p-Index From 2021 - 2026
11.107
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Sosioteknologi REFLEKSI EDUKATIKA Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA community: Pengawas Dinamika Sosial Indonesian Journal of Sociology and Education Policy NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Dialektika: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Jurnal IKA PGSD : Ikatan Alumni PGSD UNARS Jurnal Entitas Sosiologi Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi SASKARA: Indonesian Journal of Society Studies Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sosial dan Sains Journal of Artificial Intelligence and Digital Business eProceedings of Management Innovative: Journal Of Social Science Research Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Journal of Electronics and Instrumentation Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Pendidikan Progresif Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Kepercayaan Mahasiswa FKIP Untirta dalam Penggunaan Fitur Close Friend pada Second Account Instagram Jihan Dzakiyyah; Rizki Setiawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38523

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan second account Instagram di kalangan mahasiswa, khususnya dalam memanfaatkan fitur Close Friends sebagai ruang berbagi yang lebih privat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepercayaan mahasiswa FKIP UNTIRTA dalam penggunaan fitur tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima informan dari beberapa program studi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menerapkan strategi kepercayaan melalui seleksi audiens yang ketat, pengelolaan konten berdasarkan tingkat kedekatan, serta penerapan prinsip timbal balik dalam menjaga kerahasiaan informasi. Kepercayaan juga bersifat dinamis dan berkembang seiring pengalaman interaksi sosial pengguna. Fitur Close Friends tidak hanya berfungsi sebagai sarana teknis, tetapi juga sebagai mekanisme pengaturan batas privasi, pembentukan rasa aman, serta penciptaan ruang komunikasi yang lebih personal. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan digital merupakan hasil dari proses sosial yang kompleks dan terus dinegosiasikan dalam interaksi di ruang digital.
Manajemen Kesan Remaja di Instagram: Negosiasi Identitas dalam Standar Penampilan Digital Maysha Octavia; Rizki Setiawan
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v9i2.34609

Abstract

The increasing use of Instagram as a space for self-expression encourages adolescents to align their self-image with digital appearance standards that emphasize visual aesthetics and social acceptance. This study aims to describe adolescents’ impression management strategies in coping with appearance standards on Instagram, identify factors influencing the formation of digital self-image, and analyze the implications for digital identity and psychological well-being. The study employed a descriptive qualitative approach involving five female adolescent informants aged 18–21 who actively use Instagram and reside in Serang City and outside the region. Data were collected through in-depth interviews and observation of Instagram accounts, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that adolescents manage their image through post selection, filter use, audience control, and the separation of public and private spaces. These practices are influenced by internal and external factors and demonstrate that self-image formation occurs through a process of negotiation between individual preferences, social expectations, and the characteristics of digital platforms. This study concludes that Instagram serves as a space for the negotiation of adolescent identity and contributes to the understanding that impression management practices are not entirely controlled by individuals but are also shaped by social contexts and platform mechanisms.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN TIKTOK TERHADAP KARAKTERISTIK REMAJA DI DESA SAMPORA KECAMATAN CISAUK KABUPATEN TANGERANG BANTEN Rahma Amanda; Haryono Haryono; Rizki Setiawan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 6 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i6.2026.1540-1546

