Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

DIGITAL DETOX: DAMPAK POSITIF PUASA MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL GENERASI MILENIAL DAN GEN Z Ambarsari, Lies; Irwandi; Fatmawati, Endang; Susanti, Pipit Aprilia; Fahmi, Ahmad Rosikhul
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 7 No 1 (2025): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v7i1.1322

Abstract

Dalam kehidupan digital yang semakin mendominasi, generasi Milenial dan Gen Z menghadapi tekanan psikologis yang signifikan akibat intensitas keterlibatan dengan media sosial. Kebutuhan untuk terus tampil dan terlibat secara daring memicu kelelahan emosional, perbandingan sosial, serta gangguan keseimbangan hidup. Di tengah realitas ini, praktik digital detox atau puasa media sosial muncul sebagai alternatif untuk memulihkan kondisi mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak positif puasa media sosial terhadap kesehatan mental generasi Milenial dan Gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber literatur dan penelitian terdahulu yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi pola-pola pengalaman, respons emosional, dan manfaat psikologis selama masa jeda digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeda dari media sosial mampu mengurangi tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta memperbaiki fokus dan ketenangan pikiran. Praktik ini juga membuka peluang bagi interaksi sosial langsung yang lebih bermakna dan refleksi diri yang mendalam terhadap konsumsi digital. Terdapat perbedaan respons antara Milenial dan Gen Z, baik dalam motivasi maupun cara menghadapi jeda, yang menunjukkan perlunya pendekatan khusus bagi masing-masing generasi. Secara keseluruhan, digital detox terbukti sebagai strategi efektif dalam menjaga kesehatan mental di era media sosial yang padat akan stimulasi.
Transformation of Snakes and Ladders through Index Card Match: Educational Media to Improve Early Childhood Cognition Syofiyanti, Dessy; Susanti, Pipit Aprilia; Cahyani, Nur; Hasnida, Hasnida
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i1.1432

Abstract

Early childhood cognitive development is a critical foundation for future learning. However, many existing learning methods remain monotonous and less engaging, leading to low participation and slow cognitive progress among children. To address this, interactive and enjoyable learning media is essential. This study aims to improve early childhood cognitive development through the transformation of the traditional snakes and ladders game integrated with the Index Card Match (ICM) method. The game was selected for its ability to stimulate recognition of basic symbols—numbers, letters, colors, shapes, and sizes—which are key elements in early cognition. The research was conducted at Ceria Eduloka Kindergarten, Seberida District, using a participatory Classroom Action Research (CAR) design consisting of planning, implementation, observation, and reflection in two cycles. The game was modified by adding ICM elements, where children match questions and answers during each move, promoting active thinking and engagement. Data were collected through observation, teacher interviews, and documentation. The results showed a significant increase in cognitive achievement, with average scores rising from 33% in the pre-cycle to 86% in the second cycle. This indicates that the modified game successfully fosters basic cognitive abilities such as recognition, understanding, and problem-solving. Theoretically, the study contributes to the application of constructivist learning and multimodal approaches in early childhood education. In the long term, this educational media has the potential to be replicated in various early childhood education settings as an inclusive, engaging, and culturally adaptive tool to support the development of cognitive and social-emotional competencies in young children.
Sosialisasi Gangguan Belajar Spesifik (Disleksia) kepada Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Jerowaru: Awareness Program on Specific Learning Disorders (Dyslexia) for Junior High School Teachers in Jerowaru Indonesia Saharudin, Saharudin; Musaddat, Syaiful; Susanti, Pipit Aprilia; Agusman, Agusman; Ramdhani, Marlinda; Hidayat, Wahyu
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6961

