Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK Irna Anggraeni; Ringgo Alfarisi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i3.509

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II adalah penyakit metabolik menahun ditandai dengan kadar gula darah tinggi. DM tipe II merupakan masalah kesehatan di dunia dan juga di Indonesia.Di dunia, diperkirakan 371 juta jiwa terkena DM dan 95% diantaranya menderita DM tipe II. Selama ini banyak pasien DM tipe II yang selalu fokus terhadap pengobatan farmakologi dalam menurunkan kadar gula darahnya. Banyak pasien DM tipe II tidak memperhatikan pengobatan non-farmakologi yaitu melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian diketahui hubungan aktifitasfisik dengan kadar gula darah puasa pada pasien DM tipe II di RSUD.H.Abdul Moeloek BandarLampung bulan Januari tahun 2018. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel penelitian 60 orang pasien DM tipe II yang diperoleh di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Januari 2018. Analaisi data Somers’d. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah puasa pada pasien DM tipe II dengan p= 0,001. Dapat disimpulkan adanya hubungan aktivitas fisik dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien DM tipe II.Disarankan pasien DM tipe II secara rutin untuk melakukan kegiatan fisik setiap hari
Penyuluhan Edukasi Stunting Balita Pada Masa Pandemi Covid19 Di Posyandu Melati II Kecamatan Suka Jawa Dwi Robbiardy Eksa; Itsna Annisa; Ringgo Alfarisi; Jordy Oktobiannobel; Nopi Sani; Sri Maria Puji Lestari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3697

Abstract

ABSTRAK Di negara berkembang stunting menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Stunting disebabkan kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis. Kurang nya pengetahuan orang tua akan sangat berpengaruh pada asupan gizi anak. Oleh karenanya diperlukan upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita baik secara langsung (intervensi gizi spesifik) maupun secara tidak langsung yang melibatkan lintas sektor dan masyarakat dalam penyediaan pangan, air bersih dan sanitasi, penangulangan kemiskinan, pendidikan, sosial dan sebagainya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para orang tua betapa penting nya menjaga asupan gizi anak- anak bahkan pada saat kehamilan untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan kepada orang tua balita yang melaksanakan posyandu di Posyandu Melati 2 Kecamatan Sukajawa mengenai pentingnya me-monitoring tumbuh kembang anak dengan cara rutin memeriksakannya ke posyandu untuk melihat ada tidaknya resiko terjadinya stunting pada balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2020 di Posyandu Melati 2 Kecamatan Sukajawa. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan wawasan orang tua tentang pentingnya pemberian nutrisi yang baik serta datang ke posyandu untuk mengukur tinggi badan dan berat badan balita agar dapat memonitoring pertumbuhan anak – anaknya serta mengetahui tanda dan gejala apa saja yang timbul pada stunting pada balita dan bagaimana cara mencegahnya. Kata Kunci: Penyuluhan, Stunting, Balita  ABSTRACT In developing countries stunting is a serious public health problem. Stunting is caused by a lack of nutritional intake for a long time during the first 1000 days of life (DOL) which is a critical period. Lack of parental knowledge will greatly affect children's nutritional intake. Therefore it is necessary to prevent stunting in children under five, either directly (specific nutrition intervention) or indirectly involving cross-sectors and communities in the provision of food, clean water and sanitation, poverty alleviation, education, social, and so on. The purpose of this activity is to increase the knowledge of parents on how important it is to maintain children's nutritional intake even during pregnancy to prevent stunting. The method used in this activity is counseling parents of toddlers who carry out posyandu at Posyandu Melati 2, Sukajawa District regarding the importance of monitoring children's development and development by routinely checking them at the posyandu to see if there is a risk of stunting in toddlers. This activity was held on December 22, 2020, at Posyandu Melati 2, Sukajawa District. The result of this activity is the increased knowledge and insight of parents about the importance of providing good nutrition and coming to the posyandu to measure the height and weight of toddlers so that they can monitor the growth of their children and know what signs and symptoms arise in stunting in toddlers How to prevent. Keywords: Penyeluhan, Stunting, Toddler
Penyuluhan Tentang COVID-19 Pada Masyarakat di Puskesmas Rawat Inap Way Halim II Bandar Lampung Nopi Sani; Wisnu Galih Prayoga; Nia Triswanti; Ringgo Alfarisi; Jordy Oktobiannobel; Hetti Rusmini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3689

