Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Revitalisasi Nilai Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dalam Pendidikan Akhlak Gen Z Tira Mulia; Ani Marlia; Nur Azizah; Siti Mariyah; M. Dzaki Permana; M. May Diansyah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.1048

Abstract

Era digital dan fenomena globalisasi telah memberikan pengaruh besar terhadap perubahan sifat dan nilai moral kaum muda, khususnya Generasi Z. Terjadi penurunan penghormatan terhadap pengajar, pertumbuhan sikap individualis, dan pola konsumsi yang berlebihan, yang menggambarkan adanya krisis dalam nilai-nilai kepemimpinan dan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepemimpinan dari Khulafaur Rasyidin—Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali—dalam konteks pendidikan moral bagi Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-historis, penelitian ini mengeksplorasi sumber-sumber klasik dan modern mengenai pendidikan Islam, sifat-sifat Generasi Z, serta sejarah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, keberanian, tanggung jawab, dan integritas yang dihadirkan dalam kepemimpinan Khulafaur Rasyidin sangat relevan untuk membangun karakter Islami generasi sekarang. Penghidupan kembali nilai-nilai ini dapat dilakukan melalui teladan dari para guru, pengintegrasian dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam, serta kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan cara ini, pendidikan karakter yang berdasarkan nilai-nilai Islam dapat mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan juga kuat dalam moral serta spiritual.
Kontribusi Ilmuwan Muslim dalam Mengimplementasikan Ilmu Pengetahuan pada Masa Keemasan Islam Meri Noktaria; Ani Marlia; Elsa Oktapia; Lili Rahmawati; Al Panes
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.1055

Abstract

Masa keemasan Islam menandai sebuah periode penting dalam sejarah peradaban dunia, di mana berbagai cabang ilmu pengetahuan mengalami perkembangan pesat berkat kontribusi ilmuwan Muslim. Dalam kurun abad ke-8 hingga ke-13 M, dunia Islam menjadi pusat keilmuan global yang melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Razi, dan Al-Farabi. Para ilmuwan ini tidak hanya mewarisi pengetahuan dari peradaban sebelumnya, tetapi juga mengembangkannya secara signifikan dalam bidang matematika, kedokteran, astronomi, filsafat, dan sains alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi para ilmuwan Muslim dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, serta bagaimana warisan intelektual mereka mempengaruhi dunia Islam maupun Barat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, artikel ini menelaah peran strategis pusat-pusat keilmuan seperti Baitul Hikmah di Baghdad dan perpustakaan Cordoba dalam proses akumulasi dan transmisi ilmu. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontribusi ilmuwan Muslim memiliki dampak jangka panjang terhadap kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa, khususnya pada masa Renaissance. Temuan ini menegaskan perlunya pengakuan yang lebih besar terhadap sumbangsih peradaban Islam dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Pengaruh Ajaran Walisongo Terhadap Pendidikan Moral dan Karakter Generasi Muda di Sekolah Islam Masa Kini Marshela Tri Desta Damayanti; Fiaz Fauzi; Ani Marlia; Regi Mastio; Eka Oktayani; Maila Rosyadah
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/smr4hr93

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis dampak ajaran Walisongo terhadap pengembangan moral dan karakter generasi muda di sekolah-sekolah Islam saat ini. Ajaran Walisongo menyimpan kekayaan nilai-nilai lokal yang sarat dengan aspek spiritual, etika, dan sosial, yang tetap relevan dalam konteks pendidikan masa kini. Walisongo dikenal tidak hanya sebagai penyebar Islam, tetapi juga sebagai pendidik yang menyisipkan nilai-nilai kehidupan dengan pendekatan yang humanis dan berbasis budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara dengan pendidik di institusi pendidikan Islam. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa nilai-nilai ajaran Walisongo, seperti Moh Limo, sikap saling menghormati, dan contoh spiritual dapat diterapkan dalam pendidikan Islam melalui berbagai pendekatan, seperti pembiasaan, teladan dari pengajar, budaya pendidikan, dan aktivitas ekstrakurikuler. Penelitian ini menyatakan bahwa pengembangan pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal adalah strategi krusial untuk menciptakan generasi muda yang beriman, beretika baik, dan siap menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum dan praktik pendidikan di sekolah Islam secara terencana dan terus-menerus.
Kepemimpinan Khalifah Umar Bin Khattab dalam Perubahan Sosial dan Pengembangan Pendidikan Islam pada Masa Pemerintahannya Husnul Amaliyah; Ani Marlia; Nadila Afrilia; Rangga Apri Sandi; Lilis Permita Sari
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): JUNI: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hd1p5m87

