Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pencegahan Dan Penangananan Awal Cedera Ankle Sprain Bagi Kelompok Aktif Ringgo Alfarisi; Wanda Fatresia; Nabila Permatasari
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 1 (2022): Vol.4 No 1,Mei 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.537 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v4i1.6202

Abstract

Data epidemiologi cedera olahraga menunjukkan cedera pada ankle sebagai cedera tersering kedua, dengan ankle sprain sebagai jenis cedera ankle paling sering terjadi (33 dari 43 jenis olahraga). Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, Belanda dan Hong Kong, ankle sprain merupakan tipe cedera yang paling sering terjadi (33 – 73%). Di Inggris, 3 – 5% dari seluruh kunjungan ke departemen gawat darurat merupakan ankle sprain, dengan perkiraan insidensi 5,600 perhari. Studi meta analisis menunjukkan bahwa jenis kelamin wanita dan anak–anak merupakan populasi dengan risiko tertinggi terjadinya ankle sprain. Pada studi lain juga mengatakan sekitar 28% atlet pelajar mengalami cedera sprain pergelangan kaki berulang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan agar peserta dapat memahami pengertian, cara mencegah dan penanganan awal cedera ankle sprain. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan yang dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh peserta. Penyuluhan menghasilkan pemahaman individu terhadap penyebab, pertolongan pertama, serta pencegahan cedera. Dengan demikian, individu dapat menghindari cedera ankle sprain dan dapat berperan aktif dalam memberikan pertolongan awal cedera. Kata Kunci : ankle sprain, cedera olahraga, promosi kesehatan ABSTRACT Sports injury epidemiology data show ankle injury as the second most common injury, with ankle sprain being the most common type of ankle injury (33 of 43 types). Based on research conducted in the United States, the Netherlands and Hong Kong, ankle sprains are the most common type of injury (33 – 73%). In the UK, 3 – 5% of all visits to the emergency department are ankle sprains, with an estimated incidence of 5,600 per day. Meta-analysis studies show that the sexes of women and children are the population with the highest risk of ankle sprains. In another study also said about 28% of student athletes suffered from repeated sprains or leg injuries. This community service aims to enable participants to understand the meaning, ways to prevent and early treatment of ankle sprains. Education is carried out through counseling that is acceptable and well received by participants. Counseling produces individual understanding of the causes, first aid, and injury prevention. Thus, individuals can avoid ankle sprains and can play an active role in providing early injury relief. Keywords: ankle sprain, sports injury, health promotion
Covid 19 Era New Normal di Puskesmas Way Laga Provinsi Lampung Ringgo Alfarisi; Syarif Hidayatulloh Malik
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 November 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.777 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v3i2.4645

Abstract

Covid-19 merupakan jenis virus yang baru sehingga banyak pihak yang tidak tahu dan tidak mengerti cara penanggulangan virus tersebut. Seiring mewabahnya virus corona atau covid-19 ke ratusan negara, pemerintah republic Indonesia memberikan protocol kesehatan. Protokol kesehatan tersebut akan dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh pemerintah dengan dipandu secara terpusat oleh kementerian kesehatan Bahkan disejumlah daerah yang telah menerapkan PSBB dianggap tidak efektif dengan alasan berbagai faktor. Menurut Sosiolog, Imam Prasodjo, Di awal tahun 2020 ini, dunia dikagetkan dengan kejadian infeksi berat dengan penyebab yang belum diketahui, yang berawal dari laporan dari Cina kepada World Health Organization (WHO) terdapatnya 44 pasien pneumonia yang berat di suatuwilayahyaitu Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tepatnya di hari terakhir tahun 2019 Cina (Diah H,2020). Tahap persiapan dari kegiatan adalah pembuatan media penyuluhan tentang Covid-19 era new normal di laksanakan melalui media online seperti media Zoom meeting dimulai dari hari Rabu, 23 Desember 2020. . 100% peserta zoom meeating dapat memahami maksud dari 3M . tata cara mencuci tangan dan memakai masker dengan benar. Namun setelah dilakukan penyuluhan merekam menjadi paham dan mnegerti. Pada kegiatan ini dilakukan juga praktek langsung memakai masker dan mencuci tangan dengan baik dan benar serta pembagian masker gratis kepada peserta penyuluhan..
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Jenis Hernia Inguinalis Ringgo Alfarisi; Mizar Erianto; Fitri Chintiyani
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.165 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i1.5669

