Claim Missing Document
Check
Articles

Pengujian Stabilitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Dari Eksrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) Dengan Perlakuan Suhu Penyimpanan Endah Prayekti; Mirshall Abiedama Prayoga
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 2 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i2.690

Abstract

Bawang dayak merupakan salah satu tanaman yang biasanya digunakan sebagai obat tradisional di daerah Kalimantan. Bawang dayak diketahui mengandungan bebebrapa senayawa fitokimia seperti alkaloid, tanin, flavonoid dan glikosida yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan secara in-vitro dengan teknik kertas cakram (Kirby- Bauer) dengan menguji ekstrak umbi bawang dayak terhadap salah satu faktor fisik yaitu suhu penyimpanan. Pengujian kemampuan antibakteri dilakukan pada Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak bawang dayak yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 40%. Suhu penyimpanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4oC, 20oC, dan 40oC . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu 4oC didapatkan diameter zona hambat dengan rata-rata 25,33 mm, pada suhu 20oC didapatkan diameter zona hambat dengan rata-rata 32,5 mm dan pada suhu 40oC didapatkan diameter zona hambat dengan rata-rata 29,83 mm. Hasil uji Kruskal Wallis didapatkan nilai signifikansi 0,00 yang berarti suhu berpengaruh terhadap stabilitas ekstrak etanol bawang dayak dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Suhu penyimpanan yang paling optimal untuk menyimpan ekstrak umbi bawang dayak adalah pada suhu 20oC.
PELATIHAN 3R DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI RAMAH LINGKUNGAN DI PP. AL FITRAH AS-SALAFIYAH SURABAYA Mochamad Faishal Riza; Wiwik Winarningsih; Endah Prayekti; Fauziyatun Nisa; Akbar Reza Muhammad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21787

Abstract

Pondok pesantren menjadi salah satu tempat dengan jumlah volume sampah harian yang besar. Tanpa pengelolaan sampah yang baik, sampah dapat mencemari lingkungan hingga menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yang tepat oleh santri dapat membantu pengelolaan sampah di tingkat dasar sehingga menjadi ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Santri juga diberikan pembelajaran patisipatif dengan kegiatan pelatihan penerapan 3R mulai dari individu hingga perkamar dan perkelas. Mitra PKM yang ikut serta sebanyak 40 santri dan santriwati Pondok Pesantren Alfitrah Assalafiyah Surabaya. Hasil pengabdian masyarakat diketahui bahwa santri lebih mudah memahami penerapan prinsip 3R dengan partisipasi langsung. Santri yang hadir juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan datang tepat waktu dan aktif bertanya sekaligus diskusi. Kesimpulan yang didapatkan adalah santri yang memiliki pengetahuan dan memahami penerapan prinsip 3R mampu membantu pengelolaan sampah di pondok pesantren sehingga berkontribusi mencegah kerusakan lingkungan
IMPLEMENTASI TERAPI BERJEMUR TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA USIA DEWASA DAN LANSIA DI DESA NGEPUNG KABUPATEN GRESIK Ary Andini; Endah Prayekti; Gilang Nugraha; Rizki Nurmalya Kardina; Ardyarini Dyah Savitri; Siti Husnul Khotimah; Arsya Tazkiya; Salman Firmansyah
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.185

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolic yang tiap tahun mengalami peningkatan tidak hanya diperkotaan, namun juga di pedesaan seperti desa Ngepung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Tujuan dilaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk mengimplemetasikan terapi berjemur di pagi hari secara rutin guna menurunkan resiko diabetes melitus dan memberikan alternatif bagi masyarakat terutama lansia untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai pencegahan terhadap penyakit diabetes melitus. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi penyuluhan diet sehat dan manfaat terapi berjemur di pagi hari dan pemeriksaan kadar glukosa darah pada hari ke-1 sebelum terapi berjemur dan ke-7 setelah melakukan terapi berjemur. Kegiatan penyuluhan diikuti 29 warga dengan target usia usia 40 tahun keatas. Implementasi berjemur di pagi hari dilakukan selama 10 menit selama 7 hari. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat untuk hidup sehat. Namun, untuk implementasi kegiatan terapi berjemur hanya diikuti 16 peserta pada hari ke-1 namun hari ke-7 sejumlah 9 orang.
Pengaruh Penggunaan Jenis Pelarut dalam Uji Sitotoksistas Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) pada Wound Dressing Kolagen-Kitosan Ary Andini; Endah Prayekti; Fadillah Triasmoro; Indah Nur Kamaliyah
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 8, No 1 (2021): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v8i1.10277

