Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Performance Analysis of The Last Significant Bit (LSB) Method in Steganography for Data Hiding in Image Data Baso, Fadhlirrahman
Journal of Security, Computer, Information, Embedded, Network, and Intelligence System Vol. 1, No. 2 (Desember 2023)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/scientist.v1i2.20234

Abstract

Technology as a means of conveying information can have significant implications for the security and confidentiality of data and information content. When a sender wishes to convey a message to someone and does not want the message to be easily visible, the concealment of this message becomes crucial for the sender. One commonly used method for data concealment is the Least Significant Bit (LSB) method in steganography. The LSB method is preferred for its simplicity, fast process, and greater capacity. Messages are embedded by replacing the least significant bit in the host image with the message bits, with the rule that the number of message bits does not exceed the number of bits in the host image. Based on research findings, the results of steganography are difficult to distinguish from the original content through visual observation. Therefore, it can be concluded that the steganography method is highly effective for concealing a message.
Sosialisasi Bahaya Hoaks dan Cyberbullying: Edukasi untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Digital Baso, Fadhlirrahman; Mappangara, Surianto; Risal, Andi Akram Nur; Wardani, Ayu Tri; Edy, Marwan Ramdhany
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue No. 1: July 2024
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v2i1.202412

Abstract

Program sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dalam mengenali dan mencegah bahaya hoaks serta cyberbullying. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan edukatif, pelatihan verifikasi informasi, strategi penanganan cyberbullying, dan kampanye online. Sasaran program meliputi pelajar, orang tua, guru. Metode yang digunakan mencakup seminar interaktif, diskusi kelompok, simulasi praktis, serta penyebaran materi edukasi melalui media sosial. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait ciri-ciri hoaks dan dampak serius cyberbullying terhadap psikologis dan sosial korban. Peserta mampu menerapkan langkah konkret, seperti melaporkan konten negatif, mendukung korban cyberbullying, dan menjaga keamanan data pribadi. Kampanye digital berhasil menjangkau audiens yang lebih luas, memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan positif dan edukatif. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu peserta dewasa serta akses teknologi. Program ini berhasil menciptakan langkah awal dalam membangun masyarakat yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan digital, serta menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan dampaknya
Transformasi Literasi Digital melalui Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial secara Efektif Surianto, Dewi Fatmawati; Baso, Fadhlirrahman; Surianto, Dewi Fatmarani; Mappangara, Surianto; Rifqie, Dary Mochamad
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 1: July 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v3i1.20265

Abstract

Integrasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari telah membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi masyarakat Indonesia. Media sosial bukan hanya menjadi sarana interaksi dan hiburan, tetapi juga berperan dalam penyebaran informasi, pendidikan, hingga peluang ekonomi. Namun, penggunaan yang tidak terarah dapat menimbulkan risiko, seperti kecanduan, cyberbullying, penyebaran misinformasi, dan ancaman keamanan data. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai penggunaan media sosial secara efektif serta dampaknya, baik positif maupun negatif, kepada masyarakat dan mahasiswa di Kabupaten Sinjai. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan interaktif, pendampingan singkat, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai risiko digital, kesadaran terhadap dampak negatif, serta keterampilan dalam memanfaatkan media sosial secara produktif, misalnya untuk promosi usaha dan pengembangan jejaring sosial. Kegiatan diskusi memperlihatkan transformasi sikap peserta dari penggunaan yang konsumtif menuju pemanfaatan yang lebih produktif. Meskipun terdapat kendala berupa perbedaan keterampilan digital dan keterbatasan waktu praktik, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Secara keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi dalam membentuk sikap bijak, produktif, dan aman dalam bermedia sosial serta memberikan implikasi positif bagi peningkatan kualitas interaksi sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan Literasi Kecerdasan Artifisial Bagi Generasi Remaja Tana Toraja Tandirerung, Veronika Asri; Oskar, Inong; Baso, Fadhlirrahman
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i3.10750

Abstract

Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) saat ini telah menjadi teknologi yang berkembang dan digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, ekonomi kreatif, hingga sosial budaya. Generasi remaja merupakan generasi yang menjadi penentu kemajuan suatu bangsa dan negara. Generasi remaja saat ini sangat dekat dengan perkembangan teknologi, khususnya penggunaan smartphone. Berbgai potensi dan tantangan dalam penggunaan smartphone dengan berbagai aplikasi yang tersedia, tidak terkecuali berbagai aplikasi berbasis kecerdasan artifisial menjadi perhatian utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kecerdasan artifisial bagi generasi remaja Tana Toraja. Literasi Kecerdasan Artifisial berguna untuk memberikan pemahaman dan menggali potensi positif dari KA, serta bagaimana KA memberi manfaat dan ancaman terhadap generasi anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, praktik, dan studi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep dasar Kecerdasan Artifisial, berbagai perangkat Kecerdasan Artifisial, pemanfaatan yang aman dan beretika, serta kemampuan menggunakan kecerdasan Artifisial untuk belajar dan berkarya.
The Impact of Organizational Culture, Socioeconomic Status, and Previous Technology Experience on AI Learning: Mediating Role of AI Anxiety Among University Students S, Aprilianti Nirmala; Rahman, Edi Suhardi; Fakhri, M Miftach; Surianto, Dewi Fatmarani; Baso, Fadhlirrahman; Arifiyanti, Fitria; Amukune, Stephen
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v10i1.23939

