Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS PERAN TASAWUF DALAM DINAMIKA PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM Wahyu Priyanti; Yulisa Marhan; Julhadi
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tasawuf dalam dinamika pemikiran dan peradaban Islam. Tasawuf, sebagai aspek spiritual dan mistis dalam Islam, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan intelektual dan budaya umat Islam. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji literatur klasik dan kontemporer untuk mengidentifikasi pengaruh tasawuf terhadap berbagai bidang, termasuk filsafat, teologi, dan seni. Hasil analisis menunjukkan bahwa tasawuf tidak hanya memperkaya pemikiran Islam, tetapi juga berperan sebagai jembatan dalam harmonisasi antara aspek spiritual dan sosial masyarakat Muslim. Selain itu, tasawuf terbukti berkontribusi dalam pembentukan karakter dan etika, yang pada gilirannya berpengaruh pada kemajuan peradaban Islam secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya tasawuf dalam konteks sejarah dan modernitas Islam.
ANALISIS KOMPARATIF UNIVERSALITAS AJARAN ISLAM DAN TANTANGAN PARIKULARISME BUDAYA Yulisa Marhan; Wahyu Priyanti; Julhadi
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komparatif antara universalitas ajaran Islam dan tantangan parikularisme budaya yang muncul dalam konteks globalisasi. Ajaran Islam, dengan prinsip-prinsip yang menekankan kesetaraan, keadilan, dan persaudaraan, menawarkan kerangka universal yang dapat diterapkan di berbagai latar belakang budaya. Namun, dalam praktiknya, sering kali ajaran ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang bersifat parikularis, seperti tradisi lokal, identitas etnis, dan norma-norma budaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks dan studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana ajaran Islam dapat berinteraksi dengan dan merespons tantangan-tantangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat benturan antara nilai-nilai universal Islam dan parikularisme budaya, terdapat potensi untuk dialog dan integrasi yang saling memperkaya. Dengan demikian, pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika ini dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif.
KONSEP KEBENARAN DALAM FILSAFAT ILMU KEISLAMAN : PERSPEKTIF AL-GHAZALI DAN IBN RUSHD Yelliza Gusti; Inal Aprizal; Julhadi
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.523

Abstract

Konsep kebenaran dalam filsafat ilmu Keislaman merupakan tema yang mendalam dan kompleks, terutama ketika dipandang melalui lensa pemikiran dua tokoh besar: Al-Ghazali dan Ibn Rushd. Al-Ghazali, dengan pendekatan sufistiknya, menekankan bahwa kebenaran sejati tidak hanya dapat dicapai melalui akal tetapi juga melalui pengalaman spiritual dan revelasi. Ia berargumen bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui akal saja sering kali tidak memadai dan dapat menyesatkan, sehingga penting untuk mengintegrasikan intuisi dan wahyu dalam pencarian kebenaran. Di sisi lain, Ibn Rushd (Averroes) menekankan pentingnya rasionalitas dan argumentasi logis dalam menemukan kebenaran. Ia berpendapat bahwa akal dan wahyu tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi. Ibn Rushd berusaha mengembalikan peran filsafat sebagai alat untuk memahami ajaran agama, dan meyakini bahwa kebenaran filosofis adalah satu dan tidak terbagi. Kedua pemikir ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kebenaran dalam konteks Islam, dengan Al-Ghazali menekankan dimensi spiritual dan Ibn Rushd menekankan rasionalitas. Diskursus antara keduanya membuka ruang bagi perdebatan yang lebih luas mengenai metode pencarian kebenaran dalam tradisi intelektual Islam, menciptakan jembatan antara iman dan akal yang relevan hingga saat ini.
INTERAKSI ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DAN HUKUM ISLAM: MENANGGAPI TANTANGAN PEMINGGIRAN Lizi Virma Surianti; Elpita Sari; Tamrin Kamal; Saifullah; Desi Asmaret; Julhadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22538

Abstract

This study aims to examine the concepts of Islamic Education and Islamic Law, as well as their interrelation in addressing issues of marginalization in society. The problem addressed is how these two concepts can contribute to creating moral individuals and a just society, particularly for marginalized groups. The methodology used is a literature review, with data collected from various sources, including relevant books and articles. The findings indicate that Islamic Education serves as an empowerment tool that not only teaches academic knowledge but also shapes the character and morality of individuals. Islamic Law plays a crucial role in maintaining justice and protecting human rights, thereby addressing the social injustices faced by marginalized groups. The interconnection between Islamic Education and Islamic Law is essential in creating individuals capable of applying justice values in their daily lives.
Pengaruh Pemberian Rimpang Temu Ireng (Curcuma Aeruginosa) Terhadap Tekanan Darah Hipertensi Julhadi; Fatoni, Fatoni
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i1.86

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Penggunaan obat antihipertensi jangka panjang sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis herbal. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa) yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti kurkuminoid dan flavonoid yang bersifat antihipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak Temu Ireng dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan selama periode tertentu.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok yang diberikan ekstrak Temu Ireng dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Penurunan tekanan darah ini diduga akibat aktivitas senyawa aktif Temu Ireng yang bekerja sebagai antioksidan dan vasodilator.Kesimpulan: Pemberian ekstrak rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa) berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, sehingga dapat digunakan sebagai terapi alternatif yang alami dan relatif aman.
Transformasi Gagasan Pendidikan Islam dalam Lintasan Sejarah: Telaah Kritis terhadap Pemikiran Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Inyiak Canduang) Syofrianisda; Saifullah; Desi Asmaret; Julhadi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.395

