Claim Missing Document
Check
Articles

A Modelling Framework of Sustainable Supply Chain Management for Organic Vegetables in Rural Area with Narrow Land: An Action Research in Indonesia Margunani Margunani; Inaya Sari Melati; Etty Soesilowati
International Journal of Supply Chain Management Vol 7, No 2 (2018): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.161 KB)

Abstract

As a developing country, food security is still an important issue in Indonesia. The increase in demand for organic vegetables products over the last couple of decades has created one of the fastest growing sectors within the fresh produce industry. The low productivity of housewives in villages and their lax spare time are well positioned to take advantage of existing sustainable and profitable opportunities, specifically in organic vegetables production even they only have narrow land. This study aims: (1) to demonstrate the hidden potency of rural housewives community to apply modern technology in cultivating organic vegetables for narrow land, and (2) to develop supply chain management modelling tools of organic vegetables for supporting food security system in rural area. The subjects of this study are housewives in rural area of Semarang City in Province Central Java, Indonesia. By employing an exploratory sequential mixed methods research design, this studys results show that the proposed supply chain management model is proven as an appropriate model to secure supply chain of organic vegetables in rural area. Using this model, organic vegetables cultivation sustainably maintains the familys food self-sufficiency and lead to semi-commercial needs of the surrounding communities.
Penguatan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Pengembangan Rumah Bibit di Desa Ngesrepbalong untuk Konservasi Gunung Ungaran Satya Budi Nugraha; Nana Kariada Tri Martuti; Tzabit Azinar Ahmad; Danang Dwi Saputro; Inaya Sari Melati
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): Vol.8, No.1(2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v8i1.14883

Abstract

Collaboration between the Village Government and various stakeholders to increase community participation in conserving the environment needs to be done. Ngesrepbalong Village, located in Limbangan District, Kendal Regency, has a wealth of diverse natural potential. This community service activity aims to strengthen knowledge and the role of the community in environmental conservation in their area. Activities are carried out using community education and consultation methods. The implementation of strengthening environmental education targets groups of teenagers and children. Activities include the introduction and practice of composting, planting trees, and bird watching. The hope is to strengthen the mindset of teenagers and children as future generations who participate in preserving nature. Meanwhile, the development of the Handarbeni Seedling House seeks to strengthen its role as a means of educating perennials and supporting the Mount Ungaran conservation program. Its activities include identifying the type and number of plant seeds and compiling plant barcodes containing local names, scientific names, plant benefits, and conservation status. These two programs are small efforts that need to be carried out sustainably to realize nature conservation in the forest environment, especially on the slopes of Mount Ungaran.
FENOMENA PERNIKAHAN DINI DI KOTA SEMARANG: ANTARA SEKS BEBAS HINGGA FAKTOR PENGETAHUAN Suwito Eko Pramono; Inaya Sari Melati; Edi Kurniawan
Jurnal Riptek Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.216 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v13i2.63

Abstract

Pernikahan dini masih umum terjadi dan menimbulkan berbagai permasalahan di bidang sosial dan ekonomi. Faktor-faktor penyebab kejadian pernikahan dini di masyarakat cukup bervariasi dan umumnya berbeda di setiap lokasi. Penelitian ini terfokus pada identifikasi faktor yang menyebabkan tingginya angka pernikahan dini di Kota Semarang. Subjek penelitian terdiri atas para pelaku pernikahan dini yang ada di Kota Semarang, baik yang menikah di antara tahun 2015–2018, pemerintah Kota Semarang, tokoh agama, tokoh masyarakat di sekitar pelaku tinggal, dan petugas KUA dengan total sebanyak 427 responden. Sampel penelitian ditentukan menggunakan sistem snowball sampling karena keterbatasan data dan sulitnya mengakses informasi pelaku pernikahan dini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode wawancara, dan metode kuesioner. Analisis data yang digunakan pada data kuantitatif dalam penelitian ini adalah teknik Structural Equation Modelling (SEM) untuk mengukur faktor-faktor penyebab pernikahan dini. Beberapa temuan utama dari penelitian ini meliputi: (a)  fakta bahwa 83,88% motif pelaku pernikahan dini di Kota Semarang adalah kehamilan di luar nikah; (b) pelaku pernikahan dini di Kota Semarang lebih banyak ditemukan di daerah-daerah pinggiran dibandingkan di pusat kota; (c) terdapat perbedaan persepsi mengenai faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini, masyarakat umum beranggapan bahwa pekerjaan dan ekonomi menjadi faktor pendorong yang sangat tinggi (90%) namun demikian pelaku mengaku bahwa faktor tersebut hanya mampu mendorong keputusan menikah sebesar 4%. Diperlukan program yang terintegrasi untuk penanggulangan pernikahan dini baik secara preventif maupun represif dari dinas-dinas terkait untuk menekan jumlah pernikahan dini di Kota Semarang dan meminimalisir dampak sosial bagi pelaku di masa depan. 
PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA BAGI PEMILIK HOME INDUSTRY MAKANAN RINGAN DI DESA PAREMONO, MUNGKID, MAGELANG, JAWA TENGAH inaya sari melati; Wulan Suci Rachmadani
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v10i2.3989

