Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES PENERAPAN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS DENGAN SENAM OTAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESIAPAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH METODE PENELITIAN MAHASISWA PGSD, FKIP UNIVERSITAS ESA UNGGUL, JAKARTA Susanto, Ratnawati
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.364 KB)

Abstract

Permasalahan, kebutuhan dan hambatan belajar yang dialami peserta didik tidak menjadi fokus perhatian dalam penanganan permasalahan pendidikan. Kondisi ini perlu diatasi dengan pembiasaan gerakan sederhana senam otak sebagai penerapan keterampilan manajemen kelas guna optimalisasi kesiapan dan hasil belajar. Penelitian Mixed Methods dengan eksperimen pada Proses Penerapan Keterampilan Manajemen Kelas Dengan Senam Otak Dan Pengaruhnya Terhadap Kesiapan Belajar dan Hasil Belajar Mata Kuliah Metode Penelitian Mahasiswa PGSD FKIP UEU Jakarta.. Ukuran sampel (Slovin) 30 mahasiswa semester 6. Hasil penelitian : (1) Proses penerapan senam otak dilakukan sebagai kegiatan pra, aktivitas dan pasca terintegrasi keterampilan manajemen kelas; dan terdapat pengaruh yang positif kuat dan sangat signifikan pada: (2) Manajemen kelas tanpa senam otak dengan kesiapan belajar (r = 0,783, R2 = 61,4%); (3) Manajemen kelas tanpa senam otak terhadap hasil belajar (r = 0,688, R2 = 47,3%) ; (4) Manajemen kelas dengan senam otak terhadap kesiapan belajar (r = 0,799, R2 = 63,9% ); (5) Manajemen kelas dengan senam otak terhadap hasil belajar (r = 0,693, R2= 48,1%); dan terdapat perbedaan yang kuat, positif dan signifikan sebelum dan setelah senam otak pada: (6) Kesiapan belajar (mean = 2,94, r = 0,784 ; dan (7) Hasil belajar (mean = 9,74, r = 0,765).. Kata Kunci : Proses, Keterampilan Manajemen Kelas, Senam otak, Kesiapan Belajar, Hasil Belajar.
HUBUNGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN RASIONAL DENGAN AKUNTABILITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH Susanto, Ratnawati
Eduscience : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 2, No 1 (2016): Eduscience: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to investigate the relationship of decision making with accountability. This study was conducted in private school in the area Catholic Education Council of the Archdiocese of Jakarta (Majelis Keuskupan Agung Jakarta). The research method used was survey by correlation approach. Sample size 67 school principals. The finding of the research: there is a positive relation of rational decision making with accountability. Recommendation for increasing the accountability of school principals is the development of rational decision making abilities through the authority’s mandate and the principles of autonomy, and the application of the principle of accountability of school principals as educational management. Keywords: rational decision making, accountability, headmaster AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan pengambilan keputusan dengan akuntabilitas. Penelitian ini dilakukan di sekolah swasta Katolik Keuskupan Agung Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan korelasi. ukuran sampel 67 kepala sekolah. Temuan dari penelitian ini adalah adanya hubungan positif keputusan rasional dengan akuntabilitas. Rekomendasi untuk meningkatkan akuntabilitas kepala sekolah adalah pengembangan kemampuan pengambilan keputusan yang rasional melalui mandat kewenangan dan prinsip-prinsip otonomi, dan penerapan prinsip akuntabilitas kepala sekolah sebagai manajemen pendidikan. Kata Kunci: pengambilan keputusan rasional, akuntabilitas, kepala sekolah
PENINGKATAN KETERAMPILAN MANAJEMEN PROSES PEMBELAJARAN INOVATIF DAN INTERAKTIF DI SMP St. ANDREAS, JAKARTA Susanto, Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe problems of national education which are the focus of the Community Service Program (AbdiMas) to schools are based on: (1) the tendency of learning on teacher activities, (2) identical use of lecture and demonstration methods in teacher activities, and (3) learning materials that emphasize more on concepts rather than competencies. So it is needed the skills of management of innovative and interactive learning process as teacher pedagogic competence.. Implementation of training is given to educators at SMP St. Andreas, Jakarta. using presentation methods, lectures, and active participation of participants in discussions, questions and answers, demonstrations and practices and simulations. The data presentation is done by using quantitative and qualitative analysis. By using Talent Search Matrix the results show that: (1) 62.5% of teachers are in a position to exceed the standard / exceed expectations in building innovative and interactive learning in total from the overall dimensions of social constructivism as well as the use of teaching methods and tools; (2) 25% of teachers have occupied the position of meeting the potential standards and performance of innovative and interactive learning process through the dimension of social constructivism, the use of teaching methods and tools; (3) 12.5% of teachers are in sufficient position to facilitate innovative and interactive learning. The conclusion is that partner