Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Teh Rambut Jagung Ketan (Zea mays L.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Antihipertensi Darni, Joyeti; Damayanti, Amilia Yuni; Wahyuningsih, Retno; Sofiyatin, Reni
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.1.15300

Abstract

The purpose of this study was to analyze the tea’s effect on the blood pressure. Research is a type of experimental research, with a randomized pre-post test with control design. Antioxidant activity was determined using the DPPH method, while saponin levels were quantified using gravimetric analysis. Blood pressure measurements in rats were obtained via tail-cuff plethysmography. A total of 28 male Sprague dawley rats were used, randomly allocated into four groups: a negative control group without extract (K-), a positive control group treated with furosemide 3.6 mg/kg (K+), and intervention groups receiving different doses of tea extract, specifically 300 mg/kg body weight (X1) and 500 mg/kg body weight (X2). The findings revealed that the IC50 value for antioxidant activity of corn silk tea was 65.526 ppm, with a saponin content of 8.461%. Meanwhile, bay leaf tea exhibited stronger antioxidant properties, with an IC50 of 40.351 ppm and a saponin content of 7.408%. The X2 group demonstrated the most significant reduction in blood pressure, averaging 98.9 mmHg. In conclusion, corn silk tea possesses strong antioxidant properties, whereas bay leaf tea has very strong antioxidant activity. The combination of bay leaf and corn silk tea was effective in decreasing blood pressure in rats. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh teh terhadap tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen randomized pre-post test with control design. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, kadar saponin menggunakan analisis gravimetri kuantitatif, pengukuran tekanan darah pada tikus menggunakan metode tail-cuff plethysmo-graphy. Penelitian menggunakan 28 tikus putih jantan Sprague dawley, dibagi 4 kelompok yaitu tanpa pemberian ekstrak (K-), dengan obat furosemid 3,6 mg/kg (K+), intervensi teh saraja dengan dosis ekstrak 300 mg/kgBB (X1); dosis 500 mg/kg BB (X2). Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan teh rambut jagung IC50 sebesar 65,526 ppm sedangkan kadar saponin pada teh rambut jagung ketan sebesar 8,461%. Aktivitas antioksidan teh daun salam IC50 sebesar 40,351 ppm, sedangkan kadar saponin pada teh daun salam sebesar 7,408%. Rerata tekanan darah pada kelompok X2 menunjukkan selisih penurunan tekanan darah paling banyak yaitu 98,9 mmHg. Kesimpulannya, aktivitas antioksidan teh rambut jagung berada pada kelompok kuat, dan antioksidan pada teh daun salam termasuk golongan yang sangat kuat. Pemberian teh daun salam kombinasi rambut jagung dapat menurunkan tekanan darah pada tikus.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
Edukasi Sadari untuk Deteksi Dini dan Isi Piringku sebagai Upaya Pencegahan Kanker Darni, Joyeti; Luthfia, Erien; Wahyuningsih, Retno; Sofiyatin, Reni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22509

Abstract

ABSTRAK Salah satu jenis kanker yang paling ditakuti perempuan dunia adalah kanker payudara. Penderita kanker payudara dapat lebih cepat mengetahui serangan kanker pada payudara dengan memeriksa sendiri secara teratur setiap bulan yang dikenal dengan praktik SADARI, selain itu Isi Piringku dengan pencegahan kanker terletak pada asupan gizi seimbang yang terkandung dalam panduan tersebut, terutama peningkatan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya serat dan antioksidan. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan isi piringku sebagai upaya pencegahan kanker. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari empat tahap yaitu persiapan, pengorganisasian, edukasi, evaluasi (pre dan post test). Penyampaian edukasi dilakukan dengan metode ceramah dengan media leafleat dan praktik langsung tentang SADARI dan isi piringku. Rata-rata nilai pretest yaitu 58,6 setelah edukasi meningkat menjadi 86. Nilai p pada paired sample t-test menunjukkan p = 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan mendapat antusias yang baik dari kader posyandu dan adanya peningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan isi piringku sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet dan praktik. Kata Kunci: Edukasi, Isi Piringku, Kanker, SADARI  ABSTRACT One of the most feared types of cancer in women in the world is breast cancer. Breast cancer sufferers can detect breast cancer more quickly by regularly checking themselves every month, known as the practice of BSE. In addition, Isi Piringku with cancer prevention lies in a balanced nutritional intake contained in the guide, especially increasing the consumption of vegetables and fruits that are rich in fiber and antioxidants. To increase the knowledge and understanding of Posyandu cadres about breast self-examination (BSE) and Isi Piringku as an effort to prevent cancer. This community service activity consists of four stages, namely preparation, organization, education, evaluation (pre and post test). The delivery of education is carried out using the lecture method with leaflet media and direct practice about BSE and Isi Piringku. The average pretest score is 58.6 after education increased to 86. The p-value in the paired sample t-test shows p = 0.001, which means there is a significant difference between the level of knowledge of Posyandu cadres before and after being given education. Community service activities ran smoothly and received good enthusiasm from Posyandu cadres and there was an increase in Posyandu cadres' knowledge about breast self-examination (SADARI) and the contents of my plate before and after being given education using leaflet media and practice. Keywords: Education, My Plate, Cancer, BSE
AKTIVITAS ENZIM SUPEROKSIDA DISMUTASE TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA YANG DIBERI TEH SARAJA Darni, Joyeti
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 4 No 1 (2025): SHR Volume 4, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v4i1.986

