Dedi Kusnadi
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MELALUI TEORI BELAJAR VAN HIELE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Dedi Kusnadi; Mardyanto Barumbun; Bambang Ahmad Fauzan
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 7, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jmp.v7i2.3100

Abstract

Mathematics learning must be facilitated by students' skills in conveying their creative ideas and the teacher's skills needed to provide constructive learning. One of the abilities that can develop students' thinking skills in learning geometry is spatial ability. Mathematical spatial ability pressure in the field of geometry and is important for students to master. The importance of spatial abilities requires students to have good mathematical spatial abilities. Because learning mathematics cannot be separated from geometry, so with good spatial abilities, mathematical abilities will also be good, especially in the field of geometry. The form of an effort to find out students understand geometry material is by using van Hiele's geometric thinking theory so that they are able to overcome students' difficulties in learning geometry. Van Hiele's stages consist of the visualization stage, the analysis stage, the abstraction stage, the deduction stage, and the rigor stage. ). In this study, we wanted to know the spatial abilities of students at the level of visualization (0) and analysis (1) from van Hiele's theory, namely students' initial ability to recognize geometric elements/components.
In House Training Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar melalui Basic Literacy dan Literasi Matematika Model Pisa Kusnadi, Dedi; Nanna, A. Wilda Indra; Bua, Mety Toding; Saputra, Ady; Aras, Irianto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.791 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i1.377

Abstract

Penerapan literasi selama proses pembelajaran tidak hanya fokus pada peran para peserta didik semata. Akan tetapi, guru juga memiliki kapasitas sebagai fasilitator yang memiliki tugas penting dalam membantu dan mendorong meningkatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran, Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah untuk menerapkan inovasi dalam pembelajaran berupa pembelajaran yang berbasis literasi dasar dan literasi matematika model PISA ke dalam perangkat pembelajaran dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di kelas. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman dan pengalaman guru dalam menciptakan pembelajaran yang berbasis literasi dan menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan media pembelajaran berbasis literasi dalam bentuk big book. Pelaksanaan kegiatan in house training pengembangan kompetensi guru melalui pemaanfaatan literasi ini melalui tahapan 1) pemberian informasi dalam bentuk workshop, 2) pendampingan penyusunan RPP, media big book dan penilaian dan 3) implementasi perangkat pembelajaran yang telah disusun.
Specialized Content Knowledge Mahasiswa Calon Guru dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Pratiwi, Enditiyas; Nanna, A. Wilda Indra; Kusnadi, Dedi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.513 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1143

Abstract

Pengetahuan terhadap konten atau materi matematika memegang kunci yang penting dalam kesuksesan guru mengajarkan matematika di kelas. Pengetahuan konten matematika yang minim dapat berimplikasi pada adanya ketakutan guru dalam mengajarkan matematika di kelas. Oleh karena itu penting untuk memeriksa karakteristik specialized content knowledge (SCK) mahasiswa guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 prodi PGSD sebanyak 30 orang. Peneliti mengumpulkan data dengan memberikan tes matematika yang memuat item pengetahuan konten khusus (SCK) kemudian dilakukan proses wawancara sebagai bagian dari triangulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, kami menemukan bahwa: (1) Mahasiswa telah memiliki pengetahuan prosedural, tetapi pengetahuan konten secara konseptual masih terbatas terutama dalam menggunakannya dalam memecahkan masalah; (2) Mahasiswa mampu mengidentifikasi kesalahan yang mungkin muncul dengan melihat prosedur atau tahapan-tahapan yang harus dilalui ketika memecahkan masalah tersebur. Tipe kesalahan mayoritas yang diajukan oleh mahasiswa adalah kesalahan dalam memahami maksud dari soal; (3) mahasiswa memiliki pengetahuan terhadap konsep, contoh rumus yang akan digunakan ataupun mengidentifikasi konten materi matematika. Akan tetapi, mahasiswa belum memiliki pemahaman yang mendalam terkait penggunaan konsep tersebut jika dihadapkan ke dalam masalah matematika yang tidak hanya membutuhkan satu konsep saja; (4) Mahasiswa yang mengalami kegagalan dalam penggunaan representasi gambar dalam proses penerapan pengetahuan konten diakibatkan karena melupakan informasi-informasi penting yang ada pada masalah.
Dampak Learning Loss: Kemampuan Number Sense pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kusnadi, Dedi; Sari, Rahma
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.658 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i4.1787