Abstract

This study explores the influence of AI anxiety, organizational culture, socioeconomic status (SES), and previous technology experience on AI learning outcomes among university students. Utilizing a quantitative approach, data were collected from 368 students via an online survey. Structural equation modeling (PLS-SEM) was employed to analyze the data, revealing that AI anxiety, often considered a barrier, can enhance learning outcomes when managed effectively. The study further highlights the significant direct and indirect roles of organizational culture and SES in shaping AI learning, with AI anxiety acting as a mediator. The results underscore the importance of designing educational strategies that foster a balance between institutional support and individual autonomy, while addressing disparities in technological access across different social strata. These findings offer valuable implications for developing more inclusive, accessible, and effective AI educational practices. The findings suggest that while AI anxiety is generally seen as a negative factor, its potential to motivate students when effectively managed can be leveraged to enhance learning engagement. Furthermore, the research emphasizes the need for targeted interventions and policies that ensure equitable access to AI tools, particularly for students from lower socioeconomic backgrounds, to foster a more inclusive learning environment.
Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS dengan Pengajaran Melalui Penyelesaian Masalah (Teaching Through Problem Solving) Bangsawan A.S, Andi Tenriola; Baso, Fadhlirrahman
Jurnal MediaTIK Volume 6 Issue 1, Januari (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v6i1.1349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X Mipa 1 SMA Negeri 5 Parepare dalam menyelesaikan soal HOTS dengan pengajaran melalui penyelesaian masalah (Teaching through Problem Solving atau TTPS) ditinjau dari kemampuan matematika yaitu siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan siswa dengan kemampuan matematika rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang diikuti dengan pemberian tindakan di kelas. Subjek penelitian ada sebanyak 2 orang, 1 orang subjek dengan kemampuan matematika tinggi dan 1 orang subjek dengan kemampuan matematika rendah. Indikator kemampuan berpikir kreatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah indikator berpikir luwes, berpikir lancar, berpikir keterincian dan berpikir orisinal. Instrumen dalam penelitian ini adalah observasi proses berpikir kreatif selama pembelajaran, observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan berpikir kreatif serta pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Subjek dengan kemampuan matematika tinggi menunjukkan cara berpikir kreatif pada hasil tes kemampuan berpikir kreatif. (2) Subjek dengan kemampuan matematika rendah tidak berpikir kreatif dalam menyelesaikan soal nomor 2 tes kemampuan berpikir kreatif. (3) Penerapan TTPS adalah strategi pembelajaran yang dapat menyokong kemampuan berpikir kreatif siswa.
PKM Penerapan Sistem Monitoring dan Pengontrolan Sistem Kelistrikan Pada SMKN 4 Gowa Muliadi, Muliadi; Baso, Fadhlirrahman; Bahar, Muhammad Mahdinul
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.83257

Abstract

Abstract. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) “PKM Penerapan Sistem Monitoring Dan Pengontrolan Sistem Kelistrikan Pada SMKN 4 Gowa” bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi di SMKN 4 Gowa melalui penerapan sistem monitoring dan pengontrolan kelistrikan berbasis Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan dalam kegiatan terdiri atas lima tahapan, yaitu 1) Sosialisasi, pengenalan konsep efisiensi energi dan sistem monitoring berbasis IoT kepada warga SMKN 4 Gowa, 2) Pelatihan atau workshop, pelatihan bagi guru dalam instalasi sistem, pemrograman, dan pengoperasian sistem, 3) Penerapan Teknologi, pemasangan sistem monitoring dan pengontrolan listrik di titik-titik strategis sekolah, 4) Pendampingan dan Evaluasi, pemantauan efektivitas sistem serta evaluasi tingkat efisiensi energi yang dicapai, 5) Keberlanjutan Program, pengembangan sistem dan pembentukan tim sekolah yang bertanggung jawab dalam operasional dan perawatan sistem. Solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan persoalan mitra, yaitu penerapan sistem monitoring dan pengontrolan kelistrikan berbasis teknologi sehingga sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan energi, mengurangi risiko kebakaran atau gangguan listrik, serta meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa dalam bidang Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Teknologi yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup Smart Switch, sensor energi, dan sistem berbasis IoT yang memungkinkan pemantauan konsumsi listrik secara real-time. Kata Kunci:  Sistem Monitoring,  Pengontrolan, Kelistrikan.
Extending the Technology Acceptance Model (TAM) to Predict Student Learning Outcomes in GNS3 Based Networking Education Masna, Ummul Khaeri; Salim, Agus; Ramadani, Fitra; Baso, Fadhlirrahman
Information Technology Education Journal Vol. 5, No. 1, February (2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v5i1.265

Abstract

Purpose – This study investigates the factors influencing network simulator acceptance and its direct impact on learning outcomes within the Department of Informatics and Computer Engineering. It addresses the gap between technology adoption and actual academic success in a technical vocational context. Design/methods/approach – A quantitative approach using the Technology Acceptance Model (TAM) was applied. Data from 187 students were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4.0, employing a 5,000-resample bootstrapping procedure. Findings – Results confirm that Perceived Usefulness significantly drives Behavioral Intention (β= 0.774, p < 0.001), while Perceived Ease of Use is non-significant (β = 0.150, p = 0.166). Crucially, Behavioral Intention strongly predicts Learning Outcomes (β = 0.849, p < 0.001). The model exhibits substantial predictive power, explaining 83% of the variance in intention (R2 = 0.830) and 72.1% in learning outcomes (R2 = 0.721). Research implications/limitations – Engineering pedagogy should prioritize demonstrating the industrial utility of simulators over interface simplicity. Limitations include the cross-sectional design and reliance on self-reported data within a single department, which may affect generalizability. Originality/value – This research empirically bridges technology acceptance with tangible academic performance in the Indonesian technical education context. It provides a validated framework for enhancing technical competencies through strategic tool integration.