Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN FAKTOR IKLIM DENGAN KASUS DBD DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 – 2019 Dininta, Gilang Fitra; Hermawan, Dessy; Alfarisi, Ringgo; Farich, Achmad
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v15i2.2790

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) case in Bandar Lampung City shows an increasing trend of cases. In 2014, the number of cases was 389 cases; by the end of 2018, it had increased to 1,114 cases. Climatic factors are thought to have contributed to the increase in cases. This study aims to determine the relationship between climate factors and the number of dengue cases in 2015-2019. The study used secondary data with a cross-sectional design. Data were obtained from the Bandar Lampung City Health Office and the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG). Univariate analysis with Mean, Median, Minimum-Maximum. The Kolmogorov-Smirnov test was carried out to determine the normality of the data, followed by bivariate analysis with Pearson Correlation and Spearman's Rank. Multivariate analysis was performed with Linear Regression by considering the regression assumption. The study found that more dengue cases were in January, February, March. A negative correlation was shown between temperature and the incidence of DHF (r=-0.274; p-value=0.038), and a positive correlation with humidity (r=0.390; p-value=0.002), and rainfall (r=0.370; p-value= 0.005). Air humidity and rainfall affect the number of dengue cases, respectively 33.0% and 30.5%. The results of this study have provided evidence of a relationship between climate factors and cases of DHF. It is hoped that this can be an input for the prevention and control of dengue fever.
Hubungan Status Gizi Berlebih Dengan Tekanan Darah Pada Karyawan Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Hermawati, Diana; Alfarisi, Ringgo; Purwaningrum, Ratna; Anggraini, Marisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i3.14998

Abstract

World Health Organization(WHO) memperkirakan bahwa prevalensi global hipertensi saat ini sebesar 22% dari total populasi dunia. Setiap tahun, penyakit ini menyebabkan sekitar 8 juta kematian di seluruh dunia, di mana 1,5 juta di antaranya terjadi di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kasus obesitas di Indonesia memiliki angka kejadian yang cukup tinggi yang menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada tahun 2013, berdasarkan data Riskesdas terjadi peningkatan prevalensi obesitas, pada wanita menjadi 32,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi berlebih dengan tekanan darah pada karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2023. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 139 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 100 karyawan yang sudah dipilih melalui metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung terkait penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pengukuran tekanan darah. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi subjek penelitian terbanyak pada rentang usia dewasa awal (26-35 tahun) 40,0%, berjenis kelamin laki-laki 61,0%, berpendidikan SMA 54,0%, pekerjaan karyawan administrasi 45,0%, status gizi berlebih 57,0% dan tekanan darah normal 84,0%.  Ada hubungan antara status gizi berlebih dengan tekanan darah pada karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2023 (p value 0,016, OR = 6,7). Kesimpulan ada hubungan antara status gizi berlebih dengan tekanan darah pada karyawan.
Hubungan Status Gizi Berlebih Dengan Fungsi Kognitif Pada Karyawan Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Haerulloh, Diar Muhamad; Alfarisi, Ringgo; Anggraeni, Selvia; Lestari, Sri Maria Puji
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 4 (2024): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i4.14997

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2017, jumlah individu yang mengalami gangguan kognitf berupa demensia mencapai 47 juta orang secara global.  Kemunduran fungsi kognitif, seperti keluhan sering lupa, sering dialami oleh lansia. Salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan gangguan kognitif adalah status gizi. Pada tahun 2016, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan, dengan lebih dari 650 juta orang di antaranya mengalami obesitas. Kasus obesitas dengan persentase tertinggi ditemukan pada kategori pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS), menurut laporan Riskesdas 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi berlebih dengan fungsi kognitif pada karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 139 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang sudah dipilih melalui metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan pengisian kuesioner fungsi kognitif. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis laki-laki (61.0%), kelompok usia dewasa muda (20-44 tahun) (79.0%), berependidikan SMA (54.0%), dan bekerja sebagai karyawan administrasi (45.0%). Didapatkan sebagian besar status gizi responden ada pada kelompok status gizi normal (54.0%). Didapatkan sebagian besar fungsi kognitif responden ada pada kelompok normal (56.0%). Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan fungsi kognitif (p–value = 0.000: OR = 8.00).
Promosi Kesehatan Peningkatan Pengetahuan Remaja Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Alfarisi, Ringgo; Dzikra, Farhan Adz; Audrieas, Aina; Nurfitri, Ade Clara; Meylany, Adella Safita
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17388

