Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi kognitif perilaku (cbt) dalam mengelola emosi untuk meningkatkan keseimbangan mental pada pasien dengan gangguan bipolar: literature review Maulana, Indra; Hastuti, Widia; Platini, Hesti
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2025): July Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i2.1183

Abstract

Background: Bipolar disorder is characterized by extreme mood swings, which disrupt mental balance and quality of life of sufferers, thus requiring effective interventions for emotion management. Purpose: To evaluate the effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) in managing emotions to improve mental balance in patients with bipolar disorder, and to identify effective strategies and gaps in the literature. Method: A systematic literature review was conducted by analyzing empirical studies from academic databases, inclusion criteria such as publications in the last 10 years and a focus on CBT for bipolar disorder. Results: Through strategies such as cognitive restructuring, relaxation techniques, and coping skills training, is effective in reducing symptoms of mania and depression and improving emotion regulation, especially when therapy is carried out over the long term. Integration of meditation can enhance effectiveness, although patient compliance and integration with pharmacotherapy affect outcomes. CBT is superior to other psychosocial interventions in emotion management, but is less optimal for manic episodes and non-Western cultural contexts. Conclusion: CBT is a valuable approach to improving mental balance, but requires adjustment for specific symptoms and cultural adaptation, with further research to address these limitations.. Keywords: Bipolar Disorder; Cognitive Behavioral Therapy; Emotional Management.   Pendahuluan: Gangguan bipolar ditandai dengan fluktuasi suasana hati yang ekstrem, yang mengganggu keseimbangan mental dan kualitas hidup penderita, sehingga memerlukan intervensi yang efektif untuk pengelolaan emosi. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas Terapi Kognitif Perilaku (CBT) dalam mengelola emosi guna meningkatkan keseimbangan mental pada pasien dengan gangguan bipolar, serta mengidentifikasi strategi yang efektif dan celah dalam literatur. Metode: Kajian literatur sistematis dilakukan dengan menganalisis penelitian empiris dari basis data akademik, kriteria inklusi seperti publikasi dalam 10 tahun terakhir dan fokus pada CBT untuk gangguan bipolar. Hasil: Melalui strategi seperti restrukturisasi kognitif, teknik relaksasi, dan pelatihan keterampilan koping, efektif dalam mengurangi gejala mania dan depresi serta meningkatkan regulasi emosi, terutama bila terapi berlangsung dalam jangka panjang. Integrasi meditasi dapat memperkuat efektivitas, meskipun kepatuhan pasien dan integrasi dengan farmakoterapi memengaruhi hasil. CBT lebih unggul dibandingkan intervensi psikososial lain dalam pengelolaan emosi, tetapi kurang optimal untuk episode mania dan konteks budaya non-Barat. Simpulan: CBT merupakan pendekatan yang berharga untuk meningkatkan keseimbangan mental, namun memerlukan penyesuaian untuk gejala spesifik dan adaptasi budaya, dengan penelitian lanjutan untuk mengatasi keterbatasan ini. Kata Kunci: Gangguan Bipolar; Pengelolaan Emosi; Terapi Kognitif Perilaku.
Penerapan telehealth pada gangguan psikologis pasien perioperatif: a literature review Platini, Hesti; Arisunyoto, Wisnu; Maulana, Indra; Pebrianti, Sandra
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2025): July Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i2.1187

