Claim Missing Document
Check
Articles

Modigiz Application as an Educational Media for Overweight Teenagers Retno Wahyu Ningsih; Joyeti Darni; Ramadan Wibi Surya Aji
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jgp.v8i2.455

Abstract

Background: Android mobile applications about nutrition and health are starting to be developed, but only a few develop mobile applications with a discussion of overweight adolescents. Android media with exciting features can be an alternative to increase adolescents' awareness of the problem of obesity.Research Methods: Development of an Android mobile application named "Modigiz," which stands for mobile obesity diet nutrition. The application is developed using the agile software development method and uses its development technology, namely Android Studio, Android SDK, Kotlin, Android Jetpack Library, Github, Figma, and Canva.Research Result: The Modigiz application implements the principle of quick feedback for application users. Users can find nutritional status information about each feature display, and there is feedback for consultations between users and the team via WhatsApp no.Conclusion: The Modigiz application was developed for overweight adolescents to monitor their nutritional status and manage their diet independently. In addition, this application also provides nutrition and health information for users, so it is hoped that it can encourage healthy behavior habits and implement balanced nutrition.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Joyeti Darni; Baiq Rizki Hidayatunnisa; Retno Wahyuningsih; Ni Ketut Sri Sulendri
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JELLY PORANG (Amorphophallus Muelleri) KOMBINASI JAMBU BIJI (Psidium Guajava) TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL PADA PASIEN HIPERKOLESTEROLEMIA Darni, Joyeti; Wahyuningsih, Retno; Suhaema, Suhaema; Heryanto, Denisse
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 7 No 2 (2023): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2023.7.2.9427

Abstract

Hypercholesterolemia sufferers tend to be experienced at the age of 45-59 years and over 60 years. Hypercholesterolemia is caused by several factors, namely lifestyle, diet and physical activity. Guava and Porang tubers are one alternative to lower LDL cholesterol levels. Combination guava porang jelly is a snack made from porang flour and guava which is high in fiber and vitamin C. This study is an experimental quasy research. The subjects of the study amounted to 20 people consisting of 10 treatment groups and 10 control groups. The data collected were the intake of fat, fiber and vitamin C obtained by the method of recall of food consumption 1x24 hours before and during the intervention 4 times. Examination of LDL cholesterol levels using the CHOD-PAP method. Data were tested with the Mann-Whitney test to look at the effect of treatment on LDL cholesterol levels between the control group and the intervention group. The treatment group of LDL cholesterol levels before and during the study also decreased by 19,5 mg/dl while the control group by 7,7 mg/dl. There was no significant difference in LDL cholesterol levels after the intervention. However, there was a decrease in LDL cholesterol levels decreased by 19,5 mg/dl in the treatment group and 7,7 mg/dl in the control group.
KELEPE (KELOR LELE TEMPE) SEBAGAI MAKANAN TINGGI PROTEIN UNTUK UPAYA PENCEGAHAN STUNTING ANAK BALITA Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Ruslan Ningrat, Jaya Pandu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1120

Abstract

Angka kejadian stunting saat ini menjadi perhatian besar di Indonesia. Upaya saat ini yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi mengenai makanan berprotein tinggi. Edukasi yang diberikan bertujuan agar ibu balita dapat berperan menyediakan menu sehat berprotein tinggi sehingga bisa mencegah angka terjadinya Stunting. Edukasi pada ibu balita dapat diberikan melalui penyuluhan gizi. Penyuluhan bisa diberikan kepada kader Posyandu dan Ibu Balita guna meningkatkan pengetahuan sehingga akan berdampak pada perubahan perilaku sehari-hari dalam pencegahan masalah stunting pada Balita. Tujuan kegiatan adalah untuk memberdayakan kader dan ibu balita dalam pembuatan makanan tinggi protein berbasis pangan lokal (daun kelor, ikan lele, dan tempe/produk nugget kelepe) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pelatihan antropometri (pengukuran ukuran dimensi tubuh, baik berupa berat badan, tinggi badan,panjang badan, LILA), demonstrasi pembuatan produk Kelepe (Kelor, Ikan Lele dan tempe), pengisian kuesioner pre-post test untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan yang dilakukan baik kepada sasaran kader maupun ibu-ibu Balita. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata pengetahuan kader dan ibu balita mengalami peningkatan. Proses pelatihan antropometri dan demonstrasi pembuatan produk selingan berbasis Kelepe pada kader dan ibu balita berlangsung baik serta mereka mengapresiasi dengan berpartisipasi aktif. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat yakni kader dan ibu balita memiliki pengetahuan yang baik setelah mendapatkan penyuluhan tentang stunting dan kelepe sebagai makanan tinggi protein untuk upaya pencegahan stunting. 
EDUKASI TENTANG PENERAPAN GIZI SEIMBANG PADA 1000 HPK REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1563

