Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan usia dan pengetahuan dengan persepsi petugas kesehatan terhadap vaksinasi Covid-19 Yunus, Muhammad; Alfarisi, Ringgo; Hermawan, Dessy; Megarahayu, Soelastika
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 2 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i2.1122

Abstract

Background : Covid-19 is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus, and is declared a pandemic. The Covid-19 outbreak is spreading very fast. The development of a Covid-19 vaccine is an approach to dealing with the SARS-CoV-2 outbreak. From the Covid-19 vaccination program carried out, perception is fundamental to the acceptance and assessment of the vaccinations carried out. There are several factors that can influence perception including internal factors, external factors, functional factors (knowledge, age), situational factors, structural factors, and personal factors. Purpose: This study aims to determine the relationship between age and knowledge with the perception of health workers on Covid-19 vaccination in Cilamaya Kulon District, Karawang Regency. Methods: This type of research uses quantitative analytical research with a cross sectional approach. The sample used is health workers who work in the work area of Cilamaya Kulon District, Karawang Regency with as many as 87 people. Result: The percentage of health workers with positive perceptions is 52.9%. Health workers aged less than 45 years were 67.8%. And good knowledge of 52.9%. Based on the Chi-Square test, the relationship between age and perception of the Covid-19 vaccination obtained a P value of 0.436. Meanwhile, on the relationship between knowledge and perception of Covid-19 vaccination, a P value of 0.612 was obtained. Conclusion :There was no relationship between age and perception of Covid-19 vaccination and there was no relationship between knowledge and perception of Covid-19 vaccination in health workers. Keyword: Covid-19; Knowledge; Perception; Healthcare Workers; Age; Covid-19 Vaccination.   Pendahuluan: Covid-19 penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, dan dinyatakan sebagai pandemi. wabah Covid-19 menyebar sangat cepat. Pengembangan vaksin Covid-19 menjadi pendekatan untuk mengatasi wabah SARS-CoV-2.Dari program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan, persepsi merupakan hal mendasar atas peneriman dan penilaian terhadap vaksinasi yang dilakukan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi persepsi diantaranya faktor internal, faktor eksternal, faktor fungsional (pengetahuan, usia), faktor situasional, faktor struktural, dan faktor personal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia dan pengetahuan dengan persepsi petugas kesehatan terhadap vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah petugas kesehatan yang bekerja di wilayah kerja Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang dengan sebanyak 87 orang. Hasil :Persentase petugas kesehatan dengan persepsi positif sebanyak 52,9%. Petugas kesehatan yang berusia kurang dari 45 tahun sebanyak 67,8%. Dan pengetahuan yang baik sejumlah 52,9%. Berdasarkan uji Chi-Square hubungan usia dengan persepsi terhadap vaksinasi Covid-19 didapatkan nilai Pvalue 0,436. Sedangkan pada hubungan pengetahuan dengan persepsi terhadap vaksinasi Covid-19 didapatkan nilai P value 0,612. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia dengan persepsi terhadap vaksinasi Covid-19 dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan persepsi terhadap vaksinasi Covid-19 pada petugas kesehatan. Kata Kunci: Covid-19; Pengetahuan; Persepsi; Petugas Kesehatan; Usia; Vaksinasi Covid-19.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 meski telah diberikan vaksinasi Yunus, Muhamad; Alfarisi, Ringgo; Reni Setiawati, Octa; Carolina, Wina
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.223

Abstract

Pendahuluan: Pengembangan vaksinasi covid-19 dilapangan banyak mendapat respon, tiga jenis sikap kelompok masyarakat terhadap vaksinasi, penerima vaksin, kelompok ragu-ragu, dan kelompok penolak vaksin. Keragu-raguan muncul ketika vaksin yang diperkenalkan kefektifan dan potensi keamanannya masih samar, penerima vaksin akan terjadi apabila ada rasa puas tidak tertular, kemudahan mencari layanan dan biaya yang lebih tinggi dari yang diharapkan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan persepsi petugas kesehatan yang terpapar covid-19 meski telah di berikan vaksinasi di Puskesmas Padarincang Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Provinsi Banten tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik dan dengan menggunakan mode cross sectional, untuk alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuisioner, serta untuk sampel teknik yang digunakan yaitu teknik total quota Sampling. Hasil: Hubungan regresi ganda antara pengetahuan, sikap, sumber informasi dan pengalaman terhadap persepsi tenaga kesehatan tentang vaksinasi Covid-19 di dapat hasil nilai p-value < 0,25 yaitu sumber informasi, sedangkan p-value dengan> 0,25 yaitu pengetahuan, sikap dan pengalaman. Simpulan: Ada  hubungan pengetahuan,  sikap, pengalaman dan sumber informasi dengan persepsi petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 meski telah menerima vaksinasi di Puskesmas Padarincang Kecamatan Padarincang Kabupaten Serangtahun 2021.
Perbedaan Jumlah Eritrosit Sebelum dan Sesudah Hemodialisa pada Pasien Laki-Laki dengan Gagal Ginjal Kronik Fatresia, Wanda; Wulandari, Mardheni; Alfarisi, Ringgo; Hidayat, Hidayat
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3406

