Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI MINYAK SEREI WANGI DAN PROPORSI BAHAN DASAR TERHADAP KUALITAS FISIK SERTA EFEKTIVITAS LILIN AROMATERAPI Wusnah, Wusnah; Sari, Utya; Faisal, Faisal; Fibarzi, Wiza Ulfa; Nurlaila, Rizka; Maulinda, Leni
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20509

Abstract

Lilin aromaterapi merupakan salah satu alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan) yang menghasilkan aroma terapi ketika dibakar. Selain sebagai pengharum ruangan, lilin ini juga berfungsi sebagai dekorasi, alat relaksasi, dan penolak nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan lilin aromaterapi berdasarkan minyak atsiri serai wangi dan menguji kualitas fisiknya, termasuk uji organoleptik (warna, aroma, bentuk), uji titik leleh, dan uji waktu bakar. Lilin dibuat dengan variasi proporsi bahan dasar asam stearat dan parafin (35:65%, 50:50%, 65:35%) serta konsentrasi minyak serai wangi (2%, 4%, 6%, 8%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah proporsi 65:35% dengan konsentrasi minyak 2% dan 4%, yang memiliki titik leleh 55°C sesuai standar SNI, waktu bakar paling lama yaitu 70-72 menit dan aroma yang lebih tahan lama. Formulasi ini tidak hanya menghasilkan lilin dengan kualitas fisik yang baik, tetapi juga efektif dalam menghalau nyamuk berkat kandungan sitronelal dan geraniol dari minyak serai wangi.
INTEGRASI PEMANFAATAN PANAS REAKTOR DALAM OPTIMASI PROSES UNTUK MENINGKATKAN KEMURNIAN PRODUKSI DIMETIL KARBONAT MENGGUNAKAN ASPEN HYSYS DENGAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Wicaksono, Lambang; Fibarzi, Wiza Ulfa; ZA, Nasrul; Muhammad, Muhammad; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.20724

Abstract

Dimetil karbonat (DMC) adalah produk kimia ramah lingkungan yang penting, banyak digunakan dalam baterai, pelapis, obat-obatan, dan berbagai industri. Salah satu proses yang menjanjikan untuk produksi DMC adalah transesterifikasi etilen karbonat dengan metanol, yang dapat dilakukan pada kondisi suhu rendah dan dengan efisiensi energi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan panas reaktor dan pemisahan produk DMC dalam proses transesterifikasi etilen karbonat guna meningkatkan efisiensi energi dan kemurnian produk serta mengurangi konsumsi heat flow condenser dan reboiler.  Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Aspen Hysys, sedangkan optimasi kondisi operasi seperti suhu, tekanan, dan inlet stage dilakukan dengan metode Response Surface Methodology (RSM) menggunakan desain Central Composite Design (CCD). Hasil simulasi menunjukkan bahwa parameter operasi optimal adalah suhu 146°C, tekanan 18 bar, dan inlet stage 9 yang menghasilkan energy saving 53,56%, konsumsi energi 1,589 x 107 kJ/jam, kemurnian produksi 99,691% kg/jam, heat flow condenser 2,2463 x 107 kJ/jam, dan heat flow reboiler 4,4012 x 107 sedangkan untuk nilai desirability adalah 0,968. Penelitian ini Validasi model statistik menunjukkan bahwa optimasi yang dilakukan mampu meningkatkan kemurnian produk, mengurangi aliran panas dan meningkatkan performa keseluruhan proses. Model yang dihasilkan adalah model Two-Factor Interaction (2FI) dan linear yang menunjukkan hubungan signifikan antara variabel-variabel proses utama. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teknologi produksi DMC yang lebih efisien, berkelanjutan, dan aplikatif untuk diterapkan dalam skala industri petrokimia.
Sosialisasi Potensi Getah Pohon Pisang dan Tepung Ketan sebagai Perekat dari Biobriket Serbuk Gergaji di Desa Matang Keupula Sa, Kec.Madat, Kab.Aceh Timur Sylvia, Novi; Devi, Sri Marlia; Dewi, Rozanna; Hasfita, Fikri; Maulinda, Leni; Fibarzi, Wiza Ulfa; Jalaluddin, Jalaluddin; Ibrahim, Ishak
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.21568

