p-Index From 2021 - 2026
10.659
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Mahasiswa Perantau di FKIP Untirta dalam Membangun Identitas Dirinya Atmojo, Farandi Anggada Putra; Setiawan, Rizki
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi mahasiswa perantau di FKIP Untirta dalam membangun identitas diri di lingkungan kampus yang baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga mahasiswa perantau dari luar Provinsi Banten sebagai informan, yaitu K, B, dan I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai tantangan adaptasi yang bersifat multidimensional, meliputi perbedaan bahasa, gaya komunikasi, pola interaksi sosial, kondisi lingkungan, serta tuntutan akademik. Tantangan tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyesuaikan perilaku, tetapi juga menafsirkan pengalaman sosial yang mereka alami. Dengan mengacu pada teori Negosiasi Identitas oleh Stella Ting-Toomey, penelitian ini menemukan bahwa pembentukan identitas diri terjadi melalui proses pemaknaan pengalaman, adaptasi perilaku, serta negosiasi identitas dalam interaksi lintas budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas diri mahasiswa perantau terbentuk melalui proses adaptasi sosial-budaya yang dinamis di lingkungan kampus.
Pola Konsumsi Mahasiswa Generasi Z Akibat Paparan Konten Media Sosial Tiktok Rahayu, Selviana Putri; Setiawan, Rizki
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan konten media sosial TikTok terhadap pola konsumsi mahasiswa Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami perilaku konsumsi mahasiswa dalam konteks penggunaan media sosial yang semakin meningkat di kalangan generasi muda. Subjek penelitian terdiri dari lima mahasiswa yang aktif menggunakan TikTok dan dipilih secara purposive berdasarkan intensitas penggunaan aplikasi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta dokumentasi yang relevan dengan aktivitas konsumsi responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memiliki peran penting dalam memengaruhi preferensi serta keputusan konsumsi mahasiswa. Berbagai jenis konten seperti ulasan produk, unboxing, OOTD (Outfit of the Day), dan rekomendasi produk yang muncul pada fitur For You Page (FYP) terbukti mampu mendorong minat pembelian secara spontan. Selain itu, visualisasi produk yang menarik, frekuensi paparan konten yang tinggi, serta fenomena Fear of Missing Out (FOMO) turut memperkuat kecenderungan perilaku konsumtif mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan konten TikTok berpengaruh signifikan terhadap pembentukan pola konsumsi Generasi Z, baik dari segi preferensi maupun perilaku pembelian. Namun demikian, sebagian mahasiswa mulai menunjukkan kesadaran dalam mengendalikan konsumsi dengan mempertimbangkan kebutuhan sebelum melakukan pembelian.
Estetika Algoritma dan Konstruksi Sosial Membentuk Identitas Digital Mahasiswa Melalui Gambar AI di TikTok Nurlaeli, Neli; Setiawan, Rizki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37879