schools are ready to design future roles in innovative and interactive learning. Keywords: management skills process learning, innovative, interactive AbstrakPermasalahan pendidikan nasional yang menjadi fokus program Pengabdian bagi Masyarakat (AbdiMas) kepada sekolah berdasar pada: (1) kecenderungan pembelajaran atas aktifitas guru, (2) identiknya penggunaan metode ceramah dan demonstrasi dalam aktifitas guru, dan (3) materi pembelajaran yang lebih menekankan pada konsep daripada kompetensi. Proses pembelajaran ini berlangsung menjadi sebuah warisan budaya sebuah ruang kelas. Maka sangat dibutuhkan keterampilan manajemen proses pembelajaran inovatif dan interaktif sebagai kompetensi pedagogik guru. Pelaksanaan pelatihan diberikan kepada para pendidik di SMP St. Andreas, Jakarta. dengan menggunakan metode presentasi, ceramah, dan partisipasi aktif peserta dalam diskusi, tanya jawab, demonstrasi serta praktek dan simulasi. Penyajian data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif . Dengan menggunakan Talent Search Matrix diperoleh hasil bahwa: (1) 62,5% guru menempati posisi melampaui standar/melebihi harapan dalam membangun pembelajaran yang inovatif dan interaktif secara total dari keseluruhan dimensi konstruktivisme sosial maupun penggunaan metode dan alat pengajaran; (2) 25% guru telah menempati posisi memenuhi standar potensi dan kinerja proses pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui dimensi konstruktivisme sosial, penggunaan metode dan alat pengajaran; (3) 12,5% guru berada pada posisi cukup dalam memfasilitasi pembelajaran inovatif dan interaktif. Kesimpulan yang diperoleh adalah sekolah mitra siap untuk merancang peran masa depan dalam pembelajaran inovatif dan interaktif. Kata kunci : keterampilan manajemen proses pembelajaran, inovatif, interaktif
KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS MELALUI GERAKAN SEDERHANA SENAM OTAK (BRAIN GYM) DI SD PELITA 2, JAKARTA BARAT Susanto, Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe problems of national education faced today and become a part of concern to provide guidance in the form of education and training in program Service for People (AbdiMas) to schools is the findings on: (1) The focus of learning is still based on cognitive and tend to emphasize the left brain (2 ). The learning approach is oriented mainly to the teachers, and less attention to the needs and problems of childrens learning, and (3) learning environment that is not conducive to optimizing the potential of the child. So much needed classroom management skills as teacher competence in understanding, diagnosing, facilitating the creation of a learning environment that is safe, comfortable, fun, natural (stress-free) and facilitate the child learns to move information capture and engage the senses Senses as device dimensions of learning. It can be created through conditioning learning/customizing of brain exercise with movement PACE and the combination of some simple movements of other, learners can define learning goals, coordinating the movements to the rhythm of learning, have a social environment and a positive emotional, process skills pay attention (noticing), development process, a good learning attitude, aspreciation to yourself and others and celebrating the success of self. The training given to the teachers and students of Pelita 2 Primary School in Yayasan Budhi Bakti.Keywords: Classroom Management Skills, Gymnastics brain, Brain Gym, PACE. AbstrakPermasalahan pendidikan nasional yang dihadapi saat ini dan menjadi bagian perhatian untuk melakukan pendampingan berupa pendidikan dan pelatihan dalam program Pengabdian bagi Masyarakat (AbdiMas) kepada sekolah adalah adanya temuan atas: (1)  Fokus pembelajaran yang masih berbasis kognitif  dan cenderung menekankan pada otak kiri (2). Pendekatan pembelajaran yang masih berorientasi pada guru, dan kurang memperhatikan kebutuhan dan permasalahan belajar anak, dan (3) Suasana pembelajaran yang belum kondusif  untuk mengoptimalkan potensi anak.  Maka sangat dibutuhkan keterampilan manajemen kelas sebagai kompetensi guru dalam upaya memahami, mendiagnosa, memfasilitasi terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, alami (bebas stress) dan memfasilitasi anak belajar menangkap informasi dengan bergerak dan melibatkan penca indera sebagai dimensi perangkat belajar. Hal ini dapat diciptakan melalui pengkondisian belajar/pembiasaan senam otak dengan gerakan PACE dan kombinasi beberapa gerakan sederhana lainnya, peserta didik dapat menentukan tujuan belajarnya, mengkordinasikan gerakan untuk irama belajar, memiliki lingkungan sosial dan emosional yang positif, keterampilan proses memperhatikan (noticing), pengembangan proses, sikap belajar yang baik, aspresiasi pada diri dan orang lain serta merayakan keberhasilan diri.  Pelaksanaan pelatihan diberikan kepada para pendidik dan peserta didik SD Pelita 2 di Yayasan Budhi Bakti.Kata Kunci : Keterampilan Manajemen Kelas, Senam otak,  Brain Gym, PACE.
Lecturers’ Professionalism in Shaping Students' Perceptions and Commitments Susanto, Ratnawati
Journal of Education Research and Evaluation Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.544 KB) | DOI: 10.23887/jere.v3i1.17768

