Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan dengan Pijat Tui Na Yoga, Ida Ayu Putu Pradya Kirana; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Rahayu, Sri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.344

Abstract

Pijat Tui Na merupakan salah satu metode terapi komplementer yang berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok dan telah banyak digunakan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan nafsu makan serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Peningkatan nafsu makan yang optimal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan berat badan bayi usia 6–12 bulan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na di Yayasan Bali Baby Home. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 bayi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home, Gianyar. Intervensi Pijat Tui Na diberikan sebanyak empat kali pertemuan dalam kurun waktu satu bulan. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum intervensi dan setelah setiap sesi pijat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan bayi pada pretest sebesar 7,35 kg yang termasuk dalam kategori berat badan rendah. Setelah pemberian intervensi, rata-rata berat badan bayi pada posttest I, II, dan III mengalami peningkatan berturut-turut menjadi 7,83 kg, 8,03 kg, dan 8,36 kg. Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na (p < 0,05). Disimpulkan bahwa Pijat Tui Na berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan bayi. Oleh karena itu, Pijat Tui Na dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk asuhan komplementer yang aman dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat.
Hubungan Lama Kerja dan Pengetahuan Bidan tentang Alat Kontrasepsi Implan dengan Kemampuan Pemasangan Implan Iman Surihartini; Sri Rahayu; Ni Komang Yuni Rahyani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v13i2.4229

Abstract

The success of implant insertion is influenced by the skills of midwives as health workers. Factors such as length of service and level of knowledge are thought to be related to midwives' skills in implant insertion. The purpose of this study was to determine the relationship between length of service and midwives' knowledge of contraceptive implants with their skills in implant insertion. This study was a quantitative correlation study with a cross-sectional design. The population in this study was all midwives in the Darek Community Health Center working area, and the sample was determined using total sampling technique, where the entire population was used as the sample. The number of samples obtained was 49 midwives in the Darek Community Health Center working area. The data were analyzed using Fisher's exact test. The results of this study indicate a significant relationship between length of service and skills (p-value = 0.002) and knowledge and skills (p-value = 0.002). This study proves that there is a significant relationship between length of service and midwives' knowledge and skills in implanting contraception. The longer the work experience and the better the midwife's knowledge, the better the skills in implanting contraceptive implants tend to be.
Effectiveness of Pregnancy Exercises in Reducing Lower Back Pain Among Third Trimester Pregnant Women Putu Rosita Saraswati; Ni Wayan Suarniti; Sri Rahayu
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.4.2024.291-296

Abstract

Lower back pain is one of the most common complaints experienced by pregnant women, particularly in the third trimester. Pregnancy exercise is an effective intervention to alleviate this discomfort. This study aimed to evaluate the differences in lower back pain levels before and after pregnancy exercise in third-trimester pregnant women at UPTD Klungkung I Community Health Center. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was utilized, involving 21 third-trimester pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using the Numerical Rating Scale (NRS) and analyzed with the Wilcoxon test following the Shapiro-Wilk normality test. The results showed a mean lower back pain score of 7.14 (SD = 0.793) before the intervention, with a significant reduction after pregnancy exercises (p < 0.001). These findings indicate a substantial improvement in lower back pain among participants after pregnancy exercises. It is recommended that pregnant women actively engage in pregnancy exercise programs to enhance comfort during pregnancy and alleviate back pain complaints.
Topical Jatropha multifida L. ointment improves perineal wound healing in postpartum mothers: a randomized controlled trial Fera, Fitria Candra; Marsum; Sri Rahayu
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v24i1.26811

