Claim Missing Document
Check
Articles

PROSESI UPACARA ADAT MOMASORO PADA SUKU LAUJE: KAJIAN SEMIOTIK Syamsuddin; Ulinsa; Susi Sri Handayani
Kinesik Vol. 10 No. 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v10i3.911

Abstract

This research aims to describe: (1) form, (2) meaning, and (3) function contained in the Momasoro traditional ceremonial procession of the Lauje tribe. The method used in this research is descriptive qualitative and uses a semiotic approach. The data sources for this research are the results of interviews, field notes, and documentation in the form of photos or voice recordings. The results of this research show that the form, meaning and function of the Momasoro traditional ceremonial procession in the Lauje tribe have several stages of the ritual process starting from the top of the mountains to the coast, namely starting from the area (1) Bambanu'ayol as the place for the opening of the custom, (2 ) Bambabalal as a meeting place for water, (3) Pogolimpangatang as a large water meeting place, (4) Bambasiang as a place where water spreads, and (5) Bambamate as a traditional closing place. The symbols found in Momasoro traditional ceremonies are grouped into parts (1) Wada' uwompogane; (2) Monyait Salasa'; (3) Molilinsonang; (4) Payangana hinulalanga tolumbenge ma toluweleyo; (5) Inantare'e bamba ma'e nuwogo; and (6) Do’a Salama.
Analysis of the Main Character's Resistance to Racism in Theodore Melfi's Hidden Figures Film Muthmainnah Muthmainnah; Abdul Gafur Marzuki; Erizar Erizar; Ulinsa Ulinsa; Harmisa Harmisa; Sulihin Azis; M. Asri B
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3197

Abstract

This study aims to describe the main character's resistance to racism in Theodore Melfi's film Hidden Figures. This research is a qualitative descriptive study, as a research procedure that can produce descriptive data that can be in the form of written or spoken words from people with observable behavior. Qualitative descriptive research aims to make a systematic, factual, and accurate description, description, or painting of facts and characteristics, as well as the relationship between things being investigated. The techniques in data analysis used in this study are 1) data reduction, 2) data presentation, and 3) verification. The results obtained describe the existence of racial discrimination and the attitudes of the main character of the film Hidden Figures' resistance to discrimination which is divided into 6 parts, namely: 1) Racial Justification, 2) Classification Based on Skin Color in Place Settings, 3) Racism in Facilities General Black/Skin, 4) Unpleasant Treatment and, 5) Promote Equality.
Pergeseran Honorifik Dalam Sistem Kekerabatan Masyarakat Mandar Ida Nuraeni; Ulinsa Ulinsa; Muhammad Nasir; Juniati Juniati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4336

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pergeseran honorifik pada sistem kekerabatan masyarakat Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif yang bersifat diakronik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Informan penelitian ini adalah masyarakat Mandar yang memiliki garis keturunan bangsawan dan masyarakat biasa yang dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan dalam bidang penelitian yang dimaksud Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pergeseran honorifik pada sistem kekerabatan masyarakat Mandar yaitu terdiri dari (1) masa lalu kaitannya dengan sistem honorifik pada masyarakat tradisional. (2) masa sekarang yang kaitannya dengan sistem honorifik pada masyarakat modern. Kedua masa tersebut memiliki sistem honorifik yang sedikit berbeda. Perbedaan itu disebabkan adanya perubahan atau dengan kata lain pergeseran. Pada masyarakat tradisional khususnya di daerah Mandar telah dikenal istilah pemerian nama yang dilakukan pada saat bayi lahir seperti Acoq, Asoq, Caco, Kacoq , Icciq, Cicciq dan Issiq. Sementara pada masa modern, sistem kekerabatan masyarakat Mandar tidak lagi menggunakan sistem penamaan diri seperti Acoq, Icciq, Kacoq, dan Cicciq. Hal ini dapat dilihat pada keadaan kekinian dimana masyarakat sudah mulai meninggalkan sistem tersebut.
Analisis Pemahaman Membaca Kritis Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Irwansyah Irwansyah; Ulinsa Ulinsa; Sitti Harisah; Nur Halifah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4400

Abstract

Studi ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemahaman membaca kritis mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Jenis studi ini adalah kualitiatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dalam studi ini mencakup observasi dan wawancara, dokumetasi, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih kurang mampu memahami aktivitas membaca kritis berdasarkan keterampilan membaca kritis model Facione melalui soal tes yang disajikan. Keterampilan membaca kritis model Facione terbagi atas enam keterampilan dengan setiap sub keterampilan memiliki indikator. Kemampuan mahasiswa dalam membaca kritis pada berita menunjukkan hasil yang cukup baik dengan memperoleh nilai rata-rata 68 dengan kualifikasi cukup baik, terdapat 3 mahasiswa memperoleh nilai dengan kualifikasi baik, 23 mahasiswa mendapatkan nilai dengan kualifikasi cukup baik, dan 4 mahasiswa mendapatkan nilai dengan kualifikasi kurang baik.
Mengungkap Bentuk dan Fungsi Feminisme Liberal dalam Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais Gazali Gazali; Ulinsa Ulinsa; Iqlima Iqlima
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.889.249--263

