Dedi Kusnadi
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Description of Students' Conceptual Understanding Ability in Science Learning at SDN 006 Tarakan Flora Ghodlif Robert; Kartini Kartini; Dedi Kusnadi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.695 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71291

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep merupakan kemampuan siswa untuk memperoleh makna dari ilmu pengetahuan yang digunakan sebagai dasar dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPA di SDN 006 Tarakan. Penelitian ini menggunakan peneliti n kualitatif deskriptif dengan fokus penelitian adalah kemampun pemahaman konsep IPA siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman konsep, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep IPA siswa dapat diketahui bahwa pada indikator pertama, kelompok tinggi mampu memenuhi seluruh indikator, kelompok sedang kurang mampu memenuhi indikator soal dan kelompok rendah tidak mampu memenuhi indikator. Pada indikator kedua, kelompok tinggi dan kelompok sedang mampu memenuhi indikator, sedangkan kelompok rendah tidak mampu memenuhi indikator. Pada indikator ketiga, kelompok tinggi mampu memenuhi indikator sedangkan kelompok sedang dan kelompok rendah tidak mampu memenuhi indikator, namun hanya ada beberapa soal yang mampu diselesaikan.berdasarakan hasil penelitian tersebut bahwa ada Sebagian dari siswa yang memenuhi semua indikator dan ada juga Sebagian siswa yang tidak mampu memenuhi semua indikator.
Perubahan Self-Confidence Guru Sekolah Dasar Melalui Mathematical Knowledge of Teaching Enditiyas Pratiwi; A. Wilda Indra Nanna; Dedi Kusnadi; Andi Eka Wulandari
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023): Vol 12 No 1 2023 (Article In Press)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Sikap guru terhadap rasa percaya diri merupakan komponen yang esensial karena rasa percaya diri sebagai guru matematika berhubungan secara signifikan dengan rasa percaya diri siswa sebagai pembelajar matematika. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap percaya diri guru pemula dalam mengajar matematika adalah rendah. Sehingga melalui kegiatan pengabdian dengan berfokus pada MKT diharapkan dapat memberikan perubahan pada self-confidence guru pemula di sekolah dasar. Metode: Mitra pengabdian adalah SDN 015 Kota Tarakan dengan jumlah peserta sebanyak 10 guru, yang secara keseluruhan merupakan guru kelas. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan dengan skema daring dan luring. Penyampaian materi dan pendampingan secara bergantian dilakukan secara daring dan luring. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, ditemukan bahwa terjadi perubahan self-confidence guru dalam pembelajaran matematika. Hal ini diketahui setelah dilakukan analisis angket sikap percaya diri yang dilakukan sebelum dan setelah kegiatan. Guru dapat mendapatkan informasi yang tepat mengenai sikap self-confidence yang dapat memberikan efek kepada siswa dalam proses pembelajarannya. Perubahan self-confidence guru sekolah dasar terjadi setelah adanya kegiatan pengabdian yang dilakukan melalui MKT.
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MELALUI TEORI BELAJAR VAN HIELE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Dedi Kusnadi; Mardyanto Barumbun; Bambang Ahmad Fauzan
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 7, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jmp.v7i2.3100

Abstract

Mathematics learning must be facilitated by students' skills in conveying their creative ideas and the teacher's skills needed to provide constructive learning. One of the abilities that can develop students' thinking skills in learning geometry is spatial ability. Mathematical spatial ability pressure in the field of geometry and is important for students to master. The importance of spatial abilities requires students to have good mathematical spatial abilities. Because learning mathematics cannot be separated from geometry, so with good spatial abilities, mathematical abilities will also be good, especially in the field of geometry. The form of an effort to find out students understand geometry material is by using van Hiele's geometric thinking theory so that they are able to overcome students' difficulties in learning geometry. Van Hiele's stages consist of the visualization stage, the analysis stage, the abstraction stage, the deduction stage, and the rigor stage. ). In this study, we wanted to know the spatial abilities of students at the level of visualization (0) and analysis (1) from van Hiele's theory, namely students' initial ability to recognize geometric elements/components.
In House Training Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar melalui Basic Literacy dan Literasi Matematika Model Pisa Kusnadi, Dedi; Nanna, A. Wilda Indra; Bua, Mety Toding; Saputra, Ady; Aras, Irianto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.791 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i1.377