Abstract

ABSTRAK Dalam kehidupan era globalisasi saat ini terjadi suatu wabah yaitu pandemi COVID-19 dimana munculnya patogen baru yang berkembang secara  pesat. COVID - 19 dapat menyebar dari orang ke orang terutama ketika orang yang terinfeksi melakukan kontak dekat dengan orang lain. Salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 adalah dengan melakukan pencegahan COVID-19 yang diperlukan pemahaman dan pengetahuan serta perilaku yang baik dan benar dari seluruh elemen termasuk anggota masyarakat.Tujuan kegiatan penyuluhan ini untuk menambah wawasan serta pengetahuan bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan perlindungan diri serta menjalankan protokol kesehatan selama masa pandemik COVID-19. Kegiatan ini dilakukan di Puskesmas Rawat Inap Way Halim II Bandar Lampung. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan tentang COVID-19. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah didapatkan peningkatan pengetahuan tentang COVID-19 sebanyak 90%. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan guna menjalankan menjalankan kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Penyuluhan, COVID-19, Protokol Kesehatan  ABSTRACT In the current era of globalization, an epidemic has occurred, namely the COVID-19 pandemic, in which the emergence of new pathogens is developing rapidly. COVID-19 can spread from person to person especially when an infected person comes into close contact with other people. One of the efforts to break the chain of the spread of COVID-19 is to prevent COVID-19 which requires good and correct understanding and knowledge and behavior from all elements including members of the community. The purpose of this outreach activity is to add insight and knowledge for the community and to increase awareness community to make efforts to prevent and protect themselves and to carry out health protocols during the COVID-19 pandemic. This activity was carried out at the Way Halim II Community Health Center. This activity begins with asking questions about knowledge about COVID-19. Followed by providing material using power points and giving leaflets. The result of this activity was a 90% increase in knowledge about COVID-19. This activity is the first step to increase knowledge in order to carry out daily life. Key Words : Counseling, COVID-19, Health Protocol
STATUS GIZI IBU HAMIL DAPAT MENYEBABKAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Ringgo Alfarisi; Yesi Nurmalasari; Syifa Nabilla
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i3.1404

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia. Stunting merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Prevalensi stunting balita tahun 2017 di Kabupaten Lampung Tengah tertinggi di Provinsi Lampung. Banyak faktor yang menyebabkan kejadian stunting padabalita. Salah satu faktor yang mempengaruhi di antaranya status gizi ibu selama kehamilan yang di lihat dari status pengukuran lingkar lengan atas di trimester. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah Tahun 2019. Desain studi yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 237 ibu yang membawa buku KIA di Desa Mataram Ilir beserta anaknya. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan dengan nilai signifikansi p= 0,005. Status gizi ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan terbukti terdapat hubungan secara signifikan. Kata Kunci : Status Gizi Ibu, Kehamilan, Stunting.
PERBEDAAN NILAI VO2 MAX ANTARA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER NORMAL WEIGHT DENGAN UNDERWEIGHT DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI MARET TAHUN 2018 Sri Maria Puji Lestari; Edho Nugroho; Ringgo Alfarisi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.882