Abstract

Timbulnya masalah gizi pada remaja pada dasarnya dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Bila konsumsi gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang. Sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih. Adapun tujuan pelasanaan kegiatan meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putri dan mempersiapkan dan memotivasi remaja puteri untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang pada periode 1000 HPK untuk mencegah stunting. Remaja Puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi. Metode kegiatan pemberian konsultasi gizi tentang edukasi dalam penerapan gizi seimbang pada 1000 HPK pada kelompok sasaran dengan menggunakan metode secara langsung yaitu assessment masalah gizi dan pemberian konsultasi gizi dan metode yang digunakan adalah pemberian contoh makanan bergizi  yang sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang. Pengukuran antropometri. Pada akhir kegiatan dilkukan evaluasi hasil terjadinya peningkatan pegetahuan tentang makanan gizi seimbang sebelum edukasi pengetahuan yang baik sebesar 46,7% setelah edukasi menjadi 80 %, untuk pengetahuan sedang sebelumnya 46,7 % menjadi 20% dan pengetahuan kurang 6,6 % setelah penyuluhan dan pemberian contoh makanan semua menjadi katagori baik dan sedang. Saran: Koordinasi dengan pihak aparat dan puskesmas terkait lebih ditingkatkan mengingat masih terdapat sasaran yang perlu mendapatkan tindak lanjut karena mengalami anemia dan mengalami KEK.
Bahasa Inggris: Bahasa Inggris Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Abdi, Lalu Khairul
Journal of Local Therapy Vol 3 No 1 (2024): Journal of Local Therapy
Publisher : Pusat Unggulan IPTEK Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jlt.v3i1.3683

Abstract

Background: Physical changes in the elderly include changes in the aorta and systemic blood vessels that affect blood pressure. Increased blood pressure in the elderly is a health problem that must be handled properly. The management of hypertension can be done by giving the DASH diet, in this case this study provides an interlude to the DASH diet. Research Methods: This type of research uses a quasi-experimental research design with a randomized pre-test-post-test control group design. Subjects were divided into two groups, namely the treatment group and the control group.Research Results: Most of the subjects in this study were elderly aged 70-74 years (33.3%) in the treatment and 75-80 years (50%) in the control. The research subjects were mostly female, namely 27 elderly (75%). The average body weight for the treatment group was 54.24 kg and the control group was 48.48 kg. The mean blood pressure in both groups before the intervention was higher than the mean blood pressure after the intervention. The results of the paired-t test statistic showed that there was a difference in the mean of systolic (0.000) and diastolic (0.000) blood pressure before and after the intervention. Meanwhile, the two-group difference test showed that there was no difference in systolic and diastolic blood pressure before the intervention. However, after the intervention, there was a difference in systolic and diastolic blood pressure. Furthermore, there was an effect of the DASH diet interlude on Systolic blood pressure (p = 0.000) and Diastolic blood pressure (p = 0.034) after the DASH diet snack was given.Conclusion: there is an effect of giving a DASH diet interlude on systolic blood pressure (p=0.000) and diastolic blood pressure (p=0.034) after giving the DASH diet snack.
Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe II: Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe II Amelia, Linda; Sulendri, Ni Ketut Sri; Darni, Joyeti; Wahyuningsih, Retno
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i1.58