Abstract

Pengabdian ini dilatari oleh masih banyak guru yang tidak memahami jenis dan karakteristik gangguan belajar spesifik (disleksia) pada peserta didik sehingga mereka cenderung melabeli peserta didiknya dengan label “bodoh” atau semisalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para guru mengenai gangguan belajar spesifik di kalangan peserta didik dengan melibatkan profesional psikolog sehingga para guru juga bisa mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus gangguan belajar yang dialami peserta didiknya. Selain berbicara persoalan gangguan belajar, juga dibicarakan perihal pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik: pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang tanggap budaya. Berdasarkan hasil post-test, hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para guru telah bisa mengetahui, memahami, dan menjelaskan jenis-jenis gangguan belajar pada peserta didik, ciri-ciri peserta didik yang mengalami gangguan belajar, dan asbab terjadinya gangguan belajar pada peserta didik. Adanya pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan belajar (yang dialami peserta didik) berimplikasi pada kesadaran para guru SMPN 1 Jerowaru untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didiknya mulai dari penyususan perangkat pembelajaran hingga evaluasinya. Disarankan agar penyuluhan psikoedukasi kesehatan mental untuk para guru dan peserta didik semacam ini rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan pembaharuan informasi terkait ragam kerangka strategi dalam pembelajaran, serta perlu melibatkan orang tua dan profesional untuk membantu guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan belajar spesifik disleksia ini.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital pada Kegiatan Menulis Puisi bagi Guru Bahasa Indonesia di Tingkat SMK : Training on Utilizing Digital Instructional Media for Poetry Writing Activities by Indonesian Language Teachers in Vocational High Schools Mahyudi, Johan; Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7139

Abstract

Materi penulisan puisi yang disampaikan secara monoton di lingkungan sekolah sering kali menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Penyajian yang bersifat konvensional, tanpa dukungan media pembelajaran yang menarik, membuat siswa kurang termotivasi untuk mengembangkan kemampuan kreatif mereka dalam menulis puisi. Dalam konteks ini, pemanfaatan media digital menjadi salah satu alternatif strategis untuk mengatasi kebosanan dalam proses pembelajaran sastra, khususnya pada materi penulisan puisi. Media pembelajaran digital merupakan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Melalui media ini, guru dan siswa dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran secara lebih menarik, kreatif, dan interaktif, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Berdasarkan hal tersebut, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Kabupaten Lombok Tengah dalam merancang media pembelajaran yang menarik untuk materi penulisan puisi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan penugasan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Batukliang yang dihadiri oleh guru-guru Bahasa Indonesia sebanyak 25 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah para guru 1) memahami konsep puisi digital, 2) mampu merancang tugas proyek untuk pembuatan media digital pada materi penulisan puisi, dan 3) mengetahui cara membuat puisi digital dengan menggunakan beberapa aplikasi yang telah diajarkan. Untuk selanjutnya, disarankan pembelajaran penulisan puisi tidak lagi monoton dan membosankan bagi para peserta didik.
Pelatihan Penulisan Naskah Lakon pada Komunitas Teater di Kota Mataram: Training in Playwriting for Theater Communities in Mataram City Indonesia Khairussibyan, Muh.; Jafar, Syamsinas; Intiana, Siti Rohana Hariana; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7143