Abstract

The governance of Caliph Umar ibn al-Khattab was crucial in the history of Islam, leading to considerable social reforms and advancements in Islamic education. As the second caliph, Umar was recognized for his innovative approaches that reinforced the social and educational foundations of the Muslim community. On the social front, he implemented welfare programs through the Bayt al-Mal, allocated zakat to assist those in need, and set minimum living standards to avert starvation. In terms of education, Umar sent scholars throughout Islamic regions to impart knowledge of the Qur'an and Islamic principles, and he founded mosques as hubs of learning. Instructional approaches like halaqah and talaqi were utilized, with educators receiving salaries from the Bayt al-Mal.  These initiatives demonstrate that Umar was committed not just to territorial growth but also to the intellectual and ethical upliftment of society. This research intends to examine the significant impact of Umar ibn al-Khattab on social change and the creation of a strong Islamic educational framework during the early days of the caliphate.
Pendidikan Berbasis Nilai dalam Peradaban Islam Klasik: Solusi untuk Krisis Moral dalam Dunia Pendidikan Modern Tedy Dwi Cahyadi; Ani Marlia; M. Firman Al-Ikhsan; Nur Hidayah Adelia; Putri Andriani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): APRIL-JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ptgz3k12

Abstract

Krisis etika dalam pendidikan masa kini nampak jelas dari bertambahnya perilaku negatif di kalangan siswa, seperti bullying, penyalahgunaan teknologi, dan penurunan moral. Saat ini, sistem pendidikan sekarang lebih fokus pada aspek akademis dan kurang memperhatikan pengembangan karakter. Artikel ini membahas pendidikan Islam klasik sebagai jawaban untuk mengatasi krisis ini melalui analisis literatur mengenai pemikiran tokoh seperti Al-Ghazali dan Ibn Sina. Pendidikan Islam klasik menekankan pentingnya penggabungan antara ilmu pengetahuan, akhlak, dan nilai ketuhanan, serta menyoroti peran guru sebagai pembimbing moral. Kurikulum yang digunakan tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif, tetapi juga spiritual dan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan modern demi menciptakan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan integritas. Oleh karena itu, pendidikan Islam tradisional bisa menjadi model strategis dalam membentuk karakter dan moralitas generasi saat ini.
Nilai-Nilai Budaya Islam Klasik dalam Pembentukan Karakter: Upaya Revitalisasi untuk Generasi Bangsa Putri Rizki Utami; Ani Marlia; Sapta Putra; Agustina Dwiyanti; M. Ridwan; Arin Setiani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2025): APRIL-JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nzxrgk19

Abstract

Pendidikan karakter memiliki peran yang signifikan dalam membentuk generasi berkualitas bangsa. Nilai-nilai budaya Islam klasik yang bersumber dari ajaran Al-Qur'an dan Sunnah memiliki konten universal yang relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern. Artikel ini menyelidiki pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab ke dalam proses pendidikan karakter serta menawarkan strategi revitalisasi berupa penguatan Pendidikan Agama Islam, pembiasaan nilai-nilai religius, dan pengembangan budaya sekolah. Metode penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan mencari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam klasik dapat secara sistematis memperkaya dimensi afektif siswa serta memperbaiki lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan karakter mulia. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya sinergi antara institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk mengoptimalkan pembentukan karakter generasi bangsa.
Ilmu Munasabah Ayat: Menyikapi Keterkaitan antar Ayat dalam Al-Qur'an Arinda Rahmi Auliani; Zaskia Berliana Zulfa; Ihsan Azhar; Gita Oktaviona4; Ani Marlia
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 2 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/jca.v2i1.592