Abstract

ABSTRACT: RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX AND TYPES OF INGUINAL HERNIA Background: One of the risk factors that can influence or increase the incidence of inguinal hernia is overweight and obesity. Body mass index (BMI) is a simple way to see the nutritional status of adults, especially with regard to underweight and overweight.Objective: To determine the relationship between Body Mass Index and the type of inguinal herniaResearch Methods: The design in this study used a cross sectional design. The population in this study were all inguinal hernia patients at Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung in 2019-2020. The sample in this study amounted to 98 people using purposive sampling technique. Where patients with congenital hernia, chronic cough, and comorbid disease, were excluded from the study. The data obtained were analyzed using the chi square statistical test.Result: 18 respondents (20.45%) patients diagnosed with lateral inguinal hernia had normal weight and 70 respondents (79.55%) other respondents diagnosed with lateral inguinal hernia. Meanwhile, 6 respondents (60%) who were diagnosed with medial inguinal hernia were overweight-obese, while the other 4 respondents (40%) who were diagnosed with medial inguinal hernia were overweight-obese. The results of the bivariate statistical test using chi square obtained a p-value of 0.013.Conclusion: There is a significant relationship between body mass index and the type of inguinal hernia. Keywords: Body Mass Index, Lateral Inguinal Hernia, Medial Inguinal Hernia  INTISARI: HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUHDENGAN JENISHERNIA INGUINALIS  Latar Belakang:Salah satu faktor resiko yang dapat mempengaruhi atau meningkatkan angka kejadian dari hernia inguinal adalah overweight dan obesitas. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan cara sederhana untuk melihat status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan jenis hernia inguinalisMetode Penelitian:Rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hernia inguinalis sebanyak di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2019-2020.Sampel pada penelitian ini berjumlah 98 orang dengan menggunakan tekhnikpurposive sampling. Dimana pasien dengan hernia kongenital, batuk kronis, dan penyakit komorbid, diekslusi dari penelitian. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji statistic chi square.Hasil penelitian:Didapatkan 18 responden (20,45%) pasien yang didiagnosa hernia inguinalis lateralis memiliki berat badan normal dan 70 responden (79,55%) responden lainnya yang didiagnosa hernia inguinalis lateralis. Sementara itu, 6 responden (60%) responden yang didiagnosa hernia inguinalis medialis memiliki berat badan overweight-obesitas sedangkan 4 responden lainnya (40%) yang didiagnosa hernia inguinalis medialis memiliki berat badan overweight-obesitas.Hasil uji statistik bivariat menggunakan chi square diperoleh nilai p-value 0,013.Kesimpulan:Terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan jenis hernia inguinalis. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Hernia Ingunalis Lateralis, Hernia Inguinalis          Medialis
Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Risiko Terjadinya Tonsilitis kronik Pada Anak Sekolah Dasar Di Bandar Lampung Ringgo Alfarisi; Septiana Damayanti; Tan'im Tan'im
Malahayati Nursing Journal Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.055 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v1i2.1407