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus masih menjadi salah satu penyakit yang angka kejadian pertahun semakin meningkat. Salah satu penyebab penyakit DM adalah pengaturan pola makan yang kurang tepat, yakni pemilihan karbohidrat dengan porsi yang banyak, jenis karbohidrat yang digunakan lebih banyak menggunakan karbohidrat sederhana. Pengaturan makan pada penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk memperhatikan asupan makanan seperti karbohidrat dan serat karena penting dalam pengendalian glukosa darah sebagai salah satu pilar penatalaksanaan diabetes melitus pada terapi gizi medis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 26 orang. Pengukuran kadar glukosa darah puasa dilakukan 1 kali dengan metode GOD-PAP (glukosa oxidase perokxidase aminoantipyrine phenol) dan melakukan recall 1x24jam selama 2 kali. Analisis data yang digunakan adalah Uji T 1 sampel (one sampel T-test). Hasil Penelitian: Rerata kadar glukosa darah puasa pasien sebesar 176,15 g/dL. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari asupan karbohidrat, protein, natrium dan serat tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value >0,05. Sedangkan asupan lemak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value 0,036 (p<0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan asupan karbohidrat, protein, natrium dan serat yang signifikan terhadap kadar glukosa darah, dan terdapat perbedaan pada asupan lemak yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa (p=0,036). Background: Diabetes Mellitus is still a disease whose incidence rate is increasing every year. One of the causes of DM is improper diet management, namely choosing large portions of carbohydrates, the types of carbohydrates used are mostly simple carbohydrates. Dieting for diabetes mellitus sufferers is recommended to pay attention to food intake such as carbohydrates and fiber because it is important in controlling blood glucose as one of the pillars of managing diabetes mellitus using medical nutrition therapy. Method: This study used a cross sectional design. The subjects in this research were 26 people. Fasting blood glucose levels were measured once using the GOD-PAP (glucose oxidase peroxidase aminoantipyrine phenol) method and recalled 1 x 24 hours for 2 times. The data analysis used is the 1 sample T test (one sample T-test). Research Results: The average fasting blood glucose level of patients was 176.15 g/dL. The research results show that carbohydrate, protein, sodium and fiber intake does not have a significant difference in fasting blood glucose levels with a p-value >0.05. Meanwhile, fat intake had a significant difference in fasting blood glucose levels with a p-value of 0.036 (p<0.05). Conclusion: There is no significant difference in carbohydrate, protein, sodium and fiber intake on blood glucose levels, and there is a significant difference in fat intake on fasting blood glucose levels (p=0.036).
Efektivitas Pemberian Brownies Kombinasi Tempe Dan Pisang Ambon Hijau Terhadap Kadar Hemoglobin Pasien Anemia Wahyuningsih, Retno wahyu; darni, joyeti; sulendri, ni ketut sri; Rahmi, Anisa Khadijatur
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11068

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi pada remaja dan wanita usia subur (WUS). Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita anemia tertinggi pada tahun 2018 sebesar 48,9%. Penatalaksanaan anemia dilakukan dengan 2 cara yaitu secara farmakologis dan non farmakologis dapat diberikan asupan makanan. Asupan yang bisa diberikan dari makanan hewani dan makanan nabati. Sehingga pada penelitian ini tempe dan pisang ambon hijau dijadikan brownies sebagai salah satu alternatif mengatasi masalah anemia.Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh kombinasi brownies tempe dan pisang hijau ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada pasien rawat jalan anemia.Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode (Quasy Experiment) dengan desain kelompok non-equivalent pre-post test design yang melibatkan dua kelompok subjek yang berjumlah 22 sampel, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing berjumlah 11 orang.Hasil Penelitian : Nilai rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dengan nilai p=0,351 yaitu tidak ada perbedaan dan pada kelompok kontrol dengan nilai p=0,032 terdapat perbedaan. Sedangkan pengaruh pemberian brownies dengan kombinasi tempe dan pisang ambon hijau tidak menunjukkan nilai yang signifikan pada kedua kelompok dengan nilai p=0,065.Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh pemberian brownies kombinasi tempe dan pisang ambon hijau terhadap kadar hemoglobin pada pasien anemia. 
Pengaruh Edukasi Buku Saku Gizi Seimbang terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Stunting Usia 6-23 Laraeni, Yuli; Adiyasa, I Nyoman; Darni, Joyeti; Nurhayati, Nurhayati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1004

