapat diterima atau membuat kesal, dan bentuk memuji karena adanya sesuatu yang menggagumkan atau penghargaan yang diterima.
THE FORMS AND MEANINGS OF ANTHROPOMORPHIC METAPHORS IN PAE LANGUAGE Bustan, Fransikus; Semiun, Thresia Trivict; Ulinsa, Ulinsa
Jurnal Edulanguage: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Edulanguage: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : English Study Program, Faculty of Teacher Training and Educational Sciences, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/edulanguage.8.1.2022.11-19

Abstract

This study describes the forms and meanings of anthropomorphic metaphors in Pae dialect in view of cultural linguistics. This study is descriptive. The methods of data collection were observation, interview, and documentary study. The techniques of data collection were recording, elicitation, and note-taking. The sources of data were the native speakers of Pae language represented by two key informants. Data were analyszed qualitatively by using inductive method. The results of study show that the forms and meanings of anthropomorphic metaphor in Pae language have unique and specific characteristics, as can be seen in such terms as ulung wae, mata wae, kinga kue, wewa kue, nggolo kue, lime kerosi, tuka nepe, tedu nepe, wa’i woko, and tedu woko. The results of study might be beneficial to support the study of language as the mirror of culture shared by a people as members of an ethnic group with special reference to Pae language as the mirror of Pae culture serving both as the sense of identity and as the symbol of identity for Pae people as members of Pae ethnic group.
Lanskap Linguistik Lembaga Pemerintah dan Swasta di Kota Surakarta Sri Wahyuni; Enita Istriwati; Ulinsa Ulinsa; Asri M. Nur Hidayah
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.1047

Abstract

This research was motivated by the rise of writing in public spaces prioritizing something other than the state language. Surakarta City is an observation area because of its historical elements and rapid development. The purpose of this study is to describe the linguistic landscape and language misuse in public spaces of government and private institutions in Surakarta City. In this study, the researchers used observation and interview methods for collecting data. Researchers use descriptive methods to analyze the data. The results showed various language systems and language errors in the public space of Surakarta City. The language systems used are monolingual, bilingual, and multilingual. Monolinguals in Indonesian are widely used in government institutions, while private institutions commonly use them in English. The languages spoken are Indonesian, Javanese, English, and Arabic. Meanwhile, language errors are in the form of errors in writing letters, words, abbreviations, and punctuation. Local governments and every author writing in the inner public space can expect to find the results of this study useful. Therefore, the socialization of good language use must be more massive to increase public awareness of using language in public areas.  AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dengan maraknya tulisan di ruang publik yang kurang mengutamakan bahasa negara. Kota Surakarta menjadi daerah pengamatan karena unsur sejarah dan perkembangan kotanya yang pesat. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan lanskap linguistik dan kesalahan penggunaan bahasa pada ruang publik lembaga pemerintah dan swasta di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara untuk pengumpulan data. Data kemudian dianalisis melalui metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beragam sistem bahasa dan kesalahan berbahasa pada ruang publik Kota Surakarta. Sistem bahasa yang digunakan, yaitu monobahasa, dwibahasa, dan multibahasa. Monobahasa dalam bahasa Indonesia banyak digunakan pada lembaga pemerintah, sedangkan dalam bahasa Inggris banyak digunakan pada lembaga swasta. Bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Adapun, kesalahan berbahasa berupa kesalahan penulisan huruf, kata, singkatan, dan tanda baca. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pemerintah daerah dan setiap pembuat tulisan di ruang publik. Oleh karena itu, sosialisasi penggunaan bahasa yang baik harus lebih masif dilakukan supaya kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam menggunakan bahasa di ruang publik.
REPRESENTASI NILAI DALAM RITUAL BALIA TAMPILANGI ETNIK KAILI: KAJIAN HERMENEUTIK (Representation of Value in Balia tampilangi Rituals of Kaili Ethnic: Hermeneutic Study) Gazali Gazali; Ulinsa Ulinsa; Yunidar Yunidar; Indra Indra
SAWERIGADING Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i1.1172