Abstract

Kesenian teater di NTB khususnya di Mataram kekurangan penulis naskah lakon yang andal. Persoalan minimnya naskah berkualitas tersebut perlu diikhtiarkan solusinya. Salah satu solusinya adalah dengan mengadakan pelatihan penulisan naskah lakon bagi komunitas teater di kota Mataram. Pengabdian berupa pelatihan ini bisa meningkatkan keterampilan para anggota komunitas teater di kota Mataram. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni tahap penyajian materi teoretis tentang drama realis, struktur drama, tahapan penulisan naskah lakon/drama, teknik pengembangan ide, dan lain-lain. Tahapan kedua adalah pemberian contoh berdasarkan pengalaman pemateri dan naskah yang pernah ditulis pemateri. Tahapan ketiga adalah praktik penentuan ide cerita dan penulisan outline cerita yang akan dikembangkan menjadi naskah lakon. Pada akhir pelatihan disediakan waktu refleksi dan tanya jawab.  The development of theater arts in West Nusa Tenggara (NTB), particularly in Mataram city, is facing a creative drought due to the scarcity of capable play scriptwriters. This absence of strong narrative voices is longing for compelling stories. To solve this, a targeted training program in playwriting was initiated for members of the theater communities in Mataram city. This community service aimed to nurture new talents and sharpen the creative pens of emerging writers. The training was conducted in three phases. The first phase focused on delivering theoretical material, including concepts of realist drama, the structural components of a play, stages of script development, and techniques for generating and refining story ideas. In the second phase, participants were introduced to practical examples drawn from the trainer’s professional experiences and previously written scripts. The third phase involved hands-on practice, where participants were guided in developing story ideas and drafting a structured outline to be expanded into a full play script. The training concluded with a reflection session and a question-and-answer segment, allowing participants to consolidate their learning and clarify any remaining doubts.
Meningkatkan Literasi Teknologi di Masyarakat Pedesaan Melalui Pelatihan Digital Hariyanto; Susanti, Pipit Aprilia; Hadjaat, Michael; Wasil, Muhammad; Susilawati, Agnes Dwita
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/w3e72c91

Abstract

Kehadiran teknologi menyebabkan meningkatnya kemakmuran bagi masyarakat. Namun sayangnya manfaat teknologi sering kali masih belum dapat dirasakan oleh masyarakat perdesaan secara maksimal. Hal ini dikarenakan masih rendahnya literasi teknologi di kalangan masyarakat perdesaan. Penelitian ini kemudian bertujuan untuk melihat mengenai bagaimana manfaat pelatihan digital di dalam masyarakat perdesaan dalam meningkatkan literasi teknologi. Proses pengabdian ini dapat dilaksanakan melalui ceramah dan praktik secara langsung. Dalam implementasinya, diperlukan adanya persiapan yang dapat dibagi sesuai tahapan-tahapan yang diperlukan. Hasil pengabdian ini mengharapkan untuk terjadinya adanya peningkatan di dalam pemahaman literasi teknologi bagi masyarakat perdesaan. Dengan peningkatan pemahaman ini, maka masyarakat perdesaan dapat merasakan manfaat dari kehadiran teknologi secara total. Dengan demikian, maka masyarakat desa dapat meningkatkan kelebihan produk lokal mereka, serta terhindar dari hoaks yang sering muncul di ranah digital. Hasil akhir yang diinginkan adalah masyarakat desa dapat merasakan kemakmuran sebagai akibat dari kehadiran teknologi digital.
REPRESENTASI GENDER DALAM TINDAK TUTUR ILOKUSI SELEBGRAM LOMBOK DI INSTAGRAM: KAJIAN PRAGMATIK DIGITAL Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia; Pratama, Januari Rizki
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 8 No 2 (2025): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v8i2.30492

Abstract

This research is motivated by the growing popularity of Instagram influencers (selebgram) in Indonesia, including in Lombok, who have now become role models and promotional media for various business sectors. The aim of this study is to analyze illocutionary speech acts, gender dominance, and the interests of the Lombok community as reflected in their engagement with selebgram content. Data were collected through observation and documentation, then analyzed using content analysis methods. The study reveals three main findings. First, selebgram in Lombok are predominantly female, with popular content focusing on fesyen, culinary arts, tourism, and entertainment. Second, female selebgram tend to use more commissive and expressive speech acts, while male selebgram are more inclined to use assertive and expressive forms. Third, Instagram audiences in Lombok show greater interest in following female selebgram and favor entertainment-related content. This study indicates that the popularity of selebgram in Lombok shapes communication patterns that reflect gender differences and, pragmatically, influence audience interests in the digital sphere. These findings highlight the importance of linguistic studies in understanding the role of selebgram as representations of popular culture and constructions of gender identity on social media.
Pelatihan Penyusunan Instrumen Digital Literasi Membaca Berbasis PISA dengan Kearifan Lokal Pulau Lombok: Training Program on Designing Digital Literacy Instrument for PISA-based Reading Incorporating Lombok's Local Wisdom Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia; Pratama, Januari Rizki; Umar, Ahmad Zaldi; Wahida, Cholisatun
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/qy5tsf02