Abstract

Background: Postpartum perineal wound care may lead to infection if not managed properly. Jatropha multifida L. contains various secondary metabolites that may accelerate wound healing; however, clinical evidence remains limited. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of Jatropha multifida L. extract ointment compared with standard clean and dry wound care in promoting perineal wound healing. Methods: This was a true experimental study with a pre–posttest control group design. A total of 60 postpartum mothers with second-degree perineal lacerations were randomly assigned into three groups: control, 15% extract, and 20% extract. The interventions were applied twice daily for 7 days. Wound healing was assessed on days 3, 5, and 7 using the REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) score. Results: The Friedman test showed a significant reduction in REEDA scores across all groups (p < 0.001). The greatest decrease was observed in the 15% concentration group (mean = 0.4). Cohen’s d indicated a very large effect size (d = 1.835). Conclusions: Jatropha multifida L. extract ointment at a 15% concentration was effective in improving perineal wound healing in postpartum mothers.
Parental Guidance Through Monitoring Of Children’s Growth And Development And Gemati In An Effort To Anticipate The Inner Child Phenomenon From An Early Age: Pendampingan Orangtua Melalui Pemantauan Tumbuh Kembang Dan GEMATI (Gerakan Memantau Anak Dari Hati) Dalam Upaya Antisipasi Fenomena Inner Child Sejak Dini Hanifa Putri; Sri Rahayu; Listyaning Eko Martanti; Setya Prihatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2299

Abstract

Inner child adalah sebuah konsep yang digunakan untuk menggambarkan “sifat kekanak-kanakan” dalam diri seseorang. Konsep ini juga merujuk pada sikap kekanakan pada diri seseorang, terutama orang dewasa. Setiap manusia umumnya memiliki inner child yang berbeda, karena hal ini terbentuk dari pengalaman saat masih anak-anak. Inner child adalah bagian dari diri seseorang yang berperan dalam membentuk karakternya. Trauma   masa   anak meliputi beberapa aspek, yaitu:  kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan emosional,    penolakan    fisik,    penolakan    emosional,    dan    menyaksikan kekerasan. Kejadian yang  berkaitan  dengan  aspek-aspek  tersebut, sangat  berpengaruh  terhadap  trauma  pada  masa  anak,  dan  kehidupan individu tersebut. Anak yang seharusnya mendapatkan rasa aman dari orang-orang terdekatnya, namun nyatanya orang-orang terdekat itu yang memberikan  luka  pada  anak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan peran kader dan orang tua melalui GEMATI (Gerakan Memantau Anak dengan Hati) memberikan edukasi pola asuh yang tepat untuk menghindari dampak innerchild, dan cara mendeteksi gangguan emosional pada anak di Kelurahan Ngijo Gunungpati. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah hasil pengetahuan ibu tentang innerchild sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan peningkatan rerata dari skor 8,46 menjadi 8,54. Kader dan orangtua mendapatkan edukasi tentang konsep tumbuh kembang anak, pola asuh dengan GEMATI (Gerakan Memantau Anak dari Hati), tantrum, dan innerchild. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak yang dapat memberikan dampak negatif untuk perkembangan emosional anak
The Relationship between Age, Education, Occupation, and Parity with the First Antenatal Care Visit (Pure K1) Among Pregnant Women in 2025 Ni Nyoman Suartini; Sri Rahayu; Ni Made Dwi Mahayati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal of Midwifery)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v14i1.4963