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Provinsi lampung memiliki catatan tinggi pada kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi setiap musim penghujan, pada tahun 2019 kasus DBD di Lampung mencapai angka 5.592 kasus dengan angka kematian akibat DBD sebanyak 17 kasus. Penyakit DBD dapat menyerang semua kelompok umur, terutama kelompok umur produktif dan tidak tergantung jenis kelamin. Ketidakberhasilan pemberantasan vektor nyamuk secara menyeluruh dapat terjadi karena tidak semua masyarakat mau melakukan upaya pemberantasan vektor DBD. Pengetahuan tentang penyakit DBD menjadi hal yang sangat penting diketahui oleh masyarakat sehingga dapat melakukan deteksi dini dan mampu mengetahui tentang penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan cara penatalaksanaan DBD.Tujuan: Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja dalam mencegah penyakit DBD.Metode: Kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan penyuluhan melalui tatap muka langsung. Peserta penyuluhan adalah siswa SMA AL Qur’an Malahayati Bandar Lampung, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah edukasi dan diskusi. Tempat kegiatan penyuluhan adalah di Mushola SMA Al Quran Malahayati Bandar Lampung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengambilan data nilai pengetahuan peserta terkait pencegahan penyakit DBD, baik sebelum maupun sesudah penyuluhanHasil: Peserta penyuluhan terbanyak adalah laki-laki (92,5%). Kelompok usia terbanyak dari peserta penyuluhan adalah dewasa 16 tahun (52,5%) dan tidak pernah mengalami penyakit DBD (87,5%). Mayoritas peserta penyuluhan (50 %) memiliki pengetahuan sedang pada saat sebelum penyuluhan. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, didapatkan bahwa seluruh peserta (100%), memiliki tingkat pengetahuan baik tentang cara mencegah penyakit DBD.Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan mengenai upaya pencegahan penyakit DBD kepada para siswa SMA Al Qur’an Malahayati, berjalan dengan baik. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang pencegahan penyakit DBD.Kata Kunci: promosi kesehatan, demam berdarah dengue, pengetahuan  ABSTRACTIntroduction: Lampung Province has a high record of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases which occur every rainy season, in 2019 DHF cases in Lampung reached 5,592 cases with 17 deaths due to DHF. DHF can attack all age groups, especially productive age groups and does not depend on gender. Failure to eradicate mosquito vectors completely can occur because not all communities are willing to make efforts to eradicate dengue vectors. Knowledge about dengue fever is very important for the public to know so that they can carry out early detection and be able to know about the causes, signs and symptoms, prevention and methods of managing dengue fever.Objective: This health promotion activity aims to increase knowledge and understanding of teenagers in preventing dengue fever.Method: Health promotion activities are carried out through direct face-to-face counseling. The participants in the counseling were students from SMA AL Qur'an Malahayati Bandar Lampung, with a total of 40 participants. Activities are carried out using educational lecture and discussion methods. The place for counseling activities is at the Al Quran Malahayati High School Prayer Room, Bandar Lampung. Evaluation of activities was carried out by collecting data on participants' knowledge values regarding dengue prevention, both before and after counselingResults: Most of the counseling participants were men (92.5%). The largest age group of counseling participants was adults 16 years old (52.5%) and had never experienced dengue fever (87.5%). The majority of counseling participants (50%) had moderate knowledge before the counseling. After conducting outreach activities, it was found that all participants (100%) had a good level of knowledge about how to prevent dengue fever.Conclusion: Outreach activities regarding efforts to prevent dengue fever to Al Qur'an Malahayati High School students went well. Extension activities have a positive impact on increasing knowledge of extension participants about preventing dengue fever.  Keywords: health promotion, dengue hemorrhagic fever, knowledge
Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Prestasi Belajar Siswa SD Negeri 01 Rajabasa Bandar Lampung Ringgo Alfarisi; Yuniastini Yuniastini; Astri Pinilih; Putri Nur Oktavia Jauhari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.237

