Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Aspek Motivasi dalam Cerita Sastra Anak Suku Sasak: Kajian David C Mcclelland Ramdhani, Marlinda; Intiana, Siti Rohana Hariana; Khairussibyan, Muh.; Susanti, Pipit Aprilia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek motivasi yang terdapat pada cerita sastra tradisonal suku Sasak yang biasa sering dijadikan bacaan sastra anak. Sampel penelitian ini dibatasi maksimal delapan cerita sastra tradisional yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi dokumen terkait cerita sastra tradisional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang mengkaji aspek motivasi dalam cerita rakyat suku Sasak menggunakan teori psikologi sastra David C McClelland. Data penelitian ini berupa kalimat atau paragraf yang terdapat di masing-masing cerita tradisional suku Sasak yang menjadi sampel penelitian. Sumber data penelitian ini adalah pemangku dan masyarakat suku Sasak yang mengetahui benar terkait suatu cerita sastra tradisional, serta internet atau buku yang memuat cerita sastra tradisional yang sudah ditulis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga aspek motivasi dalam cerita rakyat suku Sasak, yaitu motivasi untuk berprestasi, berafiliasi, dan berkuasa. Dari ketiga jenis motivasi tersebut, aspek yang paling banyak muncul adalah motivasi untuk berafiliasi, sedangkan aspek yang paling jarang muncul adalah motivasi untuk berprestasi.
Penerapan Strategi Peta Konsep untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Materi Teks Deskripsi Siswa MTs. Ubbbadussomad NW Kalijaga Selatan Kelas VIII TA.2025/2026 Arina, NurFathil Maula; Intiana, Siti Rohana Hariana; Susanti, Pipit Aprilia; Mahyudi, Johan
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 1 (2025): VOLUME 8 NUMBER 1 JULY (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i1.7919

Abstract

This research aims to improve the descriptive text writing skills of eighth-grade students at MTs Ubbadusshomad DS NW Kalijaga Selatan in the academic year 2025/2026 through the application of the concept map method. This study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in one cycle with two meetings. The research subjects consisted of 18 students. Data were collected through observation, writing tests, and documentation, and were analyzed both quantitatively and qualitatively.The results revealed that the implementation of the concept map method successfully enhanced students. ability to write descriptive texts. This was evident from the average score at the end of the cycle, which reached 81.94, with a 100% mastery level, indicating that all students exceeded the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 75. Qualitatively, students became more skilled in organizing ideas, constructing sentences, and applying the structure of descriptive texts. Therefore, the concept map method is proven to be effective in teaching Indonesian language, particularly in improving students’ descriptive writing skills.
Sosialisasi Gangguan Belajar Spesifik (Disleksia) kepada Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Jerowaru: Awareness Program on Specific Learning Disorders (Dyslexia) for Junior High School Teachers in Jerowaru Indonesia Saharudin, Saharudin; Musaddat, Syaiful; Susanti, Pipit Aprilia; Agusman, Agusman; Ramdhani, Marlinda; Hidayat, Wahyu
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6961

Abstract

Pengabdian ini dilatari oleh masih banyak guru yang tidak memahami jenis dan karakteristik gangguan belajar spesifik (disleksia) pada peserta didik sehingga mereka cenderung melabeli peserta didiknya dengan label “bodoh” atau semisalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para guru mengenai gangguan belajar spesifik di kalangan peserta didik dengan melibatkan profesional psikolog sehingga para guru juga bisa mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus gangguan belajar yang dialami peserta didiknya. Selain berbicara persoalan gangguan belajar, juga dibicarakan perihal pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik: pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang tanggap budaya. Berdasarkan hasil post-test, hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para guru telah bisa mengetahui, memahami, dan menjelaskan jenis-jenis gangguan belajar pada peserta didik, ciri-ciri peserta didik yang mengalami gangguan belajar, dan asbab terjadinya gangguan belajar pada peserta didik. Adanya pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan belajar (yang dialami peserta didik) berimplikasi pada kesadaran para guru SMPN 1 Jerowaru untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didiknya mulai dari penyususan perangkat pembelajaran hingga evaluasinya. Disarankan agar penyuluhan psikoedukasi kesehatan mental untuk para guru dan peserta didik semacam ini rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan pembaharuan informasi terkait ragam kerangka strategi dalam pembelajaran, serta perlu melibatkan orang tua dan profesional untuk membantu guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan belajar spesifik disleksia ini.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital pada Kegiatan Menulis Puisi bagi Guru Bahasa Indonesia di Tingkat SMK : Training on Utilizing Digital Instructional Media for Poetry Writing Activities by Indonesian Language Teachers in Vocational High Schools Mahyudi, Johan; Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7139

