Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

K.H. Ahmad Dahlan dan Dinamika Pembaruan Islam: Telaah Historis atas Kepribadian, Gagasan, dan Kelahiran Muhammadiyah Apris; Desi Asmaret; Julhadi; Syaifullah SA
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 2 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2025.23.2.440-452

Abstract

This study aims to examine the life and personality of Kiai Haji Ahmad Dahlan from a historical and analytical perspective, focusing on his pioneering role in Islamic reform in Indonesia and the dynamics surrounding the birth and early development of the Muhammadiyah organization. The research employs a descriptive qualitative approach through library research, concentrating on the analysis of historical documents, scholarly works, as well as primary and secondary sources related to the figure and the Muhammadiyah movement. Data were collected using documentation techniques and analyzed descriptively and analytically through an inductive approach to formulate findings in a systematic and objective manner. The findings indicate that K.H. Ahmad Dahlan was a visionary Islamic reformer with a balanced character of scholarly depth, spiritual piety, and social concern. He not only promoted theological renewal grounded in the Qur’an and Sunnah but also manifested it through social movements via Muhammadiyah. This organization served as a medium for transformation through modern education, healthcare services, women’s empowerment, and various charitable initiatives. With its rational and structured approach, Muhammadiyah emerged as a representation of progressive Islam that is responsive to contemporary needs. These findings affirm that Ahmad Dahlan and Muhammadiyah are not merely part of Indonesia’s Islamic history but stand as a living model of Islam as a liberating and constructive force for a civilized and progressive society.
STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGIS Agus Anwar Pahutar; Dame Siregar; Khairul Firdaus; Tamrin Kamal; Rosniati Hakim; Abdul Halim Hanafi; Julhadi
Dakwatul Islam Vol 8 No 2 (2024): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v8i2.1069

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan fenomenologis dalam konteks studi Islam serta menganalisis fenomena keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sebagai kerangka konseptual. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan fenomenologis memberikan pemahaman yang mendalam terhadap pengalaman keberagamaan individu dalam konteks sosial dan budaya yang kompleks. Temuan ini menggambarkan keragaman praktik keagamaan dan interpretasi personal terhadap ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari studi ini menyoroti pentingnya memahami dinamika keberagamaan dalam masyarakat Muslim kontemporer serta menekankan perlunya pendekatan yang inklusif dan empatik dalam studi Islam. Kata Kunci: Studi Islam, Fenomenologis Abstract This study aims to explain the phenomenological approach in the context of Islamic studies and analyze religious phenomena in contemporary Muslim society. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach as a conceptual framework. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The research results show that the phenomenological approach provides a deep understanding of individual religious experiences in a complex social and cultural context. These findings illustrate the diversity of religious practices and personal interpretations of Islamic teachings in everyday life. The implications of this study highlight the importance of understanding religious dynamics in contemporary Muslim societies and emphasize the need for an inclusive and empathetic approach in the study of Islam. Keywords: Islamic Studies, Phenomenology
Kompilasi Hukum Islam (KHI) Sejarah Penyusunan, Dasar dan Eksistensinya dalam Tata Urutan Perundang-Undangan ditinjau dari Politik Hukum Indonesia Hendrayani; Saifullah; Tamrin Kamal; Desi Asmaret; Julhadi
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss3pp678-684

Abstract

The Compilation of Islamic Law (KHI) is a legal entity that emerged based on the need for a legal basis and reference for Muslims, especially for judges in the Religious Courts in Indonesia in deciding a case. The presence of the Compilation of Islamic Law (KHI), makes it easier for judges to make decisions, and these decisions become jurisprudence within the Indonesian Religious Courts. Before the presence of the Compilation of Islamic Law (KHI), judges took references from various classical books scattered across various schools of thought (Safi`I, Maliki, Hanafi, Hambali), so it is not uncommon for different decisions to occur in the same case. The Compilation of Islamic Law (KHI), although not yet equivalent to the Law, has received quite a positive response in meeting basic legal needs, especially in the fields of marriage, inheritance, zakat and wills in Indonesia. This article was written using the library research method, by looking at various books and literature and used as references. In this conclusion, it mentions history, matters regarding the Compilation of Islamic Law up to its position in the legal system and legislation in Indonesia.
ISLAM: HISTORICAL AND DOCTRINAL ASPECT Huda, Zawil; Zulpandri; Julhadi; Hanafi, Abdul
Al-Mudarris Vol 8 No 1 (2025): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v8i1.9857