Abstract

Latar Belakang: Latar Belakang: Energi yang adekuat pada saat sarapan pagi diperlukan untuk menunjang aktivitas belajar khusunya bagi anak sekolah. Energi diperoleh dari makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh masing-masing anak. Anak yang seringkali melewatkan sarapan sangat tidak dianjurkan. Melewatkan sarapan membuat anak tidak berenergi karena perut kosong sehingga anak menjadi susah untuk memfokuskan pikiran di sekolah. Hal tersebut sangat tidak mendukung dalam peningkatan prestasi belajar. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui adakah hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 01 Rajabasa di Bandar Lampung. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil Penelitian: Dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden, responden dengan sarapan pagi tidak rutin didapatkan 12 siswa, dimana 8 siswa (66,7%) prestasi belajar dibawah rata-rata dan 4 (33,3%) siswa prestasi belajar diatas rata-rata. Kemudian, responden yang sarapan pagi rutin didapatkan 48 siswa, dimana 6 siswa (12,5%) prestasi belajar dibawah rata-rata, dan 42 siswa (76,0%) prestasi belajar diatas rata-rata. Berdasarkan hasil uji fisher exact test hasil penelitian menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (≤0,05) yang berarti bahwa sarapan pagi dengan rutin mendukung dalam peningkatan prestasi belajar siswa OR = 14. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa-siswi SDN 01 Rajabasa Bandar Lampung. Kata Kunci : Prestasi belajar, Sarapan pagi
Perbandingan Jumlah Leukosit Darah Pada Pasien Appendisitis Akut Dengan Appendisitis Perforasi Wahyu Wijaya; Mizar Eranto; Ringgo Alfarisi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.288

Abstract

Background: Appendicitis or inflammation of the appendicitis is one of the mortality rates of 0.2 - 0.8% in the world, in Indonesia itself appendicitis ranks fourth most inpatients. Appendicitis is one of the causes of abdominal emergencies in developing countries, cases of appendicitis occur more in males than females by a ratio of 1: 4, and strike at an average age of 10 to 30 years. Research purposes: Knowing the comparison of the number of leukocytes between patients with acute appendicitis and perforated appendicitis in RSUD H. Dr. Abdul Moeloek in 2017-2019. Research methods: This type of research is quantitative with observational analytic research design with a snowball approach. Retrieval of data using secondary data by looking at the number of leukocytes in the respondent's medical record. Bivariate analysis with Independent T-test. Results: The number of respondents 56 people known univariate test the number of leukocytes Acute Appendicitis as many as 28 people and Perforated Appendicitis as many as 28 people. Bivariate test results obtained p-value = 0,000. Conclusion: Available significant difference in the number of leukocytes Acute Appendicitis group with Perforated Appendicitis.
Hubungan Konsep Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kekambuhan Pada Paisen Skizofrenia Cindy Tiara; Woro Pramesti; Upik Pebriyani; Ringgo Alfarisi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.339

