Claim Missing Document
Check
Articles

Response of Several Varieties and Doses of Mycorrhizal Vesiclea Arbuskula (MVA) and P Uptake to Plant Growth and Yield Sweet Corn (Zea mays saccharata Sturt) Al Ghifari Ramadhan, Rafly; Sondari, Nunung; Amalia, Lia; Ulfah, Indriana
Jurnal Agrosci Vol 1 No 6 (2024): Vol 1 No 6 July 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v1i6.384

Abstract

The purpose of this study was to study the interaction between sweet corn varieties and mycorrhizal doses on the growth and yield of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) and to obtain the varieties and mycorrhizal doses that can have the best influence on the growth and yield of sweet maize plants (Zea mays saccharata Sturt). The research was conducted in Bumi Wangi Village, Ciparay District, Bandung Regency, West Java Province, with an altitude of 650 meters above sea level. Average rainfall 2417.40 mm/year Inceptisol soil order with soil pH 6.4. The analysis design uses a linear model of Group Random Design (RAK) of the Factorial pattern, with 2 (two) factors. The first factor is the variety (V), and the second is the mycorrhizal dose (M). Quadratic regression analysis is carried out to find the optimal dose of arbuscular vesicle mycorrhizal (MVA) that can produce the highest/maximum sweet corn variety. The results showed that there was an interaction between Sweet Boy, Paragon, and Scada varieties and the dose of mycorrhiza vesicles arbuscular 10 g plant-1 on the growth and yield of sweet corn (Zea mays saccharate Sturt) and the optimum dose of Sweet boy varieties resulted in a cob weight value with the highest kebobit of 6.04 kg plot-1 with an optimal dose of arbuscular vesicle mycorrhiza of 10.09 g plant-1, the Talenta variety produced a cob weight with a lobe of 5.96 kg plot-1 with an optimal dose of arbuscula vesicle mycorrhiza of 9.84 g plant-1, the Paragon variety produced a cob weight with the highest lobe of 6.05 kg plot-1 with an optimal dose of arbuscula vesicle mycorrhiza of 9.68 g plant-1 and the Secada variety produced a cob weight with the highest petals of 5.85 kg plot-1 with an optimal dose of arbuscula vesicle mycorrhiza of 10.07 g plant-1.
Edukasi Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung Sebagai Makanan Bergizi Bagi Anak Di Desa Lemito Utara Amalia, Lia; Papeo, Dizky Ramadani Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i3.27552

Abstract

Proses tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh nutrisi pada makanan. Makanan yang sehat merupakan kunci kecukupan gizi balita terpenuhi. Salah satu jenis sumber makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia selain padi adalah jagung. Pemanfaatan jagung sebagai bahan makanan seringkali menghasilkan limbah dari bonggol jagung yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Perlu ada upaya untuk memanfaatkan limbah bonggol jagung dengan meningkatkan nilai tambahnya, salah satunya dengan mengubahnya menjadi tepung jagung. Upaya ini juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar mereka dapat memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi tepung jagung yang kemudian dapat diolah sebagai bahan makanan bergizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjadikan program edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah bonggol jagung sebagai makanan bergizi bagi anak di desa Lemito Utara sebagai program unggulan guna membantu untuk memperbaiki asupan gizi pada anak di Desa Lemito Utara. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah pemberian edukasi serta pelatihan melalui video. Dalam pelaksanaannya, metode ini dibagi menjadi beberapa tahap, yakni tahap pencarian bonggol jagung segar, pencucian, pengeringan, penghalusan hingga menjadi tepung dan membuatnya menjadi produk yang banyak dikonsumsi, yakni pancake. Hasil pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah bonggol jagung sebagai makanan bergizi bagi anak di desa lemito utara untuk mencegah stunting berhasil menambah pengetahuan dan pemahaman bagi ibu yang menyusui dan memiliki anak dan balita di TK Kemuning tentang manfaat dari limbah bonggol jagung.
Identifikasi Titik Kritis Kehalalan Bahan Nabati Dan Produk Turunan Bahan Nabati Jumiono, Aji; Mardiah, Mardiah; Amalia, Lia; Puspasari, Erna
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v5i1.9998