Abstract

Penelitian ini menggambarkan suatu perbedaan penggunaan pola asuh oleh orang tua terhadap penggunaan tiktok di kalangan remaja di Desa Sampora Kabupaten Tangerang. Penelitian ini mengkaji bagaimana perbedaan pola asuh orang tua memengaruhi pembentukan karakteristik remaja yang terpapar konten media sosial tiktok. Pola asuh keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama dalam membentuk karakter anak, terutama terkait dengan keterlibatan dalam media sosial. Pada tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran variasi pola asuh yang digunakan orang tua dalam melihat dampak media sosial tiktok terhadap perubahan karakteristik remaja di Desa Sampora, meliputi penyelidikan penggunaan berbagai gaya pengasuhan (demokratis, otoriter, dan permisif) terhadap karakter dan perilaku remaja dalam konteks penggunaan media sosial tiktok. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan Teknik pengumpulan data berupa observasi secara langsung, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Serta teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori dari Robert King Merton, yakni Fungsionalisme Struktural. Dalam teori Merton terdapat lima konsep yaitu fungsi, disfungsi, fungsi manifest, fungsi laten, dan non fungsi. Informan yang diambil terbagi menjadi dua yaitu informan kunci dan informan pendukung mulai dari orang tua dan anak remaja. Hasil dari penelitian ini adalah pola asuh yang digunakan oleh orang tua memiliki dampak signifikan terhadap karakteristik remaja dalam penggunaan TikTok. Pendekatan pengasuhan demokratis, yang ditandai dengan komunikasi terbuka, pemantauan, dan batasan yang jelas, terbukti paling efektif dalam mendorong perilaku digital yang bertanggung jawab dan positif. Pendekatan ini membantu remaja mengembangkan pemikiran kritis, ekspresi diri, dan keterlibatan yang seimbang dengan media sosial, sehingga mengurangi dampak negatif sindrom TikTok. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah, dan komunitas lokal dalam mempromosikan literasi digital dan penggunaan media yang bertanggung jawab di kalangan remaja.
Peran Bisnis Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial pada Masyarakat Sunda di Kota Tangerang Daffa Al-Farid Syaepi Putra; Rizki Setiawan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bisnis berbasis komunitas dalam meningkatkan solidaritas sosial pada masyarakat Sunda di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian merupakan anggota komunitas pedagang laksa yang aktif menjalankan usaha berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis berbasis komunitas berperan dalam memperkuat solidaritas sosial melalui kerja sama, gotong royong, kas bersama, dan arisan yang dilakukan secara rutin. Selain itu, hubungan sosial antar anggota diperkuat oleh penerapan nilai budaya Sunda, yaitu silih asih, silih asah, dan silih asuh. Komunitas pedagang laksa tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Meskipun menghadapi tantangan berupa persaingan kuliner modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat, komunitas tetap mampu mempertahankan kebersamaan dan nilai-nilai sosial yang dimiliki. Dengan demikian, bisnis berbasis komunitas dapat menjadi sarana yang efektif dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Prototype Sistem Otomatisasi Efisien Pemberian Pakan Ayam Broiler Doc Berbasis Sensor Ldr Rizki Setiawan
Journal of Electronics and Instrumentation Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jei.v3i1.60103

Abstract

Pemberian pakan ayam broiler fase Day Old Chick (DOC) umumnya masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan membutuhkan tenaga serta waktu yang besar. Keterlambatan dalam pemberian pakan dapat menurunkan pertumbuhan dan produktivitas ayam. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara mengembangkan sistem otomatisasi pemberian pakan berbasis sensor Light Dependent Resistor (LDR). Sensor ini dimanfaatkan untuk mendeteksi intensitas cahaya pada wadah pakan sehingga sistem dapat mengetahui kondisi pakan, apakah penuh atau kosong. Mikrokontroler Arduino Uno digunakan sebagai pusat kendali untuk mengatur kerja motor servo yang secara otomatis membuka atau menutup katup wadah pakan sesuai sinyal dari sensor LDR. Pengujian sistem dilakukan dalam skala laboratorium dengan penerapan dua sensor LDR yang diatur menggunakan logika AND guna meningkatkan akurasi deteksi. Hasil uji menunjukkan tingkat keberhasilan 100% dalam mengenali kondisi pakan penuh dan kosong, dengan waktu respon rata-rata 1 detik untuk aktivasi servo dan 3–5 detik untuk proses pengisian ulang. Sistem ini terbukti bekerja cepat, stabil, serta efisien dalam menjaga ketersediaan pakan ayam DOC secara otomatis. Penggunaan sensor LDR juga dinilai ekonomis dan efektif untuk diterapkan pada peternakan skala kecil.
Narasi Tandingan terhadap Kondisi Sosial dalam Tagar kaburajadulu: Analisis Wacana Kritis Fairclough Halimahtus Sadiah; Rizki Setiawan; Yustika Irfani Lindawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.7118