Abstract

This research aims to describe the forms and functions of liberal feminism in the novel "Bulan Terbelah di Langit Amerika" by Hanum Salsabiela Rais. It employs a qualitative descriptive research design using the liberal feminist theory approach. The data is sourced from the 2015 edition of the novel "Bulan Terbelah di Langit Amerika" by Hanum Salsabiela Rais. Data collection is conducted through reading and note-taking techniques. Data analysis consists of three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data reduction is intended to sharpen, categorize, guide, and eliminate unnecessary data. Data presentation is carried out by grouping the data according to their respective sub-sections related to liberal feminism. The conclusion-drawing step is based on organizing information using inductive techniques. Based on the research findings, the forms and functions of liberal feminism are identified. The functions and forms of liberal feminism mutually support each other, particularly in the fields of politics, culture, economy, and society.  AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi feminisme liberal dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori feminisme liberal. Data bersumber   dari novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais cetakan tahun 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dimaksudkan untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak diperlukan. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data sesaui dengan sub-babnya masing-masing yang berkaitan dengan feminisme liberal. Adapun langkah penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan pengorganisasian informasi dengan menggunakan teknik induktif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk dan fungsi feminisme liberal. Fungsi dan bentuk feminism liberal tersebut saling mendukung, yaitu bidang politik, budaya, ekonomi, dan sosial.
Greeting Word in The Buol Language Laindjong, Nadia Pratiwi; Idris Pattekai; Ulinsa; Syamsuddin
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.7593

Abstract

This study aims to describe the forms and usage of address terms in the Buol language as used by the community in Kali Subdistrict, Biau District, Buol Regency. The Buol language possesses a system of address that reflects social structure, kinship relations, and local cultural values. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, recording, and note-taking techniques. The findings reveal seven forms of address terms: (1) pronominal address, (2) personal names, (3) kinship terms, (4) social status, (5) community figures, (6) physical-based nicknames, and (7) habitual-based nicknames. The use of address terms depends on factors such as age, social position, kinship ties, and the context of formal or informal situations. This research highlights the importance of documenting and preserving the Buol language and encourages younger generations to safeguard this cultural heritage.
Tialo Language Affix for Verb Marker Ulinsa, Ulinsa; Marzuki, Abdul Gafur; Idris Patekkai; Fadila, Fadila; Deni Karsana; Tamrin, Tamrin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3194

Abstract

The problems in this study are the types, meanings, and forms of affixes marking the Tialo language verbs. This study aims to describe the types, meanings, and forms of the Tialo language, including prefixes, suffixes, infixes, and confixes. The method used is a qualitative method. This study used the observing and speaking methods, with tapping techniques, proficient involvement techniques, proficient free observing techniques, fishing techniques, all-encompassing techniques, and note-taking techniques. The data analysis technique used is the distributional and equivalent method using the smallest element breakdown technique. Based on the results of research that has been carried out, it was found that affixes are markers for Tialo language verbs which include: Prefixes {moN-}, {non-}, {meN-}, {neN}, {poN-}, {peN-}, {in-}, and {te-}. {in-} infix. Suffixes {i-} and {a'a}. Confixes {moN-a'a} {noN-a'a}, {meN-a'a}, {meN-omo}, {nen-omo}, {poN-omo} and {moN-i}. The meaning of the affix markers in the Tialo language is going to take action, is taking action, has taken action, ordered, has taken action for others, and has finished taking action for others. Meanwhile, the affixes for the Tialo language consist of prefixes {mo-}, {no-}, and {me-}. {in-} infix. Suffixes {-i} and {a'a}. The confixes {mo-i}, {mo-a'a}, and {no-a'a} in the affix form of the Tialo language verb markers have changed and some have not changed.
Character Analysis Ability of M. Night Shyamalan Split Translation Film Characters in Indonesian EFL Students Muthmainnah, Muthmainnah; Marzuki, Abdul Gafur; Santiana, Santiana; Erizar, Erizar; Ulinsa, Ulinsa; Purwaningsi, Utari; B, M. Asri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3196

Abstract

The background of this research is to identify or determine the ability to analyze the character analysis of the characters in the film translation Split by M. Night Shymalayan in Semester VI Students of Indonesian Language Education Faculty of Teacher Training and Education in the 2022/2023 academic year. The number of samples in this study is 27 people, class B consisted of 24 girls and 6 boys. Data collection was used, namely test sheets and observation sheets. Then, the data analysis used in this study was the Quantitative Description technique, because the data studied were in the form of technical figures for student learning outcomes by identifying or determining the characters in the Split translation film by M. Night Shymalayan by using a certain formula. The results showed that the students' ability to analyze the characters of M. Night Shymalayan's Split translation film character in sixth-semester students of Indonesian language education experienced differences in every aspect that was assessed. The results of data analysis show that the average score obtained or achieved by class B students in the sixth semester of Indonesian language education obtained an average score of 69.26% with a total percentage of 2.57% in the good category. This means that the split translation film media helps students to identify the character analysis skills of M. Night Shymalayan's split translation film characters.
Analysis of the Main Character's Resistance to Racism in Theodore Melfi's Hidden Figures Film Muthmainnah, Muthmainnah; Marzuki, Abdul Gafur; Erizar, Erizar; Ulinsa, Ulinsa; Harmisa, Harmisa; Azis, Sulihin; B, M. Asri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3197

