Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMODELAN PROSES PRODUKSI BIODIESEL MENGGUNAKAN APLIKASI HYSYS Ulfa, Tasya; ZA, Nasrul; Fibarzi, Wiza Ulfa; Nurlaila, Rizka; Ulfa, Raudhatul; Maulinda, Leni
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14892

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak bumi terus meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi energi dunia. Namun peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan pasokan minyak bumi yang memadai. Hal ini dikarenakan minyak bumi merupakan bahan bakar yang tidak terbarukan karena proses pembentukannya memerlukan waktu yang cukup lama. Dibutuhkan sumber energi alternatif seperti biodiesel. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi proses dalam produksi biodiesel adalah software HYSYS. Penelitian ini  sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan reactive distillation, yang belum dipernah dilakukan adalah menggunakan reaktor CSTR dan Separator. Pemisahan yang terjadi pada Separator menghasilkan biodiesel dengan tingkat kemurnian sebesar 99,74%.Tingkat kemurnian biodiesel tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan metode reactive distillation yang hanya menghasilkan kemurnian biodiesel sebesar 98%. Dengan memanfaatkan CSTR dan Separator meningkatkan efesien dalam menghasilkan tingkat kemurnian biodiesel yang lebih tinggi. Hal ini terbukti dengan perbandingan hasil yang menujukkan bahwa penggunaan CSTR dan Separator lebih baik dibandingkan reactive distillation. CSTR memiliki kelebihan yaitu operasi secara kontinyu, pengontrolan temperatur yang mudah dan biaya operasi relatif murah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa simulasi pada proses produksi biodiesel menggunakan CSTR dan Separator pengganti reactive distillation. Penggunaan CSTR dan Separator dalam produksi biodiesel dapat memberikan manfaat yaitu penghematan energi dimana energi yang keluar dari CSTR sebesar 307,6oC dapat digunakan kembali pada heat exchanger sebesar 192oC sehingga tidak  ada energi yang terbuang sia-sia sehingga biaya produksi akan menjadi lebih efesien. Pemisahan yang terjadi pada Separator menghasilkan biodiesel dengan tingkat kemurnian sebesar 99,74% lebih tinggi dibandingkan dengan metode reactive distillation yang hanya menghasilkan kemurnian biodiesel sebesar 98%.
PENGARUH JENIS MINYAK NABATI TERHADAP SINTESIS BIODIESEL DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS DARI CANGKANG TELUR Yusri, Wilda Azizah; Mulyawan, Rizka; Nurlaila, Rizka; Fibarzi, Wiza Ulfa; Suryati, Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.16348

Abstract

Penelitian ini membahas sintesis biodiesel dari minyak kemiri sunan, minyak jarak, dan minyak biji mimba melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO dari cangkang telur. Pengaruh variasi massa katalis dan jenis minyak nabati terhadap yield, densitas, viskositas, angka asam, dan kadar air biodiesel dievaluasi. Hasil menunjukkan bahwa yield tertinggi tercapai pada 3 gram katalis untuk semua jenis minyak. Densitas dan viskositas biodiesel meningkat dengan penambahan katalis, tetapi masih memenuhi standar SNI. Angka asam dan kadar air juga sesuai dengan standar yang ditetapkan. Analisis GC-MS menunjukkan komposisi senyawa metil ester yang sesuai dengan asam lemak pada minyak biji mimba. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah Menganalisis pengaruh  jenis minyak nabati terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi penggunaan katalis CaO dari limbah cangkang telur dalam sintesis biodiesel dan memberikan solusi alternatif energi yang berkelanjutan.
PENGEMBANGAN PERTANIAN URBAN BERBASIS HIDROPONIK VERTIKAL UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DUSUN CALOK GIRI Zuliati, Septiarini; Nasution, Wahyu Isnanda; Fatwa, Islami; Ramadhani, Almuna; Fadieny, Nurul; Fibarzi, Wiza Ulfa; Mahlil, Mahlil; Farhan, Farhan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5415

