Claim Missing Document
Check
Articles

A COMPREHENSIVE ANALYSIS OF CROSS-CULTURAL COMMUNICATION AND CULTURAL DISCOURSE IN THE BIPA PROGRAM Refa Lina Tiawati; Wahyudi Rahmat; Wen Jia
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 10 No. 3 (2025): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The globalization of the Indonesian language through the Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) programme has evolved from a simple linguistic exercise into a sophisticated instrument of cultural diplomacy and international education. As Indonesia's economic and cultural influence grows, more and more international students, researchers, and professionals want to learn the language. The pedagogical challenge in BIPA has transitioned from the acquisition of grammar and vocabulary to the cultivation of sociopragmatic competence. Research highlights a critical realization: the primary obstacle for international students is not necessarily cognitive or linguistic capacity but a lack of understanding regarding the cultural discourse that governs thinking and speaking within the Indonesian context. This suggests that language and culture are inextricably linked, forming a singular nexus where communication only becomes meaningful through the lens of cultural orientation
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI DENGAN NOVEL MERANTAU KE DELI KARYA HAMKA Suci Dwinitia Refa Lina Tiawati R Ricci Gemarni Tatalia
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Vol 6, No.2, November 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ip.v6i2.1899

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi terciptanya karya sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan latar, alur, karakter tokoh, dan intertekstualitas dalam novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli dengan novel Merantau ke Deli Karya Hamka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yang bertujuan untuk menganalisis interteks antar kedua novel. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan intertekstual, yakni membandingkan dua buah teks yang diduga memiliki keterkaitan. Data dalam penelitian ini adalah kutipan yang berkaitan dengan alur, latar, dan karakter tokoh utama dalam kedua novel. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli dan novel Merantau ke Deli Karya Hamka. Analisis data dilakukan dengan mendeskripikan temuan penelitian yang relevan dengan tujuan penelitian. Pertama, alur novel memang Jodoh adalah alur campuran, sedangkan alur novel Merantau ke Deli adalah alur maju. Kedua, latar novel Memang Jodoh karya Marah Rusli ada dibeberapa daerah, seperti: Padang, Bukittinggi, Medan, Bogor, Jakarta, Sukabumi, Semarang, Blitar, dan Sumbawa. Sedangkan latar novel Merantau ke Deli adalah Tanah Deli, Medan, dan Minangkabau. Ketiga, karakter tokoh utama novel Memang Jodoh karya Marah Rusli hampir sama dengan karakter tokoh utama novel Merantau Ke Deli karya Hamka, yaitu sama-sama menentang adat dengan tidak menikahi gadis Minang. Hamli menikahi bangsawan Sunda dan Leman menikahi perempuan Jawa. Keempat, intertekstualitas kedua novel terlihat dari persamaan dan perbedan yang ditemukan dalam kedua novel. Persamaannya terletak pada latar tempat, sama-sama di Minangkabau dengan situasi sosial masyarakat matrilineal, dan kedua tokoh utama sama-sama menentang adat tradisi mengenai perkawinan. Sementara perbedaan terlihat pada alur, dimana Marah Rusli bercerita degan alur campuran, sedangkan Hamka bercerita dengan alur maju.Novel Memang jodoh merupakan hipogram untuk novel Merantau ke Deli. Hal ini dibuktikan dengan adanya persamaan ide dan peristiwa yang sebelumnya telah dituliskan Marah Rusli dalam karyanya ditransformasikan kembali oleh Hamka.
A KEMAMPUAN MEMPRESENTASIKAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUNGAI BEREMAS Adinda Fatresia; Yulia Sri Hartati; Refa Lina Tiawati
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i3.1218

Abstract

This study was motivated by the low ability of tenth-grade students at SMA Negeri 1 Sungai Beremas in presenting observation report texts. Students experienced difficulties in organizing words, were not yet able to deliver the content orally in a clear manner, and tended to read the text without prior speaking practice. As a result, when presenting in front of the class, students relied more on reading than speaking fluently. This study aimed to describe students’ ability to present observation report texts in terms of linguistic and non-linguistic aspects. This research employed a quantitative approach using a descriptive method. The sample consisted of 29 students. The data were in the form of scores representing students’ ability to present observation report texts. The findings revealed that the average ability of students was categorized as more than adequate, with a mastery level of 69.37%. The highest average score was obtained in pronunciation accuracy (71.26), while the lowest was in stress placement (42.84). Overall, both linguistic and non-linguistic aspects still need improvement, particularly in audience targeting, diction, fluency, topic mastery, as well as appropriate expressions and gestures.
Variasi Bahasa Daerah dalam Interaksi Sosial di SMA N 1 Sungai Aur: Kajian Sosiolinguistik Nia Oktari; Refa Lina Tiawati; Ria Satini
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengemban
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v4i2.3914

