Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan Publik: Menilai Efektivitas Model Keterlibatan Warga Judijanto, Loso; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita; Kusnadi, Iwan Henri; Ahmadun, Ahmadun; Leuwol, Natasya Virginia
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2367

Abstract

Artikel jurnal ini membahas analisis partisipasi masyarakat dalam konteks pengambilan keputusan publik, dengan tujuan mengevaluasi efektivitas model keterlibatan warga. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis empiris untuk menyelidiki sejauh mana partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik memiliki dampak positif terhadap kebijakan yang dihasilkan. Studi ini meninjau berbagai model keterlibatan warga yang diterapkan dalam konteks kebijakan publik, termasuk konsultasi publik, dialog warga, dan forum partisipatif. Penelitian mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat, termasuk akses informasi, transparansi kebijakan, dan mekanisme keterlibatan yang efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas model keterlibatan warga bervariasi tergantung pada konteks dan karakteristik masyarakat yang terlibat. Faktor sosial, ekonomi, dan budaya memainkan peran penting dalam menentukan tingkat partisipasi dan dampaknya terhadap kebijakan publik. Penelitian ini juga menyoroti tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, termasuk ketidaksetaraan akses dan kurangnya kesadaran. Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik. Implikasi temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki model keterlibatan warga, meningkatkan responsivitas kebijakan, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik. Dengan demikian, artikel ini memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks pembangunan demokratis dan pemahaman lebih baik tentang bagaimana masyarakat dapat lebih efektif terlibat dalam pembentukan kebijakan publik.
Transformasi E-Government: Mengevaluasi Dampak Digitalisasi terhadap Pelayanan Publik Taufiqurokhman, Taufiqurokhman; Pathony, Tony; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita; Nurhakim, Arif; Judijanto, Loso
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2390

Abstract

Transformasi E-Government menjadi topik utama dalam konteks pelayanan publik, seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak digitalisasi terhadap pelayanan publik melalui transformasi E-Government. Evaluasi ini mencakup analisis perubahan signifikan dalam cara pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam konteks ini, latar belakang penelitian mengidentifikasi kebutuhan untuk menyelaraskan pelayanan publik dengan perkembangan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan responsivitas. Research gap terletak pada pemahaman mendalam terkait dampak nyata dari transformasi E-Government terhadap kualitas pelayanan publik. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami sejauh mana digitalisasi mampu mengubah cara pemerintah berinteraksi dengan masyarakat. Melalui tinjauan terhadap penelitian terdahulu, artikel ini mengeksplorasi berbagai model dan strategi implementasi E-Government serta mengidentifikasi keberhasilan dan kendala yang terkait. Dalam menganalisis dampak transformasi E-Government, artikel ini menyoroti aspek-aspek seperti peningkatan efisiensi administratif, partisipasi masyarakat, dan inovasi layanan publik. Di samping itu, pembahasan novelti melibatkan pemahaman lebih lanjut mengenai cara teknologi digital dapat diintegrasikan secara holistik dalam konteks pelayanan publik. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah memberikan pandangan yang komprehensif tentang transformasi E-Government dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan menggambarkan dampak positif dan tantangan yang mungkin dihadapi, artikel ini berupaya menyajikan gambaran yang holistik dan mendalam terkait peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pemerintah dalam melayani masyarakat.
Pendidikan Multikultural di Kelas Global: Strategi Pengajaran Responsif Budaya Khairunida, Daan Dini; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita; Daroini, Muchlis; Khoir, Qoidul; Fauziyah, Nur Laily
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2397

Abstract

Pendidikan multikultural memegang peranan krusial dalam menghadapi tantangan global dalam ruang kelas. Artikel ini, berjudul "Pendidikan Multikultural di Kelas Global: Strategi Pengajaran Responsif Budaya," membahas strategi pengajaran yang responsif terhadap keragaman budaya dalam konteks global. Pendidikan multikultural bukan sekadar mengakui keberagaman, tetapi juga mengajarkan keterampilan dan pemahaman yang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan dunia yang semakin terhubung. Artikel ini mengidentifikasi beberapa strategi pengajaran yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang responsif budaya. Pertama, pendekatan pengajaran harus mengakui dan menghargai latar belakang budaya siswa. Guru perlu memahami keberagaman bahasa, nilai, dan norma-norma budaya yang membentuk identitas siswa. Kedua, kurikulum harus dirancang untuk mencerminkan keragaman global. Materi pembelajaran harus mencakup berbagai perspektif budaya untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang dunia kepada siswa. Selain itu, penggunaan teknologi dapat menjadi alat yang kuat untuk mendukung pendidikan multikultural di kelas global. Platform pembelajaran daring dapat menghadirkan sumber daya yang mencakup budaya dari seluruh dunia, membantu siswa memahami realitas global lebih baik. Pemanfaatan teknologi juga memungkinkan koneksi lintas batas antara kelas-kelas di seluruh dunia, menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menyeluruh dan kolaboratif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan konseptual tentang pendidikan multikultural di era globalisasi. Dengan mengintegrasikan strategi pengajaran responsif budaya, artikel ini mengajak para pendidik untuk beradaptasi dengan lingkungan kelas yang semakin heterogen dan menyiapkan siswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat global dengan pemahaman yang mendalam tentang keragaman budaya.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DIGITAL: ANALISIS KONTRIBUSI KURIKULUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN PENGALAMAN SISWA Maq, Mumu Muzayyin; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita; Liawati, Susi; Widyanti, Eka; Febianti, Kurnia
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2476