Abstract

The tradition of treating diseases of the Kaili tribe, commonly called balia, is a traditional treatment that is believed to cure diseases brought by spirits. This study is expected to reveal the values contained in the balia tampilangi custom through hermeneutic studies. Hermeneutics is one of the approaches used to analyze a text. Currently, hermeneutics is widely used in text studies in almost all scientific fields. In this study, the hermeneutic model of Richard E Palmer (2016) is used to interpret the representation of values contained in traditional Kaili medicine. This research focused on analyzing the values contained in the Balia tampilangi ritual. The purpose of this research is to describe the form of value, meaning of value and function in the Kaili ethnic balia tampilangi ritual. The method used in this research is descriptive method with qualitative research form. The research data sources consist of interviews with sando, recordings, literature studies, field recordings and documentation. Based on the results of the research, it was found that there are three values contained in the Kaili ethnic balia performangi ritual, namely: religious value, philosophical value and ethical value. The form of religious values consists of faith and social values. While the philosophical value consists of humans as creatures of God, sustaining life and praying to God. The ethical value is as a unifier of society, especially people who are afflicted with disease, instilling a sense of loyalty and submission to applicable rules, and maintaining norms in society so that they are always obeyed by the community. AbstrakTradisi mengobati penyakit suku Kaili yang biasa disebut balia ini merupakan pengobatan tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan sakit yang dibawa oleh mahluk halus. Kajian ini diharapkan dapat mengungkap nilai-nilai yang terkandung dalam adat balia tampilangi melalui kajian hermeneutika. Hermeneutika merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk menganalisis suatu teks. Saat ini hermeneutika banyak digunakan dalam kajian teks hampir segala bidang keilmuan. Pada kajian ini digunakan hermeneutika model Richard E Palmer (2016) untuk menafsirkan representasi nilai-nilai yang terkandung dalam pengobatan tradisional suku Kaili. Penelitian ini difokuskan pada analisis nilai-nilai yang terkandung dalam ritual balia tampilangi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk nilai, makna nilai, dan fungsi dalam ritual Balia tampilangi etnis Kaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian terdiri atas wawancara dengan sando, hasil rekaman, studi literatur, hasil rekaman lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga nilai-nilai yang terkandung dalam ritual balia tampilangi etnik Kaili, yaitu: nilai religi, nilai filosofis dan nilai etika. Bentuk nilai nilai religi terdiri atas nilai keimantauhidan dan nilai sosial, sedangkan nilai filosofis manusia sebagai mahkluk tuhan, melangsungkan hidup, dan berdoa kepada tuhan. Adapun nilai etika sebagai pemersatu masyarakat, terutama masyarakat yang ditimpa penyakit, menanamkan rasa setia dan tunduk kepada aturan yang berlaku, dan menajaga norma di masyarakat agar selalu dipatuhi oleh masyarakat.
Mengungkap Bentuk dan Fungsi Feminisme Liberal dalam Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais Gazali Gazali; Ulinsa Ulinsa; Iqlima Iqlima
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.889.249--263

Abstract

This research aims to describe the forms and functions of liberal feminism in the novel "Bulan Terbelah di Langit Amerika" by Hanum Salsabiela Rais. It employs a qualitative descriptive research design using the liberal feminist theory approach. The data is sourced from the 2015 edition of the novel "Bulan Terbelah di Langit Amerika" by Hanum Salsabiela Rais. Data collection is conducted through reading and note-taking techniques. Data analysis consists of three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data reduction is intended to sharpen, categorize, guide, and eliminate unnecessary data. Data presentation is carried out by grouping the data according to their respective sub-sections related to liberal feminism. The conclusion-drawing step is based on organizing information using inductive techniques. Based on the research findings, the forms and functions of liberal feminism are identified. The functions and forms of liberal feminism mutually support each other, particularly in the fields of politics, culture, economy, and society.  AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi feminisme liberal dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori feminisme liberal. Data bersumber   dari novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais cetakan tahun 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dimaksudkan untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak diperlukan. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data sesaui dengan sub-babnya masing-masing yang berkaitan dengan feminisme liberal. Adapun langkah penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan pengorganisasian informasi dengan menggunakan teknik induktif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk dan fungsi feminisme liberal. Fungsi dan bentuk feminism liberal tersebut saling mendukung, yaitu bidang politik, budaya, ekonomi, dan sosial.
Designing Environment-Based Interactive Multimedia for Enhanced Language Learning in Indonesian Language and Literature Education Program Sitti Harisah; Ida Nur'aeni; Ulinsa Ulinsa; Asrianti Asrianti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6134

Abstract

Traditional teaching methods in the "Learning Models" course of the Indonesian Language and Literature Education program often lack engagement and contextual relevance. This study aims to develop and assess the feasibility of environment-based interactive multimedia as an innovative instructional tool to improve comprehension and application among prospective teacher candidates. This research employed a developmental approach, incorporating data from observations, interviews, and questionnaires. A product assessment questionnaire served as the primary instrument. Feasibility was evaluated through expert validation and user testing, including individual and small group trials. Both qualitative and quantitative descriptive analyses were used to interpret the data. The developed multimedia product demonstrated high feasibility scores: content expert validation (91.5%), instructional design expert validation (91.5%), media expert validation (94.0%), individual trial (94.7%), and small group trial (88.2%). All results fall within the "very good" or "good" categories, indicating strong validity and practicality. Findings suggest that environment-based interactive multimedia enhances learner engagement and supports effective instruction in teacher education. The product is well-suited for integration into the "Learning Models" course. The multimedia product is highly feasible for educational implementation. Further research is recommended to examine its effectiveness across other courses and learner populations.
Code Switching in Communication in Donggala Community Jamiluddin Jamiluddin; Ulinsa Ulinsa; Widya nasfa
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v2i4.88