Abstract

Background: Patients undergoing surgery often experience stress and anxiety, which can increase complications and hinder recovery. Effective management of psychological factors is key to improving outcomes. Preoperative anxiety is inversely correlated with the amount of information patients receive, but easily accessible personalized support is limited. Purpose: To determine the existing evidence regarding the practice of telehealth, especially telenursing in perioperative patients. Methode: A literature review with a rapid review approach. The strategy in this literature review is with PCC which is used to develop guiding questions: Population (P): surgical patients; Concept (C): telehealth; Context (C): outcomes in the peri-operative period. The study search was conducted with 3 databases namely Pubmed, EBSCO, Proquest and Google Scholar Search Engine. Result: Result in this study literature search, 21 articles were found that matched the search. 5 articles were found that met the inclusion criteria. The telehealth interventions found were 4 interventions through telenursing that could significantly reduce stress, anxiety and depression in perioperative patients. Conclusion: Telehealth, especially telenursing, can reduce stress reactions, anxiety, and depression in perioperative patients and helping patients feel more prepared and less anxious. Keywords: Psychological Disorder; Perioperative; Telehealth; Telenursing.   Pendahuluan: Pasien yang menjalani pembedahan sering mengalami stres dan kecemasan, yang dapat meningkatkan komplikasi dan menghambat pemulihan. Manajemen faktor psikologis yang efektif adalah kunci untuk meningkatkan hasil. Kecemasan sebelum operasi berkorelasi terbalik dengan jumlah informasi yang diterima pasien, tetapi dukungan pribadi yang mudah diakses masih terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui bukti yang ada mengenai praktik telehealth, khususnya telenursing pada pasien perioperatif. Metode: Tinjauan literatur dengan pendekatan kajian cepat. Strategi dalam tinjauan literatur ini adalah dengan PCC yang digunakan untuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan pemandu: Populasi (P): pasien bedah; Konsep (C): telehealth; Konteks (C): hasil pada periode perioperatif. Pencarian studi dilakukan dengan 3 database yaitu Pubmed, EBSCO, Proquest dan Mesin Pencari Google Scholar. Hasil: Hasil dari pencarian literatur penelitian ini, ditemukan 21 artikel yang sesuai dengan pencarian. Ditemukan 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi telehealth yang ditemukan sebanyak 4 intervensi melalui telenursing yang secara signifikan dapat menurunkan stres, kecemasan dan depresi pada pasien perioperatif. Simpulan: Telehealth khususnya telenursing dapat menurunkan reaksi stress, kecemasan, dan depresi pada pasien perioperatif. Sehingga membantu pasien merasa lebih siap dan tidak terlalu cemas. Kata Kunci: Gangguan Psikologis; Perioperatif; Telehealth; Telenursing.
Application of Pursed-Lip Breathing in a Patient with Right-sided Pneumothorax (Pneumothorax Dextra): a Case Report Nur'aeni, Yuni; Sari, Eka Afrima; Platini, Hesti
Nursing Case Insight Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Nursing Case Insight Journal
Publisher : CV. Literasi Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63166/px7kvw55

Abstract

Pneumothorax is a condition in which air enters the pleural cavity of the lungs, potentially disrupting the respiratory process. A common clinical manifestation is severe shortness of breath during inspiration. Pursed-lip breathing is a non-pharmacological therapy that can relax the respiratory muscles and reduce dyspnea. This study aims to examine the application of pursed-lip breathing in a patient with pneumothorax and its effect on respiratory status. Mr. X, a 70-year-old fisherman, was admitted to the hospital with complaints of severe shortness of breath and difficulty breathing. The patient was medically diagnosed with right-sided pneumothorax due to ruptured bleb, suspected to be caused by chronic active pulmonary tuberculosis. A chest tube thoracostomy (CTT) procedure had been performed. The patient had a 55-year history of smoking 1.5-2 packs of cigarettes per day. This case report employed a nursing care approach. The intervention administered was pursed-lip breathing, conducted over three days with three repetitions per session. The evaluation focused on respiratory rate, oxygen saturation, and the level of dyspnea based on the Modified Borg Scale and the Modified Medical Research Council (mMRC) Dyspnea Scale. Evaluation results showed a decrease in respiratory rate from 25 to 21 breaths per minute and an increase in oxygen saturation from 94% to 97%. Additionally, dyspnea severity decreased from a Borg score of 3 to 2 and from mMRC grade 2 to grade 1 following the intervention. Pursed-lip breathing can improve respiratory status and reduce dyspnea, suggesting its potential as a non-pharmacological therapy for patients with pneumothorax. 
Sedentary Lifestyle Pada Penderita Hipertensi Platini, Hesti; Maulana, Indra Maulana; Kosim; Widia Hastuti
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/hqz2g958