Abstract

This study aims to describe the main character's resistance to racism in Theodore Melfi's film Hidden Figures. This research is a qualitative descriptive study, as a research procedure that can produce descriptive data that can be in the form of written or spoken words from people with observable behavior. Qualitative descriptive research aims to make a systematic, factual, and accurate description, description, or painting of facts and characteristics, as well as the relationship between things being investigated. The techniques in data analysis used in this study are 1) data reduction, 2) data presentation, and 3) verification. The results obtained describe the existence of racial discrimination and the attitudes of the main character of the film Hidden Figures' resistance to discrimination which is divided into 6 parts, namely: 1) Racial Justification, 2) Classification Based on Skin Color in Place Settings, 3) Racism in Facilities General Black/Skin, 4) Unpleasant Treatment and, 5) Promote Equality.
Pergeseran Honorifik Dalam Sistem Kekerabatan Masyarakat Mandar Ida Nuraeni; Ulinsa, Ulinsa; Muhammad Nasir; Juniati, Juniati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4336

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pergeseran honorifik pada sistem kekerabatan masyarakat Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif yang bersifat diakronik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Informan penelitian ini adalah masyarakat Mandar yang memiliki garis keturunan bangsawan dan masyarakat biasa yang dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan dalam bidang penelitian yang dimaksud Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pergeseran honorifik pada sistem kekerabatan masyarakat Mandar yaitu terdiri dari (1) masa lalu kaitannya dengan sistem honorifik pada masyarakat tradisional. (2) masa sekarang yang kaitannya dengan sistem honorifik pada masyarakat modern. Kedua masa tersebut memiliki sistem honorifik yang sedikit berbeda. Perbedaan itu disebabkan adanya perubahan atau dengan kata lain pergeseran. Pada masyarakat tradisional khususnya di daerah Mandar telah dikenal istilah pemerian nama yang dilakukan pada saat bayi lahir seperti Acoq, Asoq, Caco, Kacoq , Icciq, Cicciq dan Issiq. Sementara pada masa modern, sistem kekerabatan masyarakat Mandar tidak lagi menggunakan sistem penamaan diri seperti Acoq, Icciq, Kacoq, dan Cicciq. Hal ini dapat dilihat pada keadaan kekinian dimana masyarakat sudah mulai meninggalkan sistem tersebut.
Co-Authors Abdul Gafur Marzuki Abdul Kamaruddin Ade Nurul Izatti G. Yotolembah Agung Surya Laksana Aldri Frinaldi Ali Karim Ali Karim ARDIN, ANITA SAFITRI Arum Pujining Tyas Arum Pujiningtias Asri M. Nur Hidayah Asrianti, Asrianti Azis, Sulihin B, M. Asri Cindy Afitasari Dandi Golontalo Deni Karsana Deni Karsana Efendi Enita Istriwati Erizar Erizar Erizar Erizar Erizar Erizar, Erizar Ervina Ervina Fadila Fadila Fadila Fadila, Fadila Ferawati Ferawati Fransikus Bustan Fransiskus Bustan Gazali Lembah Gladys Gisella Suade Gusti Ketut Alit Suputra Harmisa Harmisa Harmisa, Harmisa Hidayah, Asri M. Nur Himawan, Romi I Wayan Yudana Ida Nuraeni Idris Patekkai Idris Patekkai Idris Pattekai Idris Pattekai Indra Indra Iqlima Iqlima Irwansyah Irwansyah Irwansyah Irwansyah Istriwati, Enita Jamiluddin, Jamiluddin Julia Marfuah Juniati Juniati Laindjong, Nadia Pratiwi Lini Andriani M. Asri B M. Asri B M. Asri B Moh. Reza Muhammad Nasir Muhammad Nasir Muslimin Muslimin Muthia Aryuni Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutmainah Mutmainah nasfa, Widya Nelis Pradesa Nina Wati Ninawati Syahrul Noviana, Manda Eva Nur Fadilah Nur Halifah Nur Halifah Nuraedah Nursyamsi Nursyamsi Oringo, Vincent PERTIWI, GITA Purwaningsi, Utari Rinaldi Rinaldi Sahrudin Barasandji Salsabila, Unik Hanifah Samad, Muhammad Ahsan Santiana Santiana Santiana Santiana Sitti Harisah Solly Aryza Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulihin Azis Susanti, Ariska Susi Sri Handayani Syamsuddin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Taqyuddin Bakri Thresia Trivict Semiun Tungga, Jefri Utari Purwaningsi Wahyudi Rahmat Yunidar