Abstract

Kurikulum pendidikan telah mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan kemajuan teknologi digital. Artikel jurnal ini menyajikan analisis terhadap kontribusi kurikulum pendidikan digital terhadap prestasi belajar dan pengalaman siswa. Pendidikan digital telah menjadi perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, memungkinkan akses yang lebih mudah terhadap sumber daya pembelajaran, interaksi yang lebih beragam, dan penggunaan alat pembelajaran yang inovatif. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif-analitis dan mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk survei, wawancara, dan observasi di berbagai lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan digital memiliki potensi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Siswa yang mengikuti kurikulum digital cenderung lebih terlibat dalam pembelajaran dan memiliki akses yang lebih mudah terhadap berbagai materi pembelajaran. Hal ini menghasilkan peningkatan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah. Selain itu, kurikulum pendidikan digital juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa. Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran memberikan fleksibilitas dan interaktivitas yang lebih besar, sehingga siswa dapat mempersonalisasi pengalaman belajar mereka sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Ini juga memungkinkan guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan dinamis. Namun, studi ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam mengembangkan kurikulum pendidikan digital, termasuk perlunya pelatihan guru yang memadai, perangkat dan akses internet yang memadai, serta upaya untuk memastikan inklusi bagi semua siswa. Oleh karena itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut dalam merancang kurikulum pendidikan digital yang efektif dan inklusif. Artikel ini merupakan sumbangan penting dalam pemahaman tentang peran kurikulum pendidikan digital dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan meningkatkan pengalaman belajar mereka di era digital saat ini.
Urgensi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sosiologi dan Antropologi Damanik, Fritz Hotman Syahmahita
LITERATUS Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Internasional Sosial dan Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v5i2.1437

Abstract

Kurikulum Merdeka memiliki urgensi yang luar biasa dalam transformasi pembelajaran sosiologi dan antropologi di Indonesia. Penelitian ini menguraikan permasalahan mendasar di abad ke-21, termasuk bagaimana urgensi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran sosiologi dan antropologi. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi urgensi Kurikulum Merdeka, dengan data diperoleh dari kajian literatur yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki urgensi dalam adaptasi pembelajaran sosiologi dan antropologi terhadap perubahan sosial dan budaya, mendorong kreativitas, inovasi, dan inklusivitas. Siswa diberdayakan untuk menjadi agen pembelajaran aktif dan kritis, menggali potensi unik mereka. Kurikulum ini juga meningkatkan relevansi materi pembelajaran dengan memasukkan konteks lokal dan global, serta membentuk karakter siswa melalui penekanan pada etika profesional dan nilai-nilai moral. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka tidak hanya menjadi kerangka pembelajaran, tetapi juga instrumen untuk membentuk individu yang siap menghadapi dinamika masyarakat modern. Penerapan konsep ini dalam pembelajaran sosiologi dan antropologi memberikan dampak positif signifikan, menciptakan lingkungan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Harmoni Etika: Titik Temu Nilai-nilai Kristiani dan Wasathiyah Muhammadiyah Suriadi, Agus; Sukmana, Oman; Saputro, Darmanto; Tarigan, Nosita Br.; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.1759

Abstract

Abstract. This research is motivated by the importance of building the social harmony in a multicultural society through an interfaith ethical approach. The main objective of this study is to explore the intersection of ethical values between Christian teachings and the principles of Wasathiyah Islam within the Muhammadiyah movement. This research was conducted by a qualitative method with a literature review approach, utilizing a comparative theological perspective and interfaith dialogue theory. The result showed that the values of justice, compassion, tolerance, and social responsibility form the shared ethical foundation between Christianity and Wasathiyah Islam.Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural melalui pendekatan etika lintas agama. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi titik temu nilai-nilai etika antara ajaran Kristen dan prinsip Wasathiyah Islam dalam gerakan Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dengan menggunakan perspektif teologi komparatif dan teori dialog antaragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keadilan, kasih, toleransi, dan tanggung jawab sosial menjadi landasan etika bersama antara kekristenan dan wasathiyah Islam.
The Power of Progressive Islamic Identity in Managing Charitable Activities in the Field of Education at Muhammadiyah University Malang Basri, La; Tobroni, Tobroni; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.5103