Abstract

Background: Schizophrenia is a mental disorder that will cause deep suffering for individuals and a heavy burden on the family. Family support can function for a variety of intelligence, reason to improve health and family adaptation in life. Objective: to find out whether there is a relationship between family support and relapse in schizophrenia patients in Lampung Province Mental Hospital. Method: This research is a quantitative analytic that uses a cross-sectional research design. The sample in this study is all data of patients suffering from Schizophrenia mental disorders who were treated at the Mental Hospital of Lampung Province in January - May 2020. The sampling technique in this study used a total sampling technique. Data analysis uses univariate analysis to determine the frequency distribution and bivaraite analysis uses chi-squar and fisher's test. Results: It is known that the frequency distribution of emotional support in the majority of schizophrenia patients received 52.6% less emotional support, informational support in the majority of schizophrenia patients received good information support as much as 63.2%, real support in the majority of schizophrenia patients received significant good support as much as 68 , 4%, hope support in schizophrenia patients the majority get good hope support as much as 73.7%, there is a relationship of emotional support with recurrence in schizophrenia patients, there is a relationship of informational support with recurrence in schizophrenia patients, there is a relationship of real support with relapse in schizophrenia patients, there is a relationship between expectation support and recurrence in schizophrenic patients (p-value: 0.001; 0.020; 0.000; 0.004). Conclusion: there is a significant relationship between family support as seen from emotional support, information, real and expectations with relapse in patients with schizophrenia.
Promosi Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru Alfarisi, Ringgo; Hamda, Chania Nahdlatul; Novaliana, Chintia
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20124

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Tuberkulosis paru  adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru dan bronkus. Tuberkulosis termasuk salah satu dari 10 penyakit menular kronis utama yang menyebabkan kondisi kesehatan buruk dan kematian di seluruh dunia. Indonesia menempati peringkat ketiga didunia setelah India dan Tiongkok. Negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkomitmen untuk mengakhiri epidemi TBC global” pada tahun 2030. Di Provinsi Lampung kasus tuberkulosis masih cukup tinggi, tercatat pada tahun 2022 jumlah penderita tuberkulosis paru sebanyak 17.946 kasus. Tindakan yang dilakukan individu, juga berhubungan signifikan dengan kejadian tuberkulosis. Penyuluhan kesehatan dalam upaya pencegahan tuberkulosis, penting untuk dilakukan kepada masyarakat.Tujuan: Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja dalam mencegah penyakit tuberkulosis paru.Metode: Kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan penyuluhan melalui tatap muka langsung. Kegiatan diwalai dengan persiapan pembuatan banner, leaflet, dan penyusunan materi penyuluhan oleh tim penyuluh. Peserta penyuluhan adalah siswa SMA AL Qur’an Malahayati Bandar Lampung, dengan jumlah peserta sebanyak 37 orang. Kegiatan dilaksanakan di SMA Al Quran Malahayati Bandar Lampung pada tanggal 14 Januari 2025. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengambilan data nilai pengetahuan peserta terkait pencegahan penyakit tuberkulosis paru, baik sebelum maupun sesudah penyuluhan.Hasil: Peserta penyuluhan terbanyak adalah laki-laki (83,8%). Selain itu, kelompok usia terbanyak dari peserta penyuluhan adalah 16 tahun (64,9%). Sebelum kegiatan penyuluhan, dari 37 orang peserta penyuluhan, mayoritas peserta (56,8 %) memiliki pengetahuan sedang. Setelah dilakukan kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan, didapatkan bahwa mayoritas peserta (94,6%) memiliki pengetahuan yang  baik tentang cara mencegah penyakit tuberkulosis.Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan mengenai upaya pencegahan tuberkulosis paru kepada para siswa SMA Al Qur’an Malahayati, berjalan dengan baik. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang pencegahan penyakit tuberkulosis paru.Kata Kunci: penyuluhan, promosi kesehatan, tuberkulosis paru ABSTRACTIntroduction: Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that attacks the lungs and bronchi. Tuberculosis is one of the 10 major chronic infectious diseases that cause poor health and death worldwide. Indonesia is ranked third in the world after India and China. Member countries of the United Nations (UN) and the World Health Organization (WHO) have committed to ending the global tuberculosis epidemic by 2030. In Lampung Province, tuberculosis cases are still quite high, recorded in 2022 the number of pulmonary tuberculosis sufferers was 17,946 cases. Actions taken by individuals are also significantly related to the incidence of tuberculosis. Health education in efforts to prevent tuberculosis is important to be carried out to the community.Objective: This health promotion activity aims to increase the knowledge and understanding of adolescents in preventing pulmonary tuberculosisMethod: Health promotion activities are carried out through counseling through direct face-to-face meetings. The activity began with the preparation of banners, leaflets, and the preparation of counseling materials by the counseling team. The counseling participants were students of SMA AL Qur'an Malahayati Bandar Lampung, with a total of 37 participants. The activity was carried out at SMA Al Quran Malahayati Bandar Lampung on January 14, 2025. Evaluation of the activity was carried out by collecting data on the knowledge values of participants regarding the prevention of pulmonary tuberculosis, both before and after the counseling.Results: The majority of counseling participants were male (83.8%). In addition, the largest age group of counseling participants was 16 years old (64.9%). Before the counseling activity, out of 37 counseling participants, the majority of participants (56.8%) had moderate knowledge. After health promotion activities in the form of counseling, it was found that the majority of participants (94.6%) had good knowledge about how to prevent tuberculosis.Conclusion: Counseling activities on efforts to prevent pulmonary tuberculosis to students of SMA Al Qur'an Malahayati went well. Counseling activities have a positive impact on increasing the knowledge of counseling participants about preventing pulmonary tuberculosis. Keywords: counseling, health promotion, pulmonary tuberculosis
Hubungan Kadar Kreatinin Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Bintang Amin Saputra, Muhamad Nicolas; Alfarisi, Ringgo; Fitriani, Dita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20259