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi sosial penggunaan fitur edit foto AI Gemini dalam konten TikTok oleh mahasiswa FKIP UNTIRTA angkatan 2023. Meningkatnya pemanfaatan AI dalam pengolahan visual menunjukkan perubahan cara mahasiswa membangun citra dan identitas digital di media sosial. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana konstruksi sosial terhadap teknologi AI Gemini terbentuk melalui praktik pengeditan foto di TikTok. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi daring, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah enam mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling karena aktif menggunakan fitur AI Gemini di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi sosial berlangsung melalui tiga tahap menurut Berger dan Luckmann, yaitu eksternalisasi ketika mahasiswa menggunakan AI untuk mengekspresikan diri dan mengikuti tren digital, objektivasi ketika hasil editan AI diterima sebagai visual yang menarik, serta internalisasi ketika mahasiswa memandang hasil AI sebagai bagian dari identitas digital mereka dalam aktivitas media sosial sehari-hari.
Eksistensi Lansia di Tengah Keluarga Inti: Antara Keterlibatan dan Marjinalisasi Ahmad; Setiawan, Rizki
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami eksistensi lansia di tengah keluarga inti, khususnya dalam dinamika antara keterlibatan dan marjinalisasi yang mereka alami. Perubahan struktur keluarga dari keluarga besar ke keluarga inti modern menyebabkan peran lansia mengalami pergeseran. Dalam banyak kasus, lansia tetap dilibatkan dalam aktivitas domestik, emosional, spiritual, maupun sosial, namun pada saat yang sama mereka juga menghadapi bentuk marjinalisasi halus seperti keterbatasan ruang berpendapat, ketergantungan ekonomi, pembatasan peran akibat faktor fisik, serta kesepian ketika anggota keluarga sibuk bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada lima informan lansia yang tinggal bersama atau berinteraksi intens dengan keluarga inti. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan lansia terutama terlihat pada peran domestik, afektif, spiritual, serta sosial. Marjinalisasi muncul dalam bentuk laten seperti pengurangan peran, ketergantungan ekonomi, tidak dilibatkan dalam keputusan tertentu, serta perasaan kesepian. Makna eksistensi lansia dimaknai sebagai sumber nilai, penjaga keharmonisan, pemberi nasihat, dan figur penting dalam menjaga stabilitas emosional keluarga. Penelitian ini memperkuat teori Interaksionisme Simbolik serta relevansi teori peran Parsons dalam konteks keluarga modern.
Praktik Pertemanan Mahasiswa dan Reproduksi Efektivitas Belajar Dalam Konteks Pendidikan Tinggi : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Angkatan 2023 Muhamad Tio Dzikri; Rizki Setiawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkaran pertemanan dalam menunjang efektivitas belajar mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa angkatan 2023. Interaksi sosial informal antar mahasiswa sering kali menjadi ruang belajar alternatif yang melengkapi proses pembelajaran formal di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pengalaman mahasiswa dalam lingkaran pertemanan mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap empat partisipan yang aktif dalam circle pertemanan yang berbeda. Analisis penelitian menggunakan teori modal sosial Robert D. Putnam yang menekankan tiga elemen utama yaitu trust (kepercayaan), norms (norma timbal balik), dan social networks (jaringan sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa circle pertemanan berfungsi sebagai ruang belajar yang suportif di mana mahasiswa saling bertukar informasi akademik, berdiskusi mengenai materi perkuliahan, serta memberikan dukungan emosional. Kepercayaan antar anggota menciptakan suasana diskusi yang nyaman. Norma informal seperti saling menghargai dan bekerja sama menjaga interaksi kelompok tetap positif. Sementara itu, jaringan sosial yang terbentuk melalui pertemuan langsung maupun media digital memudahkan pertukaran informasi dan kolaborasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa circle pertemanan merupakan bentuk modal sosial yang berperan penting dalam meningkatkan efektivitas belajar mahasiswa melalui hubungan sosial yang kolaboratif dan suportif.
Interpretasi Masyarakat Lingkungan Ciwaru Masjid Terhadap Kehidupan Mahasiswa Kos FKIP Untirta Rani Masni; Subhan Widiansyah; Stevany Afrizal; Rizki Setiawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5422

Abstract

Kehadiran mahasiswa kos di lingkungan sekitar kampus menimbulkan dinamika sosial yang memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap kehidupan mahasiswa. Di Lingkungan Ciwaru Masjid RT 02 RW 08, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa hidup berdampingan dengan masyarakat yang masih kuat memegang norma sosial setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi masyarakat terhadap kehidupan mahasiswa kos FKIP Untirta di lingkungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan, yang terdiri dari empat informan utama (tokoh masyarakat, ketua RT, pemilik kos, dan warga setempat) serta dua informan pendukung (mahasiswa kos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pada umumnya memiliki pandangan positif terhadap mahasiswa. Mahasiswa dipandang sebagai individu terdidik yang berperilaku sopan serta memberikan kontribusi ekonomi bagi lingkungan sekitar. Namun, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan masih dinilai terbatas. Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat terjalin melalui penyesuaian perilaku dan penghormatan terhadap norma lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interpretasi masyarakat terbentuk melalui konstruksi sosial dalam interaksi sehari-hari, sehingga menciptakan hubungan yang relatif harmonis meskipun masih terdapat jarak sosial.  
Strategi Kepercayaan Mahasiswa FKIP Untirta dalam Penggunaan Fitur Close Friend pada Second Account Instagram Jihan Dzakiyyah; Rizki Setiawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38523