Abstract

Latar Belakang: Tonsilitis kronik umumnya terjadi akibat komplikasi tonsilitis akut, terutama yang tidak mendapat terapi adekuat. Selain pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat, faktor predisposisi timbulnya tonsilitis kronik antara lain adalah higien mulut yang buruk, kelelahan fisik dan beberapa jenis makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dengan risiko terjadinya tonsilitis kronik pada anak sekolah dasar.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total purposive sampling. Untuk mengetahui kebiasaan makan dilakukan dengan pengisian kuisioner dengan cara wawancara pada siswa sekolah dasar, dan penegakan tonsilitis kronik dilakukan dengan observasi langsung.Hasil: Hasil yang didapat dari 87 sampel, terdapat 32 sampel (36,8%) yang menderita tonsilitis kronik dan 55 sampel (63,2%) yang tidak menderita tonsilitis kronik. 32 sampel memiliki risiko pada kebiasaan makan dan terkena tonsilitis kronik. Hasil analisis berdasarkan fisher’s exact test dengan nilai hasil p-value = 0,012 (p <0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan risiko terjadinya tonsilitis kronik pada anak sekolah dasar. Kata Kunci: kebiasaan makan, tonsilitis kronik, anak sekolah dasar
Hubungan Derajat Aktivitas Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik Berdasarkan Skor Mex-Sledai Dengan Kejadian Anemia Pada Penderita Lupus Eritematosus Sistemik Di Komunitas Odapus Lampung Rina Kirwiastiny; Ringgo Alfarisi; Hidayat Hidayat; Ageel Al-Aziz Marjaen
Malahayati Nursing Journal Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.974 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v3i2.3596

Abstract

ABSTRACT : RELATIONSHIP OF SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS ACTIVITIES BASED ON MEX-SLEDAI SCORE WITH INCIDENCE OF ANEMIA IN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOUS PATIENTS IN THE ODAPUS LAMPUNG COMMUNITY, 2020Background : Systemic Lupus Erytematosus (SLE) is a complex autoimmune disease characterized by the presence of autoantibodies against the cell nucleus and involving many organ systems in the body. Anemia in LES patients varies between chronic disease anemia, hemolytic anemia, blood loss, renal insufficiency, infection, myelodysplasia, and aplastic anemia. What often occurs in LES anemia is due to erythropoesis suppression due to chronic inflammation. Anemia in LES patients is an immune or non-immune disease. Anemia is a non-immune disease is anemia in chronic disease, iron deficiency anemia, sideroblastic anemia, anemia in kidney disease, anemia indicated by drugs, and anemia secondary to other diseases (eg sickle cell anemia).Research purposes : This study was to determine the degree of activity of systemic lupus erythematosus based on max-sledai and hemoglobin levels in systemic lupus erythematous patients in the ODAPUS Lampung community in 2020.Methode :The analytical observational method was used using a cross sectional approach. The research subjects were 30 respondents who used the total sampling technique from members of the ODAPUS Lampung community by conducting MEX-SLEDAI interviews and blood sampling conducted from November 2019 to February 2020. Statistical test used Fisher exact test.Results: From 30 study subjects, disease activity based on MEX-SLEDAI was above the average of 21 patients (70%). And the results of blood tests were 18 patients (60%) who were not anemia and 12 patients (40%) had anemia.Conclusion     : There was a significant relationship between the degree of activity of Systemic Lupus Erythematosus based on the MEX-SLEDAI score and the incidence of anemia with p value = 0.024 meaning the p value ≤ 0.05. Keywords      : LES; Incidence of Anemia; MEX-SLEDAI    INTISARI : HUBUNGAN DERAJAT AKTIVITAS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK BERDASARKAN SKOR  MEXSLEDAI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA PENDERITA LUPUS ERITEMATOUS SISTEMIK DI KOMUNITAS ODAPUS LAMPUNG  Latar belakang : Systemic Lupus Erytematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang kompleks ditandai oleh adanya autoantibodi terhadap inti sel dan melibatkan banyak sistem organ dalam tubuh. Anemia pada pasien LES bervariasi antara anemia penyakit kronis, anemia hemolitik, kehilangan darah, insufisiensi ginjal, infeksi, mielodisplasia, dan anemia aplastik. Yang sering terjadi anemia pada LES disebabkan supresi eritropoesis karena inflamasi yang kronis.  Anemia pada pasien LES merupakan penyakit imun atau non-imun. Anemia merupakan penyakit non-imun adalah anemia pada penyakit kronik ,anemia defisiensi besi, anemia sideroblastik, anemia pada penyakit ginjal, anemia indikasi obat, dan anemia sekunder terhadap penyakit lain ( misalnya anemia sel sabit ).Tujuan Penelitian : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan drajat aktivitas penyakit lupus eritematosus sistemik berdasarkan max-sledai dengan kadar hemoglobin pada penderita lupus eritematous sistemik di komunitas ODAPUS lampung tahun 2020.Metode : Digunakan metode observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 30 responden yang menggunakan teknik total sampling dari anggota komunitas ODAPUS Lampung dengan melakukan wawancara MEX-SLEDAI dan pengambilan sampel darah yang dilakukan pada bulan November 2019 s/d Februari 2020. Uji statistic menggunakan Fisher exact test.Hasil : Dari 30 subjek penelitian didapatkan aktifitas penyakit berdasarkan MEX-SLEDAI di atas rata – rata sebanyak 21 pasien (70%). Dan hasil peneriksaan darah yaitu 18 pasien (60%) yang Tidak anemia dan yang mengalami Anemia ada 12 pasien (40%).Kesimpulan   : Terdapat hubungan bermakna antara derajat aktivitas penyakit Lupus Eritematosus Sistemik berdasarkan skor MEX-SLEDAI dengan Kejadian Anemia dengan p value =0.024 berarti nilai p value ≤ 0.05. Kata Kunci     : LES; Kejadian Anemia; MEX-SLEDAI
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN OBESITAS Ringgo Alfarisi; Ade Utia Detty; Andi Adam Firdaus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.5665