Abstract

Penerapan literasi selama proses pembelajaran tidak hanya fokus pada peran para peserta didik semata. Akan tetapi, guru juga memiliki kapasitas sebagai fasilitator yang memiliki tugas penting dalam membantu dan mendorong meningkatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran, Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah untuk menerapkan inovasi dalam pembelajaran berupa pembelajaran yang berbasis literasi dasar dan literasi matematika model PISA ke dalam perangkat pembelajaran dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di kelas. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman dan pengalaman guru dalam menciptakan pembelajaran yang berbasis literasi dan menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan media pembelajaran berbasis literasi dalam bentuk big book. Pelaksanaan kegiatan in house training pengembangan kompetensi guru melalui pemaanfaatan literasi ini melalui tahapan 1) pemberian informasi dalam bentuk workshop, 2) pendampingan penyusunan RPP, media big book dan penilaian dan 3) implementasi perangkat pembelajaran yang telah disusun.
Specialized Content Knowledge Mahasiswa Calon Guru dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Pratiwi, Enditiyas; Nanna, A. Wilda Indra; Kusnadi, Dedi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.513 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1143

Abstract

Pengetahuan terhadap konten atau materi matematika memegang kunci yang penting dalam kesuksesan guru mengajarkan matematika di kelas. Pengetahuan konten matematika yang minim dapat berimplikasi pada adanya ketakutan guru dalam mengajarkan matematika di kelas. Oleh karena itu penting untuk memeriksa karakteristik specialized content knowledge (SCK) mahasiswa guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 prodi PGSD sebanyak 30 orang. Peneliti mengumpulkan data dengan memberikan tes matematika yang memuat item pengetahuan konten khusus (SCK) kemudian dilakukan proses wawancara sebagai bagian dari triangulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, kami menemukan bahwa: (1) Mahasiswa telah memiliki pengetahuan prosedural, tetapi pengetahuan konten secara konseptual masih terbatas terutama dalam menggunakannya dalam memecahkan masalah; (2) Mahasiswa mampu mengidentifikasi kesalahan yang mungkin muncul dengan melihat prosedur atau tahapan-tahapan yang harus dilalui ketika memecahkan masalah tersebur. Tipe kesalahan mayoritas yang diajukan oleh mahasiswa adalah kesalahan dalam memahami maksud dari soal; (3) mahasiswa memiliki pengetahuan terhadap konsep, contoh rumus yang akan digunakan ataupun mengidentifikasi konten materi matematika. Akan tetapi, mahasiswa belum memiliki pemahaman yang mendalam terkait penggunaan konsep tersebut jika dihadapkan ke dalam masalah matematika yang tidak hanya membutuhkan satu konsep saja; (4) Mahasiswa yang mengalami kegagalan dalam penggunaan representasi gambar dalam proses penerapan pengetahuan konten diakibatkan karena melupakan informasi-informasi penting yang ada pada masalah.
Dampak Learning Loss: Kemampuan Number Sense pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kusnadi, Dedi; Sari, Rahma
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.658 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i4.1787

Abstract

Pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan adalah bentuk pembelajaran secara online melalui dunia maya yang diakses dengan jaringan internet. Kesulitan yang terjadi selama daring yaitu suasana belajar kurang kondusif, terbatasnya ruang untuk dikontrol, tidak ada kesadaran mahasiswa untuk belajar mandiri. Sehingga terjadi penurunan kemampuan belajar mahasiswa yang disebut dengan learning loss. Salah satu dampak dari Learning loss pada mahasiswa di Jurusan PGSD FKIP, dimana kemampuan berhitung cepat mahasiswa sudah berkurang, mahasiswa kesulitan dalam melakukan operasi pembagian pecahan. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Dampak learning loss yaitu kemampuan number sense pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A hanya memenuhi empat indikator number sense dengan baik, subjek B hanya mampu memenuhi tiga indikator, dan subjek C hanya memenuhi 2 indikator. Kemampuan number sense mahasiswa ini dikarenakan tidak dapat memahami konsep dari bilangan, mahasiswa hanya menyelesaikan secara prosedural dan membutuhkan waktu yang lama dalam proses penyelesaiannya. Selama masa pandemic covid 19, mahasiswa mengalami learning loss, terlihat dari kepekaan mahasiswa pada bilangan masih kurang seperti memahami bentuk bilangan, merepresantasikan urutan suatu bilangan, memahami keterkaitan antar bilangan pada operasi hitung bilangan. Mahasiswa juga sangat susah memahami materi yang diajarkan dan mahasiswa juga tidak bebas bertanya walaupun perkuliahan dilakukan secara daring.
Peran Guru dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Siswa di Sekolah Dasar Negeri 047 Tarakan Maulandari Maulandari; Dedi Kusnadi; Sucahyo Mas’an Al Wahid
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 3 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/ptk.v3i2.139