Abstract

Materi penulisan puisi yang disampaikan secara monoton di lingkungan sekolah sering kali menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Penyajian yang bersifat konvensional, tanpa dukungan media pembelajaran yang menarik, membuat siswa kurang termotivasi untuk mengembangkan kemampuan kreatif mereka dalam menulis puisi. Dalam konteks ini, pemanfaatan media digital menjadi salah satu alternatif strategis untuk mengatasi kebosanan dalam proses pembelajaran sastra, khususnya pada materi penulisan puisi. Media pembelajaran digital merupakan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Melalui media ini, guru dan siswa dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran secara lebih menarik, kreatif, dan interaktif, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Berdasarkan hal tersebut, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Kabupaten Lombok Tengah dalam merancang media pembelajaran yang menarik untuk materi penulisan puisi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan penugasan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Batukliang yang dihadiri oleh guru-guru Bahasa Indonesia sebanyak 25 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah para guru 1) memahami konsep puisi digital, 2) mampu merancang tugas proyek untuk pembuatan media digital pada materi penulisan puisi, dan 3) mengetahui cara membuat puisi digital dengan menggunakan beberapa aplikasi yang telah diajarkan. Untuk selanjutnya, disarankan pembelajaran penulisan puisi tidak lagi monoton dan membosankan bagi para peserta didik.
Pelatihan Penulisan Naskah Lakon pada Komunitas Teater di Kota Mataram: Training in Playwriting for Theater Communities in Mataram City Indonesia Khairussibyan, Muh.; Jafar, Syamsinas; Intiana, Siti Rohana Hariana; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7143

Abstract

Kesenian teater di NTB khususnya di Mataram kekurangan penulis naskah lakon yang andal. Persoalan minimnya naskah berkualitas tersebut perlu diikhtiarkan solusinya. Salah satu solusinya adalah dengan mengadakan pelatihan penulisan naskah lakon bagi komunitas teater di kota Mataram. Pengabdian berupa pelatihan ini bisa meningkatkan keterampilan para anggota komunitas teater di kota Mataram. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni tahap penyajian materi teoretis tentang drama realis, struktur drama, tahapan penulisan naskah lakon/drama, teknik pengembangan ide, dan lain-lain. Tahapan kedua adalah pemberian contoh berdasarkan pengalaman pemateri dan naskah yang pernah ditulis pemateri. Tahapan ketiga adalah praktik penentuan ide cerita dan penulisan outline cerita yang akan dikembangkan menjadi naskah lakon. Pada akhir pelatihan disediakan waktu refleksi dan tanya jawab.  The development of theater arts in West Nusa Tenggara (NTB), particularly in Mataram city, is facing a creative drought due to the scarcity of capable play scriptwriters. This absence of strong narrative voices is longing for compelling stories. To solve this, a targeted training program in playwriting was initiated for members of the theater communities in Mataram city. This community service aimed to nurture new talents and sharpen the creative pens of emerging writers. The training was conducted in three phases. The first phase focused on delivering theoretical material, including concepts of realist drama, the structural components of a play, stages of script development, and techniques for generating and refining story ideas. In the second phase, participants were introduced to practical examples drawn from the trainer’s professional experiences and previously written scripts. The third phase involved hands-on practice, where participants were guided in developing story ideas and drafting a structured outline to be expanded into a full play script. The training concluded with a reflection session and a question-and-answer segment, allowing participants to consolidate their learning and clarify any remaining doubts.
Cerminan Karakter Masyarakat Desa Pelita Jaya Pada Tradisi Bakayab Hai Susanti, Pipit Aprilia; Umasugi, Fadila
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.308

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to find out aspects of character education for the Pelita Jaya village community in the Bakayab Hai tradition. This research uses qualitative research with descriptive analysis approach. The type of data used in this research is secondary data. The results of this study indicate that the Bakayab Hai tradition is one of the traditions of the Sula community which is always carried out in a series of wedding events. This tradition is one of the traditions of the people of Pelita Jaya Village in the Sula Islands, North Maluku. The purpose of this research is to describe the characters contained in the Bakayab Hai tradition. Data collection techniques used are interviews and documentation. The results show that the Bakayab Hai tradition reflects the character of the Pelita Jaya village community, including religious, togetherness, and social care.Keywords: Character Values, Bakayab Hai Tradition AbstrakTujuan penellitian ini adalah untuk mengetahui aspek pendidikan karakter masyarakat desa Pelita Jaya yang ada dalam tradisi Bakayab Hai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Bakayab Hai adalah salah satu tradisi masyarakat sula yang selalu dilakukan dalam rangkaian acara pernikahan. Tradisi ini adalah salah satu tradisi masyarakat Desa Pelita Jaya yang berada di Kepulauan Sula Maluku Utara. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakter yang terkandung dalam tradisi Bakayab Hai. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bakayab Hai ini mencerminkan karakter masyarakat desa pelita jaya diantaranya adalah religius, kebersamaan, dan peduli sosialKata Kunci: Karakter Masyarakat, Tradisi Bakayab Hai
KATA 'SĀFĀR' DALAM PERSPEKTIF SUFI: KAJIAN TERHADAP METAFORA KONSEPTUAL GEORGE LAKOFF Chaer, Hasanuddin; Rasyad, Abdul; Mari'i, Mari'i; Hidayat, Rahmat; Susanti, Pipit Aprilia; Riyanto, Andra Ade
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v8i2.22510