Abstract

Sedentary time merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar mengingat tingginyaprevalensi dan biaya kesehatan. Kondisi hipertensi dapat mempengaruhi aktivitas fisik, sehingga sedentary lifestyle menjadi salah satu faktor resiko yang dapat terjadi pada penderita hipertensi akibat kondisi kesehatan maupun faktor lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sedentary lifestyle pada pasien yang mengalami hipertensi Metode Penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Jumlahresponden sebanyak 75 dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu probability/ random sampling. Pada penelitian ini sedentary lifestyle kemudian dikategorikan menjadi 3 tingkat yaitu ringan, sedang, dan berat berdasarkan durasi penggunaaan waktu sedentary. Kriteri inklusi yaitu pasien dengan hipertensi grade 1, bersedia menjadi responden. Kuesioner dalam penelitian ini yaitu The Sedentary Behaviour Questionnaire (SBQ). Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat sedentary lifestyle pada penderita hipertensi yaitu kategori sedang (56%). Aktivitas fisik yaitu rata-rata 52 jam/minggu. Kesimpulannya sedentary lifestyle pada penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas pada penderita hipertensi berada pada level sedang. Hal ini menunjukan bahwa aktivitas fisik responden mengarah kepada kurangnya aktivitas fisik. Sehingga perawat perlu mencegah masalah Kesehatan atau komplikasi yang berkaitan dengan sedentary lifestyle.
Teknologi Dalam Meningkatkan Kepatuhan dan Perawatan Penderita Tuberkulosis : Tinjauan Literatur Platini, Hesti
Jurnal Surya Vol 12 No 1 (2020): VOL 12 NO 1 APRIL 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v12i1.85

Abstract

Background : Tuberkulosis merupakan penyakit menular dan bersifat kronis yang membutuhkan pengobatan lama. Pengobatan yang cukup lama membutuhkan interaksi dari penderita seperti kepatuhan. Sehingga membutuhkan intervensi dan dukungan dalam kepatuhan pengobatan. Teknologi digital semakin dimanfaatkan untuk mendukung pengobatan tuberkulosis. Teknologi memiliki potensi untuk meningkatkan kepatuhan tuberkulosis.Objectives : Tujuan tinjauan sistematis ini untuk mengetahui pengaruh teknologi dalam meningkatkan kepatuhan dan dukungan perawatan penderita tuberkulosis dengan penggunaan teknologi digital.Design : Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu dengan pencarian data dari internet seperti google scholar, Proquest, EBSCO. kriteria inklusi yang membahas pengaruh teknologi digital terhadap kepatuhan serta perawatan tuberkulosis, dengan desain penelitian minimal quasi eksperimen dan tahun pencarian yaitu 10 tahun terakhir (2009-2019).Results : Hasil dari pencarian literatur ini didapatkan 34 artikel dan sebanyak 23 memenuhi kriteria tahun dan sebanyak 14 merupakan artikel lengkap, serta 5 artikel merupakan artikel yang menunjukan  bahwa salah satu efek intervensi digital yang dapat mendukung dan meningkatkan kepatuhan pengobatan yaitu salah satunya dengan short message send (SMS) dan Video Observed therapy (VOT). Namun dari berbagai teknologi penunjang untuk kepatuhan tuberkulosis, penggunaan  VOT dan SMS lebih efektif karena dapat melakukan pengawasan langsung dibanding yang lainnya karena lebih terstandar sebagai pengingat kepatuhan, namun VOT selama ini masih terbatas penggunaanya dibanding SMS yang sudah umum masyarakat luas menggunakan.Conclusions : Program pemanfaatan teknologi digital memiliki pengaruh untuk membantu perawatan pasien tuberkulosis sebagai pengingat dalam kepatuhan pengobatan tuberkulosis, sebagai sarana pendidikan kesehatan. Jangkauan luas yang memudahkan penderita dan petugas kesehatan dalam penggunaanya. Bukti pengaruh teknologi digital dalam perawatan tuberkulosis dalam meningkatkan perawatan tuberkulosis masih terbatas. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampak teknologi dalam meningkatkan program TB.
Efektivitas Terapi Bermain Terhadap Kecemasan Perioperatif pada Anak: Scoping Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Amira, Iceu
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.2.59-66