Abstract

Pengelolaan keuangan yang andal merupakan kunci sukses suatu bisnis. Sebaliknya, apabila pengelolaan keuangan tidak dijalankan dengan baik, maka pemilik usaha akan mengalami distorsi dalam penentuan berbagai kebijakan untuk pengembangan usahanya. Dalam rangka memperbaiki manajemen keuangan home industry makanan ringan berupa “peyek cethol” dan “peyek tempe” di Desa Paremono Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, tim pengabdian kepada masyarakat FE Unnes mengadakan kegiatan pelatihan pencatatan keuangan sederhana. Unit usaha ini dipilih karena berdasarkan hasil observasi dan wawancara ditemukan bahwa selama ini pemilik usaha tidak melakukan pencatatan keuangan sehingga mengalami berbagai macam keterbatasan dalam mengelola usahanya. Pelatihan pencatatan keuangan sederhana ini diikuti oleh 60 orang pemilik home industry peyek yang tersebar di semua dusun di Desa Paremono. Hasil evaluasi menyatakan bahwa pelatihan pencatatan keuangan ini mampu meningkatkan pemahaman pemilik home industry terhadap pentingnya melakukan pencatatan  keuangan dan  pada saat kegiatan penelitian berlangsung pemilik home industry cukup terampil dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana.
STRATEGI CULTURAL BRANDING DENGAN PROTOKOL KESEHATAN PADA USAHA KULINER ERA NEW NORMAL Inaya Sari Melati; Ahmad Jaenudin
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.485 KB)

Abstract

Pandemi covid-19 atau yang disebut virus corona berdampak besar pada berbagai sektor terutama pada bidang ekonomi dan bisnis. Berbagai sektor yang terdampak adalah sektor pariwisata, perdagangan, industri termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang terdampak sangat signifikan. Seperti UMKM yang bergerak pada usaha kuliner. Ketakutan konsumen pada penyebaran Covid-19 yang cepat membuat konsumen lebih berhati-hati dalam menkonsumsi kebutuhan sehari-hari. Banyak UMKM kuliner yang gulung tikar karena tidak dapat membuka usahanya dimasa pandemi. Dengan banyaknya usaha yang tutup, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang memaksakan kehidupan masyarakat berdampingan dengan Covid-19 yang dikenal dengan istilah New Normal. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat. Kebijakan tersebut disambut positif oleh pelaku usaha terutama usaha kuliner yang mulai membuka kembali usahanya meskipun masih sedikit pelanggan yang datang. Seperti halnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang merupakan salah satu wadah Pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan bagi warga sekitar. Selain itu, PKBM Bina Warga memiliki usaha dibidang kuliner yang diberi nama Nawa Coffee. Sama halnya dengan UMKM yang lain, Nawa Cafejuga terdampak pandemi covid-19. Selain tergolong usaha yang baru didirikan Nawa Cafejuga membutuhkan strategi promosi yang dapat meningkatkan usahanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bermaksud untuk mencari solusi terhadap permasalahan mitra dengan menawarkan berbagai solusi seperti penerapan protokol Kesehatan sebagai cultural branding untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi konsumen yang ingin menikmati kuliner Nawa Coffee.Kata kunci: Pandemi Covid-19, Protokol Kesehatan, Nawa CafeDoi: http://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v2i1.13-21
LITERASI DIGITAL SEBAGAI PENGUATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI ABAD-21 Ahmad Jaenudin; Kusumantoro Kusumantoro; Inaya Sari Melati
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat memberikan perubahan tatanan dalam Pendidikan. Arah pendidikan abad-21 mengalami perubahan yang signifikan terutama pada proses pembelajaran. Penerapan teknologi digital pada proses pembelajaran membuat pendidik diharuskan untuk menyesuaikan dengan cepat. Pengenalan metode pembelajaran dengan pendekatan blended learning adalah sebagai respon perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Pola interaksi tatap muka disandingkan dengan pola interaksi daring atau Pendidikan jarak jauh. Kurangnya kesiapan pada pendidik dan peserta didik dalam menghadapi perubahan yang cepat menimbulkan berbagai masalah dalam proses pembelajaran. Lemahnya pemahaman pada literasi digital membuat pendidik kesulitan dalam memilih media yang efektif digunakan sehingga proses pembelajaran tidak berjalan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada MGMP Ekonomi SMA Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada MGMP Ekonomi SMA Jawa Tengah dimaksudkan untuk memberikan penguatan kepada guru agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif guna mendorong optimalisasi sumber daya dan pemanfaatan tekonologi digital sebgaia bentuk meningkatkan kompetensi professional guru dalam pembelajaran. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini dengan mengungkap permasalahan dari mitra. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pendampingan berkelanjutan baik dengan metode ceramah tanya jawab, diskusi, simulasi serta pendampingan sehingga menemukan solusi yang tepat. Luaran pengabdian ini adalah publikasi artikel di jurnal nasional terakreditasi dan publikasi pada media massa/elektronik.Kata Kunci : Literasi Digital, MGMP Ekonomi, Jawa TengahDoi: http://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v1i2.68-77
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KARAKTER WIRAUSAHA MELALUI KEGIATAN PRODUKSI PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA DI KOTA SEMARANG Purasani, Hana Netti; Melati, Inaya Sari; Rahmaningtyas, Wisudani
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.465 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i1.3811

