Articles
Pengaruh Penggunaan Media Buah Kopi Untuk Pengenalan Konsep Penjumlahan pada Anak Kelompok B di Paud Harsya Ceria Banda Aceh
Khairina;
Jamaliah Hasballah;
Lina Amelia
Educator Development Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Educator Development Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/edj.v1i1.2355
Konsep penjumlahan merupakan penambahan sekelompok bilangan atau lebih menjadi suatu bilangan yang disebut jumlah. Pengenalan konsep penjumlahan anak di PAUD Harsya Ceria Banda Aceh masih kurang, karena belum diterapkan pengenalan konsep penjumlahan di sekolah. Jadi anak belum mengetahui tentang pengenalan konsep penjumlahan dan anak-anak juga belum mengetahui tentang media buah kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media buah kopi untuk pengenalan konsep penjumlahan pada anak Kelompok B di PAUD Harsya Ceria, Lingke, Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan desain one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yaitu anak kelompok B yang berjumlah 11 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes untuk melihat pengenalan konsep penjumlahan menggunakan media buah kopi. Dalam penelitian ini, peneliti mendapatkan hasil dimana pengenalan konsep penjumlahan pada anak kelompok B sebelum menggunakan media buah kopi dengan nilai rata-rata 2 dengan kriteria Mulai Berkembang (MB), dan pengenalan konsep penjumlahan pada anak kelompok B setelah menggunakan media buah kopi dengan nilai rata-rata 2,5 dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 3,04 dan ttabel = 1,812 dengan derajat bebas (db) 10 pada taraf signifikan α = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media buah kopi untuk pengenalan konsep penjumlahan anak ada pengaruh yang signifikan antara skor peroleh tes awal (pretetst) dengan skor tes akhir (posttest). Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai thitung yang diperoleh adalah 3,04 dan ttabel 1,812. Jadi thitung>ttabel sehingga Ha
Pengembangan Media Celemek Hitung Untuk Pengenalan Konsep Bilangan Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan
Rahma Danti;
Heliati Fajriah;
Lina Amelia
Educator Development Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Educator Development Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/edj.v1i1.2406
Berdasarkan hasil observasi awal pada anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan terdapat beberapa permasalahan dalam proses kegiatan belajar masih banyak anak yang belum mampu dalam memahami konsep bilangan serta kurangnya penggunaan media konkrit hanya berupa poster sehingga anak mudah bosan dalam proses pembelajaran. Rumusan masalah adalah bagaimana proses pengembangan dan kelayakan media celemek hitung serta bagaimana penerimaan anak dalam penggunaan media celemek hitung pada usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta bagaimana penerimaan anak terhadap media celemek hitung untuk pengenalan konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan Research and Development dengan menggunakan model ADDIE yang terdir idari lima tahap yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Berdasarkan analisis kelayakan media celemek hitung oleh ahli media memperoleh dengan skor persentase 84% termasuk kategori sangat layak, dan ahli materi memperoleh skor persentase 75% dan termasuk kategori layak. Penilaian kelayakan media celemek hitung dari guru memperoleh skor dengan persentase 85%. Kemudian untuk hasil observasi anak berdasarkan hasil dari penilaian dengan jumlah 15 orang anak memperoleh hasil dengan skor persentase 83% termasuk pada kategori sangat layak dan berdasarkan hasil skor yang diperoleh tersebut maka anak dapat menerima penggunaan media celemek hitung untuk pembelajaran konsep bilangan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media celemek hitung layak digunakan dalam proses pembelajaran pengenalan konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun.
The role of single parents in developing children's self-awareness; A case study in the Islamic region, Aceh
Muthmainnah, Muthmainnah;
Amelia, Lina;
Safira, Rahma;
Faisal , Muhammad
Atfaluna Journal of Islamic Early Childhood Education Vol. 7 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/atfaluna.v7i1.8508
This study aims to analyze the steps single parents take in fostering the self-awareness of 5-year-old children and describe their attitudes. This qualitative research used a case study approach that involved two single parents and two children aged five years as research subjects. Based on interviews and observations, single parents foster children's self-awareness through several steps: recognizing one's own emotions and the emotions of others, managing one's emotions, motivating oneself, being a role model, and building social relationships. As a result, children's self-awareness manifests in self-confidence, independence in choosing activities, emotional control, understanding of rules, discipline, persistence, and pride in their work. The development of self-awareness in 5-year-old children is closely related to the steps implemented by single parents, with being a role model being the most effective method in fostering children's self-awareness.
