Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TEMATIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH 3 AL FURQAN BANJARMASIN Nurlaila Dwe Khairiyati; Siti Noor Halisa; Zahran; Ahmad Ridho; Aslamiah; Diani Ayu Pratiwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.20944

Abstract

Thematic learning is an integrated learning method that combines various disciplines into one learning theme to provide students with a beneficial learning experience. This research aims to analyze the effectiveness of thematic learning at MIS Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin. Data was collected through interviews and questionnaires with teachers using qualitative methods with a case study approach. The research results show that teachers face problems in terms of limited time, resources, and ability to use technology. However, thematic learning is considered effective for improving students understanding and critical thinking skills. It is highly recommended to provide ongoing training to educators and provide more complete resources to help implement thematic learning.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA MENGGUNAKAN MODEL LEGO DAN PERMAINAN MISSION X DI SDN PEMURUS DALAM 6 Muhammad Nazar Rizaldi; Diani Ayu Pratiwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.23079

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah kemandirian belajar siswa masih kurang karena belum adanya perhatian terhadap mandiri dalam belajar. Penyebabnya adalah pembelajaran yang bersifat satu arah, proses pembelajaran masih banyak didominasi oleh guru (teacher center). Alternatif pemecahan masalah pada penelitian ini menggunakan model LEGO (Problem Based Learning, Group Investigation, dan Teams Games Tournament) dan Permainan Mission x. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemandirian siswa. Penelitian ini menggunakan dua macam pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Setting penelitian disini adalah siswa kelas IV SDN Pemurus Dalam 6, yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemandirian siswa pada pertemuan 1 mencapai 39% dengan kriteria kriteria cukup mandiri dan meningkat pada pertemuan 4 mencapai 94% dengan kriteria sangat mandiri. Berdasarkan hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model LEGO dan Permainan Mission x dapat meningkatkan kemandirian siswa. Disarankan model ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan berpikir kritis, kemandirian dan hasil belajar siswa.
ANALISIS HAMBATAN GURU DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN DI SDN SUNGAI JINGAH 1 BANJARMASIN Ramadhanie, Annisa; Evatriana Malanita; Nurhaliza Oktaviana; Putri Natasya Azzahra; Aslamiah; Diani Ayu Pratiwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran tematik serta dampaknya terhadap proses pembelajaran siswa di SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam perencanaan pembelajaran meliputi keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman dalam mengintegrasikan beberapa mata pelajaran, serta kesulitan menentukan tema yang relevan. Sementara itu, pada pelaksanaan pembelajaran, guru menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, beragamnya tingkat kemampuan siswa yang dapat membuat tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai sesuai rencana awal pada RPP, dan keterbatasan fasilitas pembelajaran. Hambatan-hambatan tersebut berdampak pada efektivitas pembelajaran, seperti rendahnya ketercapaian tujuan pembelajaran dan kurang optimalnya pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan bagi guru, penyediaan sumber belajar yang memadai, serta strategi diferensiasi pembelajaran untuk mengatasi hambatan tersebut.
HAMBATAN DAN SOLUSI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN SEMANGAT DALAM 3 Muhammad Syafi'e; Najlaa Annisa Faadiyah; Najwa Ulya Nugrahaini; Ghina Shalihah; Aslamiah; Diani Ayu Pratiwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24140

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar masih menghadapi berbagai permasalahan dalam penerapannya. Oleh karena itu, evaluasi diperlukan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik, dimulai dengan mengidentifikasi hambatan serta menentukan solusi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala serta solusi dalam implementasi kurikulum merdeka di SDN Semangat Dalam 3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat hambatan utama dalam penerapan kurikulum merdeka, yaitu: (1) keterbatasan sarana dalam pembelajaran, (2) kesulitan guru dalam menggunakan teknologi, (3) masih adanya pola pikir guru yang cenderung menggunakan metode lama dan bergantung pada buku teks, serta (4) kesiapan peserta didik yang masih rendah dalam belajar secara mandiri. Adapun cara mengatasi hambatan tersebut, sekolah menerapkan berbagai strategi, seperti penggunaan sarana pembelajaran secara bergilir, pembentukan komunitas belajar guru, pelatihan penggunaan teknologi, serta penerapan metode pembelajaran aktif dan diferensiasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kendala-kendala tersebut dapat diminimalisir dengan kolaborasi antara guru, sekolah, dan pihak terkait guna mendukung penerapan kurikulum secara optimal. Penelitian ini bertujuan sebagai rujukan praktis bagi sekolah dasar lainnya dalam menerapkan kurikulum merdeka secara lebih efektif, dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN SUNGAI LULUT 7: KENDALA GURU DALAM PEMBELAJARAN DAN SISWA DALAM ASESMEN PEMBELAJARAN Hutri Hidayah; Najma Soraya; Nova Soraya; Siti Munawarah; Diani Ayu Pratiwi; Aslamiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 t
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24157

Abstract

This study discusses the implementation of the Kurikulum Merdeka and various challenges faced by teachers and students in the teaching and learning process as well as in conducting assessments. Teachers encounter obstacles in adapting instructional strategies to meet students’ needs, especially in selecting appropriate learning materials and fostering an effective learning environment. Meanwhile, students face issues such as anxiety, poor time management, and low motivation in understanding the subject matter. These challenges directly impact their assessment performance. Therefore, it is essential for teachers to apply interactive and adaptive learning methods and provide emotional support to boost students' confidence. This study offers an overview of how pedagogical and psychological factors interact to influence the success of assessments in the context of the Kurikulum Merdeka.
TANTANGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN PASAR LAMA 6: ANALISIS ASESMEN DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Septiana Devi Puspitasari; Aina Dheabadra; Hayatun Syifa; Fatimatuz Zhahra; Diani Ayu Pratiwi; Aslamiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24232