Abstract

The Institute of Teachers’ Education or Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) have some following strategic issues: (1) teacher graduates who perform poor professionalism, (2) LPTKs that do not meet quality standard, (3) the insufficient education of the teacher students that fails to create professional teachers. The research was carried out at a Faculty of Teacher Training and Education/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) in West Jakarta. The research subjects were the lecturers and senior year active students, consisting of 191 students, who were selected through saturated samples. This research employed a mixed-method design using causal survey. The data were collected in the form of a questionnaire. The results of the study showed that the lecturers’ professionalism has impacts to the development of the students' perceptions and profession commitments
PROSES PENERAPAN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS DENGAN SENAM OTAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESIAPAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH METODE PENELITIAN MAHASISWA PGSD, FKIP UNIVERSITAS ESA UNGGUL, JAKARTA Susanto, Ratnawati
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.364 KB)

Abstract

Permasalahan, kebutuhan dan hambatan belajar yang dialami peserta didik tidak menjadi fokus perhatian dalam penanganan permasalahan pendidikan. Kondisi ini perlu diatasi dengan pembiasaan gerakan sederhana senam otak sebagai penerapan keterampilan manajemen kelas guna optimalisasi kesiapan dan hasil belajar. Penelitian Mixed Methods dengan eksperimen pada Proses Penerapan Keterampilan Manajemen Kelas Dengan Senam Otak Dan Pengaruhnya Terhadap Kesiapan Belajar dan Hasil Belajar Mata Kuliah Metode Penelitian Mahasiswa PGSD FKIP UEU Jakarta.. Ukuran sampel (Slovin) 30 mahasiswa semester 6. Hasil penelitian : (1) Proses penerapan senam otak dilakukan sebagai kegiatan pra, aktivitas dan pasca terintegrasi keterampilan manajemen kelas; dan terdapat pengaruh yang positif kuat dan sangat signifikan pada: (2) Manajemen kelas tanpa senam otak dengan kesiapan belajar (r = 0,783, R2 = 61,4%); (3) Manajemen kelas tanpa senam otak terhadap hasil belajar (r = 0,688, R2 = 47,3%) ; (4) Manajemen kelas dengan senam otak terhadap kesiapan belajar (r = 0,799, R2 = 63,9% ); (5) Manajemen kelas dengan senam otak terhadap hasil belajar (r = 0,693, R2= 48,1%); dan terdapat perbedaan yang kuat, positif dan signifikan sebelum dan setelah senam otak pada: (6) Kesiapan belajar (mean = 2,94, r = 0,784 ; dan (7) Hasil belajar (mean = 9,74, r = 0,765).. Kata Kunci : Proses, Keterampilan Manajemen Kelas, Senam otak, Kesiapan Belajar, Hasil Belajar.
PKM ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPN 191, JAKARTA Susanto, Ratnawati; Syofyan, Harlinda; Dwiyanti, Karina; Alfina Umri, Cut
International Journal of Community Service Learning Vol 3, No 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.967 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.19971