Abstract

Pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan adalah bentuk pembelajaran secara online melalui dunia maya yang diakses dengan jaringan internet. Kesulitan yang terjadi selama daring yaitu suasana belajar kurang kondusif, terbatasnya ruang untuk dikontrol, tidak ada kesadaran mahasiswa untuk belajar mandiri. Sehingga terjadi penurunan kemampuan belajar mahasiswa yang disebut dengan learning loss. Salah satu dampak dari Learning loss pada mahasiswa di Jurusan PGSD FKIP, dimana kemampuan berhitung cepat mahasiswa sudah berkurang, mahasiswa kesulitan dalam melakukan operasi pembagian pecahan. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Dampak learning loss yaitu kemampuan number sense pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A hanya memenuhi empat indikator number sense dengan baik, subjek B hanya mampu memenuhi tiga indikator, dan subjek C hanya memenuhi 2 indikator. Kemampuan number sense mahasiswa ini dikarenakan tidak dapat memahami konsep dari bilangan, mahasiswa hanya menyelesaikan secara prosedural dan membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyelesaiannya. Selama masa pandemic covid 19, mahasiswa mengalami learning loss, terlihat dari kepekaan mahasiswa pada bilangan masih kurang seperti memahami bentuk bilangan, merepresantasikan urutan suatu bilangan, memahami keterkaitan antar bilangan pada operasi hitung bilangan. Mahasiswa juga sangat susah memahami materi yang diajarkan dan mahasiswa juga tidak bebas bertanya walaupun perkuliahan dilakukan secara daring.
Peran Guru dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Siswa di Sekolah Dasar Negeri 047 Tarakan Maulandari Maulandari; Dedi Kusnadi; Sucahyo Mas’an Al Wahid
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 3 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/ptk.v3i2.139

Abstract

Salah satu tugas guru adalah sebagai motivator yaitu guru yang dapat memotivasi siswa agar dapat mengembangkan minat dan bakat siswa yang dapat di salurkan dan dikembangkan di Sekolah. Siswa yang memiliki bakat berpotensi memperoleh prestasi akademik atau non akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran guru dalam mengembangkan minat dan bakat siswa melalui ekstrakurikuler dan faktor pendukung dan penghambat guru dalam mengembangkan minat dan bakat siswa di Sekolah Dasar Negeri 047 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualititaf dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, kuesioner/angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru wali kelas. Hasil dari penelitian ini adalah membuktikan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengembangkan dan membimbing siswa menemukan minat dan bakat. Peran guru dalam mengembangkan minat dan bakat siswa yaitu memberikan  perhatian,  menjalin kerjasama  antara  orang  tua  dan  guru, melakukan proses belajar   atau   latihan,   menjaga   kestabilan   motivasi,   memberikan   penguatan,   dan  melaksanakan kegiatan  ekstrakurikuler yang berkesinambungan di sekolah.
Optimalisasi Kompetensi Guru Melalui Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di Kabupaten Nunukan Degi Alrinda Agustina; Dedi Kusnadi; Nur Pangesti Apriliyana; Ady Saputra; Sucahyo Mas’an Al Wahid
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.763 KB) | DOI: 10.29303/jpimi.v2i1.2100

Abstract

Kemampuan menulis bagi guru sangat penting karena menjadi tuntutan profesi. Bagi pengembangan karir guru wajib memenuhi syarat menulis karya ilmiah. Syarat ini seringkali menjadi penghambat kenaikan jenjang pangkat bagi guru mengingat rendahnya kemampuan dan minat menulis di kalangan guru. Selain menjadi syarat bagi pengembangan karir, menulis juga menjadi sarana bagi pengembangan diri seorang guru. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut dibuat kegiatan Optimalisasi Kompetensi Guru melalui Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di Kabupaten Nunukan berupa pelatihan bagi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Nunukan. Kegiatan berupa pemaparan materi terkait konsep, penyusunan proposal, laporan PTK serta penulisan artikel Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Selain itu juga melakukan pendampingan penyusunan proposal PTK. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa motivasi dan keterampilan guru dalam menulis Penelitian Tindakan Kelas meningkat. Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan pendampingan bagi guru yang kana mengajukan kenaikan pangkat. Hal tersebut mendapat dukungan dari dukungan kepala sekolah dan pengawas di Kabupaten Nunukan
Pengaruh Penggunaan Media Alat Peraga Roda Berputar terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 26 Dompu Mulya Yusnarti; Dedi Kusnadi; Titi Pujiarti; Trisno; Dita Aprilia; Mariati
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v2i1.231

Abstract

This research is motivated by yhe lack of effectiveness of applying instructional media in the learning precess so that students are less effetive in understanding the material, seen from the results of the evaluation of learning on theme 7 sub-theme 1 learning 1, the researcher offers a rotating wheel teaching aid that is in accordance with the concrate operational stage so that it gives effect directly to students. The purpose of this study was to find out the effect of using a rotating wheel teaching aid on the science learning outcomes of fifth grade students at SDN 26 Dompu. This research is a type of quantitative research with experimental methods. Data collection techniques in this research are observation, testing, and documentation. Data anality tests, homogeneity ty tests and hypothesis testing. The results showed that based on the results of the researct and discussion, it was concluded that there was an effect of using the rotating wheel teaching aid on the science learning outcomes of fifth grade students at SDN 26 Dompu. This can be seen from the t test whitch shows a sognificant value of 0.001 <0.05, which means there is a significant effect. Furthermore, there is the value of student learning outcomes obtained after the application of the rotating wheel teaching aid to the scinence learning outcome of fifth grade students at SDN 26 Dompu.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Sesuai Kurikulum Merdeka Materi Pecahan Berbasis Pendekatan Matematika Realistik untuk Kelas V Sekolah Dasar Barumbun, Mardyanto; Kusnadi, Dedi; Dwiyanti, Anik; Liani, Ahyani Mirah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2024): Menjembatani Matematika dan Pendidikan Matematika menuju Pemanfaatan Berkelanju
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v7i2.3804