Abstract

Munasabah science is a branch of science in the Quran that examines the relationship and harmony between the poetry of the text and the surahs. Because the structure of the Quran is not chronological, but rather specific wisdom and insight, research on Munasabaayat is important for understanding God's perfect and profound message. The purpose of this study is to test systematic methods for addressing the relationships between verses to avoid misunderstandings when interpreting the verses of the Quran. Using a qualitative approach and literature review, this study demonstrates that Munasabaayat not only highlights the beauty of the Quran's linguistic structure but also strengthens understanding of its themes and context-related interpretations. Awareness of the connections between verses also helps build the integrity of understanding Islamic teachings. Therefore, the science of Munasaba is an important tool for maintaining the credibility and consistency of the Quran's importance in topics of intersection and cross-referencing.
Cultivation of Religious Moderation Values through Ngidang Tradition in Kelurahan 1 Ulu Palembang Achmad Fadil; Ani Marlia; Muhammad Ghazali; Dwi Setiawati; Agustri Regita Cahyani; Syarnubi, Syarnubi; Muhamad Fauzi; Septia Fahiroh
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 2 (2025): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v11i2.25012

Abstract

This research discusses the "Cultivation of Religious Moderation Values through the Ngidang Tradition in Kelurahan 1 Ulu Palembang." Amid growing religious exclusivism and cultural erosion, this study addresses the lack of scholarly attention on how local traditions can serve as a medium for promoting religious moderation. The Ngidang tradition is explored as a cultural approach to instill religious moderation through local arts in Palembang, specifically in 1 Ulu Village. The research focuses on how Majelis Ta’lim An Nur utilizes this tradition to cultivate values such as I'tidal (fairness), Tasamuh (tolerance), Asy-Syura (deliberation), I'tiraf al-'Urf (cultural appreciation), and Al-Qudwah (leadership). Employing a qualitative method, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman's interactive model. The findings reveal that the Ngidang tradition remains preserved and actively practiced by the local community, supported by economic motives and government initiatives. However, challenges persist, including social prestige, limited cultural awareness, and economic constraints. This research makes a theoretical contribution to the discourse on integrating indigenous culture in fostering religious moderation, emphasizing its relevance in contemporary pluralistic societies.
Peran Guru PAI Dalam Membentuk Karakter Kreatif Siswa melalui P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Laysa Zahran; Tutut Handayani; Ani Marlia; Lutfiyani, Lutfiyani; Anggara, Baldi; Nuryanti, Eva
PAI RAFAH Vol 7 No 4 (2025): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pair.v7i4.27343

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Education (PAI) teachers in shaping students’ creative character through P5 activities at SMPN 10 Palembang.aims to analyze the role of Islamic Education (PAI) teachers in shaping students’ creative character. Data collection efforts were carried out through observation, interviews, and documentation. Once the necessary data was obtained, the researcher conducted data analysis to derive research findings. This process involved data reduction, followed by data display, and finally, drawing conclusions based on all the data collected. The validity of the data was ensured through support from relevant sources, making this study a qualitative research. This research is based on Role Theory proposed by Aris Adi Laksono and Creativity Theory by Drevdal. Based on the research findings obtained through the data collection and analysis process following established procedures, the researcher found that the role of PAI teachers in shaping creative character through P5 activities is highly significant. As coordinators and facilitators, PAI teachers design and implement activities that cultivate students' character, particularly their creativity. In this character-building process, PAI teachers provide encouragement, motivation, and guidance to help students complete their project tasks effectively. Additionally, they instill a fundamental understanding that Islamic teachings serve as the foundation for actions. As a result, the students' creative ideas and works are expected to be beneficial for themselves and their surroundings.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Adinda Putri Ramadhanty; Amelia Amelia; Ayu Fatmawati; Rahma Syafridatul Aini; Anita Dwi Kartika; Ani Marlia
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v2i3.1507