Abstract

The first antenatal care visit (K1) is an essential component of maternal health services aimed at early detection of pregnancy risks and timely intervention, ideally before 12 weeks of gestation. However, many pregnant women still attend their first visit late, increasing risks for both the mother and the fetus. K1 coverage at UPTD Puskesmas Klungkung II decreased to 58.18% in 2024. This study aimed to analyze the relationship between maternal age, education, occupation, and parity with the timeliness of K1 visits. A quantitative cross-sectional study was conducted from April to May 2025, involving 82 first-trimester pregnant women selected via total sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 82.9% of respondents made timely K1 visits. However, there was no significant relationship between age, education, occupation, or parity and the timeliness of K1 (p > 0.05). Although higher proportions of timely K1 visits were found among women aged 20–35 years (87.8%), those with secondary education (73.2%), unemployed women (72%), and parity ≤3 (80.5%), these differences were not statistically significant. Demographic factors were not the primary determinants of K1 attendance. Efforts should focus on health education, service accessibility, and family support to improve timely antenatal care utilization.
PERBEDAAN SKALA NYERI HAID (DISMENORE) PRIMER REMAJA PUTRI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN KOMPRES DINGIN Candra Dewi, Ni Komang Kristina; Sriasih , Ni Gusti Kompiang; Rahayu , Sri
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore primer merupakan keluhan yang sering terjadi pada remaja putri yang menyebabkan peningkatan pada remaja. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 107.673 (64,25%). Angka kejadian dismenore dialami oleh 60% - 75% remaja. Dilaporkan 30% - 60% remaja wanita yang mengalami dismenore pada kalangan 7% - 15% tidak pergi ke sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri haid (dismenore) primer remaja putri sebelum dan sesudah diberikan kompres dingin. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan sampel sebanyak 49 responden. Instrumen penelitian menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi kompres dingin dengan ice bag yang berisi ice tube dengan suhu 15-18 derajat celcius selama 10 menit diberikan sebanyak 2 kali dengan jeda 5 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri sebelum intervensi sebesar 7,49 menurun menjadi 2,41 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z= - 6,182 dan p-value= <0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan skala nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan seluruh responden mengalami penurunan skala nyeri. Kesimpulannya, kompres dingin efektif menurunkan skala nyeri haid (dismenore) primer sehingga dapat digunakan sebagai terapi alternatif yang praktis dan non invasif untuk menangani nyeri haid pada remaja putri.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Suami dengan Penggunaan Kontrasepsi Pasca Salin Kadek Okta Putri Dwi Rahayu; Sri Rahayu; Ni Made Dwi Mahayati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8871

Abstract

Indonesia menghadapi permasalahan pada laju pertumbuhan yang masih tinggi namun kualitas kesehatan masih tergolong rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan penggunaan kontrasepsi pasca salin. Penggunaan kontrasepsi pasca salin di Kota Denpasar tahun 2024 masih tergolong rendah, yaitu sebesar 52,64%, dimana target BKKBN yaitu sebesar 70%. Sementara itu, capaian penggunaan kontrasepsi pasca salin di UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara juga masih rendah yaitu sebesar 54,07%. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai kontrasepsi pasca salin dan dukungan dari suami yang masih rendah terhadap penggunaan dan pemilihan kontrasepsi pasca salin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi pasca salin. Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 47 ibu nifas di wilayah kerja UPTD Puskesmas I Denpasar Utara. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner tertutup untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu dan dukungan suami. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil analisis menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (53,2%), mendapat dukungan suami (53,2%), dan menggunakan kontrasepsi pasca salin (51,1%). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi pasca salin. Layanan kesehatan disarankan untuk meningkatkan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai KB pasca salin sejak masa kehamilan dengan melibatkan suami secara aktif.
Efektivitas Flavonoid Biskuit Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L.) Terhadap Kadar Hormon Prolaktin Dan Produksi Asi Ibu Menyusui Desni Irawati; Sri Rahayu; Sri Endang Windiarti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54552