Abstract

Kegemukan dan obesitas didefinisikan sebagai   akumulasi   lemak abnormal atau berlebihan. Penyebab obesitas didasari karena seseorang banyak makan atau kelebihan berat tapi tidak makan berlebihan, namun kurangnya seseorang dalam berolahraga dan beraktivitas fisik atau disebut sindrom “couch potato” yaitu kurang gerak, sehingga asupan makanan yang menjadi kalori masuk ke dalam tubuh tidak digunakan untuk menunjang kebutuhan energi untuk tubuh (Sherwood, 2014). Mengetahui adanya hubungan antara pola aktivitas dan kebiasaan berolahrga dengan kejadian obesitas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control.  Cara   pengambilan sampel penelitian yang akan digunakan adalah Purposive Samplingyaitu dengan menggunakan software Sample Size Determination in Health Study dengan Hypothesis Tests for Population Mean (two sided test) sehingga didapatkan sampel 28 dengan obesitas dan 28 tidak dengan obesitas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, timbangan dan microtoise. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square. Ada hubungan yang bermakna antara pola aktivitas   dengan   kejadian obesitas dengan nilai p sebesar 0,000 (OR = 58.500) dan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan berolahraga dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Universitas Malahayati dengan nilai p sebesar 0,000 (OR = 95,286). Terdapat hubungan pola aktivitas & kebiasaan olahraga dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati (p = 0,000).
HUBUNGAN AKTIVITAS OLAHRAGA DENGAN TOLERANSI STRES PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG Ringgo Alfarisi; Vira Sandayanti; Ahmad Yunus Feryaldi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i2.1403