Abstract

Aspek penting dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran yang beragam, menghargai perbedaan individu siswa, dan menyediakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan seperti ketidakmerataan sumber daya, perubahan pola pikir tradisional dalam pendidikan, dan perlunya melibatkan pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang mendorong kemandirian dan kreativitas siswa. Untuk mendukung kemandirian dan kreativitas siswa, pendidik dapat menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian literatur, dengan data dikumpulkan dari artikel ilmiah, jurnal, laporan penelitian, prosiding seminar, dan situs web yang relevan. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemandirian dan kreativitas siswa dalam pendidikan Kurikulum Merdeka. Pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa secara mandiri dan berkelompok mengeksplorasi materi pelajaran dan menciptakan ide serta gagasan mereka. Hal ini sesuai dengan aspek penting Kurikulum Merdeka, yaitu pembelajaran yang beragam dan menghargai perbedaan individu.
Co-Authors Achmad Fadil Ade Iman Sari Adela Agustin Adinda Putri Ramadhanty Agustina Dwiyanti Agustri Regita Cahyani Ahmad Zainuri Aisyah Sina Dewi Aisyah Tsabitah Al Panes Ali Machmud Badarudin Aliyyah Berliana Alvina Mei Khasanah Amelia Amelia Ananda Putri Anggara, Baldi Anita Dwi Kartika Anita Kurnia Sari Annisa Ayu Sabrila Arief Armando Arin Setiani Arinda Rahmi Auliani Aulia Azzahra Aulia Violeta Rieartika Ayu Enggar Wahyuni Ayu Fatmawati Ayuni Sartika Celvin Pratama Putra Dealfi Anggun Fratiwi Devita Syaharani Dwi Setiawati Eka Oktayani Elsa Oktapia Erda Uswatun Hasanah Eva Dwi Susanti Eva Efiana Fadhilah Fatihah Fiaz Fauzi Fitri Yanalia Gita Oktaviona4 Hari Kurniawan Husnul Amaliyah Ibrahim Ibrahim Ihsan Azhar Ilham A. Imelda Indi Novita Sari Istiqomah Syafitri Jihan Alfi Juairiah Juairiah Khoirul Aziz Latifah Tuzzakiyah Laysa Zahran Leyin Iklimah lidia oktavia Lili Rahmawati Lilis Permita Sari Lisa Septiani Lutfiyani, Lutfiyani M. Dzaki Almaulidi M. Dzaki Permana M. Firman Al-Ikhsan M. May Diansyah M. Ridwan Maila Rosyadah Marshela Tri Desta Damayanti Maulina Safitri Meidika Meilani Aliya Sakinah Meri Noktaria Mikail Aydin Muhammad Mohammad Harist Al Agam Muhamad Fauzi Muhammad Ali Maksum Muhammad Ghazali Muhammad Rafli Wijaya Muhammad Rivaldo Ferdiansyah Nadila Afrilia Nadila Putri Andini Natasya Salsabila Natasyah Ifah Faridhona Nola Riski Amelia Nopi Sari Nova Marisa Nur Azizah Nur Hidayah Adelia Nur Salamatul Khasanah Nur ‘Azah Nuryanti, Eva Pebri Anti Amelia Putri Andriani Putri Aprilia Sari Putri Rizki Utami Rahma Syafridatul Aini Rahma Titi Nurrahayu Raihan Hidayatullah Rangga Apri Sandi Regi Mastio Reva Alvionita Rizky Angelina Sadri Zulkiffli Sapta Putra Septia Fahiroh Shevia Indriani Siti Mariyah Sodikin Syarnubi, Syarnubi Taufiq Fathurrahman Tedy Dwi Cahyadi Tentri Wulandari Tira Mulia Tria Karunia Tutut Handayani Widiya Lestari Winda Andini Yulia Arwiyah Nst Zakiah Putri Pratiwi Zaskia Berliana Zulfa