Abstract

Breastfeeding mothers often face challenges with insufficient breast milk supply for their baby's nutritional needs. Purple sweet potato leaves contain galactagogues, which can increase breast milk production. Objective: to determine the effectiveness of flavonoids in purple sweet potato leaf biscuits on prolactin levels and breast milk production in breastfeeding mothers. Methods: this was a true experimental study with a pretest/posttest control group design, consisting of two groups: all breastfeeding mothers in the East Purwokerto Community Health Center (Puskesmas) working area, with a sample size of 20 respondents per group. The intervention group was given biscuits containing 1 gram of purple sweet potato leaf extract and the control group was given education on breastfeeding mothers for 14 days. Body weight was measured using a scale, bowel and urinary frequency using a questionnaire, and prolactin levels using an ELISA kit. Bivariate analysis used Wilcoxon and Man-Whitney. Results: The average infant weight after intervention in the intervention group was 2983.50 g, the control group was 2911.40 g (p=0.010), the average number of bowel movements after intervention in the intervention group was 2.60 times, the control group was 2.25 times (p=0.461), the average number of urinations after intervention in the intervention group was 6.90 times, the control group was 6.20 times (p=0.040), the average prolactin hormone level after intervention in the intervention group was 265.15 ng/ml, the control group was 195.90 ng/ml (p=0.008). Conclusion: Giving purple sweet potato leaf biscuits is effective in increasing prolactin hormone levels and breast milk production in breastfeeding mothers.
Co-Authors - Anggorowati Andisetyana Putri, Hanifa Andriyani, Luluk Ari Suwondo Ari Suwondo Arum Budiyati Arum Estiyani Astari, Ni Kadek Yunita Ari Aulia Choirunnisa Candra Dewi, Ni Komang Kristina Choiroel, M. Desni Irawati Dewa Ayu Mirah Jayantini Dewi, Ida Ayu Dhian Permana Diksi Laksmita Dewi Dina Hanifa Ditha Rizky Oktavianti Diyah Fatmasari Donny Kristanto Mulyantoro Donny Kristanto Mulyantoro Erna Widyastuti Erna Widyastuti Fachry Abda El Rahman Fajrin, Rafika Faridah, Salsabila Nur Fera, Fitria Candra Gandi, Putri Indra Gusti Ayu Marhaeni Hadi Hadi Hadi Hadi Hadi Hadi Hanifa Putri I Gusti Agung Ayu Novya Dewi Ima Nurcahyanti Putri Imam Djamaluddin Mashoedi Iman Surihartini Isnu Kurnia Nugrahaeni Kadek Ditha Ari Sevtiani Kadek Okta Putri Dwi Rahayu Karmika, Ni Nyoman Kalih Kertiani, Ni Putu Devi Kiki Yusika Kun Aristiati Susiloretni Kuswanto Kuswanto Lailatul Hidayah Librawati, Susi Listyaning Eko Martanti Listyaning Eko, Martanti Made Dita Argya Prabaswari Made Widhi Gunapria Darmapatni Mahendra, Ida Bagus Made Putra Mardiyana, Shinta Lia Nana Marsum Marsum Marsum Melyana Nurul Widyawati Melyana Nurul Widyawati Mutiara Ayu Muthiatulsalimah Ngadiyono Ngadiyono Ni Kadek Ratna Dewi Ni Ketut Somoyani Ni Komang Erny Astiti Ni Komang Yuni Rahyani Ni Komang Yuni Rahyani Ni Made Dwi Mahayati Ni Nyoman Budiani, Ni Nyoman Ni Nyoman Suartini Ni Nyoman Suindri Ni Wayan Suarnit Ni Wayan Suarniti Nia Dwi Yuliati Noor Pramono Noor Pramono Novita Novita Nur Anisa Nurul Jannah Octaviani, Dhita Aulia Oktavia, Eva Zuli Purnamayanti, Ni Made Dwi Putri, Noviyati Rahardjo Putu Ayu Oktarini Putu Rosita Saraswati Retno Kusuma Dewi Rica Anjayani Rizkie Aulia Amini Rizky Amelia Runjati Senjaya, Asep Arifin Setya Prihatin Setyo, Prihatin Siti Erniyati Berkah Pamuji Soeharyo Hadisaputro Soeharyo Hadisaputro Sri Endang Windiarti Sri Endang Windiarti Sri Purwati Sri Sumarni Sri Sumarni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sriasih , Ni Gusti Kompiang Suhartono Suhartono Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Suparmi Suparmi Supriyadi Supriyadi Supriyana Supriyana Syarief Taufik Hidayat Tecky Afifah Santi Amartha Titi Suherni Triana Sri Hardjanti Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Utami, Fetty Satu Ryan Utami, Vina Nurul Verena Meirike Arbella Wahyuni, Sri Warih Handayani Tri Murti Yoga, Ida Ayu Putu Pradya Kirana Yudrika, Filza Yuni Nor Aini