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan second account Instagram di kalangan mahasiswa, khususnya dalam memanfaatkan fitur Close Friends sebagai ruang berbagi yang lebih privat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepercayaan mahasiswa FKIP UNTIRTA dalam penggunaan fitur tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima informan dari beberapa program studi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menerapkan strategi kepercayaan melalui seleksi audiens yang ketat, pengelolaan konten berdasarkan tingkat kedekatan, serta penerapan prinsip timbal balik dalam menjaga kerahasiaan informasi. Kepercayaan juga bersifat dinamis dan berkembang seiring pengalaman interaksi sosial pengguna. Fitur Close Friends tidak hanya berfungsi sebagai sarana teknis, tetapi juga sebagai mekanisme pengaturan batas privasi, pembentukan rasa aman, serta penciptaan ruang komunikasi yang lebih personal. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan digital merupakan hasil dari proses sosial yang kompleks dan terus dinegosiasikan dalam interaksi di ruang digital.
Manajemen Kesan Remaja di Instagram: Negosiasi Identitas dalam Standar Penampilan Digital Maysha Octavia; Rizki Setiawan
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v9i2.34609

Abstract

The increasing use of Instagram as a space for self-expression encourages adolescents to align their self-image with digital appearance standards that emphasize visual aesthetics and social acceptance. This study aims to describe adolescents’ impression management strategies in coping with appearance standards on Instagram, identify factors influencing the formation of digital self-image, and analyze the implications for digital identity and psychological well-being. The study employed a descriptive qualitative approach involving five female adolescent informants aged 18–21 who actively use Instagram and reside in Serang City and outside the region. Data were collected through in-depth interviews and observation of Instagram accounts, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that adolescents manage their image through post selection, filter use, audience control, and the separation of public and private spaces. These practices are influenced by internal and external factors and demonstrate that self-image formation occurs through a process of negotiation between individual preferences, social expectations, and the characteristics of digital platforms. This study concludes that Instagram serves as a space for the negotiation of adolescent identity and contributes to the understanding that impression management practices are not entirely controlled by individuals but are also shaped by social contexts and platform mechanisms.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN TIKTOK TERHADAP KARAKTERISTIK REMAJA DI DESA SAMPORA KECAMATAN CISAUK KABUPATEN TANGERANG BANTEN Rahma Amanda; Haryono Haryono; Rizki Setiawan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 6 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i6.2026.1540-1546