Abstract

Materials derived from plants (vegetable) are basically halal because there is no shari'a argument which specifically mentions the prohibition of the types of materials derived from plants, but if they have been processed using additives or processing aids that are not halal then the status of the product may become non-halal. . This paper uses a review of literature from various main references in the criteria for halal certification and knowledge of materials and processing of plant-based products. Identification of critical points for vegetable ingredients can be analyzed using a decision tree for identifying critical points for halal vegetable ingredients. Products derived from vegetable materials can be contaminated with unclean/unclean materials if there are additional ingredients and processing. The various processed plant food products in this article are complemented by the results of a study identifying their critical points starting from dried plant materials, wheat flour to starch and its derivatives. Vegetable ingredients are doubtful and their halal status needs to be criticized if they have undergone processing and the use of additional ingredients.
Pengaruh Konsentrasi MDM (Mechanically Deboned Meat) Terhadap Karakteristik Sensori dan Kimia Bakso Amalia, Lia; Putri, Fenia Apriliani; Mardiah, Mardiah; Kusumaningrum, Julia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v5i2.10560

Abstract

Meatballs are generally made from beef or chicken, which are relatively expensive so it is necessary to substitute or substitute cheaper ingredients. An alternative that can be used is MDM (Mechanically deboned meat). The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with one factor, namely MDM concentration of 40%, 50%, 60% and 70%. Sensory and hedonic quality tests were carried out using a line scale which was then analyzed using analysis of variance (ANOVA) and Duncan's advanced test with a 95% confidence interval. The selected products are then subjected to chemical analysis including testing for water, ash, protein and fat content. The product chosen is meatballs that are white and grey, have a non-fishy aroma, are meaty and chewy like meatballs. Treatment A4 (70% MDM : 30% Tapioca) was the most preferred treatment by panelists in terms of color, aroma, texture, taste and overall appearance. The selected MDM meatballs based on sensory and hedonic quality tests were A4 (70% MDM : 30% Tapioca) with chemical test results namely water content 66.38%, ash 1.39%, protein 7.54% and fat content 1.56% and HPP of IDR 432/item.
Identifikasi Titik Kritis Kehalalan Produk Mikrobiologi Jumiono, Aji; Mardiah, Mardiah; Amalia, Lia; Puspasari, Erna
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.10633

Abstract

Pengembangan industri mikrobiologi telah memunculkan kebutuhan mendesak untuk memahami konsep kehalalan produk mikrobiologi. Status kehalalan produk mikrobiologi dapat ditinjau dari setiap tahapan proses pembuatannya yang dikenal dengan Titik Kritis Halal (TKH).  Terdapat 6 TKH dalam proses produksi produk mikrobiologi yang harus dijaga agar tidak terkontaminasi bahan haram dan najis, yaitu : diawali dari kultur mikroba (TKH 1), dilanjutkan dengan proses penyegaran (refreshing) (TKH 2), kemudian tahap pengembangan inokulum (TKH 3) yang dilanjutkan dengan produksi produk dalam bioreaktor (TKH 4).  Setelah itu dilakukan pemanenan produk dan dilanjutkan dengan tahap produk dimurnikan (TKH 5).  Pada tahap akhir produksi dilakukan stabilisasi dan dikemas hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan (TKH 6). Tujuan kajian ini adalah untuk mengeksplorasi kehalalan produk mikrobiologi berdasarkan fatwa MUI yang memberikan fatwa halal pada produk yang disertifikasi halal di Indonesia. Status kehalalan produk mikrobiologi mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Sebagai rujukan pemberian fatwa, MUI telah menerbitkan  Fatwa Nomor 1 Tahun 2012  tentang Penggunaan Mikroba dan Produk Mikrobiologi.  Melalui  identifikasi titik kritis halal pada proses produksi produk mikrobiologi maka status kehalalan produk mikrobiologi dapat ditelusuri agar memenuhi kriteria produk halal sesuai Fatwa MUI.
Pengaruh Penambahan Berbagai Pengenyal Terhadap Karakteristik Kimia Dan Sensori Bakso MDM (Mechanically Deboned Meat) Ayam Amalia, Lia; Velita, Velita; Mardiah, Mardiah; Kusumaningrum, Julia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v5i2.10645