Abstract

SMPN 191 merupakan sekolah Inklusi di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Ka. Dinas Provinsi DKI Jakarta No. 986/2012 tanggal 10 Mei 2012 yang bermisikan menyelenggarakan Education for all. Namun dalam penyelenggaraannya memiliki pemasalahan kompleks dalam pendampingan siswa reguler (95%) dan ABK (5%). Permasalahan perilaku belajar dan ketidaktuntasan penanganan, perbedaan cara penanganan perilaku orang tua dalam mendidik, penurunan prestasi belajar, kemandirian, kesehatan, sosial emosional ABK, spiritualitas guru yang tidak stabil dalam pendampingan ABK, kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam penanganan ABK, keterbatasan sarana prasana penunjang ABK.  Solusi kepada mitra adalah dengan penguatan kapasitas internal sekolah – guru, siswa.  Penguatan kapasitas dilakukan berbasis kepada hasil penelitian Penerapan Proses Penerapan Keterampilan Manajemen Kelas Dengan Senam otak yang memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Belajar dan Hasil Belajar (Ratnawati Susanto, 2017). Metode pelaksanaan dilakukan dengan (1) Kegiatan orientasi guru tentang pendidikan untuk semua, hakekat anak dan ABK dan (2) pelatihan senam otak  (3) Evaluasi kegiatan dan komitmen.  Kesimpulannya para guru memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan senam otak serta komitmen menyelenggarakan pendidikan untuk semua anak tanpa perbedaan anak reguler ataupun ABK. Saran para guru di SMPN 191 perlu melakukan diseminasi pengetahuan, keterampilan senam otak sebagai sebagai sekolah inklusi agar mentransformasi sikap penyelenggaraan pendidikan untuk semua.
PEMBERDAYAAN GURU DALAM LITERASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Syofyan, Harlinda; Susanto, Ratnawati; Wijaya, Yeni Duriana; Vebryanti, Vebryanti; Tesaniloka P, Melinda
International Journal of Community Service Learning Vol 3, No 3 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.175 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i3.20816

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat  (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan guru dalam kegiatan literasi di sekolah sebagai pelopor sekaligus sebagai pelopor untuk mengarahkan siswa dalam membentuk cara berpikir siswa agar lebih kritis dalam pembelajaran. Oleh karena guru memiliki peran sentral dalam pembelajaran di kelas. Maka guru diharapkan memiliki pengetahuan yang luas sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih menarik dan dimengerti oleh siswanya.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif melalui tiga tahap yaitu 1) sosialisasi, (2) pendampingan, 3) monitoring dan evaluasi.  Hasil dari pelaksanaan  adalah; 1) pemahaman tentang literasi sains meningkat  yang terlihat dalam aspek kompetensi dan indicator sebesar 43%, pengorganisaisan materi ajar 54%, dalam penggunaan strategi  sebesar 65% dan peningkatan literasi sains 50%.  Antusiasme peserta juga baik dengan rata-rata kehadiran 84%, sementara hasil monitoring kemampuan berpikir kristis siswa juga meningkat sebesar 65%.  Untuk itu diharapkan kegiatan literasi ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar proses belajar mengajar berjalan sesuai yang diharapkan. 
Kontribusi Faktor Mendasar Kepuasan Kerja: Fondasi Pengembangan Profesionalitas Tenaga Pendidik Susanto, Ratnawati
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v4i2.25665