Abstract

Latar Belakang: Kesegaran jasmani diukur dengan menilai perubahan ambilan Oksigen (O2) maksimum (VO2 max), yang berhubungan langsung dengan frekuensi, durasi dan intensitas olahraga. Pengukuran VO2 max memerlukan analisis udara ekspirasi yang dikumpulkan saat subjek melakukan olahraga. (VO2 max dijadikan ukuran kesegaran jasmani dan kesehatan secara menyeluruh. Satu- satunya predilaktor terbaik untuk mengetahui kapasitas kerja seseorang adalah penentuan konsumsi oksigen maksimum atau VO2 max.VO2Max ditentukan oleh status gizi terutama oleh cadangan energi dan fungsi mitokondria. Pada orang dengan berat badan kurang terjadi kekurangan energi yang terpenuhi untuk proses glukoneogenesis. Hal ini akan menurunkan aktivitas fisik sehingga kemampuan VO2Max akan turun. Selain penurunan kemampuan fisik, orang dengan berat badan kurang juga mengalami penurunan metabolisme basal sebesar 30% dan kecepatan reaksi sel serta penurunan proses fosforilasi oksidatif. Penurunan kecepatan reaksi sel dan proses fosforilasi oksidatif akan mengakibatkan penurunan kemampuan beradaptasi pada keadaan hipoksia yang dapat terjadi saat aktivitas dalam intensitas lama dan maksimum, sehingga nilai VO2Max menjadi lebih rendah.Tujuan:Mengetahui perbedaan nilai VO2 max pada mahasiswa program studi pendidikan dokter normal weight dan underweight.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini analitik komparatifdengan pendekatan cross sectional dan teknik samplingmenggunakan purposive sampling didapatkan sebanyak 25 respondennormal weight dan 25 sampel respondenunderweight sebagai kontrol. Pengambilan data dimulai pada bulan Maret 2018. Data yang digunakan yaitu data primer berupa kapasitas VO2 Max yang diukur menggunakan metode cooper test. Data dievaluasi dengan ujiIndependent T-Test.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rerata nilai VO2 Max antara mahasiswa program studi pendidikan dokter normal weight (37,29 mL/kgBB/menit) dan mahasiswa program studi pendidikan dokter underweight (30,66 mL/kgBB/menit). Pada ujiIndependent T-test nilai p yang diperoleh sebesar 0,001 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai VO2 Max mahasiswa program studi pendidikan dokter yang normal weight lebih tinggi dibandingkan mahasiswa program studi pendidikan dokter yang underwieight di Universitas Malahayati Bandar Lampung.Kesimpulan: Terdapat perbedaan nilai VO2 Max pada mahasiswa program studi pendidikan dokter yang normal weight dan underweight di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung.Kata Kunci     :VO2 Max,Normal Weight,   Underweight
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN DAN LOKASI FRAKTUR DENGAN LAMA PERAWATAN PADA PASIEN FRAKTUR TERBUKA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 Ringgo Alfarisi; Siti Rifdah Rihadah; Anggunan Anggunan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.138 KB) | DOI: 10.33024/.v5i4.970

Abstract

Fraktur lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun. Selain itu, fraktur yang sering terjadi adalah fraktur dengan lokasi fraktur pada ekstemitas atas dan vertebra. Terdapat faktor-faktor yang berhubungan dalam proses lama perawatan atau lama rawat pada pasien fraktur. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, lokasi fraktur dengan lama perawatan pada pasien fraktur terbuka di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sekunder atau Rekam Medik. Populasi pasien fraktur terbuka di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan persentase (%) dan analisis bivariat dengan Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ditemukan adanya hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan lama perawatan pada pasien fraktur terbuka dengan p-valuenya 0,184 dan p-valuenya 0.170. Namun demikian, ditemukan hubungan lokasi fraktur dengan lama perawatan pasien fraktur terbuka dengan p-value 0.028. Terdapat hubungan antara lokasi fraktur dengan lama perawatan pada pasien fraktur terbuka, sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan lama perawatan pada pasien fraktur.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PEMAKAI LENSA KONTAK DENGAN KEJADIAN IRITASI MATA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2015 Ringgo Alfarisi; Reno Reno
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.627 KB) | DOI: 10.33024/.v5i2.793

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan adalah hasil penginderaan seseorang terhadap suatu objek tertentu, dan terjadi melalui panca indera yang dimilikinya (penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba). Iritasi mata adalah rasa tidak nyaman yang superfisial, biasanya terjadi akibat kelainan di permukaan mata. Kejadian iritasi mata merupakan salah satu komplikasi yang sering dijumpai pada pemakai lensa kontak.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan pemakai lensa kontak dengan kejadian iritasi mata pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2015.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel sebanyak 45 sampel dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian : Didapatkan pemakai lensa kontak dengan pengetahuan kurang baik 17 orang (37,8%) dan pengetahuan baik 28 orang (62,2%). Kejadian iritasi mata didapatkan tidak iritasi mata 26 orang (57,8%) dan iritasi mata 19 orang (42,2%).Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan pemakai lensa kontak kejadian iritasi mata (p=0,003).
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KETAHANAN KARDIORESPIRASI DIUKUR DARI VO2MAX PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Ringgo Alfarisi; Prayoga Perdana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.817 KB) | DOI: 10.33024/.v4i2.773