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana wacana tandingan terhadap kondisi sosial yang dikonstruksikan dalam tagar #KaburAjaDulu di media sosial X. Fenomena ini muncul sebagai respon kolektif generasi muda terhadap krisis kepercayaan pada sistem meritokrasi, tekanan ekonomi, dan kualitas layanan publik di Indonesia. Menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model tiga dimensi Norman Fairclough, penelitian ini membedah teks pada tingkat mikro, praktik kewacanaan pada tingkat meso, dan sosiokultural pada tingkat makro. Temuan penelitian kemudian diinterpretasikan melalui teori Relasi Kuasa Michel Foucault. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana #KaburAjaDulu terbagi dalam tiga klaster isu utama, yakni gugatan terhadap keadilan pasar kerja yang tidak meritokratis, dekonstruksi nasionalisme sebagai instrumen pendisiplinan ekonomi, serta perbandingan kualitas layanan publik domestik dengan standar global. Melalui perspektif Foucault, fenomena ini diidentifikasi sebagai kontestasi terhadap Rezim Truth narasi pemerintah mengenai Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tagar tersebut menandai retaknya kontrak sosial antara warga negara dan pemerintah di ruang digital, sekaligus merupakan bentuk counter Conduct yang menandakan urgensi reformasi sistem ketenagakerjaan dan peningkatan layanan publik guna mencegah fenomena brain drain yang masif.
Internalisasi Aturan Dan Pembentukan Habitus Siswa Dalam Arena Sekolah Berasrama: Studi Kasus Pada SMAN CMBBS Ari Fathin Maulana; Rizki Setiawan; Stevany Afrizal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7462

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karakteristik sekolah berasrama (boarding school) yang beroperasi sebagai institusi total melalui monopoli ruang dan waktu serta penegakan aturan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai secara mendalam mekanisme internalisasi aturan sekolah dan asrama ke dalam kognisi serta tindakan siswa di SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), sekaligus menganalisis bagaimana habitus yang terbentuk memanifestasikan dirinya dalam praktik sosial sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap dua belas informan, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara interaktif dibantu perangkat lunak NVivo untuk pengkodean bertema arena, modal, dan habitus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi awal siswa dengan struktur objektif asrama memicu fenomena hysteresis, yaitu ketegangan antara habitus primer dari rumah dengan regulasi ketat institusi yang melahirkan rasa terpaksa dan gegar budaya. Kendati demikian, melalui tindakan pedagogis yang berulang, pengawasan, dan penegakan sanksi, aturan eksternal tersebut berhasil diserap menjadi disposisi subjektif (habitus baru). Habitus ini termanifestasi dalam praktik kedisiplinan manajemen waktu yang berjalan otomatis serta kemampuan siswa mengonversi paksaan struktural menjadi modal kultural dan simbolik, seperti yang tercermin pada kompetensi berpikir kritis dan rasa percaya diri dalam tradisi pidato tiga bahasa (Muhadoroh). Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan terjadinya reproduksi sosial yang sukses di SMAN CMBBS melalui transformasi aturan institusional menjadi keunggulan praktik sosial siswa di berbagai ranah kehidupan.
Estetika Algoritma dan Konstruksi Sosial Membentuk Identitas Digital Mahasiswa Melalui Gambar AI di TikTok Neli Nurlaeli; Rizki Setiawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37879

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi sosial penggunaan fitur edit foto AI Gemini dalam konten TikTok oleh mahasiswa FKIP UNTIRTA angkatan 2023. Meningkatnya pemanfaatan AI dalam pengolahan visual menunjukkan perubahan cara mahasiswa membangun citra dan identitas digital di media sosial. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana konstruksi sosial terhadap teknologi AI Gemini terbentuk melalui praktik pengeditan foto di TikTok. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi daring, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah enam mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling karena aktif menggunakan fitur AI Gemini di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi sosial berlangsung melalui tiga tahap menurut Berger dan Luckmann, yaitu eksternalisasi ketika mahasiswa menggunakan AI untuk mengekspresikan diri dan mengikuti tren digital, objektivasi ketika hasil editan AI diterima sebagai visual yang menarik, serta internalisasi ketika mahasiswa memandang hasil AI sebagai bagian dari identitas digital mereka dalam aktivitas media sosial sehari-hari.
Refleksivitas dan Ketergantungan Emosional dalam Hubungan Intim Mahasiswa Pendidikan Sosiologi di Era Digital Diva Hamnia Putri; Rizki Setiawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksivitas dan ketergantungan emosional dalam hubungan berpacaran di era digital pada mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Era digital telah mengubah pola interaksi dalam hubungan romantis melalui penggunaan media sosial dan aplikasi komunikasi yang memungkinkan intensitas komunikasi semakin tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan ketergantungan emosional yang memengaruhi cara individu memaknai hubungan yang dijalani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif teori refleksivitas Anthony Giddens. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa yang sedang atau pernah menjalani hubungan berpacaran di era digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksivitas mahasiswa terlihat dalam kemampuan mengevaluasi hubungan, mempertimbangkan dampak penggunaan media digital terhadap hubungan, serta mengambil keputusan terkait keberlanjutan hubungan. Sementara itu, ketergantungan emosional ditunjukkan melalui kebutuhan akan komunikasi intensif, validasi emosional, dan rasa cemas ketika komunikasi terganggu. Media sosial berperan sebagai ruang yang memperkuat sekaligus menantang kualitas hubungan romantis mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa refleksivitas menjadi faktor penting dalam membantu mahasiswa mengelola ketergantungan emosional secara lebih sehat.
PRAKTIK MODAL PELAKU USAHA HOME INDUSTRY EMPING MELINJO DESA MENES KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG Komarudin Komarudin; Rizki Setiawan; Haryono Haryono
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4529-4537