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Matang Keupula Sa, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, yang memiliki potensi limbah biomassa berupa serbuk gergaji dari usaha ketam perabot dan limbah getah pohon pisang yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah lokal menjadi energi alternatif dalam bentuk biobriket dengan perekat alami dari getah pisang dan tepung ketan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan briket, serta pengujian nilai kalor dari biobriket yang dihasilkan. Kegiatan ini menyasar kelompok petani dan ibu rumah tangga sebagai penerima manfaat utama. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dan antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap inovasi ini, terutama setelah menyaksikan langsung efektivitas penggunaan getah pisang sebagai perekat. Komposisi perekat terbaik diperoleh dari campuran getah pisang dan tepung ketan dengan rasio 2:1 pada konsentrasi 40%, yang mampu menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 6784,69 cal/gr. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan energi terbarukan, kegiatan ini juga membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dan potensi nilai ekonominya. Dengan metode pelibatan masyarakat secara aktif dan pemanfaatan potensi lokal, kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi titik awal dalam pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan di daerah pedesaan.
Pelatihan Ekonomi Kreatif melalui Kerajinan Buket Bunga dari Kawat Bulu pada Remaja Putri di Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Maimunah, Siti; AR, Khairina; Putri, Yohana Dian; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.22651

Abstract

Permasalahan pengangguran, terutama di kalangan remaja putri usia produktif, masih menjadi isu krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius. Kurangnya akses terhadap lapangan kerja, minimnya keterampilan praktis, serta rendahnya motivasi untuk berwirausaha menjadi beberapa penyebab utama tingginya angka pengangguran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan remaja putri melalui pelatihan pembuatan buket dari kawat bulu, yang merupakan salah satu jenis kerajinan tangan bernilai estetika dan ekonomi tinggi. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Meunasah Mesjid, Kota Lhokseumawe, dengan pendekatan partisipatif dan metode pelaksanaan yang mencakup pemaparan materi, praktik langsung pembuatan buket, serta evaluasi hasil. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan, teknik pembuatan, inovasi desain, serta potensi pemasaran produk. Praktik dilakukan secara intensif agar peserta mampu mengolah kawat bulu menjadi berbagai bentuk buket yang menarik dan layak jual, seperti buket bunga, snack, hingga produk tematik lainnya. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta dan kualitas produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kemampuan teknis, kreativitas, serta tumbuhnya semangat untuk memulai usaha mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan rasa percaya diri dan kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi bagi remaja putri. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan memberdayakan potensi lokal. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan yang dapat direplikasi di daerah lain guna mendukung pengurangan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan industri kreatif lokal.
Pemanfaatan Limbah Sapi sebagai Pupuk Organik untuk Peningkatan Produktivitas Lahan Hortikultura di Desa Cut Neuheun Kabupaten Aceh Utara Fibarzi, Wiza Ulfa; Fadieny, Nurul; Zuliati, Septiarini; Nasution, Wahyu Isnanda
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/0t1wvd83

Abstract

Limbah merupakan suatu hal yang sudah tidak mempunyai kadar nilai dan kandungan manfaat ekonomi, selain itu limbah pun dirasa sebagai salah satu pencemaran lingkungan. Pemanfaatan limbah peternakan dan pertanian menjadi produk berdaya guna dan bernilai ekonomis merupakan salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Desa Cut Neuheun bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna pengolahan limbah peternakan dan perkebunan menjadi pupuk organic yang akan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di kampung ini. Kegiatan PkM ini melibatkan kelompok tani/ternak dan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Malikussaleh peserta praktek kerja lapang yang berlangsung selama satu bulan. Kegiatan dilakukan menggunakan metode pendekatan kepada masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan, demonstrasi/percontohan (demplot) dan pendampingan. Kegiatan ini mencakup penyuluhan dan praktik pembuatan kompos. Hasil kegiatan PkM menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan dalam pengelolaan limbah dan pembuatan kompos. Masyarakat terlibat secara aktif pada seluruh kegiatan dan kelompok tani ternak melakukan praktik pembuatan kompos secara mandiri setelah kegiatan selesai. Hasil analisis usaha menunjukkan bahwa kegiatan ini layak dilanjutkan dan dipertahankan karena dianggap menguntungkan.
Peningkatan Literasi Matematika melalui Media Ular Tangga Matematika di SD Negeri 10 Syamtalira Bayu Faisal, Faisal; Kamar, Iqbal; Rizki, Muhammad Nuzan; Fibarzi, Wiza Ulfa; Ulfa, Raudhatul; Bahri, Syamsul; Yani, Firda Tirta
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.22839