Abstract

Latar Belakang : Ketahanan kardiorespirasi adalah kapasitas maksimal untuk menghirup, menyalurkan dan menggunakan oksigen. Kualitas daya tahan paru-jantung dinyatakan dalam VO2max dan merupakan salah satu komponen dari kebugaran jasmani. Indikator kesehatan yang harus diperhatikan selain kebugaran jasmani adalah berat badan ideal. Berat badan normal orang dewasa biasanya dinilai dari indeks massa tubuh.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan ketahanan kardiorespirasi diukur dari VO2max dengan metode Harvard Step Test pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun 2016.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 107 orang. Cara pengambilan sampel dengan tekniksimple random sampling. Analisis data bivariat yang digunakan adalah uji korelasi Spearman.Hasil : Hasil perhitungan didapatkan nilai korelasi Spearman = -0,431 dan nilai p= 0,000. Hal ini berarti ada hubungan negatif antara IMT dengan Ketahanan kardiorespirasi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun 2016.Kesimpulan : Ada hubungan IMT terhadap ketahanan kardiorepirasi diukur dari VO2max dengan metode Harvard Step Test pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun 2016.
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PASIEN OSTEOARTRITIS DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Ringgo Alfarisi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.534 KB) | DOI: 10.33024/.v5i1.783

Abstract

Latar Belakang : Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Salah satu faktor resiko OA adalah berat badan. Oleh karena itu untuk memantau status berat badan orang dewasa digunakan indeks massa tubuh (IMT). Indeks massa tubuh merupakan parameter yang paling banyak digunakan dalam menentukan kriteria proporsi tubuh. Dengan indeks massa tubuh diketahui apakah berat badan seseorang dinyatakan kurus, normal dan gemuk. Kelebihan berat badan dianggap sebagai salah satu faktor yang meningkatkan intensitas nyeri yang dirasakan pasien OA.Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan intensitas nyeri berdasarkan indeks massa tubuh pada pasien osteoartritis di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2017Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 61 pasien osteoartritis yang diambil dengan tehnik Purpossive Sampling. Data diperoleh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk indeks massa tubuh dan wawancara kuesioner NRS untuk intensitas nyeri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dengan program SPSS.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik Mann Whitney diperolen nilai p = 0,001  (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan intensitas nyeri antara kelompok responden dengan Indeks Massa Tubuh lebih dari rata-rata dan kelompok responden dengan Indeks Massa Tubuh di bawah sama dengan rata-rata.Kesimpulan : Terdapat perbedaan tingkat intensitas nyeri berdsarkan indeks massa tubuh pada pasien Osteoartritis di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017 
PENGARUH BISING MESIN GILING TERHADAP FUNGSI PENDENGARAN PADA PEKERJA DI PTPN 7 PEWA NATAR, LAMPUNG SELATAN fatah Satya Wibawa; Ringgo Alfarisi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.511 KB) | DOI: 10.33024/.v1i3.674