Abstract

Kolagen dan kitosan dapat digunakan sebagai bahan pembalut luka karena memiliki karakteristik yang baik. Namun, pembalut luka kolagen-kitosan perlu dilakukan uji sitotoksisitas sebelum diaplikasikan secara in vivo, seperti Brine Shrimp Lethally Test (BSLT). Pembalut luka kolagen-kitosan tidak dapat larut dalam Dimetil Sulfoksida (DMSO) dan aquadest dengan mudah, oleh karena itu perlu pertimbangan alternatif pelarut karena kolagen dan kitosan lebih mudah larut dalam pelarut asam seperti asam klorida (HCl) dan asam asetat ( CH3COOH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lethal Concentration  50 (LC50) dari pembalut luka kolagen-kitosan yang dilarutkan dalam pelarut DMSO, HCl, CH3COOH dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pembalut luka kolagen-kitosan didapatkan dengan mencampurkan larutan kitosan 2% dan kolagen dengan perbandingan 1:1 w/w kemudian dihomogenkan, dicetak, dan dikeringkan.  Penelitian ini menggunakan uji sitotoksisitas dengan metode BSLT dan LC50 dihitung menggunakan Analisis Probit. Pembalut luka dilarutkan dalam pelarut DMSO 1%, CH3COOH 1%, dan HCl 1% hingga homogen, kemudian diencerkan dengan berbagai konsentrasi yaitu 100 ppm, 250 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm dengan tiga kali ulangan untuk setiap perlakuan. Setelah itu uji BSLT dilakukan dengan menggunakan Artemia salina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembalut luka yang dilarutkan dalam DMSO 1% memiliki LC50 > 1000 ppm, sedangkan pada pelarut CH3COOH dan pelarut  HCl menunjukkan  LC50< 30. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelarut DMSO bersifat non-toksik (LC50  > 1000 ppm), tetapi pelarut CH3COOH 1% dan HCl 1% bersifat sangat toksik (LC50 < 30 ppm) sebagai pelarut alternatif pembalut luka kolagen-kitosan pada uji BSLT.
Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga Menggunakan Keranjang Takakura di Desa Simo Angin-Angin, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo Prayekti, Endah; Riza, Mochammad Faishal; Nandasari, Anggy Dwipa; Salimi, Syafrina Maulidyatus; Navis, Khiliah; Pratama, Nizar Revandini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1240

Abstract

Setiap harinya, sampah organik dihasilkan dari limbah rumah tangga dengan jumlah yang tidak sedikit. Sampah organik merupakan bahan buangan yang berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya suatu usaha untuk mengolah sampah organik rumah tangga salah satunya dengan membuat pupuk kompos. Salah satu metode pengolahan pupuk kompos yang cocok dilakukan dalam skala rumah tangga adalah dengan keranjang Takakura. Takakura adalah metode pengomposan yang memiliki kelebihan dan dapat diaplikasikan pada lahan yang sangat sempit, ruang dapur keluarga, atau kamar kost. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan secara langsung. Pada penyuluhan tersebut juga dilakukan pelatihan (demonstrasi) cara pembuatan keranjang Takakura oleh anggota tim. Hasil yang diperoleh setalah dilakukan demosntrasi persentase pengethuan meningkat sebnyak 5%. Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kader desa dalam memberikan pelayanan Kesehatan bagi warga secara umum, dan lingkup keluarga kader sendiri secara khusus.
Comparation of n-Heksan and Etanol in Bawang Dayak (Elutherine palmifolia L. Merr) Extraction for Inhibiting Pseudomonas aeruginosa: Penggunaan n-Heksan dan Etanol dalam Ekstraksi Bawang Dayak (Elutherine palmifolia L. Merr) Terhadap Kemampuan Daya Hambat Pseudomonas aeruginosa Putri, Ananda Ghufron Yuana; Prayekti, Endah
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 6 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v6i2.1662