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Independent Curriculum at SDN Pasar Lama 6, focusing on the implementation of diagnostic assessments and differentiated learning. Diagnostic assessments are used as an initial step in identifying students' learning styles and mapping their interests, but the results are not always accurate because they are influenced by individual conditions when the assessment is carried out. Therefore, teachers conduct periodic evaluations to adjust learning strategies to be more effective. In implementing differentiated learning, schools implement heterogeneous student grouping to encourage collaboration and improve understanding of the material. The learning methods used vary, including inquiry models and project-based approaches, which allow students to be more active in the learning process. In addition, various supporting programs such as morning literacy, Healthy Friday, and milk drinking programs are implemented to improve students' well-being and learning motivation. Support from schools and teacher communities also plays an important role in the success of the implementation of the Independent Curriculum, where teachers actively participate in learning communities and training to improve their competencies. With the strategies implemented, it is hoped that the Independent Curriculum can run more optimally and provide a more meaningful learning experience for students.
BEBAN ADMINISTRATIF DAN KURANGNYA PELATIHAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN PANGERAN 1 Novi Handayani; Putri Normeiliani; Aslamiah; Diani Ayu Pratiwi; Shintiya Andini; Zaliha
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24286

Abstract

The implementation of Merdeka Curriculum at SDN Pangeran 1 faces various complex challenges. One of the main problems is the high administrative burden and limited training for teachers. Although the Merdeka Curriculum is designed to provide flexibility for teachers in developing a learning process that suits the characteristics and needs of s tudents, in practice, many teachers feel even greater pressure. Administrative demands such as preparing teaching modules, filling in learner progress reports and making other teaching tools drain a lot of their time and energy. As a result, focus and creativity in the learning process in the classroom is often reduced. In addition, the lack of intensive training and assistance in understanding and implementing Merdeka Curriculum makes some teachers feel less confident and have difficulty innovating. This study aims to explore school policies in implementing the Merdeka Curriculum as well as the strategies used to overcome the obstacles faced by teachers. The approach used in this research is qualitative, which is conducted through in-depth interviews with principals and teachers, direct observation in the school environment, and analysis of relevant policy and administrative documents. The results showed a gap between the expectations of the curriculum and the reality in the field. Therefore, collaborative efforts between the school and the education office are needed to simplify the administrative burden, provide clear and practical implementation guidelines, and organize continuous training so that teachers can implement Merdeka Curriculum effectively and meaningfully.
TANTANGAN IMPLEMENTASI PROYEK P5 DI SDN BELITUNG SELATAN 1: PERBEDAAN PEMAHAMAN ANTARA SEKOLAH DAN ORANG TUA Rahmi Nur ‘Aini; Shopia Nabila; Fa'izah, Nurul; Siti Nor Shahada; Aslamiah; Diani Ayu Pratiwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24289

Abstract

Curriculum development in elementary schools is very important in ensuring better quality education. This study aims to understand how SDN Belitung Selatan 1 implements the curriculum and the challenges faced in the process. The research method used was an interview with the principal as the main informant. The results of the study showed that the implementation of the curriculum was carried out in stages from 2020 to 2024, with various obstacles faced, such as differences in implementation stages between classes, limited time for teachers to study the curriculum, and challenges in implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). Several solutions have been implemented, such as the formation of teacher study groups, socialization to parents, and periodic evaluation of curriculum implementation. With these efforts, the implementation of the curriculum can run more effectively even though there are still obstacles that need to be overcome.
TANTANGAN BELAJAR MANDIRI KURIKULUM MERDEKA SDN KUIN CERUCUK 1 Akhmad Rafi'i; Diani Ayu Pratiwi; Romamarisa Putri Utami; Nazwa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24392

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools has brought positive impacts on learning approaches, one of which is the emphasis on independent learning. This study aims to identify the challenges faced by students in optimizing independent learning in the era of the Merdeka Curriculum. The research method used is descriptive, with data collected through interviews and documentation. The findings indicate that students face difficulties in learning independently. Factors such as social background, cognitive abilities, and the presence of students with special needs (SEN) influence the effectiveness of independent learning. SDN Kuin Cerucuk 1 has 22 students with special needs who are supported by five specialized teachers. This assistance is a positive step in ensuring they continue to receive equal access to education. Regular students also face challenges, such as being reluctant to communicate their learning difficulties. Factors that can enhance the effectiveness of independent learning include the school’s efforts in providing guidance and the involvement of parents in the learning process. The lack of material review at home and minimal parental support also contribute to students’ slow understanding of lessons taught in class.
Kendala Dan Solusi Dari Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN Alalak Tengah 4 Abdul Iwani; Muhammad Irham; Muhammad Syahman Rizani; Diani Ayu Pratiwi; Aslamiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi serta solusi yangditerapkan dalam proses implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Alalak Tengah 4.Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknikpengumpulan data melalui wawancara kepada kepala sekolah dan guru kelas VI. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi kurangnya pemahaman guruterhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi, keterbatasan sarana dan prasaranapenunjang projek profil Pelajar Pancasila, serta waktu yang terbatas untuk perencanaandan refleksi pembelajaran. Selain itu, minimnya pelatihan berkelanjutan juga menjadihambatan dalam penerapan kurikulum ini secara optimal. Sebagai solusi, sekolahberinisiatif melakukan pelatihan internal, kolaborasi antar guru melalui komunitasbelajar, serta memanfaatkan media sederhana dalam menjalankan pembelajaran yangkontekstual. Temuan ini merekomendasikan perlunya dukungan kebijakan yangmemperkuat pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar secaramerata dan berkelanjutan.