Abstract

This study discusses the role of Progressive Islam identity in the management of educational charitable activities at Muhammadiyah University Malang (UMM). Since its establishment, Muhammadiyah has emphasized the idea of progressive Islam, which is reflected in various charitable activities, including education. UMM, as a leading Muhammadiyah university, plays an important role in implementing Progressive Islam values in the field of education. This study aims to explore how this identity is applied in the management of education at UMM and the relationship between ideology and managerial practices. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation related to education management policies and practices. The results show that Progressive Islam identity is the foundation for curriculum development, educational policy, and academic culture at UMM, despite challenges in consistent implementation. This identity strengthens the university's moral legitimacy, curriculum innovation, management integrity, and social reputation, making it a transformational force in educational management.
Political Participation of Millennials and Gen Z: Transformation of Youth Voter Engagement Patterns in Indonesia's Electoral Democracy System Saragih, Mujahid Widian; Pirandy, Gusti; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10280

Abstract

The transformation of Indonesia's political landscape is marked by the emergence of millennials (born 1981-1996) and Gen Z (born 1997-2012) as new political forces reshaping electoral participation dynamics. This study analyzes the political engagement patterns of young voters in Indonesia's democratic system using qualitative and quantitative approaches. Data were collected through surveys of 850 respondents aged 17-40 across five provinces, in-depth interviews with 45 key informants, and social media content analysis. Findings reveal that millennials and Gen Z exhibit distinct participation patterns from previous generations, characterized by digital platform utilization, issue-centric orientation, and skepticism toward traditional political institutions. Results show that 67.3% of young voters prioritize specific issues over party affiliation, 72.8% use social media as their primary source of political information, and 58.4% demonstrate preference for independent or non-partisan candidates. This study identifies three major transformation dimensions: digitalization of political activism, depersonalization of partisan loyalty, and democratization of political information access. The theoretical implications enrich discourse on political participation theory in digital society contexts, while practical implications provide guidance for political elites and democratic institutions in accommodating young voters' aspirations.
Improving Constructing Child Friendly School Culture Through Symbolic Interaction Damanik, Fritz Hotman Syahmahita; Sukmana, Oman; Sulistyaningsih, Tri
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.138

Abstract

School culture is not a static institutional given but a dynamic social achievement produced and reproduced through the everyday interpretive interactions of all stakeholders: teachers, students, parents, and administrators. This article investigates how the concept of "child-friendly culture" is socially constructed, negotiated, and internalized as a living school culture within Indonesian Child-Friendly Schools (Sekolah Ramah Anak/SRA). Drawing on a qualitative case study conducted at SMA Swasta Harapan Mandiri Medan, an officially SRA, designated school in a multicultural urban context, the article applies the theoretical framework of Constructivist Symbolic Interactionism as elaborated by Herbert Blumer (1969), Kathy Charmaz (2014), and Norman K. Denzin (2019). This integrated framework attends to three dimensions of meaning-making: the symbolic interactions through which "child-friendly" meanings are communicated and shared; the constructivist processes through which these meanings are shaped by actors' reflexive engagement with their social contexts and lived experiences; and the interpretive flexibility through which different stakeholder groups construct divergent yet interrelated understandings of what child-friendly school culture means in practice. Data collected through in-depth interviews, participant observation of school cultural routines, and documentary analysis reveal that "child-friendly culture" is most authentically enacted not through formal policy compliance but through the accumulated symbolic practices of daily school life. The article argues that school culture literacy, the capacity of educational actors to reflectively understand, critically evaluate, and actively shape the symbolic environment of their school, is a precondition for genuine SRA implementation.
Internalisasi Nilai Anti Rokok melalui Pendidikan Karakter di SMA Swasta Harapan Mandiri, Medan: Pendekatan Sosialisasi Sukmana, Oman; Thamrin, Husni; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita; Sidabutar, Rynaldy Tonggi Lambue
Abdi Ilmiah untuk Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): ABHIMA
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/abhima.v2i1.269

Abstract

Merokok di kalangan pelajar SMA merupakan persoalan serius yang membutuhkan intervensi berbasis pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menginternalisasi nilai-nilai anti rokok kepada siswa SMA Swasta Harapan Mandiri, Medan, melalui pendekatan sosialisasi yang partisipatif dan kontekstual. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, dan simulasi peran. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap terhadap rokok pada 87 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 35,9 poin (dari 40,6 menjadi 76,5 pada skala 100), dengan 85% peserta mengalami pergeseran sikap positif ke arah penolakan terhadap rokok. Tingkat kepuasan peserta mencapai 85%, dengan aspek relevansi materi memperoleh penilaian tertinggi. Kegiatan ini merekomendasikan integrasi pendidikan karakter anti rokok secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah serta pembentukan kelompok sebaya (peer group) sebagai agen perubahan perilaku.