Abstract

Bakso biasanya dari daging sapi dengan harga relatif mahal sehingga perlu alternatif lain untuk memperoleh harga jual lebih murah. Penelitian ini mempunyai tujuan agar memperoleh pengetahuan terhadap pengaruh penambahan bahan pengenyal pada karakteristik kimia dan sensori bakso MDM ayam. Rancangan percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan jenis pengenyal (Kontrol, Karagenan 3%, STPP 0,3%, dan Transglutaminase 0,9%). Uji mutu sensori dan hedonik dilakukan dengan skala garis kemudian dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan pada selang kepercayaan 95%. Produk terpilih akan dianalisis kimia meliputi uji kadar air, abu, protein, dan lemak. Karakteristik mutu terpilih adalah warna putih keabuan, aroma kurang amis, tekstur kekenyalan agak mendekati bakso, dan rasa kurang terasa daging. Uji hedonik pada perlakuan karagenan 3% adalah paling disukai panelis dengan warna suka, aroma suka, tekstur suka, rasa agak suka, dan overall suka. Bakso MDM ayam terpilih berdasarkan mutu sensori dan hedonik adalah karagenan 3%. Hasil uji kimia produk terpilih memiliki nilai kadar air 47,72%, kadar abu 1,76%, kadar protein 8,27%, dan kadar lemak 6,67%. Dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa bakso MDM ayam dengan penambahan pengenyal mempunyai sifats ensori berbeda namun tidak berpengaruh pada tingkat kesukaan panelis
Deteksi Cemaran Protein Babi Bakso Daging Sapi Pedagang Keliling Di Kota Bekasi Indriani, Loli; Hutami, Rosy; Amalia, Lia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.13136

Abstract

Bakso merupakan salah satu makanan populer di Indonesia berbahan baku daging yang sensitif kehalalannya. Proses penggilingan daging dan metode penyembelihan hewan menjadi titik kritis pembuatan bakso karena rentan terjadi kontaminasi dengan material non-halal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran protein babi dan menelusuri rantai pasok halal daging bahan baku bakso pedagang keliling di Kota Bekasi melalui pengujian metode Pork Detection Kit (PDK) dan juga wawancara. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 36 bakso keliling dari 12 kecamatan di Kota Bekasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel bakso tidak terdeteksi mengandung cemaran protein babi. Pada penelusuran rantai pasok halal, bahan baku daging yang dibeli di 7 dari 11 pasar diketahui bebas dari cemaran babi. Sedangkan daging yang dijual di 4 Pasar lainnya belum diketahui apakah bebas dari cemaran tersebut. Berdasarkan data 5 rumah potong hewan yang menjadi pemasok daging, seluruhnya belum memiliki sertifikat halal. Akan tetapi, satu rumah potong hewan sedang dalam pengurusan sertifikat halal.
Analisis Pengendalian Mutu Kemasan Produk Mi Instan X dengan Metode Six Sigma di PT. Y Kusumaningrum, Julia; Haris, Helmi; Fanani, Muhammad Zainal; Jumiono, Aji; Amalia, Lia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.15808

Abstract

PT. Y merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan yang memproduksi mi instan yang dikemas dengan kemasan plastik dan ditambah dengan bumbu sesuai jenis rasa.  Selama proses produksi berjalan, ditemukan adanya produk yang cacat atau kerusakan pada kemasannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis cacat/ defect, melakukan analisis faktor-faktor penyebab cacat/defect dari produk yang sering terjadi dan menyusun upaya perbaikan dengan menggunakan metode Six Sigma yang terdiri atas tahap Define, Measure, Analyze, Improve dan Control (DMAIC).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan Y memiliki nilai sigma sebesar 4,06. Melalui hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa terdapat 3 cacat/defect yang dominan terjadi pada pengemasan produk mi instan merk X yaitu kemasan berlubang tertusuk mi sebesar 39,464%, mi tertekan seal kemasan/gencet mi sebesar 24,138% dan kemasan meletus sebesar 16,475%.  Faktor penyebab kerusakan kemasan produk berasal dari faktor manusia, metode, bahan dan mesin.  Usulan perbaikan yang direkomendasikan yaitu pembentukan tim Quality Improvement, adanya penambahan Instruksi Kerja (IK) untuk pengecekan tekanan conveyor busa di mesin packing dan IK untuk penyortiran mi, mencari bahan kemas dan busa penekan yang lebih tepat, maintenance dan perbaikan untuk mesin slitter, perbaikan thermocontrol dan pengadaan singkron untuk conveyor busa penekan dan conveyor mi.
Penerapan Sistem HACCP di Hotel T & Y: Pengaruh Cara Penanganan Produk Terhadap Kualitas Keamanan Pangan Irmawati, Irmawati; Jumiono, Aji; Amalia, Lia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i1.17048

Abstract

The Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) Food Safety System has become an important foundation in ensuring food safety in various industrial sectors, including the hotel industry. The aim of this internship was to evaluate the level of compliance of the hotel industry with the implementation of the HACCP standards as an effort to prevent and control food safety risks. The analysis of documentation was carried out to identify the potential deviations and obstacles facing a hotel industry of achieving compliance with HACCP standards. The results showed that the compliance levels of HACCP standards at hotel T & Y still facing certain challenges. Factors influencing the compliance with the HACCP standards are the management commitment, resources, and consistency in system implementation. The findings of this internship provide better understanding on the hotel compliance with HACCP standards to improve the implementation of the food safety systems. The compliance of HACCP standards was analyzed to contribute to the basis of the food safety practices for stakeholders and industry players of hospitality sector leading to increased food safety implementation in the future.
Karakteristik Sensori Ikan Asin Jambrong (Harpadon nehereus) Balado dengan Berbagai Jenis Pemanis Sofyan, Nurul azfy; Novidahlia, Noli; Amalia, Lia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i1.17052