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan kondisi progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap, yang berkontribusi terhadap berbagai komplikasi, termasuk anemia. Anemia pada PGK disebabkan oleh defisiensi eritropoietin yang diproduksi oleh ginjal, yang berdampak pada penurunan kadar hemoglobin. Selain itu, kreatinin sebagai produk sampingan metabolisme otot menjadi salah satu parameter dalam menilai fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar kreatinin dan kadar hemoglobin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 88 orang merupakan pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Bintang Amin pada tahun 2024. Data kadar kreatinin dan hemoglobin diperoleh melalui rekam medis. Analisis statistik menggunakan korelasi pearson-test untuk menilai hubungan antara kadar kreatinin dan hemoglobin. Rerata kadar kreatinin yaitu sebesar 9,082 mg/dL dengan nilai kadar minimal 2,4 mg/dL dan nilai kadar maksimal yaitu 30,3 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin yaitu sebesar 8,595 g/dL, dengan nilai kadar minimal yaitu 5,5 g/dL dan nilai kadar maksimal yaitu 13,6 g/dL.Hasil analisis bivariat menggunakan pearson-test tidak mendapatkan hubungan antara kadar kreatinin terhadap kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (p-value = 0,950). Tidak terdapat hubungan antara kadar kreatinin terhadap kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisas di Rumah Sakit Bintang Amin.
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap penerimaan masyarakat terhadap program vaksinasi covid-19 Yunus, Muhamad; Alfarisi, Ringgo; Faric, Achmad; Kustiwa, Dea Rahma
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.130