Abstract

Abstract. The objective of this service activity is first, instilling the character of conservation through composting for students in Kalisegoro Elementary School. The second objective is to create a set of productive behavior and entrepreneurial spirit from the creation of compost which has high economic value. The method of implementing community service activities is carried out with training that produces skills, lecture methods, question and answer, discussion, simulation and mentoring. The strategic steps are: (1) Students and teachers will be given insight into the benefits of processing waste into organic compost, (2) Students and teachers will be given training in making organic compost from household waste, (3) Discussion sessions and questions answer by giving students and teachers the opportunity to ask questions regarding the making of organic compost fertilizer, (4) Providing assistance to students and teachers in organic compost production activities, and (5) Evaluating the results of the service activities that have been carried out. The next plan is training in marketing organic compost fertilizer.Keywords: Conservation, Production, Compost, Organic Compost Abstrak. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah pertama,menanamkan karakter konservasi melalui pembuatan kompos kepada siswa-siswi di SD Negeri Kalisegoro. Tujuan kedua adalah menciptakan mindset perilaku produktif dan semangat berwirausaha dari adanya pembuatan pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi tinggi.Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan denganpelatihan yang menghasilkan keterampilan,metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi serta pendampingan. Adapun langkah strategis yaitu: (1) Peserta didik dan guru akan diberikan wawasan tentang manfaat pengolahan limbah menjadi pupuk kompos organik, (2) Peserta didik dan guru akan diberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos organik dari limbah rumah tangga, (3) Sesi diskusi dan tanya jawab dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik dan guru untuk bertanya terkait pembuatan pupuk kompos organik, (4) Melakukan pendampingan kepada peserta didik dan guru dalam kegiatan produksi pupuk kompos organik, dan (5) Evaluasi hasil dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan. Rencana tahapan berikutnya adalah pelatihan pemasaran pupuk kompos organik.Kata Kunci: Konservasi, Produksi, Pupuk Kompos, Pupuk Kompos Organik
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN EKOWISATA DENGAN PENDEKATAN LINGKUNGAN DI EMBUNG PATEMON KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Melati, Inaya Sari; Raeni, Raeni; Harnanik, Harnanik
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.335 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i2.4841