Abstract

Lembaga pendidikan yang berbasis nilai-nilai spiritual religiusitas atau keagamaan akan sangat menekankan faktor mendasar kepuasan kerja sebagai  fondasi pengembangan profesionalitas tenaga pendidik, sedangkan kepuasan kerja sangat dipenegrauhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan tingkat kepuasan kerja guru yang bekerja dalam wadah MPK KAJ sebagai lembaga berbasiskan spiritual religiusitas, (2) mengetahui kontribusi faktor mendasar yang berperan pada kepuasan kerja. Subjek penelitian adalah guru SMTA MPK KAJ. Jumlah sampel 130.  Pendekatan penelitian kuantitatif  dengan metode survey. Analisis data dengan statistik deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) sebesar 96 guru (76%) sangat puas, 30 guru (41%) puas dan 0 guru (0%) yang tidak puas, (2) Kepuasan kerja karena keakraban dan kerjasama sebesar 19%, kepuasan kerja karena status dan penghargaan sebesar 17%, kepuasan kerja karena pemenuhan kebutuhan mengajar sebesar  16%, kepuasan kerja karena fasilitas kerja sebesar 16%, kepuasan kerja karena kesempatan berkarir sebesar 16% dan kepuasan kerja karena gaji sebesar 15%. Temuan ini memberikan penegasan simpulan bahwa guru-guru SMTA MPK KAJ yang merupakan guru-guru yang bekerja dengan misi semangat pendiri, dengan visi dan misi spiritual religiusitas memiliki kepuasan kerja yang didasari pula oleh makna spiritual yang mendasar yang didasarkan para relasi  hubungan dan makna cinta kasih berupa kepuasan kerja yang tercipta karena keakraban dan kerjasam
Pemberdayaan Kompetensi Pedagogik Berbasis Kemampuan Reflektif Untuk Peningkatan Kualitas Interaksi Pembelajaran Susanto, Ratnawati; Sofyan, Harlinda; Rozali, Yuli Azmi; Nisa, Mahwar Alfan; Umri, Cut Alfina; Nurlinda, Bellina Dwi; Oktafiani, Oktafiani; Lestari, Tantri Hartika
International Journal of Community Service Learning Vol 4, No 2 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.202 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i2.25657