Abstract

This article delves deeply into the essence of the word 'Sāfār' from a Sufi perspective, utilizing the conceptual metaphor framework developed by George Lakoff. The research aims to uncover the philosophical and spiritual meanings contained within the word 'Sāfār' in the context of Sufi tradition, and how the use of conceptual metaphor can deepen our understanding of Sufi mystical journeys. Within Lakoff's "The Path Traversed-If Possible/Not Possible" conceptual framework, the article explores the dynamics between the Source Domain and the Target Domain in the metaphor of 'Sāfār'. This research applies George Lakoff's conceptual metaphor method to interpret the literal meaning of the word 'Sāfār' within the spiritual Sufi framework into a metaphorical meaning. To understand this phenomenon, the research is conducted through three stages: First, data collection, in which researchers gather literal words of 'Sāfār' from the texts of the Qur'an and Sufi manuscripts. Second, data analysis, in which researchers observe, analyze, and understand the literal meaning of the word 'Sāfār' in the Qur'anic texts, and connect it with metaphorical meanings. Third, data conclusion, where researchers understand and interpret the meaning from the source domain to the target domain of the metaphor of the word 'Sāfār' in the context of Sufi spiritual journey. Findings from this research indicate that a metaphorical understanding of the term 'Sāfār' can provide new insights and broader perspectives on spiritual, philosophical, and cognitive linguistic experiences. This is because the research highlights the complexity of dynamics between the source domain and the target domain in the process of metaphorical interpretation.
Ethnopedagogy In The Bakayab Hai Tradition Susanti, Pipit Aprilia; Samad , Sartika
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.619

Abstract

Bakayab Customs Hi terms and symbols that need to be understood, each symbol in the series of customary implementations and the equipment used during the event is full of meaning. Unfortunately, the Bakayab Hai custom is only known by certain circles, for the younger generation this custom is only a ritual passed down from generation to generation without knowing its meaning. This research aims to describe the meaning of the symbols in each series of the Bakayab Hai traditional process as a whole which is related to learning based on traditional culture or ethnopedagogy. This research uses a qualitative approach because in this research data will be interpreted and presented in descriptive form or explanations in the form of words. The results of the research show that each series of processes in the Bakayab Hai tradition is related to culture-based learning or ethnopedagogy.
Pengembangan Big Book untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Cerita Rakyat Suku Sasak Doyan Nada Anggana, Muhammad Rifki; Putri, Yolanda Martsya; Sudarmaji, Aditia; Rinjani, Nanang Satrio; Susanti, Pipit Aprilia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4253

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan peserta didik yang berintegritas dan beridentitas budaya kuat, terutama di tengah derasnya arus globalisasi yang memengaruhi perilaku generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Big Book berbasis cerita rakyat Doyan Nada dari suku Sasak sebagai sarana pembelajaran literasi dan penguatan karakter pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Book “Doyan Nada” layak digunakan ditinjau dari aspek materi maupun media, serta efektif meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas membaca dan pembelajaran nilai karakter. Seluruh indikator keterlibatan pembaca menunjukkan respons “Ya” dari siswa, meliputi aspek visual, pemahaman teks, interaktivitas, keterlibatan emosional, dan reaksi pembaca. Media ini terbukti mampu menumbuhkan nilai karakter seperti kerja sama, keberanian, tanggung jawab, serta kepedulian melalui aktivitas membaca bersama dan diskusi reflektif. Dengan demikian, Big Book “Doyan Nada” valid, praktis, dan efektif digunakan sebagai media literasi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat pendidikan karakter siswa sekolah dasar.
ANALISIS NILAI MORAL PADA ANIME SUZUME NO TOJIMARI KARYA MAKOTO SHINKAI Sari, Muliana; Susanti, Pipit Aprilia; Sapiin, Sapiin; Mahyudia, Johan
Jurnal Tuturan Vol 14 No 2 (2025): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jurnaltuturan.v14i2.10383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai moral yang ada pada anime Suzume no Tojimari karya Makoto Shinkai. Objek dari penelitian ini adalah anime Suzume no Tojimari yang dibuat oleh Makoto Shinkai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Metode pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat dan divalidasikan dengan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 67 data yang meliputi 4 bentuk nilai moral menurut Nurgiyantoro yaitu, (1) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yang terdiri atas 5 data yaitu, nilai moral beriman dan nilai moral berdoa. (2) Nilai moral moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang terdiri atas 24 data yaitu, nilai moral penyabar, pemaaf, jujur, pantang menyerah, percaya diri, patuh, menerima diri sendiri dan bertanggung jawab. (3) Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain yang terdiri atas 31 data berupa nilai moral peduli sesama, tolong menolong, saling menghormati dan saling menyayangi, dan (4) Nilai moral hubungan manusia dengan alam yang terdiri atas 7 data berupa nilai moral ketergantungan alam dan nilai moral melindungi alam. Anime Suzume no Tojimari karya Makoto Shinkai nilai moral yang paling dominan adalah nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain khususnya dalam bentuk tindakan peduli sesama yang terdiri dari 15 data.