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa SD melalui pendekatan permainan edukatif “Ular Tangga Matematika” dan juga salah satu program kampus mengajar dalam meningkatkan asistensis sekolah dasar di daerah-daerah terutama literasi dan numerasi. Permainan ini dirancang untuk membantu siswa memahami konsep dasar matematika seperti operasi hitung, satuan ukuran, dan geometri dalam bentuk yang menyenangkan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas V SD Negeri 10 Syamtalira Bayu. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, implementasi media ular tangga matematika, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media ini mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika. Literasi matematika siswa meningkat signifikan, ditandai dengan peningkatan hasil tes dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran
Pembuatan Bioetanol Dari Kulit Nanas Dengan Metode Hidrolisis Dan Fermentasi Dengan Menggunakan Saccharomyces Cerevisiae Andara, Silvia; ZA, Nasrul; Kamar, Iqbal; Jalaluddin, Jalaluddin; Fibarzi, Wiza Ulfa; Ibrahim Muthawali , Dede
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.21332

Abstract

Cairan yang disebut bioetanol diproduksi ketika mikroorganisme membantu fermentasi karbohidrat (pati). Dengan bantuan aktivasi ragi, bioetanol dapat dibuat dari tanaman yang mengandung banyak komponen selulosa dan pati. Memanfaatkan limbah kulit nanas yang dibuang di masyarakat, terutama dari penjualan buah potong, merupakan tujuan penelitian ini. Dengan fluktuasi suhu 60°C, 80°C, dan 100°C untuk hidrolisis dan periode fermentasi selama lima hari, metodologi penelitian menggunakan hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Berdasarkan hasil penelitian, yield tertinggi diperoleh pada suhu hidrolisis 100°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 4,7439%, densitas terbaik diperoleh pada suhu hidrolisis 80°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 0,8112 gr/ml, dan kadar bioetanol tertinggi diperoleh pada suhu hidrolisis 100°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 11,2794%. Panjang massa ragi dan jumlah glukosa yang dihasilkan mempengaruhi besar kecilnya kadar. Nilai densitas bioetanol yang dihasilkan memenuhi Standar Nasional Indonesia. Dengan yield dan densitas masing-masing sebesar 4,7439%, 0,8112 gram/ml, dan 11,2794%, uji GC-MS menunjukkan adanya komponen etanol pada sampel uji, khususnya pada suhu operasi 80°C dan massa ragi 12 gram. 
Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa dan Serbuk Gergaji Kayu dengan Perekat Tepung Tapioka sebagai Bahan Bakar Alternatif Mei Yuni, Rafika; Faisal; Nurlaila, Rizka; ulfa, raudhatul; fibarzi, wiza ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23949