Abstract

Pseudomonas aeruginosa is one of the bacteria that causes nosocomial infections. The incidence of nosocomial infections caused by Pseudomonas aeruginosa is around 10-15%. Nosocomial infections caused by these bacteria are increasingly difficult to treat. This happens because more and more strains are resistant to several antibiotics (Multidrug Resistance), so the selection of antibiotics against Pseudomonas aeruginosa is very difficult. This study aims to determine and analyze the effect of using polar and nonpolar solvents on Dayak onion bulb extract on the inhibitory ability of Pseudomonas aeruginosa. The method used in this study was Kirby-Bauer disk diffusion using 8 sample and 5 replication with assay solvent 96% ethanol and n-hexane extract of Dayak onion bulbs (Eleutherine palmifolia L. Merr) with concentration variations of 75%, 80%, and 85%. Positive control used ciprofloxacin 5 µg and positive control DMSO 10%. The results showed that on phytochemical screening of solvent ethanol 96% contained flavonoids and n-hexane contained triterpenoids. Ethanol 96% solvent obtained a higher presentase yield than n-heksan solvents and the highest inhibition zone diameter was 85% concentration in 96% ethanol solvent. The results of statistical analysis with Mann Whitney test showed a significant difference between the treatment groups (p<0.05).
Kesehatan Reproduksi Santri, Perempuan Sehat Remaja Kuat di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil Junaedy, M Dwinanda; Nasir, M; Umaha, Farida; Laili, Uliyatul; Prayekti, Endah; Sadza, Lailatus; Tauziah, Amalia; Prisnidiawati, Ajeng; Baihaqi, Muhammad Azhari; Rizki Jalil, Ike Wasilatur; Setyana Yuli, Azizah Ari
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 4 No 1 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v4i1.2121

Abstract

Adolescence is a unique and vital developmental phase to build the foundation of health. During this period, maturation is about the reproductive system, so adolescents must understand reproductive health. According to WHO, to grow and develop with good health, adolescents need some information, including sex education, the opportunity to improve life skills, equality in health services, effective and supportive environment. This community service aims to provide health education to students at PP Wahid Hasyim Bangil. This community service was implemented at PP Wahid Hasyim Bangil on May 21 and 22 May 2022. The target of this community service is students at PP Wahid Hasyim, totaling 12 students. The method used is presentation and discussion in an online conference and a questionnaire to measure students' knowledge about reproductive health in pre and post-webinar. The results of data analysis using Wilcoxon showed that the p-value was 0.04, indicating a difference before and after the webinar on reproductive health. Community service effectively increases students' knowledge about reproductive health, so this event can do routine and make the adolescents community in Islamic boarding schools.
Optimalization of NaOH concentration in alkaline lysis method on quality and quantity of Candida albicans DNA Putri, Nasya Desinta; Prayekti, Endah
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 (2024): In Progress
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53699/joimedlabs.v5i2.222

