Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Tadbir Muwahhid

PENGARUH KOMPETENSI SOSIAL GURU TERHADAP INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR Winarti Nilailasari Zuliamiranti; R Siti Pupu Fauziah
TADBIR MUWAHHID Vol. 1 No. 1 (2017): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v1i1.842

Abstract

Kompetensi sosial guru merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi sosial guru merupakan kemampuan guru dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan murid, sesama guru dan warga sekolah serta masyarakat sekitar. Kompetensi sosial yang dimiliki guru akan memperlancar proses interaksi belajar mengajar di kelas. Interaksi belajar mengajar merupakan hubungan timbal balik yang terjadi antara guru dengan murid dalam proses belajar mengajar. Dengan kompetensi sosial yang dimiliki diharapkan seorang guru mampu mengelola kelas dengan baik agar tercipta suasana kelas yang menyenangkan dan tidak membosankan sehingga murid merasa nyaman dalam belajar dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi murid. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan penelitian survey. Teknik analisisnya yaitu analisis regresi dengan metode kuantitatif, data disajikan dalam bentuk deskriptif analisis. Populasi dan sampel dari penelitian ini sebanyak 15 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar sebesar 0,951. Analisis regresi linier sederhana kompetensi sosial guru sebesar 0,951. Koefisien F sebesar 123,306 dan P-value = 0,000 yang lebih kecil dari  = 0,025. Maka disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi sosial guru terhadap interaksi belajar mengajar.KATA KUNCI: belajar mengajar, guru, interaksi, kompetensi sosial, pengaruh.  THE INFLUENCE OF TEACHER SOCIAL SKILL ON THE INTERACTION OF LEARNING TEACHINGABSTRACTSocial competence of teachers is one of the competencies that must be owned by a teacher. Social competence of teachers is the teacher's ability to interact and communicate with students, fellow teachers and the school community as well as surrounding communities. Social competence held by teachers will expedite the process of interaction and learning in the classroom. The interaction of teaching and learning is a reciprocal relationship that occurs between teachers and students in the learning process. Owned with social competence expected of a teacher is able to manage classes well in order to create a classroom atmosphere that is fun and not boring so that students feel comfortable in learning and is expected to improve the performance of students. This study aims to determine the effect of social competence of teachers to teaching and learning interactions. This study uses survey research. Mechanical analysis is regression analysis with quantitative methods, data is presented in the form of descriptive analysis. Population and sample of this study were 15 teachers. The results showed a significant correlation of social competence of teachers to teaching and learning interactions at 0.951. Simple linear regression analysis of the social competence of teachers at 0.951. The coefficient of 123.306 F and P-value = 0.000, which is smaller than α = 0.025. It was therefore concluded there is significant influence social competence of teachers to teaching and learning interactions.
PROGRAM PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH DASAR Ibnu Santosa; R Siti Pupu Fauziah; Agus Tamami
TADBIR MUWAHHID Vol. 1 No. 2 (2017): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v1i2.955