Abstract

Abstract: The limitation of agricultural land in urban areas causes people to find it difficult to carry out conventional cultivation. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the people of Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, North Aceh District, in applying hydroponic verticulture technology as a solution for narrow land farming. The implementation method consists of stages of preparation, implementation, as well as assistance and evaluation which include counseling activities, training, installation making, technical assistance, and participatory evaluation. The community was directly involved starting from system assembly to plant maintenance. The results of the activity showed an increase in the residents' ability to manage hydroponic installations independently, with good plant growth and the harvest used for consumption and sold in the surrounding area. This activity encourages land efficiency, increases environmental awareness, and opens economic opportunities through sustainable urban agriculture. This program succeeded in increasing the knowledge, skills, and independence of the community in utilizing narrow yard land productively. In general, it shows that hydroponic verticulture technology is easy to apply and able to produce quality fresh vegetables for household consumption or sold as an additional source of income. Keywords: HR, Excellence, Learning, Independent, Literacy  Abstrak: Keterbatasan lahan pertanian di wilayah urban menyebabkan masyarakat sulit melakukan budidaya secara konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, Kabupaten Aceh Utara, dalam menerapkan teknologi vertikultur hidroponik sebagai solusi pertanian lahan sempit. Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan persiapan, pelaksanaan, serta pendampingan dan evaluasi yang terdiri meliputi kegiata penyuluhan, pelatihan, pembuatan instalasi, pendampingan teknis, dan evaluasi partisipatif. Masyarakat dilibatkan langsung mulai dari perakitan sistem hingga perawatan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan warga dalam mengelola instalasi hidroponik secara mandiri, dengan pertumbuhan tanaman yang baik dan hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi serta dijual di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendorong efisiensi lahan, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi melalui pertanian urban yang berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sempit secara produktif. Secara umum menunjukkan bahwa teknologi vertikultur hidroponik mudah diterapkan dan mampu menghasilkan sayuran segar berkualitas untuk konsumsi rumah tangga maupun dijual sebagai sumber tambahan ekonomi.Kata Kunci: Vertikultur, Perkotaan, Sayuran, Ketahanan Pangan
Optimalisasi Potensi Masyarakat Melalui Pelatihan Merangkai Seserahan Bagi Remaja Putri di Desa Blang Pulo Putri, Yohana Dian; Maimunah, Siti; AR, Khairina; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi remaja putri di Desa Blang Pulo melalui pelatihan merangkai seserahan sebagai upaya pengembangan keterampilan kreatif berbasis budaya lokal. Remaja putri di wilayah pedesaan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan produktif yang dapat mendukung kemandirian ekonomi. Merangkai seserahan dipilih sebagai fokus kegiatan karena memiliki nilai estetika, nilai budaya, serta peluang ekonomi yang menjanjikan dalam tradisi pernikahan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi hasil kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang remaja putri Desa Blang Pulo dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep seserahan, teknik dasar pembuatan pola bentukan, perangkaian bahan seserahan, penyusunan dalam box, hingga proses finishing atau wrapping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam merangkai seserahan secara rapi dan menarik. Peserta mampu menghasilkan rangkaian seserahan yang memiliki nilai estetika serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan kreativitas. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran peserta terhadap potensi keterampilan yang dimiliki sebagai peluang usaha kreatif. Pelatihan merangkai seserahan diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan produktif yang berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
PEMANFAATAN PEKTIN PISANG (Musa Paradisiaca Linn) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN EDIBLE FILM DENGAN PENAMBAHAN GLISERIN imelda, yesi; Nurlaila, Rizka; Faisal, Faisal; Kamar, Iqbal; Ishak, Ishak; Fibarzi, Wiza Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.17397

Abstract

Pisang yang secara ilmiah dikenal dengan nama Musa Paradisiaca merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara yaitu Indonesia. Pisang terkenal dengan nilai gizinya yang tinggi. Tanaman pisang mengandung berbagai zat termasuk air, gula pereduksi, sukrosa, pati, protein kasar, pektin, lemak kasar, serat kasar, dan abu. Edible film yang dapat dimakan adalah lapisan tipis yang dapat terurai secara hayati yang dapat digunakan untuk menjaga dan memperpanjang umur simpan makanan saat diaplikasikan. Pektin merupakan komponen dasar dalam pembuatan edible film yang dapat dimakan karena karakteristik gelnya yang baik, sehingga cocok untuk membuat kemasan yang dapat dimakan. Pada penelitian ini akan mengkaji pengaruh penambahan gliserin (1%, 2%, 3%, 4%) terhadap bahan baku Edible Film yaitu pektin pisang (2 gr, 3 gr, 4 gr, 5 gr) dan mengetahui kualitas Edible Film sesuai dengan standar Standar Industri Jepang (JIS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gliserin terhadap sifat-sifat Edible film makanan pektin pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gliserin (1%, 2%, 3%, 4%) terhadap produksi bahan baku Edible film menggunakan pektin pisang. Selain itu, pihaknya berupaya untuk menilai kualitas Edible film yang dapat dimakan yang dihasilkan berdasarkan kepatuhan terhadap Standar Industri Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edible film yang dapat dimakan mencapai tingkat mendekati standar JIS ketika diformulasikan dengan konsentrasi gliserin 1% dan 3%. Data pengujian yang diperoleh sebagai berikut: ketebalan 0,15, laju transmisi uap air 4,041 gm 2 .hari 1 , kuat tarik 3,344, perpanjangan 113,1, dan modulus Young 0,32.
Pengaruh Plasticizer Gliserin dan Tepung Tapioka dalam Pembuatan Bahan Baku Edible Film dari Pektin Pisang (Musa Paradisiaca) Nurlaila, Rizka; Anggraini, Nadila Tasya; Sulhatun, Sulhatun; Hakim, Lukman; Fibarzi, Wiza Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.16681