Abstract

The focus of the problems for this research are: (1) Determining the form of code-switching in communication in the community of Gunung Bale Village, Donggala, (2) The factors causing code-switching in communication among the community of Gunung Bale Village, Donggala. The aims of this study are (1) to describe the form of code-switching in communication among the community of Gunung Bale Village, Donggala, (2) to describe the factors that cause code-switching in communication in the community of Gunung Bale Village, Donggala. This study uses a qualitative method. The process of obtaining data and data sources Is through oral data in the community of Gunung Bale Village, Donggala. Data collection techniques used are recording technique, observing technique, and note-taking techniques Data analysis techniques through the process of (1) data collection, (2) data reduction, and (3) data verification. The results showed that the forms of code-switching from the results of this study are the internal form of code-switching in the form of code-switching from Bugis to Indonesian, the external code-switching in the form of (1) code-switching from Indonesian to Kaili, Undepu dialect, (2) code-switching from Kaili, Undepu dialect to Indonesian. The factors that caused code-switching to Kaili, Undepu dialect in the Gunung Bale Village community, Donegal, are (1) speaker factors, (2) speech partner factors, (3) third-person presence factors, and (4) topic change factors.
Pendampingan Penulisan Puisi Ekologi melalui Media Tiktok bagi Remaja di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala Yunidar, Yunidar; Ulinsa, Ulinsa; Andi Bismawati; Nur Halifah
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.492

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis, kemampuan literasi kreatif, dan literasi digital remaja di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala melalui pelatihan penulisan puisi ekologi yang dikemas secara menarik dengan memanfaatkan platform media sosial TikTok. Permasalahan yang mendasari kegiatan ini adalah rendahnya minat remaja terhadap isu lingkungan serta terbatasnya media ekspresi yang sesuai dengan gaya hidup digital mereka. Metode kegiatan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu: (1) Tahap Persiapan, yang meliputi koordinasi internal dan eksternal, penyusunan instrumen pelatihan, serta kesiapan teknis; (2) Tahap Pelaksanaan, yang mencakup sosialisasi isu ekologi, pelatihan penulisan puisi bertema lingkungan dengan pendekatan kreatif, pelatihan produksi video puisi berbasis TikTok, serta pendampingan intensif dalam produksi konten digital; dan (3) Tahap Evaluasi, dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi, serta refleksi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama. Rata-rata skor peserta meningkat dari 52,3 menjadi 82,7 dalam pemahaman isu ekologi dan sastra; dari 49,8 menjadi 85,1 dalam kemampuan menulis puisi tematik; dan dari 44,2 menjadi 84,6 dalam kemampuan memanfaatkan TikTok sebagai media edukasi. Secara kualitatif, peserta menunjukkan perubahan sikap, rasa percaya diri, serta keberanian mengekspresikan kepedulian terhadap lingkungan melalui media digital. Peserta juga berhasil menghasilkan video puisi yang dikemas kreatif dan memperoleh respon positif dari audiens di media sosial. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis sastra dan media digital mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi ekologis dan digital remaja. Model ini dapat direplikasi sebagai upaya edukatif berbasis komunitas yang relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini.
The Politeness of Teachers’ Imperative Speech Acts in Teacher–Student Interactions in Senior High School: A Sociopragmatic Approach Muhammad Chaidir; Syamsuddin Syamsuddin; Ulinsa Ulinsa
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 7 No 1 (2026): January
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v7i1.2286