Abstract

Pendahuluan: Pembedahan dan rawat inap pada anak merupakan situasi stres yang menimbulkan kecemasan. Kecemasan dapat berdampak negatif terhadap perawatan perioperatif dan perilaku serta kemampuan pasien untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan Rumah Sakit. Terapi bermain merupakan  salah  satu cara mengurangi kecemasan. memiliki potensi untuk  mempersiapkan, dan/atau mengalihkan perhatian anak-anak, yang dapat mengakibatkan hasil kesehatan manfaat seperti pengurangan kecemasan perioperatif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terapi bermain cocok mengurangi kecemasan pada anak ketika dalam keadaan perioperative.  Metode: Seleksi artikel menggunakan Prisma Flow Diagram dengan kata kunci yang digunakan effectiveness and play therapy or theurapetic play and perioperative anxiety and child. Digunakan 4 Artikel dari 265 artikel yang telah diseleksi dari 3 pangkalan data yaitu, Cochrane, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil: Dari hasil artikel yang sudah kami temukan bahwasannya beberapa terapi atau tindakan bermain pada anak terbukti efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak yang akan menjalani operasi. Kesimpulan: Terapi bermain dapat menjadi alternatif dalam mengurangi kecemasan pada anak sebelum operasi namun mempunyai kekurangan pada anak disabilitas dimana perlunya modifikasi dalam pelaksaan terapi bermain. Diperlukan penelitian lanjutan terkait metode terapi bermain pada anak dengan disabilitas. Kata Kunci: efektivitas, kecemasan pada anak, perioperative, terapi bermain 
PURSED LIP BREATHING DAPAT MENURUNKAN SESAK PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN EFUSI PLEURA: CASE REPORT Rojabani, Daila Dahlia; Sari, Eka Afrima; Platini, Hesti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2298

Abstract

Chronic Kidney Desease (CKD) adalah kegagalan fungsi ginjal yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus yang terus menerus lebih dari tiga bulan. Pasien dengan CKD dapat mengalami berbagai komplikasi. Salah satu komplikasi pernafasan yang dapat terjadi namun jarang yaitu efusi pleura dengan insidensi 9.3% atau 10 dari 107 pasien. Manifestasi dari efusi pleura yaitu sesak napas. Pasien mengalami CKD stage 5 disertai efusi pleura dengan keluhan sesak skala 4 yang dirasakan terus menerus sejak 3 hari yang lalu, hasil pemeriksaan fisik suara lapang paru kanan ronkhi, hasil rontgen thorax adanya efusi pleura kanan, edema paru dan kardiomegali. Salah satu upaya dalam menurunkan gejala sesak ini yaitu memberikan intervensi pursed lip breathing. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan intervensi pursed lip breathing dalam menurunkan sesak pada pasien CKD dengan efusi pleura. Metode yang digunakan yaitu case report pada salah satu pasien CKD dengan efusi pleura yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit daerah wilayah Jawa Barat. Pasien diberikan intervensi pursed lip breathing sebanyak 1 sesi per hari yang dilakukan selama 4 hari. Setelah dilakukan intervensi keluhan sesak menurun dari skala 4 menjadi skala 2, SpO2 dalam rentang 96-97% dengan oksigen 3 lpm dari sebelumnya 95%, frekuensi napas menurun dari 24 x/menit menjadi 20 x/menit. Intervensi pursed lip breathing pada pasien ini dapat mengurangi sesak, meningkatkan saturasi dan menurunkan frekuensi napas dalam batas normal. Oleh karena itu, penelitian ini dapat menjadi sumber referensi dalam menurunkan sesak pada pasien CKD dengan efusi pleura.
PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON PADA PASIEN DENGAN NYERI AKUT POST OPERASI INSISI DRAINASE ABSES SUBMANDIBULA: STUDI KASUS Lauren, Sherie Meiza Dania; Rifa'atul Fitri, Siti Ulfah; Platini, Hesti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i1.730

Abstract

Abses submandibula adalah abses (penumpukan nanah) yang terjadi pada ronga potensial di daerah submandibular serta harus ditangani dengan pembedahan untuk mengeluarkan abses. Nyeri merupakan salah satu manifestasi klinis yang paling umum terjadi pada pasien post operasi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat mengatasi nyeri post operasi yaitu dengan aromaterapi lemon. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui intervensi pemberian aromaterapi lemon pada pasien dengan nyeri akut post operasi insisi drainase abses submandibula. Studi kasus ini merupakan case study (studi kasus) dengan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien. Subjek yang digunakan dalam penulisan asuhan keperawatan ini merupakan pasien post operasi insisi drainase abses submandibula yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Intervensi yang diberikan yaitu dengan pemberian terapi farmakologi dan non farmakologi aromaterapi lemon untuk menurunkan intensitas nyeri klien. Pada studi kasus ini menunjukkan bahwa klien mengalami penurunan skala nyeri (0-10) sebelum diberikan aromaterapi lemon berada pada skala 5, kemudian menjadi skala 2 setelah diberikan aromaterapi lemon selama 4 hari. Aromaterapi lemon dapat diberikan sebagai alternatif terapi non farmakologi yang memiliki efek untuk menurunkan intensitas nyeri, membantu menurunkan tekanan darah, penurunan denyut nadi dan ekspresi wajah pada klien. Diharapkan mahasiswa keperawatan atau perawat di ruang rawat inap dapat memberikan aromaterapi lemon ini sebagai intervensi non farmakologi pada pasien dengan nyeri akut post operasi insisi drainase abses submandibula.
Intervensi Latihan Pernapasan Pursed Lip Breathing dan Batuk Efektif Pada Pasien dengan Ppok: Studi Kasus Umiah, Siti Sonia; Platini, Hesti; N, Bambang Aditya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.11258