Abstract

Stunting adalah kegagalan pertumbuhan akibat kekurangan gizi jangka panjang sejak dalam kandungan sampai bayi lahir. Masa balita merupakan suatu periode penting dalam tumbuh kembang anak karena masa balita yang akan menentukan perkembangan anak di masa selanjutnya. Ketepatan pemberian makan pada balita dapat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang gizi karena ibu sebagai tombak dalam penyedia makanan untuk keluarga. Desain Penelitian menggunakan Desain Quasi Exsperimental Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design dengan total 36 sampel yang diberikan edukasi selama 3 minggu. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon dan uji mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan pada kelompok perlakuan sebesar 30 poin, sedangkan pada kelompok kontrol hanya meningkat 5,09 poin. Pada kelompok perlakuan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dengan hasil nilai p = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak, sedangkan pada kelompok kontrol nilai p = 0,102 > α = 0,05, sehingga H0 diterima. Pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap sikap pada kelompok perlakuan dengan nilai yang dihasilkan p = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak, sedangkan kelompok kontrol nilai p = 0,775 > α = 0,05, sehingga H0 diterima. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh yang signifikan edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tanpa pemberian edukasi buku saku gizi seimbang tidak ada pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap. Terdapat perbedaan pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.
The Effect of Nutrition Counseling Using "My Plate Media Content" on Nutritional Knowledge Levels of Mothers of Toddlers Participating in Nutrition Classes Abdi, Lalu Khairul; Amalia, Yanti; Darni, Joyeti; Suhaema, Suhaema
Jurnal Kesehatan Prima Vol 18, No 2 (2024): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v18i2.1535

Abstract

The level of knowledge or lifestyle can lead to a pattern of multiple nutritional problems. Indonesia currently has a triple burden of nutrition problems, namely stunting, wasting and underweight as well as micronutrient deficiencies such as anemia. Data from the EPPBGM results of the Madapangga Health Center in August 2022 there were 2058 toddler targets, from these data showed 227 people (11.03%) targets experiencing underweigh, 157 people (7.63%) stunting, and 233 people (11.32%) wasting. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition counseling using media contents of my plate on the level of nutritional knowledge of mothers of toddlers participating in nutrition classes.The research method used is a quasi experiment design with a Non Equivalent Control Group Design. Activities were carried out in February-March 2023, for 3 weeks with 3 meetings in each group with 60 research subjects consisting of 30 people in the treatment group and 30 people in the control group. The analysis used in this study was the Independent t test on 60 respondents in two classes, to determine the effect before and after providing nutritional counseling. The intervention provided was in the form of providing counseling with the "My Plate Contents" media for the treatment group and providing counseling without the "My Plate Contents" media for the control group. Data collection used questionnaires to measure the level of knowledge.Based on the results of the study, the level of knowledge of mothers of toddlers increased after being given nutritional counseling using media contents of my plate obtained p < 0.05, namely 0.026 < 0.05. Based on the Independent t Test test, it was concluded that there was an influence before and after counseling on the knowledge of mothers under five. So that the conclusion is that there is a significant effect of nutrition counseling using "Media Isi Piringku" on the level of nutritional knowledge of mothers participating in nutrition classes in the work area of the Madapangga Health Center, Bima Regency.