Abstract

Background: The concentration of NaOH in the alkaline lysis method needs to be optimized, especially when isolating DNA for its application in PCR which has not been maximized using the Candida albicans fungus which has a complex cell wall and is difficult to break. Thus, this optimization is expected to increase the efficiency of the alkaline lysis DNA isolation method in fungal species. Objective: The purpose of this studied was to determine the effect of optimizing the concentration of NaOH in the alkaline lysis method on the quality and quantity of Candida albicans DNA. Materials and Methods: This researched is experimental by performed DNA isolation used alkaline lysis method used NaOH concentrations of 1.5 N, 1.75 N, and 2.0 N and controlled (NaOH 0.2 N). Calculation of DNA quality and quantity using a nanodrop spectrophotometer. Results: The results showed the ordered of obtained the high to low DNA quality (A260/280) was NaOH concentration 2.0 N>1.75 N>1.5 N>0.2 N (1.86±0.44-0.95±0.18) while for DNA quantity was NaOH concentration 2.0 N>1.75 N>1.5 N>0.2 N (187.7±58.3-9.6±3.5 ng/?l). Conclusion: There is an effect of optimizing NaOH concentration on the lysis of fungal cell walls in the alkaline lysis method, namely increased the purity valued and concentration of sample DNA isolation results gradually. The use of 2.0 N NaOH concentration produced the best quality and quantity of DNA, namely 1.86±0.44 for DNA quality and 187.7±58.3 for DNA quantity.
Modification of CTAB incubation time in the isolation of DNA from Staphylococcus aureus Awaliyah, Arisma Putri; Prayekti, Endah
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 (2024): In Progress
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53699/joimedlabs.v5i2.224

Abstract

Background: DNA was an essential component in organisms that regulates biological activity. DNA analysis began with isolating pure, highly concentrated DNA, often used the CTAB method to isolate DNA from bacteria. DNA quality affected by incubation timed and temperature as well as its purity. The right incubation timed could optimize the degradation of proteins in the cell wall and maximize the released of DNA from the cell. DNA purity is good if the 260/280 absorbance ratio valued is 1.8-2.0. Objectives: This studied aimed to obtained the highest concentration and quality of DNA by modifying the incubation time of CTAB used Staphylococcus aureus DNA. Materials and Methods: This studied uses quantitative methods with the typed in experimental researched. The isolation stage included cell lysis with CTAB buffer and proteinase-K, purification stage with chloroform: isoamyl alcohol (24:1), DNA precipitation stage with isopropanol. Results: The average result of DNA purity obtained from the incubation treatment for 10 minutes was 1.89, for 20 minutes incubation was 1.46, and for 30 minutes incubation was 1.23. The average DNA concentration obtained from the incubation treatment for 10 minutes was 153 ng/µL, for 20 minutes incubation was 78.2 ng/µL, and for 30 minutes incubation was 26 ng/µL. Electrophoresis results at 10 minutes incubation time clearly visible DNA bands, 20 minutes incubation time DNA bands looked faint, and 30 minutes incubation time is not visible DNA bands. Conclusions: Based on the results of the studied, modification of CTAB incubation time with an incubation time of 10 minutes is the result of the highest concentration and quality of DNA using Staphylococcus aureus DNA.
CHITOSAN AS ANTIFUNGAL IN CHANNA STRIATA COLLAGENCHITOSAN FOR WOUND HEALING Andini, Ary; Prayekti, Endah
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2019): AUGUST
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mhsj.v3i2.1197