Abstract

Kajian ini membahas transformasi gagasan pendidikan Islam melalui telaah kritis terhadap pemikiran Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Inyiak Canduang), seorang ulama terkemuka Minangkabau yang berperan besar dalam pembentukan sistem pendidikan Islam lokal pada abad ke-20. Dengan pendekatan historis-analitis, studi ini mengeksplorasi bagaimana Inyiak Canduang memformulasikan konsep pendidikan yang berlandaskan tauhid, memperkuat nilai-nilai akhlak, serta mengadaptasikan tradisi Islam dengan adat Minangkabau dalam merespons tantangan zaman kolonial dan modern. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan beliau mengalami transformasi dinamis: dari model tradisional berbasis surau menuju model pendidikan formal yang lebih terstruktur, tanpa melepaskan akar-akar budaya lokal. Telaah ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya mengenai peran inovatif ulama lokal dalam menghadirkan sintesis antara agama, adat, dan modernitas.
FACTORS INFLUENCING THE HISTORY OF THE GROWTH AND DEVELOPMENT OF ISLAMIC LAW FROM THE ERA OF THE PROPHET TO THE ABBASID PERIOD Ritonga, Raja; Asmaret, Desi; Julhadi; Kamal, Tamrin; Saifullah
El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 2 (2024): EL-AHLI : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/el-ahli.v5i2.2224

Abstract

This article examines the historical factors that have influenced the growth and development of Islamic law over time. Islamic law, as one of the rich and complex legal systems, is not only influenced by primary normative sources such as the Qur'an and Hadith, but also by the social, political, and cultural dynamics in various regions and historical periods. Through a historical-analytical approach, this research explores various crucial determinants in the evolution of Islamic law, including its interactions with other civilizations, the development of religious thought, as well as political and economic transformations. The findings of this study suggest that the development of Islamic law is not a static phenomenon, but rather an ongoing process that continues to evolve in accordance with its historical context. A deep understanding of these factors is essential for grasping the adaptive nature of Islamic law across different parts of the world, as well as its relevance in addressing contemporary legal challenges
FACTORS INFLUENCING THE HISTORY OF THE GROWTH AND DEVELOPMENT OF ISLAMIC LAW FROM THE ERA OF THE PROPHET TO THE ABBASID PERIOD Ritonga, Raja; Asmaret, Desi; Julhadi; Kamal, Tamrin; Saifullah
El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 2 (2024): EL-AHLI : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/el-ahli.v5i2.2224

Abstract

This article examines the historical factors that have influenced the growth and development of Islamic law over time. Islamic law, as one of the rich and complex legal systems, is not only influenced by primary normative sources such as the Qur'an and Hadith, but also by the social, political, and cultural dynamics in various regions and historical periods. Through a historical-analytical approach, this research explores various crucial determinants in the evolution of Islamic law, including its interactions with other civilizations, the development of religious thought, as well as political and economic transformations. The findings of this study suggest that the development of Islamic law is not a static phenomenon, but rather an ongoing process that continues to evolve in accordance with its historical context. A deep understanding of these factors is essential for grasping the adaptive nature of Islamic law across different parts of the world, as well as its relevance in addressing contemporary legal challenges
Hukum Otentik dalam Pembentukan Hukum Nasional: Integrasi Nilai-Nilai Keislaman dan Kearifan Lokal Eryandi Ray; Kamal, Tamrin; Saifullah; Asmerat, Desi; Julhadi
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 12 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Religious Court in Indonesia is the oldest institution among Islamic institutions, having existed since the arrival of Islam in the regions that make up the Unitary State of the Republic of Indonesia. This institution has undergone a long journey from the era of Islamic sultanates to the present day. Despite experiencing ups and downs in line with political and legal dynamics, the Religious Court continues to exist and develop. This study aims to elaborate on the historical dynamics and role of the Religious Court in Indonesia's national legal system, as well as to identify the challenges it faces in the future. The method used is qualitative descriptive with a literature review approach to collect data that is analyzed qualitatively. The results of the study indicate that the Religious Court has a long history and plays an important role in the exercise of judicial power, providing legal certainty and protection for legal issues concerning Muslims in Indonesia. The challenges ahead are to ensure legal certainty and protection, especially in cases related to Islamic economics.
Characteristics of Interdisciplinary Islamic Studies Approach Syofrianisda, Syofrianisda; Julhadi; Hanafi, Abdul
Al-Mudarris Vol 8 No 1 (2025): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v8i1.9722

Abstract

A Muslim, before practicing all its teachings, it is very important to really understand Islam. There are several methods or approaches that can be used in studying Islamic studies. This Islamic studies approach is a way or method used to study and understand Islam in depth. This research aims to analyze what approaches are used in studying Islamic studies. This research uses a qualitative method with a case study approach (case study design). The case study approach is a form of qualitative research based on understanding and human behavior based on human opinion. The results showed that there are six approaches to Islamic studies, namely: i) normative approach, ii) semantic approach, iii) philological approach, iv) hermeneutic approach, v) discourse approach, vi) historical approach. Islamic studies approaches are very important to learn and know. Because as Muslims we must be able to know about Islamic understandings using approaches and how to apply them to life. The results of this study can be used as initial data for subsequent researchers in studying this problem in different contexts and issues.