Abstract

Pelaku usaha home industri emping melinjo di Desa Menes menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan eksistensi usahanya. Oleh karena itu, mereka perlu memanfaatkan berbagai bentuk modal yang dimiliki. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk-bentuk modal yang dimanfaatkan pelaku usaha industri rumah tangga emping melinjo di Desa Menes dalam keberlangsungan usahanya hingga saat ini. Analisis data menggunakan model MiIes dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyaajian data, serta penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri dari enam orang, terdiri atas empat pelaku usaha serta dua anggota keluarga atau karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk modal yang dimanfaatkan, yaitu (1) modal ekonomi berupa tabungan pribadi, penghasilan tambahan, aset pohon melinjo, dan peralatan produksi; (2) modal sosial yang tampak dalam hubungan dengan keluarga, sesama pelaku usaha, dan masyarakat; (3) modal budaya berupa pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan dalam membuat emping melinjo; serta (4) modal simbolik berupa pengakuan dan kepercayaan terhadap produk. Keempat modal tersebut berperan penting dalam mendukung keberlangsungan usaha emping melinjo di Desa Menes. 
Co-Authors Afrizal, Stevany Ahmad Ahmad Ainun Rahayu Alsya Rizkia Salsabila Anna Anna, Anna Ari Fathin Maulana Ashilah, Hana Atmojo, Farandi Anggada Putra Awalya, Rahmannisa Syifa Azmelia Putri Balqis Azzahra, Tifani Shofa Bunga Farah Fauziah Cavalera, Vania Daffa Al-Farid Syaepi Putra Dede Yusuf Dede Yusuf Dema Tesniyadi Diva Hamnia Putri Eti Komalasari Fahli, Fahli Fitri, Ida Halimahtus Sadiah Hartono, Rafi Putra Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono Hayat, Nurul Hermsen, Sheila Hidayah, Rolla Hidayah, Siti Ismi Nurul Hidayat, Sholeh Indriayni Indriyani Ismail, Azizah Jihan Dzakiyyah Kamisya, Annisa Nur Karla Ryanda Putri Kholillah, Kholillah Komarudin Komarudin Kristina Oktavia Injilika Kudus, Wahid Abdul KUNTARI, SEPTI Larasati Larasati Larasati Larasati Latifa, Jamilatul Lepi Ratnasari Lindawati, Yustika Irfani LULUK ASMAWATI lydia christina handoyo Mahliah, Imas Marisatu Zahra Maulana, Ari Fathin Maysha Octavia Mochamad Naim muflihah muflihah Muhamad Tio Dzikri Mumbasiroh, Siti Musahwi Musahwi Nabila Anggita Sari Neli Nurlaeli NH, Aufa Tazqiyah Nisa Nurmala Nurmala, Nisa Nursaidah, Siti Nurul Audie Nurul Hayat Patma Sulistiana Patma Sulistiana Pratama, Ahmad Purnama, Rohmatulloh Dwi Putri Ayu Nabila Putri, Karla Ryanda Putri, Rima Nabila Putri, Sabrina Mustika Qonitah, Ratu Dina Rahayu, Ainun Rahayu, Selviana Putri Rahma Amanda Rahma Amanda Rahmayani, Harni Reniati, Isni Repelita, Rudi Ridhawati, Fathia Risdiana, Ria Rosi Apriliani Ruhiyat, Yayat Salsabila Wijaya Saputri, Nanik Sari, Dellila Permata Sheila Hermsen shofa Azzahra, Tifani Simatupang, Liyola Siti Azahra Sihab Sitorus, Palti MT. Soetrisna, Denny Subhan Widiansyah Suhal Kusairi Suryani, Danik Tri Ambarwati Usman, Usman Wanda Marsella Wardana, Jelita Yulia Rensa Wardani, Arum Pramudya Yuliani Yuliani Yulianto Yulianto Yustika Irfani Lindawati ‎Jashinka, Jashinka