Abstract

The Snakehead fish contains high protein that was mostly used as a treatment during healing process in either invasive or passive surgery. Therefore, it could be developed as well as a mixture of wounds dressing for skin healing. The aim of this study was to know the effect of combination of concentrations between chitosan and collagen of Snakehead fish (Channa striata) skin and scales on fungal total number recovered from the composite. Snakehead fish skin and scales was treated by soaking in 2% HCl solvent for 48 hours to obtain collagen from its filtrate. Filtrate obtained continued to neutralize with 1 M NaOH until soluble collagen appeared. Collagen obtained in this study then mixed with 2% chitosan liquid to make wound dressing in various concentrations group. Combination of colagen mixture in this study were chitosan liquid only as control, 25% collagen-75% chitosan (C1), 50% collagen-50% chitosan (C2) and 75% collagen-25% chitosan (C3). The study results showed that on Control, C1 and C2 group there was no fungal contamination, but on C3 group there was contamination of fungal with total counting about 2,43 x 103 CFU. Based on statistically test showed that there was discrepancy for each group with p-value was 0,02 (p<0,05).
Co-Authors Akbar Reza Muhammad Akhmad, Nur Faradila Andini, Ary Andreas Putro Ragil Santoso, Andreas Putro Ragil Ardyarini Dyah Savitri Arsya Tazkiya Awaliyah, Arisma Putri Baihaqi, Muhammad Azhari Brina Thursina Dibiasi Devita Rahma Putri Devyana Dyah Wulandari dr Hartatiek Nila,Sp.OG Dwi Agustin Wulandari Elsya Octaviani Cantika Putri Endah Budi Permana Putri Ersalina Nidianti Eva Rosa Dwi Febrianti Evi Sylvia Awwalia Fadillah Triasmoro Fakurazi, Sharida Fauziah, Luqiana Fristiyanti, Regina Ayu Gilang Nugraha Hamiduumajid Ballihg Ballihgoo Hamiduumajid Ballihg Ballihgoo Hermawati, Septina Isro’ Hidayat, Muhammad Taufiq Husein Firdaus Ibrahim Dwi Waluyo Putra Indah Nur Kamaliyah Indaryanti, Reski Novita Junaedy, M Dwinanda Kamelia, Dina Kardina, Rizki Nurmalya Khusnah, Hidayatul Kifli, Nurolaini M Nasir Maat, Suprapto Maghfuroh, Qonita Iklila Mardhotillah, Rachma Rizqina Marinda Dwi Puspitarini Matin, Nur Sophia Melindah, Winda Mirshall Abiedama Prayoga Mochamad Faishal Riza Muhammad Afwan Romdloni Muhammad Taufiq Hidayat Mukarramah, Imraatul Mutiarawati, Diah Titik Nada Mufarrohah Nandasari, Anggy Dwipa Nastasya Nunki Nathalya Dwi Kartika Sari Navis, Khiliah Ngiluhtara Aditiya Putri Nisa, Fauziyatun Nur Naili Fahira Pratama, Nizar Revandini Prayoga, Mirshall Abiedama Prisnidiawati, Ajeng Puspitasari, Mia Putri Lestari, Ajeng Anindhita Putri, Ananda Ghufron Yuana Putri, Nasya Desinta Qotrinnada, Nabilah Rahmawati, Lili Susan Ramadani, Vania Nur Rhomadhoni , Muslikha Nourma Riza, Mochamad Faishal Riza, Mochammad Faishal Rizki Jalil, Ike Wasilatur Rizki Nurmalya Kardina Romdhoni, Muhammad Afwan Sa'bania Hari Raharjeng Sabrina, Shinta Milenia Sadza, Lailatus Salfa Salsabilah Zain Salimi, Syafrina Maulidyatus Salman Firmansyah Sari, Devi Fitriana Satya Nugraha Wirayudha Setiarsih, Dini Setyana Yuli, Azizah Ari Siti Husnul Khotimah Sofaria Munir, Ratna Sonia Fitriatul Qolbi Suliati Suliati Sunaryo, Merry Suryandaru, Suryandaru Syafiuddin, Achmad Syah, Seggaf Achmad Tauziah, Amalia Thomas Sumarsono Thomas Sumarsono Thomas Sumarsono Tullah, Auria Hidayah Uliyatul Laili, Uliyatul Umaha, Farida Wandara Sekar Ayu Pramesti Wideistianti, Annisa Pricilya Widya Novita Sari Wiwik Winarningsih Wulan, Wieke Sri Yauwan Tobing Lukiyono Yuliana Yuliana Yuni Nur Malita Sari Yuwono, Asma' Denaya Psari Zahrotul Illiyin Zain, R.A Wafiqah Aulia Zalfa, Anisatuz Zazabilla, Indira