Abstract

Ikan jambrong terkenal sebagai makanan khas Jawa Barat. Ikan asin jambrong balado merupakan olahan ikan jambrong dengan bumbu cita rasa pedas dan gurih dengan berbagai macam rempah di dalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengaktifkan karakteristik mutu sensori dan hedonik pada 4 (empat) produk olahan ikan asin jambrong balado yang menggunakan pemanis berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat tahap perlakuan yaitu gula pasir (A1), gula jawa (A2), madu murni (A3) dan maltitol sirup (A4). Selanjutnya dilakukan uji kimia pada produk ikan asin jambrong balado terpilih yaitu dengan pemanis gula pasir (A1) untuk mengukur kandungan nutrisinya meliputi kadar udara, abu, lemak, protein, karbohidrat dan kalsium. Hasil analisis yang dihasilkan menunjukkan bahwa produk dengan penambahan pemanis gula pasir (A1) sebagai produk pilihan dengan karakteristik warna kecoklatan yang kuat, aroma amis yang tidak tercium, rasa pedas yang tidak tertutup oleh rasa manis, hampir tidak meninggalkan sisa rasa pahit dan memiliki terkstur yang renyah dan hasil uji kimia menunjukkan bahwa kadar udara produk 19,21%, kadar abu 7,8%, kadar lemak 29,89%, protein 23,2%, karbohidrat 19,91% dan kalsium 7,78%.
Co-Authors Agus Budiyanto Ai Komariah -, Ai Komariah Aji Jumiono Akil, Syahril Al Ghifari Ramadhan, Rafly Amalia, Elsa AMINULLAH Aminullah Aminullah Anik Zumaeroh Azizah, Rifdah Bilqisthy , Salmiah Rahayu Budiasih, R Chaerunnisa, Syakira Dina Sudjana Dinda Army Trimelati Distya Riski Hapsari Dita Wulandari E. Y. Purwani Eliska, Arshyla Erna Puspasari Fanani, Muhammad Zainal Fellicia, Jovita Feranica Firdaus, Muhammad Revy Fitriana, Nadia Fitrilia, Tiana Guna Wibawa, Sultan Hanan, Acep Helmi Haris Herawati, Lia Hudaya Mulyana Hutami, Roy Indradewa, Rhian Indriani, Loli Intan Kusumaningrum Irmawati Irmawati Ismah, Nabilah Nurul Januarisca, Brida Januarisca, Brida Kurniawan, M. Fakih Kusumaningrum, Julia Lidiyani, Nurfitri Linda Mei Velina Luthfiya Azzahra, Haura Maesaroh, Mia Mardiah Mardiah Monita, Gita Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Suryana Mulya, Sahnur Nabila Oktri Sumantri Noli Novidahlia Nunuk Widhyastuti Nurhayati, Astri Nurhayati, Astri Nurlaela, Raden Siti Nursyawal Nacing Nurul, Eka Nurzaman, Lisye Papeo, Dizky Ramadani Putri Parlinah, Linlin Perkasa Nurlukman, Candra Pertiwi, Sri Rezeki Retna Putri Daliesta, Nenda Fuji Putri, Fenia Apriliani Putri, Syalwa Dania Rachmaini, Fitri Raden Haryo Bimo Setiarto Rahayu, Cherry Ramadhan, Muhamad Fauzi Rambe, Muhammad Ikbal Ria, Elly Roosma Riski Hapsari , Distya Rizki, Ahmad Miftahul Rohana Abdullah Roni Assafaat Hadi Rosy Hutami S., Hartini Saepul Adnan Salsabila Samsul, Asep Sari, Amelia Nurlaelasari Siti Aminah Siti Aminah Siti Fauziah Siti Nurhalimah Sofyan, Nurul azfy Sri Rejeki Pertiwi Sugandi, Ullyanna Rachmah Sukmawati, Deti Suradi, Alivia Veditami Syafira, Fika Putri Syifa, Nurhaeni Titi Rohmayanti Ulfah, Indriana Utami, Intan Velita, Velita Wardani, Widya Azzahra widodo, R. wahyono Wikaningtyas, Pratiwi Wilna Iznilillah Wilujeung, Sri Wiraningrum, Sekar Yasir Mokodompis Yusdianti Febriani