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian adalah agar mengetahui pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan dan pelaksanaan pendidikan berbasis kepemimpinan di SD Kreativa YASMINA Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatfif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumen dan triangulasi data. Hasil dari penelitian dan pengamatan  bahwa pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan melalui dua pendekatan:1) penerapan modeling, lingkungan, kurikulum, intruksi, sistem dan tradisi. 2) melalui program-program khusus SD untuk menunjang dalam pengembangan kepemimpinan peserta didik (a). Aspek personal: pembiasaan model kepemimpinan, (b) aspek sosial: penerapan kerjasama, dan contoh (c) aspek akademik: mampu memahami mata pelajarn, berani tunjuk tangan ketika mampu, dan mandiri. kemudian faktor kebutuhan atau pendukung dan kekurangan atau hambatan  pelaksanaan model pendidikan berbasis kepemimpinan di sekolah SD YASMINA, 1) faktor pendukung: visi dan budaya sekolah dasar kreativa, terdapat pendidik yang profesional, sarana prasaranayang memadai.2) faktor penghambat, 2) perbedaanya pola pikir peserta didik tentang kepemimpinan, ada salah satu guru yang masih kesulitan dalam mengajarkan kepemimpinan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus  (ABK), dan keruasakan pada sarana.KATA KUNCI: pendidikan, kepemimpinan, sekolah dasar. EDUCATION LEADERIN ELEMENTARY SCHOOL PROGRAMABSTRACTThis study is intended to determine the implementation of leadership-based education model and implementation of leadership-based education model in Kreativa SD YASMINA Bogor. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection is conducted by interview, observation, document and data triangulation. Results from research and observation that the implementation of leadership-based education model through two approaches: 1) application of modeling, environment, curriculum, instruction, system and tradition. 2) through special SD programs to support in leadership development of learners (a). personal aspects: habituation of leadership model,  (b) social aspect: application of cooperation, and example (c) academic aspect: able to understand student's eyes, dare to show hand when capable, and independent. Then the need or supporting factors and the lack or obstacles of implementing leadership-based education model at SD YASMINA: 1) supporting factors: vision and culture of creativity primary school, there are professional educators, adequate infrastructure; 2) inhibiting factors; 3) the difference is fixed / mindset learners about leadership, there is one teacher who still difficulty in teaching leadership to the students ABK, and passion on the means. 
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PONDOK PESANTREN DARUSSYIFA AL-FITHROH YASPIDA SUKABUMI Muhamad Yusup; Omon Abdurakhman; R Siti Pupu Fauziah
TADBIR MUWAHHID Vol. 2 No. 1 (2018): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v2i1.1084

Abstract

Pendidikan karekter bukan hanya berhubungan dengan benar atau  salah, tetapi bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) dalam kehidupan sehari-hari, sehingga santri memiliki  kesadaran, kepekaan, kepedulian, dan komitmen untuk menerapkan kebijakan dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui cara melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian pendidikan karakter agar dapat teraplikasikan dengan baik dan benar serta tepat sasaran. Data yang dikumpulkan dengan metode etnografi  yakni dengan  menggali informasi lewat wawancara atau kuesioner kepada para santri. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Pondok Pesantren Salafiyah Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi minim dalam  pengaplikasiannya. Hal tersebut ditandai dengan kurang disiplinnya para santri dalam pembelajaran, peribadahan, tampilan, dan pergaulan. Maka seharusnya diadakan pembaharuan terhadap pembinaan kepada para organisasi kepesantrenan sebagai penggerak kedisiplinan santri. manajemen pendidikan karakter pesantren adalah bagaimana membangun kedisiplinan dalam empat aspek kehidupan santri yaitu tampilan, pembelajaran, peribadahan, dan pergaulan yang semuannya akan menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan.Kata kunci: manajemen, pendidikan karakter, pondok pesantren. MANAGEMENT OF CHARACTER EDUCATION BASED ON BOARDING SCHOOL DARUSSYIFA AL-FITHROH YASPIDA SUKABUMIABSTRACTCharacter education has meaning high of moral education, because character education is not only concerned with the problem of right or wrong, but how to instill habits (habituation) about the good things in life, so that students have an awareness, sensitivity, and high understanding, as well as the awareness and commitment to implement policies in everyday life. The purpose of this research is to be able to know how to do the planning, deploy, and evaluating character education to be well applied properly and targeted data collected by the ethnographic method approach taken by digging through interviews or questionnaires to the students. The findings show that the management of character education in schools is not maximized in its application. It is characterized by the lack of discipline of the students in learning, worship, and social views. Therefore, the holding of the renewal of the guidance to the organization uniquely Islamic boarding school as the driving discipline students. This research resulted in the conclusion that the management of schools character education is how to build discipline in students four aspects of life that view, learning, worship, and association that all of them will be the key to success.
REWARD DAN PUNISHMENT DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SANTRI Resma Ulfah; Rusi Rusmiati Aliyyah; R. Siti Pupu Fauziyah
TADBIR MUWAHHID Vol. 2 No. 2 (2018): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v2i2.1198

