Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Effectiveness RADEC based multiliteracies approach on logical and reflective thinking skills of elementary school students Sigit Wibowo; Alif Mudiono; Rika Mellyaning Khoiriya; Afidatun Faiza; Ikhwan Ardhiansyah; Maulidatul Azizah
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 10 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jbpd.v10i1.13068

Abstract

Logical and reflective thinking are key components of higher-order thinking in 21st-century education, yet many elementary students’ abilities remain underdeveloped due to teacher-centered instruction. This study investigates the effectiveness of a RADEC-based multiliteracy approach in enhancing these skills among fifth-grade students. Using a quasi-experimental pretest–posttest control group design, 45 students in Malang, Indonesia (22 experimental; 23 control) participated in the study. Data were collected through validated logical and reflective thinking tests, supported by observations and interviews. Results showed significant differences between groups. The experimental group outperformed the control group in logical thinking (M = 75.00 vs. 47.83; p < .001) and reflective thinking (M = 81.41 vs. 40.65; p < .001). The findings suggest that the structured RADEC stages integrated with multiliteracy principles effectively foster systematic reasoning and metacognitive reflection, demonstrating strong pedagogical potential for promoting higher-order thinking in elementary education.
Sosialisasi Implementasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka Bagi Guru-Guru Penggerak Sekolah Dasar di Wilayah Kota Blitar Alif Mudiono; Rika Mellyaning Khoiriya; Yohannes Kurniawan Barus
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v7i12024p51-63

Abstract

Abstract: The aim of this community service activity is to provide socialization about the independent curriculum policy, prepare teaching modules for implementing Indonesian language learning in elementary schools and provide examples of teaching practices for Indonesian language learning using learning innovation models. The target community in this activity consists of 30 driving teachers in the Blitar City area. The service team for this activity consists of 3 lecturers and 3 students. The implementation method used uses qualitative data and quantitative data. This community service activity resulted in an increase in the average score of the pre-test questions by 74% and post-test questions by 84%. Based on the evaluation results, it can be concluded that this workshop activity was successful in achieving the goals of service. The benefits that can be taken from this workshop activity are increasing teachers' abilities, insight and skills in implementing Indonesian language learning in the independent curriculum, preparing Indonesian language teaching modules, and implementing learning innovation models in teaching Indonesian in elementary schools. Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan sosialisasi tentang kebijakan kurikulum merdeka, penyusunan modul ajar dalam impelementasi pembelajaran bahasa Indonesia di SD serta memberikan contoh praktik mengajar pembelajaran Bahasam Indonesia menggunakan model inovasi pembelajaran. Sasaran masyarakat dalam kegiatan ini terdiri dari 30 orang guru penggerak di wilayah Kota Blitar. Tim pengabdian dalam kegaiatan ini terdiri dari 3 orang dosen dan 3 orang mahasiswa. Metode pelaksanaan yang digunakan menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil berupa peningkatan nilai rata-rata dari soal pre test sebanyak 74% dan soal pos test menjadi 84%. Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan workshop ini berhasil dalam mencapai tujuan pengabdian. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan workshop ini adalah meningkatnya kemampuan, wawasan, dan keterampilan guru pada implementasi pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum merdeka, penyusunan modul ajar bahasa Indonesia, dan penerapan model inovasi pembelajaran dalam  mengajar  bahasa Indonesia di SD.
Meningkatkan Kompetensi Guru melalui Workshop Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial secara Bertanggungjawab di Sekolah Dasar Yuris Indria Persada; Rika Mellyaning Khoiriya; Andi Wibowo
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i12025p18-23

Abstract

Meningkatkan kompetensi guru harus dilakukan secara mandiri maupun secara lembaga baik institusi maupun pihak pemerintah. Hal ini bertujuan agar guru mampu mewujudkan tujuan Pendidikan dan mampu mengimplementasikan kurikulum Merdeka secara utuh. Peningkatan kompetensi pedagogi sangat wajib dilakukan oleh guru guna mencapai tujuan tersebut. Kompetensi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam mengelola pembelajaran di dalam kelas. Kompeten artinya guru mampu melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan tujuan Pendidikan dan kurikulum yang berlaku. Sumber dan media belajar merupakan hal yang penting untuk pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Sumber belajar tidak hanya berasal dari buku guru dan buku siswa, sumber belajar bisa berasal dari video, gambar, lingkungan maupun kecerdasan artifisial. Media pembelajaran interaktif juga memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran, maka dalam penyusunannya juga diperlukan keterampilan dan sumber yang cukup, sehingga media interaktif dan sesuai dengan kemajuan zaman. Salah satu Upaya pengembangan kompetensi guru yakni melalui kegiatan workshop. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang muncul pasca kegiatan pelatihan kepada dewan guru di SDN 01 Glanggang. Berdasarkan hasil kegiatan, yang awalnya guru merasa canggung dan kurang memahami tentang pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk Menyusun sumber dan media pembelajaran menjadi paham dan mudah dalam penggunaannya. Hal ini jelas membuktikan bahwa kegiatan ini menjadi penunjang pengembangan kompetensi bagi guru.
CERDAS ASESMEN DIAGNOSTIK BERBASIS ARTIFIAL INTELLIGENCE Yuris Indria Persada; M. Luthfi Oktarianto; Rika Mellyaning Khoiriya; Aan Fardani Ubaidillah; Renda Yuriananta; Nisa Aulia; Indri Cahya Kamelia; Nabila Lutfiatur Rosida; Miftakhul Revidayawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Pelaksanaan asesmen diagnostik di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun instrumen, menganalisis hasil asesmen, serta memanfaatkan teknologi pada kondisi konektivitas internet yang tidak stabil. Program Cerdas Diagnostik Berbasis Artificial Intelligence (AI) dikembangkan untuk meningkatkan literasi AI guru dan mengoptimalkan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik melalui integrasi prompt engineering dan platform asesmen Hybrid-Edge AI. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 22-24 Juli 2026 di SD Negeri 2 Donomulyo, Kabupaten Malang, dengan melibatkan 50 guru Gugus 2 Kecamatan Donomulyo dan peserta didik pada tahap uji coba kelas. Pelaksanaan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan dan workshop berbasis learning by doing, implementasi serta pendampingan kelas, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui pretest-posttest literasi AI, lembar observasi, rubrik penilaian produk instrumen, dokumentasi, dan log sinkronisasi sistem. Skor agregat literasi AI guru meningkat dari 1.451 pada pretest menjadi 2.195 pada posttest atau sebesar 51,27%. Guru berhasil menyusun instrumen diagnostik kognitif berbasis HOTS dan instrumen nonkognitif dengan bantuan ChatGPT dan Gemini. Platform Hybrid-Edge AI mencapai keberhasilan sinkronisasi data sebesar 100% pada kondisi bandwidth rendah serta mempercepat analisis hasil asesmen dari 3-4 hari menjadi waktu nyata. Integrasi kompetensi prompt engineering dan teknologi offline-first berbasis hybrid edge-cloud efektif mendukung efisiensi asesmen diagnostik, mempercepat pemetaan kebutuhan belajar, dan menyediakan data yang dapat digunakan guru sebagai dasar pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dengan keterbatasan konektivitas