Abstract

This study is motivated by the diversity of regional languages used in social interactions at SMA Negeri 1 Sungai Aur. This diversity is influenced by the linguistic backgrounds of school community members, including speakers of Malay, Mandailing, and Javanese. The use of regional languages serves not only as a means of communication but also reflects social relationships among speakers. This study aims to describe the types of regional language variation and the meanings associated with their use in social interactions among the school community. This qualitative study employed a descriptive method. The data consisted of utterances collected through observation, listening, recording, and note-taking techniques involving students, teachers, and educational staff. Five informants were selected based on the research requirements. Data validity was established through technique triangulation, while data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The results revealed three types of regional language variation: variations based on speakers, usage, and formality. Speaker-based variations were reflected in the use of Malay, Mandailing, and Javanese, influenced by the speakers’ linguistic backgrounds. Usage-based variations occurred in transactions, food and beverage ordering, services, and information delivery in the school canteen. Formality-based variations were characterized by simple and spontaneous language in informal situations, classified as casual speech. In terms of meaning, the study identified lexical, referential, and conceptual meanings in the utterances.
KATA SAPAAN KEKERABATAN MASYARAKAT KAMPUNG PASAR DI SEBELAH NAGARI SILAUT, KABUPATEN PESISIR SELATAN: STUDI SOSIOLINGUISTIK Yusi Nilya Fitri; Silvia Marni; Refa Lina Tiawati
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.3073

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kata sapaan kekerabatan Kampung Pasar Sebelah, Nagari Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini pengaruhi oleh bahasa dari luar, khususnya di kalangan muda. Akibatnya, sering terjadi ketidaktepatan dalam penggunaan kata sapaan dalam berinteraksi di kehidupan sehari-hari, Selain itu, belum adanya kajian khusus mengenai kata sapaan kekerabatan di daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna sapaan kekerabatan di Kampung Pasar Sebelah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa bentuk-bentuk sapaan kekerabatan yang digunakan oleh masyarakat Kampung Pasar Sebelah, Nagari Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, rekam dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik padan referensial dan padan translational. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa bentuk kata sapaan kekerabatan di Kampung Pasar Sebelah, Nagari Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, terbagi menjadi dua kategori. Pertama, kata sapaan kekerabatan pertalian darah atau pertalian langsung, seperti, kata sapaan mak artinya ibu. Makna kata sapaan mak adalah ibu kandung. Kata sapaan wan artinya saudara laki-laki ibu. Makna kata sapaan wan adalah mamak (paman dari pihak ibu). Kata sapaan pertalian perkawinan atau pertalian tidak langsung, seperti, sapaan pak cek artinya adik laki-laki ayah. Makna sapaan pak cek adalah pak bako (paman pihak ayah, lebih muda dari ayah). Kata sapaan anak artinya menantu laki-laki. Makna sapaan anak adalah suami dari anak perempuan. Sapaan tersebut digunakan untuk bertegur sapa dalam interaksi sehari-hari di lingkup keluarga, berdasarkan kedudukan atau posisi masing-masing anggota dalam struktur keluarga besar.
Reframing intercultural communication in BIPA teaching materials: A cultural perspective from West Sumatra Refa Lina Tiawati; Wahyudi Rahmat; Olsen Ottman
BAHASTRA Vol. 46 No. 1 (2026): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the representation of Minangkabau local wisdom in five nationally standardized BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) textbooks and three supplementary materials utilized in Padang. Employing qualitative content analysis alongside critical discourse analysis (CDA), the research investigates how sociocultural knowledge is constructed, prioritized, or silenced in pedagogical materials. The findings reveal three critical gaps: (1) the complete absence of Kato Nan Ampek (the traditional speech-level system); (2) only two out of twelve Sumbang Duo Baleh behavioral norms are implicitly referenced; and (3) the matrilineal kinship system is consistently framed as a static ‘traditional custom’ rather than a dynamic, living social structure. These omissions point to a systematic marginalization of Minangkabau sociopragmatic knowledge, which may hinder learners’ development of authentic intercultural competence. To address these empirical and pedagogical gaps, the study proposes the BITD (Budaya, Identitas, Teks, dan Dialog) region-based thematic model, which integrates localized wisdom into BIPA instruction through contextually grounded materials, pragmatic awareness, and participatory learning frameworks. This research contributes to ongoing debates on decolonizing language pedagogy and offers actionable guidelines for curriculum developers, textbook authors, and BIPA instructors seeking to foster culturally responsive language education.