Abstract

Latar Belakang, Kebisingan adalah terjadinya bunyi yang tidak dikehendaki sehingga mengganggu atau membahayakan kesehatan.1 Pengaruh bising pada pekerja yaitu pengaruh Auditorial berupa tuli akibat bising (Noise Induced Hearing Loss/NIHL) dan umumnya terjadi pada lingkungan kerja dengan tingkat kebisingan tinggi.4 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh bising mesin giling terhadap fungsi pendengaran pada pekerja di PTPN 7 Pewa Natar, Lampung Selatan. Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan secara cross sectional yaitu variabel bebas dan variabel terikat diobservasi hanya sekali pada saat yang sama. Populasi dari penelitian ini adalah semua pekerja di bagian mesin giling atau pengolahan di PTPN 7 Pewa Natar, Lampung Selatan. Jumlah sampel 77 orang yang diambil dengan metode purposive sampling dari seluruh populasi yang ada sebanyak 97 orang. Data diperoleh menggunakan alat ukur garpu tala. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Chi Square. Hasil Penelitian Gangguan fungsi pendengaran rata – rata terjadi pada pekerja yang bekerja di lingkungan kerja dengan intensitas tinggi sebesar 94,7 %, dan pekerja yang terpajan bising lama sebesar 68,5 %. Ada hubungan yang bermakna antara intensitas kebisingan, lama pajanan bising dengan terjadinya gangguan fungsi pendengaran. Kesimpulan Ada hubungan yang bermakna antara intensitas kebisingan, lama pajanan bising dengan terjadinya gangguan fungsi pendengaran.
Co-Authors Ade Utia Detty Adlina, Dina Ageel Al-Aziz Marjaen Ahmad Yunus Feryaldi Ajeng Febiyola Amelya, Arta Amizora, Dayu Andayani, Heny Tri Andi Adam Firdaus Anggunan Anggunan Arani, Devi Arief Effendi Arti Febriyani Hutasuhut Astri Pinilih Aswedi Putra Audrieas, Aina Bambang Kurniawan Buldani, Aang Carolina, Wina Cindy Tiara Dalfian, Dalfian Dewi Lutfianawati, Dewi Diksa, Putri Amsa Tiara Dininta, Gilang Fitra Dito, Muhammad Farhan Dyah aulia Pratiwi Dzikra, Farhan Adz Edho Nugroho Eka Nurwidyasari Eka Silvia Eksa, Dwi Robbiardy Fahrurozi, Fahrurozi Faric, Achmad Farich, Achmad Fatah Satya Wibawa Fatresia, Wanda Festy Ladyani Mustofa Fitri Chintiyani Fitriani, Dita Haerullah, Diar Muhamad Haerulloh, Diar Muhamad Hamda, Chania Nahdlatul Hermawan, Dessy Hermawati, Diana Hetti Rusmini Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Ika Artini Irna Anggraeni Itsna Annisa Joan Willy Joan Willy Jordy Oktobiannobel Kurniati, Mala Kustiwa, Dea Rahma Lestari, Sri Maria Puji Liana, Dwi Febi Marisa Anggraini Megarahayu, Soelastika Meylany, Adella Safita Mizar Eranto Mizar Erianto Mizar Erianto Mizar Eriantono Muhamad Yunus Muhammad Alva Rizqy Muhammad Fikri Mustaghfirin Muhammad Yunus Nabila Permatasari Nia Triswanti Nopi Sani Nopi Sani Novaliana, Chintia Nucky Nurhikmah Rahman Nurfitri, Ade Clara nurmalasari, yesi Oktarina, Silvia Hakiki Prambudi Rukmono Pratama, Sigit Prayoga Perdana Purwaningrum, Ratna Putri Nur Oktavia Jauhari Putri, Asri Mutiara Putri, Puput Ayu Ramdhani, Dita Nurul Regi Indra Permana Reni Setiawati, Octa Reno Reno Resti Arania Rina Kirwiastiny Safyira, Cut Lailan Sailurrahmah Al Haq Taufiq Saputra, Muhamad Nicolas Selvia Anggraeni, Selvia Septi Auliza Refolinda Septiana Damayanti Siti Afta Maharani Siti Rifdah Rihadah Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Syarif Hidayatulloh Malik Syawalia Kartika Syifa Nabilla Tan&#039;im Tan&#039;im Teddy, Teddy Tri Wibowo Julianto Triana, Muhamad Afgan Triana, Muhammad Afgan Tusy Triwahyuni Upik Pebriyani Vira Sandayanti Wahyu Karhiwikarta Wahyu Wijaya Wanda Fatresia Wenikasari, Anggun Wisnu Galih Prayoga Woro Pramesti Wulandari, Mardheni Yuniastini Yuniastini Yunita Sari Tanjung