Abstract

Tempurung kelapa dan serbuk gergaji dapat dijadikan bahan utama dalam pembuatan briket yang berpotensi menjadi bahan bakar pengganti. Briket merupakan arang yang dibuat dengan cara ditekan bersama perekat tertentu sehingga berbentuk padat. Pemakaian briket sebagai bahan bakar mampu memberikan energi panas dengan jumlah asap yang rendah. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah Jenis Perekat yang digunakan yaitu Getah Pinus dan Perbandingan Bahan Baku. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh perbandingan arang tempurung kelapa dan arang serbuk gergaji pada karakteristik briket. Variabel yang dianalisis yaitu perbandingan arang tempurung kelapa terhadap arang serbuk gergaji. (30:70, 40:60, 50:50, 60:40 dan 70:30) Dalam penelitian ini, perekat yang digunakan adalah tepung tapioka. Proses pembuatan briket meliputi tahap persiapan bahan, proses karbonisasi, pencetakan briket, serta pengujian akhir. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa briket dengan kualitas terbaik terdapat pada perbandingan (50:50) dengan perekat 20%. Briket yang dihasilkan menunjukkan nilai kadar air sebesar 4,37%, kadar abu 6,43%, zat menguap 29,40%, karbon terikat 59,78% dan nilai kalor tertinggi 6039,91 kal/gr. Dan hasil nilai kalor paling rendah ditemukan diperbandingan (30:70) dengan perekat 20%, yaitu sebesar 5755,97 kal/gr.
Pembuatan Sabun Mandi Padat dengan Memanfaatkan Minyak Jelantah untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Bahri, Syamsul; Kamar, Iqbal; Ginting, Zainuddin; Faisal, Faisal; Ulfa, Raudhatul; Absa, Munzir; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15829

Abstract

Makanan sangat diperlukan bagi keberadaan semua makhluk hidup. Manusia saat ini mengonsumsi jutaan jenis makanan berlemak. Saat ini, meskipun manfaatnya sangat besar, minyak merupakan penyumbang masalah lingkungan yang signifikan. Tanpa memperhatikan lingkungan, pembuangan limbah minyak jelantah secara terus-menerus dapat berdampak buruk baik bagi lingkungan maupun kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, inovasi harus diperkenalkan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi pencemaran rumah tangga, khususnya yang berpotensi merusak lingkungan. Sabun dapat diolah kembali dari sisa minyak jelantah yang dihasilkan oleh penggorengan di dapur atau penjual gorengan. Untuk mengendalikan pencemaran lingkungan, layanan ini berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan dan menawarkan instruksi dan dukungan pembuatan sabun. Yang digunakan adalah sistem industri yang bebas limbah untuk mengolah sampah minyak jelantah. Upaya yang telah dilakukan telah membuahkan hasil dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dan kemahiran mereka dalam memproduksi deterjen dari limbah minyak jelantah. Sabun yang dihasilkan selanjutnya dikemas dan diberi label dengan nama MIJA agar menjadi sebuah kenang-kenangan yang bernilai ekonomis. 
PENGARUH KEMATANGAN KULIT BUAH SUKUN TERHADAP PEKTIN YANG DIHASILKAN DENGAN PELARUT ASAM SITRAT Nurlaila, Rizka; Muarif, Agam; Nurfikasari, Dara; Fibarzi, Wiza Ulfa; Putri, Emilya Nirwana
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13059

Abstract

Pektin merupakan biopolimer yang diperoleh melalui proses ekstraksi dari limbah buah-buahan. Pektin dipisahkan dari jaringan tanaman melalui proses ekstraksi, yaitu berupa proses pemisahan dari bahan padat atau cair dengan menggunakan pelarut asam. Kulit buah sukun diketahui memiliki kandungan pektin yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit buah sukun menjadi produk pangan berupa pektin. Dalam penelitian ini akan membandingkan karakteristik pektin yang dihasilkan dari kulit sukun matang dan kulit sukun mentah menggunakan metode ekstraksi refluk dengan pelarut asam sitrat dengan konsentrasi 7 % sebanyak 500 mL pada suhu 95°C. Variasi waktu ekstraksi yang digunakan adalah 170, 175,180, 185, dan 190 menit. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi dihasilkan oleh kulit sukun mentah sebesar 41,068 % dengan waktu ektraksi selama 170 menit. Sedangkan kadar air terendah dihasilkan oleh kulit sukun matang dengan waktu ekstraksi selama 190 menit yaitu sebesar 1,78 %. Dalam hal kadar metoksil memiliki hasil yang sama menggunakan kulit sukun mentah dan matang. kadar galakturonat tertinggi diperoleh dari kulit sukun mentah dengan waktu ekstraksi 190 menit dengan perolehan kadar sebesar 81,06 %.