Abstract

Upaya pendidikan dalam pembentukan karater disiplin salah satunya yaitu dengan menggunakan metode reward dan punishment. Masih jarang lembaga pendidikan yang menggabungkan antara metode reward dan punishment dalam satu wadah. Namun Pondok Pesantren Moderm merupakan lembaga pendidikan islam yang mampu menggabungkan dua metode tersebut dalam satu wadah dan menjadikannya budaya disetiap pondok pesantern modern. seperti yang diterapkan di Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Bantarkemang. Pondok pesantren ini menerapkan metode reward dan punishment dalam mendisiplinkan santri. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami reward dan punishment dalam pembentukan karakter disiplin santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian etnografi digunakan untuk meneliti nilai budaya yang alamiah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan; wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan; analisis model Spradley, pengumpulan data, reduksi data, display/penyajian data dan verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunkanan triangulasi sumber dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Bantarkemang menggabungkan konsep pembelajaran salafi dan umum, yaitu dengan mempelajari kitab-kitab tradisional dan sekolah madrasah; (2) upaya pesantren dalam membentuk karakter disiplin santri yaitu dengan memerapkan kegiatan sehari-hari yang edukatif dan metode reward dan punishment; (3) reward yang diberikan kepada santri berupa materi dan non materi. Reward berupa materi diberikan setiap satu semester; dan(4) punishment yang diberikan memiliki tingkatan yaitu tigkat I, tingkat II, tingkat III dan tingkat istimewa. Reward dan punishment diberikan oleh pengurus pesantren dan HISADA sebagai tangan kanan pengurus.Kata kunci: karakter disiplin santri, pondok pesantren modern, reward dan punishment.REWARD AND PUNISHMENT IN THE FORMATION OF DISCIPLINE CHARACTERS SANTRIAbstractEducation efforts in the formation of one discipline character is by using reward and punishment methods. It is rare for educational institutions that combine reward and punishment methods in one container. But Pondok Pesantren Moderm is an Islamic educational institution that is able to combine the two methods in one container and make it a culture in every modern pesantern hut. as applied in Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Bantarkemang. Pondok Pesantren this method of reward and punishment in disciplining santri. The purpose of this research is to understand reward and punishment in the formation of santri characters. This study used qualitative methods with ethnographic research used to examine the natural cultural values. Technique of collecting data is done by using; interviews, observation, and documentation. Data analysis using; Spradley model analysis, data collection, data reduction, display / data presentation and verification. The validity check of data uses source triangulation and uses reference material. The results of this study show: (1) Modern Boarding School Daarul Uluum Bantarkemang combining the concept of salafi and general learning, that is by studying the traditional books and madrasah schools; (2) the effort of pesantren in shaping the character of discipline of santri that is by applying educative everyday activities and reward and punishment method; (3) rewards given to students in the form of material and non-material. Reward of material is given every semester; and (4) the punishment given has a level of level I, level II, level III and preferential level. Reward and punishment given by boarding school and HISADA as the right hand caretaker.
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah R.Siti Pupu Fauziah; Novi Maryani; Ratna Wahyu Wulandari
TADBIR MUWAHHID Vol. 5 No. 1 (2021): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v5i1.3512