Abstract

Islam merupakan salah satu agama besar dunia yang lahir pada abad ke-7 M di Jazirah Arab melalui risalah Nabi Muhammad SAW. Sebagai agama monoteistik yang berakar pada tradisi Ibrahimik, Islam tidak hanya berperan sebagai sistem keimanan, tetapi juga sebagai panduan hidup yang mencakup aspek spiritual, sosial, politik, dan budaya. Kajian ini mengeksplorasi dua aspek utama Islam, yakni aspek historis dan doktrinal. Secara historis, Islam menunjukkan perkembangan yang pesat sejak era kenabian hingga masa kekhalifahan, di mana ekspansinya mencakup berbagai wilayah seperti Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa, dan Asia. Perkembangan ini tidak hanya membawa Islam sebagai agama, tetapi juga membentuk peradaban yang kaya akan tradisi intelektual, budaya, dan administratif. Dari aspek doktrinal, Islam berlandaskan pada dua sumber utama: Al-Qur'an, yang diyakini sebagai firman Allah, dan Hadis, yakni catatan dari perkataan, tindakan, serta persetujuan Nabi Muhammad SAW. Keduanya menjadi dasar bagi pengembangan berbagai disiplin ilmu, seperti teologi, hukum Islam, dan tasawuf. Integrasi antara aspek spiritual dan pragmatis dalam doktrin Islam menjadikannya relevan sepanjang zaman. Artikel ini menyoroti bagaimana Islam, melalui dimensi historis dan doktrinalnya, berkembang sebagai kekuatan spiritual dan peradaban yang memberikan kontribusi besar terhadap sejarah dan masyarakat global.
Pendekatan Normatif-Teologis Dalam Studi Islam Ariani, Rina; Kamal, Tamrin; Hakim, Rosniati; Hanafi, Halim; Julhadi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan normatif-teologis dalam studi Islam merupakan pendekatan yang fundamental dalam memahami dan menerapkan ajaran agama Islam. Pendekatan ini menekankan pada kebenaran mutlak ajaran Islam yang dipandang berasal dari wahyu ilahi, termasuk Al-Qur'an dan Hadis. Artikel ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis bagaimana pendekatan normatif-teologis digunakan dalam menafsirkan ajaran Islam, serta dampaknya terhadap praktik keagamaan dan pemikiran umat Islam secara umum. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur dan studi pustaka untuk mengeksplorasi berbagai teks-teks suci dan literatur Islam yang relevan, serta mengumpulkan pandangan dari para ahli studi agama dan pemikiran Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan normatif-teologis memberikan landasan yang kuat bagi umat Islam dalam mempertahankan identitas keagamaan mereka dan memelihara keaslian ajaran Islam. Namun, pendekatan ini juga dapat menimbulkan tantangan dalam menghadapi dinamika sosial dan kemajuan zaman yang sering kali tidak tercakup secara eksplisit dalam teks-teks suci.
REGENERASI ULAMA MELALUI MODERNISASI PESANTREN: STRATEGI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM DALAM PERSPEKTIF SEJARAH, SOSIAL, DAN POLITIK Ronika Putra; Saifullah; Julhadi; Tamrin Kamal; Desi Asmaret
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22441

Abstract

This study aims to analyze the role of pesantren in regenerating ulama through modernization, as well as the educational strategies and Islamic law applied in the historical, social, and political contexts. Using a qualitative approach with a case study method, this research examines pesantren that adopt modernization in curriculum and management. The results showed that pesantren succeeded in modernizing education without sacrificing traditional values, producing ulama who are adaptive to the times. This study concludes that the regeneration of ulama through modernization of pesantren is very relevant to produce competent ulama in the global era, while still maintaining the authenticity of tradition. Further research is recommended to analyze the impact of modernization on the authority of the ulama and the effectiveness of the use of technology in pesantren education.
STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM INTEGRASI NILAI ISLAM KE DALAM DESAIN KURIKULUM (Sampel SMPN 31 Padang) Syafriyon; Julhadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31119