Abstract

Abstract. The objective of this service is the first to empower tourism Embung Patemon Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang through the concept of ecotourism with an environmental approach. The second objective is to contribute positively to the existence of ecotourism empowerment with the environment approach in Embung Patemon, so that it can provide more value not only to the welfare of the local community, but also to environmental sustainability. The method of implementing community service activities in the form of empowerment and development of ecotourism for Embung Patemon with environmental approaches is carried out with training that produces skills, lecture methods, question and answer, discussion, simulation and mentoring. The results of community service activities that have been carried out are (1) The potentialof the village mapping and coordination activities, (2) identification of the potential of tourism in Embung Patemon as a basis for implementing ecotourism programs, (3) development of the potential tourism of Embung Patemon. The next stage of the plan is training in tourism marketing, evaluation of service programs, preparation of final service reports, and preparation and publication of articles / manuscripts to accredited national journals.Abstrak. Tujuan kegiatan pengabdian ini yang pertama adalah untuk memberdayakan wisata Embung Patemon Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang melalui konsep ekowisata dengan pendekatan lingkungan. Tujuan kedua adalah memberikan kontribusi positif dari adanya pemberdayaan ekowisata dengan pendekatan lingkungandi Embung Patemon, sehingga mampu memberikan nilai lebih tidak hanya pada kesejahteraan masyarakat lokal, tetapi juga pada kelestarian lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan dan pengembangan ekowisata Embung Patemon dengan pendekatan lingkungandilakukan dengan pelatihan yang menghasilkan keterampilan, metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi serta pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah terlaksana adalah (1) kegiatan kordinasi dan pemetaan potensi kelurahan, (2) identifikasi potensi wisata di Embung Patemon sebagai dasar dalam pelaksanaan program ekowisata, (3) pengembangan potensi wisata Embung Patemon. Rencana tahapan berikutnya adalah pelatihan pemasaran wisata, evaluasi program pengabdian, penyusunan laporan akhir pengabdian, serta penyusunan dan publikasi artikel/ manuskrip ke jurnal nasional terakreditasi.
Bioconcentration of Heavy Metals in Milkfish Reared in Stick-Net Pens System: Implications for Open Water Environmental Contamination and Food Safety Martuti, Nana Kariada Tri; Falisah, Dwi Fiska; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur; Melati, Inaya Sari; Mutiatari, Dhita Pracisca; Nayam, Nasir
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol. 16 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v15i1.3501

Abstract

The coast of Tanjung Mas, Semarang City, is an industrial area used by the community to cultivate milkfish using stick-net pens. Furthermore, heavy metal contamination such as Cr, Cd, Cu, and Pb potentially disrupts milkfish meat's growth, quality, and safety. This study aims to determine heavy metals concentration in the waters and milkfish meat in stick-net pens cultivation in Tanjung Mas, Semarang City. The study was conducted using exploration, with five observation sites representing household waste disposal flow, industrial discharge, open sea, and intermediate areas. The observation sites were selected based on the milkfish cultivation activity. The sample and data, including water, milkfish, and environmental factors (temperature, pH, salinity, water current, and dissolved oxygen), were collected three times every two weeks. The heavy metals were detected using Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The highest heavy metal concentration is Cr, which ranges from 1.70 ± 0.32 ppm to 2.36 ± 0.63 ppm in milkfish and 2.77 ± 0.65 ppm to 3.05 ± 0.58 ppm in the environment. The heavy metals contamination in Semarang City’s water areas is still relatively low and has no impact on milkfish growth. Industrial waste, mainly heavy metals, potentially threatens the stick-net pens cultivation model developed by the community in Semarang City. This study can be used as an input for mitigation and adaptive action in anticipating future environmental changes and maintaining their business sustainability.
Exploring The Rice Supply Chain in Semarang City : An Educational Game Concept Inaya Sari Melati; Nana Kariada Tri Martuti; Wahid Akhsin Budi Nur Shidiq
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i1.14791

Abstract

This study introduces an educational game designed to enhance students' understanding of the rice supply chain in Semarang City. The primary research objective is to provide an interactive learning tool that immerses players in the complexities of the supply chain, from rice cultivation to consumer delivery, while highlighting the roles of various stakeholders and the impact of government interventions. The study employs a qualitative approach, using interactive model to integrate case study analysis and educational game development. Data collection involves semi-structured interviews with key stakeholders and field visits, while thematic and comparative analyses are used to evaluate supply chain dynamics. By incorporating real-world examples of supply chain optimization, the game provides students with hands-on experience in analyzing market dynamics, resource allocation, and technological advancements in agribusiness. This approach not only deepens engagement with complex economic structures but also prepares students for careers in logistics, policy-making, and sustainable enterprise development.