Abstract

Salah satu tugas guru adalah sebagai motivator yaitu guru yang dapat memotivasi siswa agar dapat mengembangkan minat dan bakat siswa yang dapat di salurkan dan dikembangkan di Sekolah. Siswa yang memiliki bakat berpotensi memperoleh prestasi akademik atau non akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan peran guru dalam mengembangkan minat dan bakat siswa melalui ekstrakurikuler dan faktor pendukung dan penghambat guru dalam mengembangkan minat dan bakat siswa di Sekolah Dasar Negeri 047 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualititaf dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, kuesioner/angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru wali kelas. Hasil dari penelitian ini adalah membuktikan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengembangkan dan membimbing siswa menemukan minat dan bakat. Peran guru dalam mengembangkan minat dan bakat siswa yaitu memberikan  perhatian,  menjalin kerjasama  antara  orang  tua  dan  guru, melakukan proses belajar   atau   latihan,   menjaga   kestabilan   motivasi,   memberikan   penguatan,   dan  melaksanakan kegiatan  ekstrakurikuler yang berkesinambungan di sekolah.
Optimalisasi Kompetensi Guru Melalui Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di Kabupaten Nunukan Degi Alrinda Agustina; Dedi Kusnadi; Nur Pangesti Apriliyana; Ady Saputra; Sucahyo Mas’an Al Wahid
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.763 KB) | DOI: 10.29303/jpimi.v2i1.2100

Abstract

Kemampuan menulis bagi guru sangat penting karena menjadi tuntutan profesi. Bagi pengembangan karir guru wajib memenuhi syarat menulis karya ilmiah. Syarat ini seringkali menjadi penghambat kenaikan jenjang pangkat bagi guru mengingat rendahnya kemampuan dan minat menulis di kalangan guru. Selain menjadi syarat bagi pengembangan karir, menulis juga menjadi sarana bagi pengembangan diri seorang guru. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut dibuat kegiatan Optimalisasi Kompetensi Guru melalui Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di Kabupaten Nunukan berupa pelatihan bagi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Nunukan. Kegiatan berupa pemaparan materi terkait konsep, penyusunan proposal, laporan PTK serta penulisan artikel Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Selain itu juga melakukan pendampingan penyusunan proposal PTK. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa motivasi dan keterampilan guru dalam menulis Penelitian Tindakan Kelas meningkat. Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan pendampingan bagi guru yang kana mengajukan kenaikan pangkat. Hal tersebut mendapat dukungan dari dukungan kepala sekolah dan pengawas di Kabupaten Nunukan
Pengaruh Penggunaan Media Alat Peraga Roda Berputar terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 26 Dompu Mulya Yusnarti; Dedi Kusnadi; Titi Pujiarti; Trisno; Dita Aprilia; Mariati
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v2i1.231

Abstract

This research is motivated by yhe lack of effectiveness of applying instructional media in the learning precess so that students are less effetive in understanding the material, seen from the results of the evaluation of learning on theme 7 sub-theme 1 learning 1, the researcher offers a rotating wheel teaching aid that is in accordance with the concrate operational stage so that it gives effect directly to students. The purpose of this study was to find out the effect of using a rotating wheel teaching aid on the science learning outcomes of fifth grade students at SDN 26 Dompu. This research is a type of quantitative research with experimental methods. Data collection techniques in this research are observation, testing, and documentation. Data anality tests, homogeneity ty tests and hypothesis testing. The results showed that based on the results of the researct and discussion, it was concluded that there was an effect of using the rotating wheel teaching aid on the science learning outcomes of fifth grade students at SDN 26 Dompu. This can be seen from the t test whitch shows a sognificant value of 0.001 <0.05, which means there is a significant effect. Furthermore, there is the value of student learning outcomes obtained after the application of the rotating wheel teaching aid to the scinence learning outcome of fifth grade students at SDN 26 Dompu.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Sesuai Kurikulum Merdeka Materi Pecahan Berbasis Pendekatan Matematika Realistik untuk Kelas V Sekolah Dasar Barumbun, Mardyanto; Kusnadi, Dedi; Dwiyanti, Anik; Liani, Ahyani Mirah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2024): Menjembatani Matematika dan Pendidikan Matematika menuju Pemanfaatan Berkelanju
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v7i2.3804

Abstract

This study aimed to develop a teaching module on fractions for 5th-grade elementary school students, designed using a realistic approach and tailored for implementation within the framework of the Merdeka Curriculum. The development research employed the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), which was evaluated through expert validation of media and content, as well as student interest response and teacher practicality response regarding the module. The validation results from both media and content experts indicated that the developed module was highly suitable, with percentage scores of 94% and 95%, respectively. Additionally, student responses to the learning experiences facilitated by teachers using the developed module were highly positive, ranging from interested to highly interested. Moreover, teacher responses regarding the practicality, effectiveness, efficiency, and creativity of the developed module obtained a percentage score of 98%, signifying excellent quality. These research findings demonstrate that the developed teaching module is both suitable and practical for use by teachers in teaching fractions to 5th-grade elementary school students, with the learning experiences facilitated by this module receiving positive responses from students.