Abstract

Penguatan literasi membaca menjadi salah satu fokus penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan asesmen internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA). Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia SMP di kota Mataram dalam menyusun instrumen digital literasi membaca berbasis PISA yang diintegrasikan dengan kearifan lokal pulau Lombok. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil karya guru. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan 55 guru yang ditugaskan oleh MGMP Bahasa Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait konsep literasi membaca PISA, kemampuan merancang instrumen digital menggunakan aplikasi Wayground dan Google Forms, serta kreativitas dalam mengaitkan konten instrumen dengan teks-teks kearifan lokal Lombok. Selain itu, guru peserta mampu menghasilkan produk berupa draf instrumen literasi membaca yang siap digunakan untuk pembelajaran maupun asesmen. Luaran kegiatan meliputi peningkatan kapasitas guru, publikasi artikel, serta rencana pengembangan bank soal digital berbasis PISA dengan muatan lokal. Dengan demikian, Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan literasi membaca siswa SMP sekaligus pelestarian nilai budaya lokal.
Pengaruh PjBL terhadap Hasil Belajar Penulisan Artikel Ilmiah Populer melalui Proyek Majalah Digital Siswa Kelas VIII-6 SMPN 1 Pringgasela Rafida, Jumati -; Intiana, Siti Rohana Hariana; Susanti, Pipit Aprilia
Journal of Educational Review and Research Vol 7, No 2 (2024): VOLUME 7 NUMBER 2 (2024)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v7i2.7663

Abstract

This study aims to examine the effect of the Project-Based Learning (PjBL) model on the learning outcomes of Grade VIII-6 students at SMP Negeri 1 Pringgasela in writing populer scientific articles through a digital magazine project. In this model, students are artively involved in composing populer scientific articles based on appropriate structures anda language conventions, which are then integrated into a final product in the form of a digital magazine using online design applications. The study employed a quantitative approach with q pre-test and post-test design. Data were collected through assessments of the students written articles and the quality of the digital magazine they created in groups. The results indicate a significant improvement in students writing skills, particularly in aspects such as article structure, content accuracy, language clarity, and creativity. Furthermore, students collaboration and communication skills were enhanced throughout the magazine production process. These findings demonstate that implementing PjBL is not only effective in improving popular scientific writing skills but also fosters technological proficiency and teamwork in Indonesian language learning.  
Public Speaking in Academic Context: A Study of Student Communication Obstacles and Strategies Wahyuni, Wika; Sudika, I Nyoman; Susanti, Pipit Aprilia; Pratama, Januari Rizki; Nazir, Yuniar Nuri; Rizkia, Septi
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i4.9309

Abstract

Public speaking is one of the most important skills for students. Public communication skills not only play a role in supporting academic success, but also provide great benefits in professional and social life. In fact, it turns out that many students still experience obstacles when they have to speak in front of many people, including in academic presentations. Based on these facts, this study attempts to classify the obstacles to public communication of students so that recommendations can be provided to overcome these obstacles to public communication in the campus environment. Data were collected using observation and interview methods. Furthermore, the data were analyzed using the content analysis method and presented informally. The findings of this study are several obstacles to public communication, namely linguistic, psychological, technical, environmental, body movement, mastery of material, and visual aids. From these findings, it is concluded that the obstacles to public communication in students' academic presentations mostly come from internal factors (linguistic, psychological, body movement, and mastery of material) and external factors (technical, visual aids, and environmental). Students who are less accustomed to public speaking tend to have difficulty organizing material and delivering it well. In addition, the lack of training in the use of presentation aids worsens the situation