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah kerusakan struktur atau fungsi ginjal selama tiga bulan atau lebih yang membuat ginjal tidak dapat bekerja dengan baik, salah satunya dalam memproduksi hormon pembentukkan eritrosit. Pasien yang mengalami gagal ginjal kronik akan dirutinkan untuk melakukan terapi pengganti salah satu fungsi ginjal yaitu melalui prosedur hemodialisa. Secara umum, sebagian besar parameter hematologi berubah setelah prosedur hemodialisa karena dampaknya pada sistem ginjal dan produksi sel darah merah. Penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dapat mengalami perubahan pada jumlah eritrosit. Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan jumlah eritrosit tersebut meliputi kehilangan darah selama proses dialisis, anemia akibat pengenceran darah selama proses, kerusakan sel darah merah, maupun kekurangan hormon eritropoetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan jumlah eritrosit pada sampel darah pasien gagal ginjal kronik sebelum dan sesudah proses hemodialisa. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional melalui pemeriksaan data rekam medik. Populasi dalam penelitian ini adalah 46 pasien gagal ginjal kronik yang sedang atau akan melakukan terapi hemodialisa di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2023. Pengambilan jumlah sampel rekam medik menggunakan metode total sampling.
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI BANDAR LAMPUNG Putri, Puput Ayu; Putri, Asri Mutiara; Alfarisi, Ringgo; Anggraini, Marisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12862

Abstract

Abstrak: Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Kedokteran Dalam Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka Di Bandar Lampung. Mahasiswa kedokteran merupakan populasi yang rentan mengalami permasalahan psikologis. Dalam dunia pendidikan, mahasiswa kedokteran melalui pembelajaran yang tergolong cukup padat dengan banyaknya kegiatan diskusi dan praktikum. Hal ini menjadi stressor yang menekan bagi mahasiswa dikarenakan banyak mahasiswa kedokteran yang mengalami stres, cemas, depresi, bahkan beberapa ada yang sampai menunjukkan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa kedokteran memiliki subjective well-being yang rendah. Faktor yang dapat mempengaruhi tingkat subjective well-being seseorang adalah perilaku makan. Kebiasaan makan adalah perilaku individu/sekelompok individu untuk memenuhi kebutuhan pangan yang meliputi sikap, keyakinan dan pilihan makanan. Minat makan di luar dan mengunjungi restoran cepat saji kian semakin meningkat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Mahasiswa memiliki perilaku makan yang tidak konsisten akan memiliki psychological subjective well-being yang rendah dan memiliki perilaku makan yang tidak sehat. Tujuannya untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dengan subjective well-being pada mahasiswa kedokteran. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa kedokteran di Bandar Lampung. Alat ukur yang digunakan adalah data demografi mahasiswa dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Eating Habits Quetionnaire (EHQ). Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat kebiasaan makan rendah (81,3%) dan subjective well-being rendah (42,4%). Hasil analisis korelasi kebiasaan makan dengan subjective well-being didapatkan p-value 0,332. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan makan dengan subjective well-being pada mahasiswa sarjana pendidikan dokter dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di Bandar Lampung. 
Hubungan Aktifitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Karyawan Di Universitas Malahayati Bandar Lampung Triana, Muhamad Afgan; Alfarisi, Ringgo; Anggraeni, Selvia; Teddy, Teddy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.14996

Abstract

Tingkat prevalensi hipertensi di provinsi Lampung, yang berada pada angka 29,94%, menempatkannya di peringkat 16 di antara provinsi-provinsi lainnya. Hipertensi telah dikaitkan dengan berbagai faktor risiko, termasuk kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat mengurangi risiko hipertensi melalui beberapa mekanisme, termasuk adanya resistensi dalam pembuluh darah, gangguan regulasi fungsi sistem saraf simpatik, dan adanya sistem renin-angiotensin.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 139 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang sudah dipilih melalui metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung terkait penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pengukuran funbgsi kognitif. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis laki-laki (61.0%), kelompok usia dewasa muda (20-44 tahun) (79.0%), berependidikan SMA (54.0%), dan bekerja sebagai karyawan administrasi di Universitas Malahayati Bandar Lampung (45.0%). Didapatkan sebagian besar aktivitas fisik  responden ada pada kelompok sedang (79.0%). Didapatkan sebagian besar tekanan darah responden tidak mengalami hipertensi (82.0%). Ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada Karyawan di Universitas Malahayati Bandar Lampung (p–value = 0.021 : OR = 4.24). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah.
Analisis Perbedaan Tekanan Darah Berdasarkan Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Kelompok Geriatri Penderita Hipertensi Alfarisi, Ringgo; Diksa, Putri Amsa Tiara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.12162