Abstract

Superoxide Dismutase (SOD) is an antioxidant enzyme that not only plays a fundamental role, but the first detoxification enzyme that plays an important role in regulating Reactive Oxygen Species (ROS) levels in the body. High SOD values ​​are associated with better health because of SOD's ability to fight oxidative stress. Corn silk is often considered as waste, it turns out to have a lipid-lowering mechanism that provides or increases the capacity of oxidative stress as well as bay leaves including very strong group antioxidant activity. The purpose of the study was to determine the activity of the superoxide dismutase enzyme in hypercholesterolemic rats given saraja tea. This study was a purely experimental study with a randomized pre-post test design with a control group design. Research on experimental animals using mice that have been made hypercholesterolemic and hypertensive, divided into 4 groups, namely the negative control group without extract administration (K-); Saraja tea intervention group (corn hair bay leaves) with extract administration of a dose of 300 mg/kg (X1); dose of 500 mg/kg (X2); and the positive group with furosemide 3.6 mg/kg (K+). The results of the study showed that the average SOD levels in group X2 with a dose of 500 mg/kg showed the highest average of 85.5 U/mL with the largest difference in SOD increase of 50.10 U/mL. The conclusion is that there is a significant difference in SOD levels between the negative control group, the positive control group, and the treatment group (X1) with a dose of 300 mg/kg, and the treatment group (X2) with a dose of 500 mg/kg.
Gambaran Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium IV rezki putri, femilya; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti
Student Journal Nutrition (SJ Nutrition) Vol. 2 No. 2 (2023): Student Journal Nutrition (SJ NUTRITION)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/sjn.v2i2.25

Abstract

Background: Chronic kidney disease is a situation where there is a decrease in kidney efficiency which occurs slowly over a long period of time and has remained stable for the last 3 months. Chronic kidney disease patients who are hospitalized are not only given health care, but also given nutritional services in the form of standardized nutritional care. Nutritional care aims to help patients solve nutritional problems by overcoming various factors that cause nutritional status to change or be unbalanced.  Research Objective: To describe the process of standardized nutritional care for patients with stage IV chronic kidney disease.  Research Method: Observational descriptive method with case studies in patients with stage IV chronic kidney disease.  Research Results: The patient on behalf of Mrs. 57 year old R was admitted to hospital with a diagnosis of stage IV chronic kidney disease. From the results of the nutritional assessment, the patient had a low level of consumption of energy, protein, fat and carbohydrates. The results of anthropometric measurements of the patient have good nutritional status. Based on laboratory results, the patient had a high serum creatinine level and the patient's Hb, erythrocyte count, hematocrit, MCH, MCHC examination results were in the low category. The results of the patient's physical and clinical examination were weak and the patient's blood pressure was high. Nutritional diagnoses that can be made include inadequate oral intake, decreased protein and sodium requirements, and changes in laboratory values ​​related to nutrition. The type of diet given is a low protein and low salt diet. The results of monitoring and evaluating the patient's food intake increased to ≥80% on the second day, the patient's nutritional status was good, there were no laboratory developments because the patient did not have another laboratory examination, and the patient's physical and clinical condition was good and the patient's blood pressure was normal.  Conclusion: After intervention for 2 days, the results of monitoring and evaluating the patient's food intake increased on the second day, reaching ≥80% for energy, protein and fat. Then, for anthropometric monitoring and evaluation, the patient has good nutritional status. Then, monitoring and evaluating laboratory data could not be carried out because the patient did not undergo another laboratory examination. Furthermore, the results of monitoring and evaluating the patient's physical and clinical condition were good and the patient's blood pressure was normal.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
Efektivitas Pemberian Brownies Kombinasi Tempe Dan Pisang Ambon Hijau Terhadap Kadar Hemoglobin Pasien Anemia Wahyuningsih, Retno wahyu; darni, joyeti; sulendri, ni ketut sri; Rahmi, Anisa Khadijatur
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11068