Abstract

This study aimed to develop a teaching module on fractions for 5th-grade elementary school students, designed using a realistic approach and tailored for implementation within the framework of the Merdeka Curriculum. The development research employed the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), which was evaluated through expert validation of media and content, as well as student interest response and teacher practicality response regarding the module. The validation results from both media and content experts indicated that the developed module was highly suitable, with percentage scores of 94% and 95%, respectively. Additionally, student responses to the learning experiences facilitated by teachers using the developed module were highly positive, ranging from interested to highly interested. Moreover, teacher responses regarding the practicality, effectiveness, efficiency, and creativity of the developed module obtained a percentage score of 98%, signifying excellent quality. These research findings demonstrate that the developed teaching module is both suitable and practical for use by teachers in teaching fractions to 5th-grade elementary school students, with the learning experiences facilitated by this module receiving positive responses from students.
Analyzing the Gender Strategy in Math: Good, Routine, or Naive Problem Solver? Dwiyani, Suci; Nanna, A.Wilda Indra; Kusnadi, Dedi
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v9i2.8412

Abstract

Each student's problem solving has different characteristics and can be seen in terms of gender differences. Gender in mathematics achievement is still a hot topic to be researched. Therefore, this study aims to describe the problem solving of primary school students on Geometry using the Polya strategy model in terms of gender. This study uses a qualitative approach design. Participants in this study consisted of 4 high and moderate achievement primary school students of the male and female gender. Data collection providing by problem-solving test, and then we conducted interviews with participants as part of the data triangulation process. Based on the study results, we found that: (1) there are differences in problem-solving strategies carried out by male and female students. For high achievement, male participants are superior, while for moderate achievement, female participants are superior; (2) A male student with high achievement is a good problem solver. A female student with moderate achievement is routine problem-solver, and naive problem-solvers are a female student with high achievement and a male student with moderate achievement. (3) Good problem solver were confident and able to find other ways when encounters obstacles. Routine problem solver do not do the looking back process, so there are mistakes at some of the problem-solving stages, and naive problem solvers only manipulate the numbers on the problem into some calculation operations.
DESKRIPSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Zulvia, Ira; Kusnadi, Dedi; Savitri, Desy Irsalina
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdas borneo.v7i1.6338

Abstract

Abstract: Problem-solving ability is one of the aspects that is highly needed by students during the mathematics learning process. Cognitive styles are divided into two, namely field independent (FI) and field dependent (FD) cognitive styles. This research was conducted with the aim of describing the mathematical problem-solving abilities of fourth-grade elementary school students based on Field Independent (FI) and Field Dependent (FD) cognitive styles. The type of research used is qualitative descriptive. The data collection techniques included the Group Embedded Figure Test (GEFT), problem-solving ability tests, and interviews. The research subjects consisted of 4 students based on the results of the cognitive style test, namely 2 students with a field-independent cognitive style, and 2 students with a field-dependent cognitive style. The research results show that there is a difference in mathematical problem-solving abilities between subjects with a field-independent cognitive style (FI) and subjects with a field-dependent cognitive style (FD). Subjects with FI cognitive style were able to meet the problem-solving ability indicators according to Polya well in each question, namely understanding the problem, planning the solution, and executing the solution plan. However, there is one indicator that has not been met by the subjects, which is the indicator of rechecking. Subjects with FD cognitive style in each question have not yet been able to meet the problem-solving ability indicators according to Polya. FD subjects have not been able to understand the problem in the question, have not been able to plan the solution, have not been able to execute the solution plan, and have not been able to check the calculation results or final results.  Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek yang sangat diperlukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran matematika. Gaya kognitif dibagi menjadi dua yaitu gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV Sekolah dasar berdasarkan gaya kognitif  Field Independent (FI) dan  Field Dependent (FD). Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa Tes Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa berdasarkan hasil tes gaya kognitif, yaitu 2 siswa dengan gaya kognitif field independent, dan 2 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara subjek dengan gaya kognitif FI dan subjek dengan gaya kognitif  FD. Subjek dengan gaya kognitif  FI disetiap soal mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya dengan baik yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, namun ada satu indikator yang belum terpenuhi oleh subjek yaitu indikator memeriksa kembali. Subjek dengan gaya kognitif FD disetiap soal belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya subjek FD belum mampu memahami masalah pada soal, belum mampu merencanakan penyelesaian, belum mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan tidak mampu memeriksa kembali hasil perhitungan atau hasil akhir.