Abstract

Permasalahan sampah di Indonesia hingga saat ini belum terselesaikan, sedangkan pada sampah non-organik, komponen sampah terbesar kedua yaitu 14% adalah sampah plastik yang mayoritas adalah pembungkus plastik. Dalam era kontemporer, telah dikembangkan kemasan yang dapat dimakan bersamaan dengan makanan yang dibungkus yang dikenal sebagai Edible Film. Bahan tipis yang disebut film yang dapat dimakan dilapisi pada makanan dan obat-obatan untuk membuatnya lebih tahan lama disimpan. Untuk pembuatan film dengan bahan baku pektin pisang, penelitian ini menguji pengaruh penambahan tepung tapioka dan gliserin dengan konsentrasi berbeda (1%, 2%, 3%, dan 4%). Edible film dibuat sesuai dengan Japanese Industrial Standart. Kajian pada Penelitian ini diprkatikkan di Teknik Kimia, Universitas Malikussaleh, dengan metode ekperimental laboratorium. Pada penelitian sebelumnya melakukan variasi pektin dari beberapa buah dan konsestrasi gliserol, dipenelitian ini dilakukan dengan menggunakan pektin pisang kepok dan perbedaan konsentrasi pada gliserol serta penambahan tepung tapioka. Kandungan metoksil pektin pisang harus ditentukan terlebih dahulu. Setelah itu, pembuatan Edible film dievaluasi dan variabel terikatnya dipelajari: laju transmisi uap air, modulus Young, ketebalan, kuat tarik, dan perpanjangan. Berdasarkan temuan penelitian, Edible Film dengan konsentrasi gliserin 1% dan tepung tapioka 3% sudah cukup mendekati standar JIS. Hasil pengujian menunjukkan laju transmisi uap air 4,041 g.m2.hari1, modulus Young sebesar 0,32 ketebalan 0,15 mm, nilai perpanjangan sebesar 113,1, dan kuat tarik sebesar 3,344. Penambahan konsentrasi gliserin dan tepung tapioka sangat berpengaruh terhadap edible film.
Pengaruh Variasi Pati Sukun (Artocarpus Altilis) dan Gliserol terhadap Karakteristik Edible Film Fibarzi, Wiza Ulfa; Rizka Nurlaila; Andira, Riza; Hasfita, Fikri; Sulhatun; Afred, Merymistika Yufrani
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26798

Abstract

Peningkatan limbah plastik yang sulit terdegradasi menjadi permasalahan serius bagi lingkungan, khususnya dalam sektor pengemasan pangan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif kemasan ramah lingkungan yang bersifat biodegradable, seperti edible film berbasis pati. Meskipun pemanfaatan pati dan plasticizer telah banyak diteliti, kajian mengenai pengaruh kombinasi pati sukun (Artocarpus altilis) dengan plasticizer campuran serta keterkaitannya terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi pati sukun (3, 4, 5, dan 6 gr) dan gliserol (2, 3, 4 dan 5 ml) dengan penambahan sorbitol terhadap karakteristik edible film. Karakterisasi meliputi kadar air, swelling, kuat tarik, elongasi, biodegradabilitas, serta analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air pati sebesar 11,92% telah memenuhi standar. Nilai kuat tarik berkisar antara 0,80–1,11 MPa, sedangkan elongasi 7,44–9,58%. Peningkatan konsentrasi gliserol menurunkan kuat tarik namun meningkatkan fleksibilitas film. Nilai swelling terendah sebesar 11,26% diperoleh pada formulasi 3 gram pati dan 2 mL gliserol. Seluruh sampel menunjukkan biodegradabilitas yang sangat baik dengan degradasi 100% dalam waktu kurang dari satu minggu. Analisis FTIR menunjukkan tidak terbentuknya gugus fungsi baru, sehingga interaksi yang terjadi bersifat fisik. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pati sukun dan plasticizer campuran berpotensi menghasilkan edible film dengan biodegradabilitas tinggi, meskipun diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan sifat mekaniknya agar memenuhi standar yang berlaku.