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi pada remaja dan wanita usia subur (WUS). Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita anemia tertinggi pada tahun 2018 sebesar 48,9%. Penatalaksanaan anemia dilakukan dengan 2 cara yaitu secara farmakologis dan non farmakologis dapat diberikan asupan makanan. Asupan yang bisa diberikan dari makanan hewani dan makanan nabati. Sehingga pada penelitian ini tempe dan pisang ambon hijau dijadikan brownies sebagai salah satu alternatif mengatasi masalah anemia.Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh kombinasi brownies tempe dan pisang hijau ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada pasien rawat jalan anemia.Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode (Quasy Experiment) dengan desain kelompok non-equivalent pre-post test design yang melibatkan dua kelompok subjek yang berjumlah 22 sampel, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing berjumlah 11 orang.Hasil Penelitian : Nilai rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dengan nilai p=0,351 yaitu tidak ada perbedaan dan pada kelompok kontrol dengan nilai p=0,032 terdapat perbedaan. Sedangkan pengaruh pemberian brownies dengan kombinasi tempe dan pisang ambon hijau tidak menunjukkan nilai yang signifikan pada kedua kelompok dengan nilai p=0,065.Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh pemberian brownies kombinasi tempe dan pisang ambon hijau terhadap kadar hemoglobin pada pasien anemia. 
Pengaruh Penggunaan Metode Aplikasi “Smart Inventory Sistem” Terhadap Waktu, Mutu Bahan Makanan pada Pemesanan, Penerimaan dan Penyimpanan Bahan Makanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram Audia, Rindi; Chandradewi, AASP; Darni, Joyeti; Suranadi, Luh
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 3 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i3.5963

Abstract

Permasalahan keamanan pangan memang menjadi isu serius yang perlu ditangani dengan serius. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode aplikasi “smart inventory sistem” terhadap waktu, mutu bahan makanan pada pemesanan, penerimaan dan penyimpanan bahan makanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain penelitian nonequivalent control group design adalah langkah yang baik untuk mengevaluasi efek intervensi atau perubahan dalam situasi di mana randomisasi tidak memungkinkan. Dengan menggunakan metode Quasi Experiment, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang efek intervensi atau perubahan terhadap penerimaan dan kualitas bahan makanan. Penggunaan aplikasi "Smart Inventory System" telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi waktu dalam manajemen inventori bahan makanan di RSUD Kota Mataram. Meskipun demikian, masih diperlukan upaya untuk memastikan bahwa semua bahan makanan yang diterima memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang telah ditetapkan untuk mengoptimalkan pelayanan gizi kepada pasien dengan terus mengawasi dan mengevaluasi implementasi aplikasi ini, diharapkan RSUD Kota Mataram dapat terus meningkatkan standar operasional dan kualitas layanan gizi mereka, serta memaksimalkan manfaat dari teknologi yang diterapkan.
Pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum Linnaeus) Dan Kacang Kedelai (Glyciline Max) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung Darni, Joyeti; Hidayatunnisa, Baiq Rizki; Wahyuningsih, Retno; Sri Sulendri, Ni Ketut
JURNAL RISET GIZI Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.9896

Abstract

Jumlah penderita hipertensi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu cara mengatasi hipertensi adalah mengkonsumsi pangan fungsional yaitu serbuk banasoy yang kaya akan kalium dan magnesium sebagai pengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Serbuk “Banasoy” Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum linnaeus) dan Kacang Kedelai (Glyciline max) terhadap Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gerung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Designs, dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel penelitian 20 orang yang diperoleh dari rumus Lameshow dan dipilih secara Purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan dosis 30 g bubuk banasoy selama 7 hari.Hasil Penelitian : Terdapat Penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi yaitu rata-rata 161±11,97 mmHg menjadi 147,00±11,60 mmHg dengan selisih 14,00 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik dengan rata-rata  sebelum 103,00±10,59 mmHg menjadi 92,00±10,33 mmHg dengan selisih 11,00 mmHg. Kesimpulan : Tidak ada pengaruh pemberian serbuk banasoy terhadap tekanan darah pasien hipertensi.