Abstract

Penelitian ini menggambarkan suatu perbedaan penggunaan pola asuh oleh orang tua terhadap penggunaan tiktok di kalangan remaja di Desa Sampora Kabupaten Tangerang. Penelitian ini mengkaji bagaimana perbedaan pola asuh orang tua memengaruhi pembentukan karakteristik remaja yang terpapar konten media sosial tiktok. Pola asuh keluarga sebagai lingkungan pendidikan utama dalam membentuk karakter anak, terutama terkait dengan keterlibatan dalam media sosial. Pada tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran variasi pola asuh yang digunakan orang tua dalam melihat dampak media sosial tiktok terhadap perubahan karakteristik remaja di Desa Sampora, meliputi penyelidikan penggunaan berbagai gaya pengasuhan (demokratis, otoriter, dan permisif) terhadap karakter dan perilaku remaja dalam konteks penggunaan media sosial tiktok. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan Teknik pengumpulan data berupa observasi secara langsung, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Serta teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori dari Robert King Merton, yakni Fungsionalisme Struktural. Dalam teori Merton terdapat lima konsep yaitu fungsi, disfungsi, fungsi manifest, fungsi laten, dan non fungsi. Informan yang diambil terbagi menjadi dua yaitu informan kunci dan informan pendukung mulai dari orang tua dan anak remaja. Hasil dari penelitian ini adalah pola asuh yang digunakan oleh orang tua memiliki dampak signifikan terhadap karakteristik remaja dalam penggunaan TikTok. Pendekatan pengasuhan demokratis, yang ditandai dengan komunikasi terbuka, pemantauan, dan batasan yang jelas, terbukti paling efektif dalam mendorong perilaku digital yang bertanggung jawab dan positif. Pendekatan ini membantu remaja mengembangkan pemikiran kritis, ekspresi diri, dan keterlibatan yang seimbang dengan media sosial, sehingga mengurangi dampak negatif sindrom TikTok. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah, dan komunitas lokal dalam mempromosikan literasi digital dan penggunaan media yang bertanggung jawab di kalangan remaja.
Peran Bisnis Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial pada Masyarakat Sunda di Kota Tangerang Daffa Al-Farid Syaepi Putra; Rizki Setiawan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bisnis berbasis komunitas dalam meningkatkan solidaritas sosial pada masyarakat Sunda di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian merupakan anggota komunitas pedagang laksa yang aktif menjalankan usaha berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis berbasis komunitas berperan dalam memperkuat solidaritas sosial melalui kerja sama, gotong royong, kas bersama, dan arisan yang dilakukan secara rutin. Selain itu, hubungan sosial antar anggota diperkuat oleh penerapan nilai budaya Sunda, yaitu silih asih, silih asah, dan silih asuh. Komunitas pedagang laksa tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Meskipun menghadapi tantangan berupa persaingan kuliner modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat, komunitas tetap mampu mempertahankan kebersamaan dan nilai-nilai sosial yang dimiliki. Dengan demikian, bisnis berbasis komunitas dapat menjadi sarana yang efektif dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Co-Authors Afrizal, Stevany Ahmad Ainun Rahayu Alsya Rizkia Salsabila Anna Anna, Anna Ashilah, Hana Atmojo, Farandi Anggada Putra Awalya, Rahmannisa Syifa Azmelia Putri Balqis Azzahra, Tifani Shofa Bunga Farah Fauziah Cavalera, Vania Daffa Al-Farid Syaepi Putra Dede Yusuf Dede Yusuf Dema Tesniyadi Eti Komalasari Fahli, Fahli Fitri, Ida Hartono, Rafi Putra Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono Hayat, Nurul Hermsen, Sheila Hidayah, Rolla Hidayah, Siti Ismi Nurul Hidayat, Sholeh Indriayni Indriyani Injilika, Kristina Oktavia Ismail, Azizah Jihan Dzakiyyah Kamisya, Annisa Nur Karla Ryanda Putri Kholillah, Kholillah Komarudin Komarudin Kudus, Wahid Abdul KUNTARI, SEPTI Larasati Larasati Larasati Larasati Latifa, Jamilatul Lepi Ratnasari Lindawati, Yustika Irfani LULUK ASMAWATI lydia christina handoyo Mahliah, Imas Marisatu Zahra Maulana, Ari Fathin Maysha Octavia Mochamad Naim muflihah muflihah Muhamad Tio Dzikri Mumbasiroh, Siti Musahwi Musahwi NH, Aufa Tazqiyah Nisa Nurmala Nurlaeli, Neli Nurmala, Nisa Nursaidah, Siti Nurul Audie Nurul Hayat Patma Sulistiana Patma Sulistiana Pratama, Ahmad Purnama, Rohmatulloh Dwi Putri Ayu Nabila Putri, Karla Ryanda Putri, Rima Nabila Putri, Sabrina Mustika Qonitah, Ratu Dina Rahayu, Ainun Rahayu, Selviana Putri Rahma Amanda Rahma Amanda Rani Masni Reniati, Isni Repelita, Rudi Ridhawati, Fathia Risdiana, Ria Rosi Apriliani Ruhiyat, Yayat Salsabila Wijaya Saputri, Nanik Sari, Dellila Permata Sari, Nabila Anggita shofa Azzahra, Tifani Simatupang, Liyola Siti Azahra Sihab Sitorus, Palti MT. Soetrisna, Denny Subhan Widiansyah Suhal Kusairi Suryani, Danik Tri Ambarwati Usman, Usman Wanda Marsella Wardana, Jelita Yulia Rensa Wardani, Arum Pramudya Yuliani Yuliani Yulianto Yulianto Yustika Irfani Lindawati ‎Jashinka, Jashinka