Abstract

Proses stres merupakan suatu siklus berkelanjutan yang memiliki suatu mekanisme umpan balik, stres yang dialami oleh mahasiswa kedokteran disebabkan oleh berbagai penyebab, meliputi metode pembelajaran, materi yang luas dan waktu pendidikan yang cukup lama. Tuntutan tersebut menyebabkan timbulnya stres. Olahraga bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga bermanfaat dalam melatih respon terhadap kondisi stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas olahraga dengan toleransi stres pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneitian ini dilakukan di bulan April 2018 dan dilaksanakan diwilayah Asrama putra Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung. Sampel Mahasiswa Laki-laki angkatan 2014. Analisis data menggunakan Mann Whitney.Hasil penelitian ini menemukan bahwa distribusi reponden yang berolahraga 59,1% dan tidak berolahraga 40,9%. Selain itu, distribusi toleransi stres yang tinggi 59,1%, sedang 31,8% dan rendah 9,1%. Hasil uji bivariat menggunakan Mann Whitney didapatkan nilai p adalah 0,000 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan aktivitas olahraga dengan toleransi stres.Kata kunci : Aktivitas Olahraga, Toleransi Stres, Mahasiswa
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI KEBIDANAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Ringgo Alfarisi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.461

Abstract

Volume oksigen maksimal (???? O2max) adalah komponen utama kebugaran kardiorespirasi. Status kesehatan sangat tergantung dari tingkat kebugaran jasmani. Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. ???? O2max yang baik mendukung pencapaian prestasi belajar yang optimal bagi seorang mahasiswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap ???? O2max, serta pengaruh aktivitas fisik, IMT, dan ???? O2max terhadap prestasi belajar mahasiswi Kebidanan Universitas Malahayati tahun masuk 2014. Penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel 53 orang perempuan dengan teknik purposive sampling. Analisis statistik dilakukan dalam bentuk uji Spearman dan uji Pearson. Hasil penelitian pada responden, ditemukan bahwa ada pengaruh aktivitas fisik (r = 0,928 ; p <0,05) dan IMT (r = -0,588 ; p <0,05) terhadap ???? O2max. Selain itu, ditemukan bahwa ada pengaruh aktivitas fisik (r = 0,878; p <0,05), IMT (r = -0,691 ; p <0,05), dan ???? O2max (r = 0,910 ; p <0,05) terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil tersebut disarankan pada mahasiswi kebidanan Universitas Malahayati hendaknya melakukan olahraga secara rutin dan menjaga asupan gizinya, sehingga memiliki volume oksigen maksimal yang baik dan menunjang pencapaian prestasi belajar yang optimal.Kata kunci: Oksigen, prestasi belajar, aktifitas fisik, Indeks Massa Tubuh
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PETERNAKAN SAPI DAN KAMBING DI KECAMATAN CIKALON GKABUPATEN TASIKMALAYA Ringgo Alfarisi; Nucky Nurhikmah Rahman; Tusy Triwahyuni
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1088

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan laporan International Labour Organization(ILO) tahun 2017, diseluruh dunia terjadi lebih dari 317 juta kecelakaan dalam pekerjaan per tahun. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja di lingkungan peternakan di Indonesia masih terbilang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemakaian APD pada pekerja peternakan sapidan kambing di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh populasi pekerja peternakan sapidan kambing di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 53 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan pekerja paling banyak pada kategori baik (33 orang, 62,3%), sikap pekerja paling banyak pada kategori baik (32 orang, 60,4%), dan perilaku penggunaan APD pekerja paling banyak pada kategori baik (35 orang, 66,0%).Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan pekerja (p=0,027) dan sikap pekerja (p=0,046) dengan pemakaian APD. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan pekerja dan sikap pekerja dengan pemakaian APD.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Ringgo Alfarisi; Wahyu Karhiwikarta; Dessy Hermawan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i1.353