Abstract

ABSTRACT Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a disease characterized by progressive airflow limitation and progressive destruction of lung tissue. COPD risk factors are smoking and age. This study was conducted to determine the effect of pursed lip breathing and effective coughing on COPD patients. The patient in this case report is a 60-year-old man with health complaints in the form of a cough that is not accompanied by phlegm and shortness of breath that increases when the patient is active. Nursing problems in patients are ineffective airway clearance associated with accumulation of mucus and excess secretions characterized by ineffective coughing, excess sputum, rhonchi sounds in the vesicular area. The results obtained in this study using non-pharmacological intervention methods used for symptom management in patients with COPD, namely pursed lip breathing and coughing, are effective in reducing symptoms of shortness of breath, although the decrease is not significant. After administering the intervention the patient's mMRC scale was 3 and the change in the COPD Assessment Test (CAT) score was 20 which means Moderate, COPD interferes with the patient's daily activities, respiratory frequency decreases and oxygen saturation can be maintained. The effect of effective physiotherapy and coughing accompanied by breathing exercises shows an increase in quality of life and reduces the symptoms felt by the patient. This intervention can be an alternative option to be carried out independently at home without using costs. Keywords: Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Effective Cough Exercise, Pursed Lip Breathing  ABSTRAK Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara progresif hingga kerusakan jaringan paru. Faktor risiko PPOK yaitu merokok dan usia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh latihan pernapasan pursed lip breathing dan batuk efektif pada pasien PPOK. Pasien dalam laporan kasus ini adalah seorang laki-laki berusia 60 tahun dengan keluhan kesehatan berupa batuk yang tidak disertai dahak dan sesak yang bertambah ketika pasien beraktifitas. Masalah keperawatan pada pasien yaitu bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan lendir dan sekresi berlebih ditandai dengan batuk tidak efektif, sputum berlebih, terdengar bunyi ronchi di area vesikuler. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dengan menggunakan metode intervensi non farmakologis yang digunakan untuk manajemen gejala pada pasien dengan PPOK yaitu latihan pernapasan pursed lip breathing dan batuk efektk mampu mengurangi gejala sesak meskipun penurunannya tidak signifikan. Setelah pemberian intervensi skala mMRC pasien yaitu 3 dan perubahan pada skor COPD Assessment Test (CAT) yaitu 20 yang artinya Sedang, PPOK menggangu aktivitas sehari-hari pasien,frekuensi napas menurun dan saturasi oksigen dapat dipertahankan. Efek fisioterapi dan batuk efektif yang disertai latihan pernapasan menunjukkan peningkatan kualitas hidup dan menurunkan gejala yang dirasakan pasien. Intervensi ini dapat menjadi salah satu pilihan alternatif untuk dilakukan secara mandiri di rumah tanpa menggunakan biaya. Kata Kunci: Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Effective Cough  Exercise, Pursed Lip Breathing
Gambaran Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan yang Sedang Menyusun Skripsi Salsabila, Nabela Normaulida; Fitria, Nita; Platini, Hesti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15339

