Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMING BIPA LEARNING: INTEGRATING CROSS-CULTURAL COMMUNICATION WITH TECHNOLOGY FOR CULTURAL DIPLOMACY Refa Lina Tiawati; Suci Dwinita
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 9 No. 3 (2024): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores how integrating cross-cultural communication strategies with technology can revolutionize the teaching of Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) and enhance its role as a tool for cultural diplomacy. The research analyzes the experiences of BIPA teachers and learners at two universities in West Sumatra involved in the Darmasiswa program. Data were collected through semistructured interviews, direct observations, and document analysis to uncover strategies for addressing cross-cultural challenges and the role of technology in improving learning effectiveness. The findings reveal that combining cross-cultural communication with technology-based media, such as interactive videos, gamification applications, and online learning platforms, enhances cultural understanding and learning motivation. Practical simulations, such as role-playing and cultural discussions, enable learners to grasp Indonesia's socio-cultural context more deeply. However, limitations in technological literacy among teachers and learners, as well as cultural gaps, remain significant challenges. This study highlights the need for comprehensive training for teachers to maximize the potential of technology in education and the development of inclusive, culturally oriented teaching materials. These strategies improve learners' language competencies and strengthen cross-cultural relationships, positioning BIPA as an effective instrument for Indonesia's cultural diplomacy in the digital era.
A COMPREHENSIVE ANALYSIS OF CROSS-CULTURAL COMMUNICATION AND CULTURAL DISCOURSE IN THE BIPA PROGRAM Refa Lina Tiawati; Wahyudi Rahmat; Wen Jia
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 10 No. 3 (2025): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The globalization of the Indonesian language through the Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) programme has evolved from a simple linguistic exercise into a sophisticated instrument of cultural diplomacy and international education. As Indonesia's economic and cultural influence grows, more and more international students, researchers, and professionals want to learn the language. The pedagogical challenge in BIPA has transitioned from the acquisition of grammar and vocabulary to the cultivation of sociopragmatic competence. Research highlights a critical realization: the primary obstacle for international students is not necessarily cognitive or linguistic capacity but a lack of understanding regarding the cultural discourse that governs thinking and speaking within the Indonesian context. This suggests that language and culture are inextricably linked, forming a singular nexus where communication only becomes meaningful through the lens of cultural orientation
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI DENGAN NOVEL MERANTAU KE DELI KARYA HAMKA Suci Dwinitia Refa Lina Tiawati R Ricci Gemarni Tatalia
Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2019): Vol 6, No.2, November 2019
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ip.v6i2.1899

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi terciptanya karya sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan latar, alur, karakter tokoh, dan intertekstualitas dalam novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli dengan novel Merantau ke Deli Karya Hamka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yang bertujuan untuk menganalisis interteks antar kedua novel. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan intertekstual, yakni membandingkan dua buah teks yang diduga memiliki keterkaitan. Data dalam penelitian ini adalah kutipan yang berkaitan dengan alur, latar, dan karakter tokoh utama dalam kedua novel. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Memang Jodoh Karya Marah Rusli dan novel Merantau ke Deli Karya Hamka. Analisis data dilakukan dengan mendeskripikan temuan penelitian yang relevan dengan tujuan penelitian. Pertama, alur novel memang Jodoh adalah alur campuran, sedangkan alur novel Merantau ke Deli adalah alur maju. Kedua, latar novel Memang Jodoh karya Marah Rusli ada dibeberapa daerah, seperti: Padang, Bukittinggi, Medan, Bogor, Jakarta, Sukabumi, Semarang, Blitar, dan Sumbawa. Sedangkan latar novel Merantau ke Deli adalah Tanah Deli, Medan, dan Minangkabau. Ketiga, karakter tokoh utama novel Memang Jodoh karya Marah Rusli hampir sama dengan karakter tokoh utama novel Merantau Ke Deli karya Hamka, yaitu sama-sama menentang adat dengan tidak menikahi gadis Minang. Hamli menikahi bangsawan Sunda dan Leman menikahi perempuan Jawa. Keempat, intertekstualitas kedua novel terlihat dari persamaan dan perbedan yang ditemukan dalam kedua novel. Persamaannya terletak pada latar tempat, sama-sama di Minangkabau dengan situasi sosial masyarakat matrilineal, dan kedua tokoh utama sama-sama menentang adat tradisi mengenai perkawinan. Sementara perbedaan terlihat pada alur, dimana Marah Rusli bercerita degan alur campuran, sedangkan Hamka bercerita dengan alur maju.Novel Memang jodoh merupakan hipogram untuk novel Merantau ke Deli. Hal ini dibuktikan dengan adanya persamaan ide dan peristiwa yang sebelumnya telah dituliskan Marah Rusli dalam karyanya ditransformasikan kembali oleh Hamka.