Abstract

Penguatan pendidikan karakter merupakan program yang signifikan yang harus dterapkan di sekolah. Sekolah sebagai rumah kedua bukan hanya sebagai sarana penyampaian ilmu pengetahuan (transfer knowledge) tetapi juga  penanaman  nilai  karakter  (transfer  of  values), sehingga mampu melahirkan peserta didik yang memiliki akhlak mulia sesuai dengan tujuan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kondisi penguatan pendidikan karakter dalam budaya sekolah di SD Amaliah. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan 1). SD Amaliah telah menerapkan budaya sekolah secara optimal, memiliki prestasi akademik dan non-akademik, serta memiliki program khas penerapan pendidikan karakter, 2) Budaya sekolah di SD Amaliah memiliki peran strategis dalam mengembangkan karakter pada diri peserta didik. Keterbatasan penelitian ini masih belum menyeluruh mendeskripsikan tahapan budaya sekolah di SD Amaliah.  Keterbaruan dalam penelitian ini yaitu adanya nilai-nilai karakter berbasis Tauhid untuk diimplementasikan dalam budaya sekolah yang menjadi ciri khas SD Amaliah.
Co-Authors Aang, Farhan Abdul Mujib Abduh, Amirullah Abdul Kholik Abdurakhman, Omon Abraham Yazdi Martin Agus Tamami Agustina Multi Purnomo Agustini, A. Alfiani Maslahat Alfiyani, Neneng Ali Alamsyah Kusumadinata Amelia, Novi Amirul Mukminin Amril, La Ode Andani, Herli Annisa Mawardini Annisa Nurhaliza Annissa Mawardini Apriliani, Afmi Apriliyani, Neng Virly Arti Yoesdiarti Asep Bayu Dani Nandiyanto Asep Bayu Dani Nanyanto Azzahra, Halida Azzahra, Raden Mutiara Fatimah Bilad, Muhammad Roil Dani Nanyanto, Asep Bayu Dede Syahrudin Desky Halim Sudjani Desky Halim Sudjani Desky Halim Sujana Didin Syamsudin Endah Nurjanah Euis Salbiah Fachri Helmanto Fajriati, Adinda Salwa Fauziah, Namira Fenti Restatilah Filzah, Putri Ginung Pratidina Gugun Gunadi Gusmayanti, Wina Gusmayanti, Wina Helmia Tasti Adri hernawati, yani Ibnu Santosa Irma Inesia Sri Utami Irman Suherman Irwan Efendi Iyon Muhdiyati Karimah Amatullah Kartakusumah, Berliana Khairunnisa Nurzaini Lasmini Lindasari, Astri Mafakhir, Zindan Makarim, Helwiyah Makarim, Helwiyah Monaya, Nova Moyana, Nova Muhamad Aminulloh Muhamad Yusup Muhammad Ichsan Muhammad Rendi Ramdhani Muhtar, Saepudin Murni, Endang Sri Nita, Kamala Sia Rio Novi Maryani Novi Maryani Nur Asiyah Nuraeni, Annisa Nuril Nuraeni Apriliyanti Omon Abdurakhman Omon Abdurakhman Pangestu, Bayu Sang Aji Purnamasari, Irma Qorzhah, Hanaida Fakhitah Radif Khotamir Rusli Radif Khotamir Rusli Radif Khotamir Rusli Rahmah, Siti Nurul Zalzilah Ramadani, Siti Nindi Wulan Suci Nur Ramdani, Faisal Tri Rasmitadila, Rasmitadila Resma Ulfah Resti Yekstyastuti Rita Rahmawati Rizka Yuninda Maliki Rizkia Syafia Qalbi Roestamy, Martin Rusi Rusmiati Aliyyah Rusli, Radif Khotamir Rusli, Radif Khotamir Sesrita, Afridha SITI AMINAH Siti Rahmah Soewarto Hardhienata Sudjani, Desky Halim Suharsiwi, Suharsiwi Suhermen, Irman Sukarelawati, S. SUMIYATI SUMIYATI Sya, Mega Febriani Syaima Lailatul Mubarokah Syukri Indra Tirta, Maura Najwa Noor Raina Tuti Rahmawati UMAN SUHERMAN, UMAN Uus Firdaus Wahyudin, Cecep Warizal Widyasari Winarti Nilailasari Zuliamiranti Wulandari, Ratna Wahyu Yazdi Martin, Abraham Zahra Khusnul Lathifah Zulkifli Sidiq, Zulkifli