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat di Sekolah SDN Duri Kepa 03 Pagi berfokus pada Pemberdayaan Kompetensi Pedagogik Berbasis Kemampuan Reflektif untuk Peningkatan Kualitas Interaksi Pembelajaran sebagai diseminasi hasil Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) mengenai Model Pengembangan Kompetensi Pedagogik (Ratnawati Susanto, 2019). Solusi dilakukan dengan 5 tahap,  yaitu: (1)  Tahap Sosialisasi untuk Peningkatan pemahaman dan pengetahuan menngenai Literasi Pedagogik, (2) Tahap Peningkatan Pengetahuan Kompetensi Pedagogik Berbasis Kemampuan Reflektif untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran, (3) Tahap Peningkatan Keterampilan Pemberdayaan Kompetensi Pedagogik Berbasis Kemampuan Reflektif untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran, (4) Pemetaan Kompetensi Pedagogik, Kemampuan Reflektif dan Kualitas Interaksi pembelajaran, dan (5) Pengukuran dan Evaluasi.  Pencapaian hasil pengabdian kepada masyarakat mencapai tingkat efektifitas yang baik sebagai solusi permasalahan mitra, dengan hasil: (1) peningkatan pengetahuan literasi pedagogik sebesar 80%, (2) 100 % guru memiliki kompetensi pedagogik pada klasifikasi baik (27 %) dan cukup (73 %); (3). 100 % guru memiliki kemampuan reflektif pada klasifikasi baik 20 % dan pada klasifikasi cukup 80 % ;  dan (4) 100 % guru Kemampuan pengelolaan kualitas interaksi pembelajaran  dengan klasifikasi baik 39 % dan klasifikasi cukup 61 %.
Co-Authors Adam Astrada . Agustina, Noni Aldina Siti Nur Aliyah Alfina Umri, Cut Alfina, Maya Tahta Alfira, Alyannida Anandha, Siti Afina Anggraini, Dwi Putri Anita Dewi Athifah, Annisah Nur Br, Gempita Besella Budilaksono, Sularso Cahyaningrum, Dian Erisa Nurmala Chelsea Chelsea Citra Sukma Melati Dena Kaifal Kurni Diah Aryani, Diah Diana Diana Diani, Septi Bela Didi Herwansah Dita Ramadhanti Dwi Rohman Soleh Dwi Setiyadi Dwiyanti, Karina Endah Juwandani Erry Yudhya Mulyani Evi Syafrida Nasution Farhan F, Farhan F Febriani, Erna Febryna, Nurul Fikri, Ahmad Dzaki Fillah, Fillah Fitria Fitria H, Dita Hapudin, Muhammad Soleh Harlinda Syofyan Hendrawan, Belinda Bilqiis HENI OKTAVIA Henny Sanulita Heriyanti Heriyanti Herwansah, Didi Husna, Nia Iftahul Ika Setiawati, Ika Indah Mentari Indah Mentari, Indah Intan Pandini Lestari, Tantri Hartika Lestari, Tantri Hertika Lufi Nabila Lumbantoruan, Jitu Halomoan M. Bahrul Ulum Mahwar Alfan Nisa Mari anti Mawarni Mawarni Melati, Citra Sukma Melinda Tesaniloka Mevia, Dhefa Arta Mira Asmirajanti Mulyo Wiharto Nirmalawaty, Caroline Monica Nisa, Mahwar Alfan Nisa’I, Siti Haerotun Nizirwan Anwar Nurlinda, Belina Dwi Nurlinda, Bellina Dwi Nurul Febrianti Nuzulaeni, Ine Oktafiani Oktafiani, Oktafiani Oktian Fajar Nugroho Panji Kuncoro Hadi Pertiwi, Ratih Prasetyo, Muhammad Aji Pratiwi, Neisya Puspasari, Atika Putri Anggraeni Widyastuti Putri, Astri Anggita Rahma, Maulitha Ramadhanti, Dita Rani Mahareka Ratih ratih ratih Reka Rahayu Rika Mutiara, Rika Rivaldi, Azi Rosyid, Ainur Rozali, Yuli Asmi S, Ferdy Safiani A. Faaroek Sari, Inggrid Devi Putri Arum Selindah Selindah Setiyati, Ritta Siagian, Rima Cesara Debora Simorangkir, Sahat T Simorangkir, Sahat T. Siregar, Desnita Siswanto, Maya Afriana Sofyan, Harlinda Sri Lestari Stefanny, Berliana Sugiharta, Rizki Sugiharto, Rivan Sulaeka, Bela Sumarni Sumarni Syahrizal Dwi Putra Tesaniloka P, Melinda Tesaniloka, Melinda Tobing, Lidya Agatha Lumban Ulum, M. Bahrul Ummanah Ummanah, Ummanah Umri, Cut Alfina Vebryanti Vebryanti - Vebryanti, Vebryanti Vionalita, Gisely Wahyuni, Munika Yestri Widarto Rachbini Yeni Duriana Yeni Duriana Wijaya, Yeni Duriana Yolanda, Yona Dwi Yona Yona Yulhendri Yulhendri Yuli Azmi Rozali Yuli Azmi Rozali Yuli Azmi Rozali Yuliati Yuliati Yulis, Erna Yumeldasari, Yumeldasari Zahar, Iwan Zuas, Ega Amalia