Abstract

This study aims to provide an example of a curriculum development strategy that integrates Islamic values into the design of formal education curricula at the educational unit level. The integration of Islamic values is believed to shape students' character holistically through the alignment of spiritual, cognitive, and affective aspects. This study used a qualitative approach with a case study method in an Islamic educational institution that has implemented an integrative curriculum. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results indicate that the integrative curriculum development strategy includes curriculum planning based on the values of monotheism, collaboration between subject teachers and religious teachers, and evaluation based on noble character. The conclusion of this study emphasizes the importance of synergy between Islamic values and academic competencies in developing relevant and transformative curriculum innovations with potential. Recommendations are provided for curriculum developers to be more responsive to the challenges of the times while adhering to Islamic values as the foundation of education.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA: TANTANGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN Arsad Dahri; Julhadi; Sri Wahyuni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31745

Abstract

The phenomena of discrimination, intercultural stereotypes, the dominance of majority culture in the curriculum, and teachers' lack of understanding of diversity are critical issues in the education system. This study aims to identify multicultural issues in education in Indonesia, analyze their impact on the teaching and learning process, and formulate strategic solutions for the development of effective multicultural education. The methodology used is a literature review with descriptive-qualitative analysis of various literature sources, scientific journals, and policy documents related to multicultural education. The results of the study indicate that multicultural education has not been optimally implemented due to an exclusive curriculum, insufficient teacher training, and weak educational policies that are unresponsive to diversity. As a result, students from minority groups experience marginalization, decreased motivation to learn, and feelings of alienation.
Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran dan Pembentukan Karakter Peserta Didik Deri Putra; Julhadi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik di era transformasi pendidikan modern. Fokus kajian diarahkan pada konsep, tujuan, ruang lingkup, langkah-langkah, prinsip, serta tantangan evaluasi kurikulum PAI melalui pendekatan systematic qualitative review berbasis analisis literatur internasional dan dokumen kurikulum. Data dianalisis menggunakan thematic content analysis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan temuan empiris terkait efektivitas penerapan model evaluasi Tyler, CIPP, dan taksonomi Bloom dalam konteks pendidikan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum PAI harus dilaksanakan secara komprehensif meliputi tujuan, materi, pelaksana, proses pembelajaran, hasil belajar, serta dampak terhadap penguatan nilai religius dan karakter peserta didik. Evaluasi berbasis prinsip kesinambungan, objektivitas, komprehensivitas, dan akuntabilitas serta berlandaskan nilai Islam terbukti mampu menghadirkan proses pembelajaran agama yang lebih bermakna dan transformatif. Penelitian juga menemukan bahwa tantangan utama evaluasi kurikulum PAI mencakup keterbatasan kompetensi profesional guru, keterbatasan waktu, heterogenitas karakter peserta didik, dan pengaruh budaya digital, yang menegaskan perlunya reformasi evaluasi berbasis data serta inovasi metodologis. Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem evaluasi kurikulum yang adaptif, reflektif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan mencetak generasi berakhlak mulia di tengah dinamika perkembangan global.
PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM DALAM PERSPETIF SEJARAH, SOSIAL DAN POLITIK Amat, Ali; Salsabila, Mira; Webrizal; Julhadi; Desi Asmaret
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38504

Abstract

This study explores the history, social, and political perspectives of Islamic law and education. The main objective of this research is to examine the sources of Islamic law, including the Qur'an, Hadith, ijma' (consensus), and qiyas (analogy), and their application in different Islamic schools of thought. A qualitative descriptive approach is adopted, employing literature review techniques to gather data from books, articles, and classical and contemporary references on Islamic law. The collected data is analyzed descriptively to provide an in-depth understanding of the concepts of Islamic law and its implementation in societal life. A comparative analysis is also used to examine the application of Islamic law across various schools of thought, such as Hanafi, Maliki, Shafi'i, and Hanbali. The research emphasizes the theoretical discussion on the sources of Islamic law and their role in addressing contemporary issues. Although the scope of this research is limited to the application of Islamic law in certain countries, it provides valuable insights into the dynamics and relevance of Islamic law in facing modern challenges.Keywords: Islamic law, Qur'an, Hadith, ijma', qiyas, Islamic jurisprudence