Abstract

Kebugaran jasmani diperlukan tidak hanya oleh atlet untuk performa yang lebihbaik tetapi juga untuk non-atlet (mahasiswa kedokteran) untuk menjaga kesehatanjasmani dan rohani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktifitas fisik,Indeks Massa Tubuh (IMT), dan merokok terhadap kebugaran jasmani. Penelitian inimerupakan penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampelpenelitian adalah 122 orang laki –laki dan 122 orang perempuan dengan teknikdisproportionate stratified random sampling. Analisis statistik dilakukan dalam bentuk ujiSpearman. Hasil penelitian pada responden laki –laki, ditemukan bahwa ada pengaruhaktifitas fisik (r = 0,958 ; p < 0,001), IMT (r = - 0,368 ; p < 0,001), dan merokok (r = -0,234 ; p < 0,05) terhadap kebugaran jasmani. Hasil penelitian pada respondenperempuan, ditemukan bahwa ada pengaruh aktifitas fisik (r = 0,981 ; p < 0,001) danIMT (r = - 0,342 ; p < 0,001) terhadap kebugaran jasmani. Mahasiswa KedokteranUniversitas Malahayati hendaknya melakukan olahraga rutin dan menghindari rokok agarmemiliki kebugaran jasmani yang baik.Kata kunci : kebugaran jasmani, aktifitas fisik, Indeks Massa Tubuh, merokok
Co-Authors Ade Utia Detty Adlina, Dina Ageel Al-Aziz Marjaen Ahmad Yunus Feryaldi Ajeng Febiyola Amelya, Arta Amizora, Dayu Andayani, Heny Tri Andi Adam Firdaus Anggunan Anggunan Arani, Devi Arief Effendi Arti Febriyani Hutasuhut Astri Pinilih Aswedi Putra Audrieas, Aina Bambang Kurniawan Buldani, Aang Carolina, Wina Cindy Tiara Dalfian, Dalfian Dewi Lutfianawati, Dewi Diksa, Putri Amsa Tiara Dininta, Gilang Fitra Dito, Muhammad Farhan Dyah aulia Pratiwi Dzikra, Farhan Adz Edho Nugroho Eka Nurwidyasari Eka Silvia Eksa, Dwi Robbiardy Fahrurozi, Fahrurozi Faric, Achmad Farich, Achmad Fatah Satya Wibawa Fatresia, Wanda Festy Ladyani Mustofa Fitri Chintiyani Fitriani, Dita Haerullah, Diar Muhamad Haerulloh, Diar Muhamad Hamda, Chania Nahdlatul Hermawan, Dessy Hermawati, Diana Hetti Rusmini Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Ika Artini Irna Anggraeni Itsna Annisa Joan Willy Joan Willy Jordy Oktobiannobel Kurniati, Mala Kustiwa, Dea Rahma Lestari, Sri Maria Puji Liana, Dwi Febi Marisa Anggraini Megarahayu, Soelastika Meylany, Adella Safita Mizar Eranto Mizar Erianto Mizar Erianto Mizar Eriantono Muhamad Yunus Muhammad Alva Rizqy Muhammad Fikri Mustaghfirin Muhammad Yunus Nabila Permatasari Nia Triswanti Nopi Sani Nopi Sani Novaliana, Chintia Nucky Nurhikmah Rahman Nurfitri, Ade Clara nurmalasari, yesi Oktarina, Silvia Hakiki Prambudi Rukmono Pratama, Sigit Prayoga Perdana Purwaningrum, Ratna Putri Nur Oktavia Jauhari Putri, Asri Mutiara Putri, Puput Ayu Ramdhani, Dita Nurul Regi Indra Permana Reni Setiawati, Octa Reno Reno Resti Arania Rina Kirwiastiny Safyira, Cut Lailan Sailurrahmah Al Haq Taufiq Saputra, Muhamad Nicolas Selvia Anggraeni, Selvia Septi Auliza Refolinda Septiana Damayanti Siti Afta Maharani Siti Rifdah Rihadah Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Syarif Hidayatulloh Malik Syawalia Kartika Syifa Nabilla Tan&#039;im Tan&#039;im Teddy, Teddy Tri Wibowo Julianto Triana, Muhamad Afgan Triana, Muhammad Afgan Tusy Triwahyuni Upik Pebriyani Vira Sandayanti Wahyu Karhiwikarta Wahyu Wijaya Wanda Fatresia Wenikasari, Anggun Wisnu Galih Prayoga Woro Pramesti Wulandari, Mardheni Yuniastini Yuniastini Yunita Sari Tanjung