Analisis Penggunaan Bahasa Daerah dalam Pembelajaran Pada Anak Usia 5-6 di TK Dharma Wanita Labuhan Haji Barat
Nurwanti, Khairiatul;
Lina Amelia
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/kiddo.v5i2.14716
The use of regional languages in learning is part of the independent curriculum. This research aims to analyze the intensity, advantages and weaknesses of the use of regional languages in learning at the Dharma Wanita Labuhan Haji Barat Kindergarten. The research method used is descriptive qualitative. The sampling technique used was purposive sampling, namely 31 children and 2 teachers with the aim of classes using regional languages. Data was collected through direct observation and structured interviews with teachers at the kindergarten. The results of the research show that the intensity of using regional languages in learning is often used in class B. The advantage of using regional languages in learning is that children easily understand the material. The weakness of using regional languages in learning is that a small number of children who cannot use regional languages are unable to understand the material presented by the teacher. This means that regional languages are effectively used in learning because the majority of children understand regional languages as an introductory language in learning. So, it can be understood that the use of regional languages has a positive impact on children's understanding and involvement in learning, as well as strengthening their cultural identity
Pemenuhan Hak Pendidikan AUD oleh Orang Tua Leles Minyak di Ranto Peureulak
Abda, Maulizahra;
Amelia, Lina
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v5i3.1583
Hak pendidikan anak menjadi bagian dari tanggung jawab orang tua yang wajib dipenuhi. Kondisi di Ranto Peureulak ditemukan ada orang tua leles minyak melibatkan anaknya untuk ikut mereka dalam kegiatan leles minyak dari pagi sampai sore. Ini menjadi indicator bahwa pemenuhan hak pendidikan anak belum terpenuhi secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pemenuhan hak pendidikan anak oleh orang tua leles minyak di Ranto Peureulak serta mengetahui cara mereka memenuhi hak pendidikan anaknya. Penelitian ini menggunakan teknik studi kasus. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan syarat orang tua yang bekerja sebagai leles minyak dan memiliki anak usia 3-6 tahun. Populasinya terdiri dari 10 orang tua leles minyak. Sampel yang saya teliti sebanyak 5 orang tua leles minyak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat menggambarkan hak pendidikan anak usia dini yang telah dipenuhi oleh orang tua leles minyak di Ranto Peureulak itu masih sebatas pendidikan di rumah seperti mengaji, menghafal surah-surah pendek, dan mengenal bilangan dan huruf. Cara mereka memenuhi hak endidikan anak mereka dirumah dengan cara orang tua langsung mengajarkan anak mengaji, mengajarkan anak menghafal surah-surah pendek, mereka mengajarkan baca tulis pada anak dengan cara mengenalkan huruf dan bilangan, artinya orang tua belum maksimal dalam pemenuhan endidik sesuai dengan tuntutan Agama Islam maupun tuntutan Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002. Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua leles minyak hanya baru mamu memenuhi kebutuhan endidikan anak dirumah dan baru sebatas endidikan informal dan belum mampu untuk memenuhi hak Pendidikan anaknya untuk jalur nonformal dan formal
Literasi Perbankan Syariah Untuk Meningkatkan Akselerasi Inklusi Keuangan (Studi pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Probolinggo)
Syaiful Suib, Mohammad;
Amelia, Lina
WADIAH Vol. 8 No. 2 (2024): Wadiah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30762/wadiah.v8i2.1449
This research aims to analyze the literacy used by syariah banking in increasing the acceleration of financial inclusion at BSI KCP Probolinggo. This research explores the impact of the role of syariah banking literacy on accelerating financial inclusion, in the context of inclusive and sustainable syariah banking. This topic was chosen to fill the gap in understanding the contribution of syariah banking literacy to the development of financial inclusion, which is a crucial aspect in building a sustainable syariah financial institutional environment. The qualitative approach used in this research is a case study type. The selection of objects at BSI KCP Probolinggo was based on considerations because the bank is one of the syariah financial institutions that plays an important role in the development of syariah finance in the Probolinggo area. The techniques used to collect research data consist of in-depth interviews, participant observation, and documentation. Where the research data consists of primary data obtained from several research informants, namely the director of BSI KCP Probolinggo, three employees of BSI KCP Probolinggo, five customers of BSI KCP Probolinggo. Meanwhile, secondary data was obtained from national and international journals that were relevant to research. The data analysis techniques used consist of data reduction, data display, and drawing conclusions. The research results show that syariah banking literacy in increasing financial inclusion is carried out by providing financial education, holding promotions and marketing, and conducting outreach through various media. Syariah banking literacy has a significant impact on increasing financial inclusion.