Abstract

Purpose of the study: This study aims to describe, analyze, and interpret the forms, functions, and politeness strategies of teachers’ imperative speech acts in teacher–student interactions at Senior High School 1 Poso Pesisir Utara using a sociopragmatic approach. Methodology: This study employed a qualitative descriptive method using observation, audio recording, and note-taking techniques. Data were analyzed through Miles and Huberman’s interactive analysis model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The analysis applied Sudaryanto’s formal and informal presentation methods without any statistical or software-based tools. Main Findings: The study identified 17 forms of polite imperative speech acts, including directive, requestive, persuasive, and advisory types. Teachers applied Leech’s six politeness maxims tact, generosity, approbation, modesty, agreement, and sympathy to balance authority and respect. Two politeness strategies, direct and indirect, were used depending on context, social distance, and communicative goals. Teachers consistently maintained ethical, polite, and culturally sensitive communication. Novelty/Originality of this study: This study provides a detailed sociopragmatic analysis of teachers’ imperative speech acts within an Indonesian multicultural school context. It highlights how local linguistic features and cultural norms influence the realization of politeness in educational communication, offering new insights into the intersection of language, culture, and pedagogy rarely explored in previous research.
Strategi Deiktis dan Dinamika Kesantunan dalam Bahasa Lauje: Analisis Sosiopragmatik Bahasa Austronesia yang Terancam Punah Nizrawati, Nizrawati; Suputra, Gusti Ketut Alit; Ulinsa, Ulinsa
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v14i1.136533

Abstract

This study investigates deixis in the Lauje language from a sociopragmatic perspective, focusing on its forms, functions, and relationship with social factors in natural interaction. The research aims to identify the types of deixis used in Lauje and to explain how social variables influence their selection in everyday communication. The study employs a qualitative descriptive method using naturally occurring speech data collected from native Lauje speakers in Ogoansam Village, Palasa District, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi. Data were obtained through participant observation, semi-structured interviews, and audio recordings of spontaneous conversations. The analysis reveals that the Lauje language exhibits a comprehensive deixis system, encompassing person, place, time, discourse, and social deixis. Person and social deixis display significant variation in response to speakers’ age, social status, and degree of interpersonal closeness, reflecting norms of politeness and social hierarchy within the Lauje community. Place and time deixis function to anchor utterances within specific spatial and temporal contexts, while discourse deixis contributes to coherence and continuity in interaction. These findings demonstrate that deixis in Lauje functions not only as a referential linguistic device but also as a sociocultural strategy for managing social relations, maintaining interactional harmony, and expressing cultural identity. This study contributes to sociopragmatic research on minority languages and supports efforts in linguistic documentation and language preservation.
Co-Authors Abdul Gafur Marzuki Abdul Kamaruddin Ade Nurul Izatti G. Yotolembah Agung Surya Laksana Agustan Agustan Aldri Frinaldi Ali Karim Ali Karim Andi Bismawati ARDIN, ANITA SAFITRI Arum Pujining Tyas Arum Pujiningtias Asri M. Nur Hidayah Asrianti Asrianti, Asrianti Azis, Sulihin B, M. Asri Chaidir, Muhammad Cindy Afitasari Dandi Golontalo Darmawati Darmawati Deni Karsana Deni Karsana Efendi Enita Istriwati Erizar Erizar Erizar Erizar Erizar Erizar, Erizar Ervina Ervina Fadila Fadila Fadila Fadila, Fadila Ferawati Ferawati Fransikus Bustan Fransiskus Bustan Gazali Gazali Gazali Gazali Gazali Lembah Gladys Gisella Suade Gusti Ketut Alit Suputra Harmisa Harmisa Harmisa, Harmisa Hidayah, Asri M. Nur Himawan, Romi I Wayan Yudana Ida Nur'aeni Ida Nuraeni Idris Patekkai Idris Patekkai Idris Pattekai Idris Pattekai Indra Indra Iqlima Iqlima Irwansyah Irwansyah Irwansyah Irwansyah Istriwati, Enita Jamiluddin, Jamiluddin Julia Marfuah Juniati Juniati Juniati Juniati Laindjong, Nadia Pratiwi Lini Andriani M. Asri B M. Asri B M. Asri B Moh. Reza Mohammad Tahir Muhammad Chaidir Muhammad Nasir Muhammad Nasir Muhammad Rohmadi Muslimin Muslimin Muthia Aryuni Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutmainah Mutmainah Nelis Pradesa Nico Irawan Nina Wati Ninawati Syahrul Nizrawati, Nizrawati Noviana, Manda Eva Nur Fadilah Nur Halifah Nur Halifah Nur Ratmi Nuraedah Nursyamsi Nursyamsi Oringo, Vincent PERTIWI, GITA Purwaningsi, Utari Rinaldi Rinaldi Sahrudin Barasandji Salsabila, Unik Hanifah Samad, Muhammad Ahsan Santiana Santiana Santiana Santiana Sitti Harisah Solly Aryza Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulihin Azis Suputra, Gusti Ketut Alit Susanti, Ariska Susi Sri Handayani Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Taqyuddin Bakri Thresia Trivict Semiun Tungga, Jefri Utari Purwaningsi Wahyudi Rahmat Widya nasfa Yunidar