Abstract

ABSTRACT Sleep is an important human physiological process that aims to maintain health and maintain biopsychosocial functions. Sleep quality has an impact on physical, psychological health and daily activities. Some students have irregular sleep patterns, characterized by changes in sleep start and end times. This study aims to identify a description of the sleep quality of Padjadjaran University nursing students in preparing their thesis. This is quantitative descriptive reasearch. The sample for this research was 135 students from the nursing faculty who were writing their theses. using the Total Population sampling technique. The instrument uses the PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) which has been tested for validity and reliability with results of 0.474 – 0.607 and a Cronbach's Alpha value of 0.830. This research uses univariate data analysis.The results showed that 12 students (8.90%) had good sleep quality and 123 students (91.10%) had poor sleep quality. The activity dysfunction dimension is the dimension that contributes the most to poor sleep quality outcomes, while the dimension of sleeping medication use is the dimension with the lowest average in poor sleep quality outcomes.This research concludes that almost all students have poor sleep quality and the activity dysfunction dimension is the dimension that contributes most so that students need to do balanced physical activity. Research about factors that influence student sleep quality can be used as recommendations for further research.  Keywords: Nursing Student, Sleep Quality, Thesis  ABSTRAK Tidur merupakan proses fisiologis penting manusia yang bertujuan untuk menjaga Kesehatan dan mempertahankan  fungsi  biopsikososial. Kualitas tidur berdampak terhadap kesehatan fisik, psikologis dan aktivitas sehari-hari. Beberapa mahasiswa memiliki pola tidur tidak teratur, ditandai dengan perubahan waktu mulai dan waktu berakhir tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kualitas tidur mahasiswa keperawatan dalam menyusun skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa fakultas keperawatan yang sedang menyusun skripsi berjumlah 135 mahasiswa, dengan teknik sampling Total Populasi. Instrumen menggunakan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya dengan hasil 0,474 – 0,607 dan nilai Cronbach’s Alpha 0,830. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 12 mahasiswa (8,90%) memiliki kualitas tidur baik dan sebanyak 123 mahasiswa (91,10%) memiliki kualitas tidur buruk. Dimensi disfungsi aktivitas merupakan dimensi yang berkontribusi paling besar dalam hasil kualitas tidur buruk, sedangkan dimensi penggunaan obat tidur merupakan dimensi dengan rata-rata terendah dalam hasil kualitas tidur buruk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hampir seluruh mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk dan dimensi disfungsi aktivitas merupakan dimensi yang paling berkontribusi. Disarankan bagi mahasiswa untuk melakukan aktivitas fisik yang seimbang. Penelitian terkait faktor yang mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa dapat dijadikan rekomendasi untuk penelitian lanjutan. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Mahasiswa Keperawatan, Skripsi.
Co-Authors Aaron Tigor Sihombing Aep Maulid Mulyana Ahmad Ihsan Fathurrizki Ai Mardhiyah Andoko Andoko Arisunyoto, Wisnu Artanti Lathifah Ayyida Aini Rahmah Bambang Aditya Nugraha Budhiaji, Purbayanty Cepi Restiadi Chandra Isabella Hostanida Purba Ciptaan, Meta Agil Daila Dahlia Rojabani Devi Nurrahmawati Dhini Andriani Dyah Setiorini Eka Afrima Sari Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Endah Panca Lidya Faizal Musthofa Fanny Adistie Farah Huwaida Qurrota Aini Fredrick Dermawan Purba Gusgus Ghraha Ramdhanie Hamidah . Hana Rizmadewi Agustina Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hastuti, Widia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira D.A Ida Maryati Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iskandarsyah, Aulia Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iyus Yosep Janah, Syahratul Kosim Kosim K Kosim Kosim Lauren, Sherie Meiza Dania Leni Handayani Leni Handayani Lilis Mamuroh Liza Rizki Amalia Mamat Lukman Mira Trisyani Mohamad Ramdan Mumtazah, Dina Zahrotunnisa N, Bambang Aditya neng yulia maudi Nita Fitria NUR FITRIANI Nur Fitriani Nur'aeni, Yuni Nurlaeci Nurlaeci Nurul Sopia Purnama, Martia Dewi Puspaningrum, Sepdian Putri, Dina Mala Rahmawati, Lidya Rahmayani, Melly Restuning Widiasih Risang Pawestri Risma Dwi Nur Pratiwi Rizal Chaidir, Rizal Rizki, Indrianti Alvini Rohaeti, Sri Elis Rojabani, Daila Dahlia Saepul, Saepul Salsabila, Nabela Normaulida Salsabilla, Sausan Zahrah Salwa Sandra Pebrianti Sepdian Puspaningrum Sicilia, Asha Grace Sidik Maulana Sidik Maulana Simanjuntak, Dikes Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sri Nopia Peni Suci Larasati Sutandi, Andi Syiffa Salsabila Rausanfikra Tetti Solehati Theresia Eriyani Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umiah, Siti Sonia Urip Rahayu Wafa Siti Alawiyah Widia Hastuti Widia Hastuti Wilan Fitriana Windiramadhan, Alvian Pristy Yani Maryani Yanti Hermayanti Yusshy Kurnia Heliani Yusshy Kurnia Herliani Zahrotur Rusyda Hinduan