KEMAMPUAN GURU PAUD DALAM MEMBACA AL-QURAN DI KABUPATEN GAYO LUES
Ismail, Muthmainnah;
Fajriah, Heliati;
Poetri, Rameilia;
Amelia, Lina
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol. 12 No. 1 (2023): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v12i1.17448
Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan salah satu keteladanan dalam mengembangkan aspek agama anak. Berdasarkan observasi awal terhadap kemampuan guru PAUD tingkat Kabupaten Gayo Lues dalam membaca Al-Qur’an masih sangat kurang, baik dari segi kemampuan; mengenal huruf, hukum tajwid, maupun tartil. Tiga indikator tersebut menjadi perhatian khusus bagi guru dalam kemampuan membaca Al-Quran untuk mengembangkan aspek agama anak. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru PAUD dalam membaca Al-Qur’an di Kabupaten Gayo Lues. Penelitian kualitatif ini menggunakan lembaran wawancara dan dokumentasi hasil tes bacaan Al-Quran sebagai instrumen penelitian. Subjek penelitian berjumlah 30 guru (tes baca Al-Qur’an) dan 12 guru (wawancara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAUD perlu perhatian khusus dalam membaca Al-Qur’an, dimana kemampuan tartil diperoleh 16.66 % (5 guru). Selain itu guru perlu pembinaan dalam tahsin huruf dan tajwid dimana data ditemukan bahwa 46,66 % (14 guru) dapat melafadhkan huruf dengan benar dan 30 % (9 guru) mampu membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru PAUD Gayo Lues dalam membaca Al-Quran masih perlu peningkatan baik dari segi membaca huruf, ilmu tajwid, maupun kemampuan bacaan Al-Qur’an dengan tartil. Kemampuan mengenal huruf dan tajwid serta aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dapat menghasilkan kemampuan tartil.
The Influence of Weaving Activities on Self-Identity Development in Kindergarten: Exploring Early Childhood Enrichment
Ihsanti, Nura;
Amelia, Lina;
Muthmainnah, Muthmainnah
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 4 No. 1: May 2024
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31958/jies.v4i1.12297
The fine motor development of children aged 5-6 years at the ABA Kindergarten Kedai Manggeng Aceh Barat Daya experiences several obstacles in the development of their fine motor skills, and this is indicated by the child's hands still being stiff when holding a pencil and cutting not according to the pattern. So, this research aims to determine the effect of weaving activities with coconut leaves on the development of the identity of children aged 5-6 years at the ABA Kedai Manggeng Kindergarten, Aceh Barat Daya. This quantitative research uses a pre-experimental design through approach one group pre-test post-test design. The sample used was all group B1 students (29 people) taken using random sampling techniques. Data collected based on observation results obtained an average value pretest amounted to 52.06%, and the average value posttest obtained 75.10%, so the resulting normality test is 0.233 > 0.05. Based on this data, the value of tcount > ttable is 16.949 > 1.04841, So it can be stated that Ha accepted and HO. Based on these data, it can be concluded that weaving activities can influence the development of children's identity at the Kedai Manggeng ABA Kindergarten, Aceh Barat Daya. . 
An Overview of Learning Evaluation Practices in the 2013 Curriculum and Independent Curriculum at Integrated Islamic Kindergarten
Yunanda, Rizkia;
Zuhaira M, Shafa;
Raihana, Syifa;
Yolla, Yelniva;
Indah Zaskia, Tina;
Amelia, Lina;
Al Salmi, Maryam
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31958/ijecer.v3i2.13903
Learning evaluation is an essential component in the educational process which functions to assess student competency achievement. This research aims to describe the implementation of learning evaluation at Baitusshalihin Integrated Islamic Kindergarten, with a focus on two curricula, namely the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum. By applying a qualitative approach, data was obtained through interviews with educators and observations of the evaluation process carried out. The research results indicate that the implementation of assessment in the 2013 Curriculum emphasizes assessment based on standardized learning outcomes using authentic methods. In contrast, the Merdeka Curriculum offers greater flexibility in evaluation, allowing adjustments to the needs and potential of each student. Baitusshalihin IT Kindergarten uses a project-based assessment method.
Understanding Fathers’ Contribution to Behavioral Formation in Early Childhood: A Phenomenological Perspective
Annisa Wahyuni;
Badzis, Mastura;
Sri Intan Wahyuni;
Amelia, Lina
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30983/humanisma.v9i2.10032
This phenomenological study provides an in-depth examination of fathers' lived experiences in relation to early childhood behavioral development (ages 3–4) in Indonesia and Malaysia. The urgency of this research stems from the gap between the demands of contemporary parenting including digital literacy and the persistence of traditional masculinity constructs that often impede fathers' emotional involvement. Employing a qualitative phenomenological approach through in-depth interviews with four fathers of children aged 3–4 years, the core findings reveal that modern fathers have transitioned into vital agents of the Complementary Parenting Model. They specifically foster children's independence, resilience, and exploratory courage while simultaneously acting as digital gatekeepers through restrictive mediation practices. Theoretically, these results contribute to strengthening the Complementary Parenting Model. However, the study also highlights a significant challenge: the masculinity dilemma, which leads to difficulties in emotional regulation and affective communication (emotional literacy), often managed through rigid expressions of assertiveness. The study underscores the critical need to transform fathering education programs from mere awareness campaigns into comprehensive training initiatives that emphasize specific competencies, particularly consistent positive discipline and emotional literacy, to enhance the quality and effectiveness of paternal involvement in early childhood development.