Abstract

Pendahuluan: Pandemi Covid-19 merupakan wabah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Vaksin Covid-19 merupakan salah satu upaya menangani Covid-19.Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu kabupaten dengan capaian vaksinasi Covid-19 terendah di provinsi banten. Berdasarkan hasil wawancara presurvey di Kabupaten Pandeglang dengan 30 responden didapatkan hasil bahwa 8 orang diantaranya tidak mau menerima vaksinasi Covid- 19, kemudian hanya 6 dari 30 orang tersebut yang bersedia melanjutkan untuk menerima vaksinasi lengkap, sampai vaksinasi booster dosis ketiga. Berbagai alasan dari responden menyatakan bahwa tidak percaya akan manfaatnya, sebagian juga menyatakan enggan melanjutkan vaksinasi Covid-19 karena banyaknya pemberian dosis vaksin. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap penerimaan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pandeglang tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian observasional, analitik cross-sectional. Populasi adalah seluruh masyarakat Kabupaten Pandeglang yang berusia ≥18 - ≤55 tahun.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 230 responden. Persentase jumlah masyarakat dengan sikap negatif sebanyak 52,2% dan responden dengan sikap positif sebanyak 47,8%. Hasil: Didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 adalah jenis kelamin (p value = 0,002), usia (p value = 0,000), pekerjaan (p value = 0,000), dan pengetahuan (p value = 0,007) sedangkan yang tidak ada hubungannya yaitu pendidikan (p value = 1,000). Simpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pengetahuan.
Co-Authors Ade Utia Detty Adlina, Dina Ageel Al-Aziz Marjaen Ahmad Yunus Feryaldi Ajeng Febiyola Amelya, Arta Amizora, Dayu Andayani, Heny Tri Andi Adam Firdaus Anggunan Anggunan Arani, Devi Arief Effendi Arti Febriyani Hutasuhut Astri Pinilih Aswedi Putra Audrieas, Aina Bambang Kurniawan Buldani, Aang Carolina, Wina Cindy Tiara Dalfian, Dalfian Dewi Lutfianawati, Dewi Diksa, Putri Amsa Tiara Dininta, Gilang Fitra Dito, Muhammad Farhan Dyah aulia Pratiwi Dzikra, Farhan Adz Edho Nugroho Eka Nurwidyasari Eka Silvia Eksa, Dwi Robbiardy Fahrurozi, Fahrurozi Faric, Achmad Farich, Achmad Fatah Satya Wibawa Fatresia, Wanda Festy Ladyani Mustofa Fitri Chintiyani Fitriani, Dita Haerullah, Diar Muhamad Haerulloh, Diar Muhamad Hamda, Chania Nahdlatul Hermawan, Dessy Hermawati, Diana Hetti Rusmini Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Ika Artini Irna Anggraeni Itsna Annisa Joan Willy Joan Willy Jordy Oktobiannobel Kurniati, Mala Kustiwa, Dea Rahma Lestari, Sri Maria Puji Liana, Dwi Febi Marisa Anggraini Megarahayu, Soelastika Meylany, Adella Safita Mizar Eranto Mizar Erianto Mizar Erianto Mizar Eriantono Muhamad Yunus Muhammad Alva Rizqy Muhammad Fikri Mustaghfirin Muhammad Yunus Nabila Permatasari Nia Triswanti Nopi Sani Nopi Sani Novaliana, Chintia Nucky Nurhikmah Rahman Nurfitri, Ade Clara nurmalasari, yesi Oktarina, Silvia Hakiki Prambudi Rukmono Pratama, Sigit Prayoga Perdana Purwaningrum, Ratna Putri Nur Oktavia Jauhari Putri, Asri Mutiara Putri, Puput Ayu Ramdhani, Dita Nurul Regi Indra Permana Reni Setiawati, Octa Reno Reno Resti Arania Rina Kirwiastiny Safyira, Cut Lailan Sailurrahmah Al Haq Taufiq Saputra, Muhamad Nicolas Selvia Anggraeni, Selvia Septi Auliza Refolinda Septiana Damayanti Siti Afta Maharani Siti Rifdah Rihadah Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Syarif Hidayatulloh Malik Syawalia Kartika Syifa Nabilla Tan'im Tan'im Teddy, Teddy Tri Wibowo Julianto Triana, Muhamad Afgan Triana, Muhammad Afgan Tusy Triwahyuni Upik Pebriyani Vira Sandayanti Wahyu Karhiwikarta Wahyu Wijaya Wanda Fatresia Wenikasari, Anggun Wisnu Galih Prayoga Woro Pramesti Wulandari, Mardheni Yuniastini Yuniastini Yunita Sari Tanjung