Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 BAMBALAMOTU Taufiq Riandhana
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 5 No. 2 (2024): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v5i2.523

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis kepraktisan penerapan model pembelajaran penemuanterbimbing di SMAN I Bambalamotu, (2) secara umum menganalisis perbedaan hasil belajar Fisikaantara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan pembelajarankonvensional, (3) secara khusus untuk siswa dengan minat belajar tinggi, menganalisis perbedaan hasilbelajar Fisika antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuan terbimbing danpembelajaran konvensional, (4) secara khusus untuk siswa dengan minat belajar rendah, menganalisisperbedaan hasil belajar Fisika antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuanterbimbing dan pembelajaran konvensional, (5) menganalisis pengaruh interaksi antara pemanfaatanmodel pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar Fisika siswa. Penelitian ini merupakanpenelitian eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Penelitian ini menggunakan dua kelas sampel, yaitusatu kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan satu kelaskontrol yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruhkelas XI SMAN 1 Bambalamotu yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa 98 siswa. Pengambilansampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh dua kelas dengan jumlahsampel 64 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran penemuanterbimbing di SMAN 1 Bambalamotu berada pada kategori tinggi dan praktis, (2) terdapat perbedaanhasil belajar Fisika antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dansiswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada kelas XI SMAN I Bambalamotu, (3) padasiswa dengan minat belajar tinggi terdapat perbedaan hasil belajar Fisika antara siswa yang diajardengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan siswa yang diajar dengan pembelajarankonvensional pada kelas XI SMAN 1 Bambalamotu, (4) pada siswa dengan minat belajar rendahterdapat perbedaan hasil belajar Fisika antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuanterbimbing dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada kelas XI SMAN 1Bambalamotu, (5) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadapcapaian hasil belajar Fisika siswa kelas XI SMAN 1 Bambalamotu.
ANALISIS KONDISI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DALAM NOVEL KUTUKAN TANAH BUTON KARYA SAFARUDIN : SOSIOLOGI SASTRA Taufiq Riandhana
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 5 No. 2 (2024): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v5i02.524

Abstract

Kodisi sosial budaya adalah keadaan dan dinamika yang berkaitan dengan aspek sosialdan budaya yang mempengaruhi masyarakat. Kaitannya dengan sastra adalah bagaimankondisi Sosial Budaya Masyarakat dipresentasikan dalam sebuah teks karya sastra. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan Kondisi Sosial Budaya Masyarakat yang tergambar padaNovel Kutukan Tanah Buton. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan denganmenggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novelKutukan Tanah Buton karya Safarudin, analisis teks dengan menggunakan pendekatansosiologi sastra, Mulai dari Mengidentifikasi, mengkaji/menganalisis dan Mendeskripsikan.Kondisi Sosial Budaya Masyarakat yang tergambar dalam Novel Kutukan Tanah Buton. Hasilpenelitian ini menunjukan beberapa gambaran Kondisi Sosial Budaya Masyarakat dalamNovel Kutukan Tanah Buton Yaitu : (1) Kondisi Sosial Yaitu : (a) Perekonomian (b)Disorganisasi Keluarga (c) Pendidikan (d) Hubungan Diluar Nikah. (2) Budaya Masyarakatyaitu : (a) Budaya Perjodohan (b) Tradisi Haroa Masyarakat Buton dalam Novel KutukanTanah Buton (c) Pamali/ Pantangan, (d) Kepercayaan Akan Ilmu Hitam dan Perdukunan.
KINERJA PEGAWAI DALAM PELAYANAN KANTOR KECAMATAN SINDUE TOMBUSABORA KABUPATEN DONGGALA Taufiq Riandhana
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 5 No. 2 (2024): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v5i02.525

Abstract

Abstract This study aims at determining the performance of in the service of e-ID at the Sub-district Office of Sindue Tombusabora, Donggala. This research uses qualitative methods. The informants of this study are the apparatus and the the people in Sindue Tombusabora Sub-district, Donggala, the research data used in this study are primary and secondary data through observations and interviews towards The informants of this study are the apparatus and the the people in Sindue Tombusabora Sub-district, this research uses the theory of Agus Dwiyanto which consists of five aspects: Productivity, Quality of Service, Responsiveness, Responsibility, and Accountability. The performance in the service of e-ID based on the results of this research related to apparatus service is not good and still far from the expectations of society. The results of the study reveal that the performance of the apparatus is not good yet it is closely related to productivity, quality of service, responsiveness in providing the service is still very low. While the responsibility and accountability describe poor performance towards the Public Service.
KERAPATAN VEGETASI KOTA PALU MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 9 OLI 2 MELALUI METODE NDVI Taufiq Riandhana
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 5 No. 2 (2024): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v5i2.532

Abstract

Vegetasi merupakan tolak ukur dalam menjaga kelestarian ekosistem suatu kota. Pembangunandan pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan perkotaan mengakibatkan terjadinyaperubahan kerapatan vegetasi dikarenakan keterbatasan ruang. Kota Palu yang merupakan IbuKota Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi tolak ukur dalam menjaga ekosistem vegetasi bagaikota/kabupaten lainnya. Proses pemantauan vegetasi dapat dilakukan melalui analaisi citra.Yang yang dapat diakses semua orang dengan resolusi temporal yang cepat yakni Citra Landsat9 yang merupakan citra Landsat terbaru dari USGS. Pengoahan kerapatan vegetasi dengancitra Landsat dapat dipadukan dengan metode NDVI yaitu metode dalam menilai indeksvegetasi disuatu wilayah yang dapat dilakukan dengan cepat. NDVI didasarkan padapengamatan bahwa permukaan yang berbeda-beda merefleksikan berbagai jenis gelombangcahaya yang berbeda-beda.Hasil dari pengolahan ini yakni luas dari masing-masing kelas klasifikasi KerapatanVegetasi Kota Palu, yang menunjukkan bahwa Kelas Klassifikasi Kerapatan Vegetasi Rendahmemiliki luas yang paling tinggi yakni 9396,35 Ha atau 26,3% dan urutan kedua yakni NonVegetasi seluas 9206,68 Ha atau 25,8% dan yang paling rendah yakni Kelas KlasifikasiKehijauan Tinggi seluas 3821,3 Ha atau 10,7%.Kata Kunci: Kerapatan Vegetasi, Landsat 9 OLI 2, NDVI