Abstract

ABSTRACT Hypertension is the most common disease in the geriatric group. Various data shows that hypertension sufferers' awareness of taking medication is still not optimal. Non-compliance with taking antihypertensive medication can result in the patient's blood pressure not being controlled. This study aims to determine whether there are differences in blood pressure based on the level of adherence to taking medication in the geriatric group with hypertension. The type of research used in this research is quantitative with an observational analytical research design and a cross sectional approach. The population of this study were all hypertension sufferers at the Amanah Elderly Posyandu, Dwi Karya Mustika Village, East Mesuji District, Lampung Province, totaling 82 people. The research sampling method used was purposive sampling with a proportionate number, so that a sample of 20 people in the group who adhered to taking medication and 20 people in the group who did not comply with taking medication were obtained. Blood pressure data was obtained through direct measurement, while medication adherence data was obtained through interviews using the MMAS (Modified Morisky Adherence Scale) questionnaire. Analysis of differences between research variables was carried out using the Mann-Whitney test. The results of this study showed that the mean systolic blood pressure of the geriatric group of hypertension sufferers who did not adhere to taking medication (155.5 mmHg) was higher than the mean of the group who adhered to taking medication (139.8 mmHg). Apart from that, it was also found that the mean diastolic blood pressure in the group of geriatrics with hypertension who did not adhere to taking medication (89.3 mmHg) was higher than the mean in the group who adhered to taking medication (83.5 mmHg). Bivariate analysis showed that there was a significant difference between blood pressures. systole of the geriatric group of hypertension sufferers who were compliant with taking medication, and those who were not compliant with taking medication (p value <0.05). Likewise, there was a significant difference between the diastolic blood pressure of the geriatric group of hypertensive sufferers who adhered to taking medication, and those who did not adhere to taking medication (p value <0.05). Keywords: Hypertension, Medication Compliance, Geriatrics ABSTRAK Hipertensi adalah penyakit terbanyak pada kelompok geriatri. Berbagai data menunjukkan bahwa kesadaran penderita hipertensi untuk minum obat masih belum optimal. Ketidakpatuhan dalam mengkonsumsi obat antihipertensi dapat berakibat pada tidak terkontrolnya tekanan darah penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan tekanan darah berdasarkan tingkat kepatuhan minum obat pada kelompok geriatri penderita hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi di Posyandu Lansia Amanah, Desa Dwi Karya Mustika, Kecamatan Mesuji Timur, Provinsi Lampung, berjumlah sebanyak 82 orang. Cara   pengambilan    sampel penelitian yang digunakan  adalah purposive sampling dengan jumlah proportionate, sehingga didapatkan sampel kelompok patuh minum obat sebanyak 20 orang dan kelompok tidak patuh minum obat sebanyak 20 orang. Data tekanan darah didapatkan melalui pengukuran langsung, sedangkan data kepatuhan minum obat didapatkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner MMAS (Modified Morisky Adherence Scale). Analisis perbedaan antar variabel penelitian dilakukan dengan uji Mann-Whitney.  Hasil penelitian ini menunjukkan rerata tekanan darah sistole kelompok geriatri penderita hipertensi yang tidak patuh minum obat (155,5 mmHg) lebih tinggi dibandingkan rerata kelompok yang patuh minum obat (139,8 mmHg). Selain itu, didapatkan juga bahwa rerata tekanan darah diastole kelompok geriatri penderita hipertensi yang tidak patuh minum obat (89,3 mmHg) lebih tinggi dibandingkan rerata kelompok yang patuh minum obat (83,5 mmHg).Analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara tekanan darah sistole kelompok geriatri penderita hipertensi yang patuh minum obat, dengan yang tidak patuh minum obat (p value <0,05). Demikian juga terdapat perbedaan bermakna antara tekanan darah diastole kelompok geriatri penderita hipertensi yang patuh minum obat, dengan yang tidak patuh minum obat (p value <0,05). Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Geriatri
Webinar Edukasi Pencegahan Cedera Olahraga Ruptur Tendon Achilles Alfarisi, Ringgo; Wenikasari, Anggun; Amelya, Arta
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23212

Abstract

Pendahuluan: Pada populasi umum, insidensi ruptur tendon Achilles dilaporkan berkisar 7-13 per 100.000 orang-tahun. Kejadian ruptur tendon Achilles dilaporkan terjadi 73% pada olahraga rekreasional dan 6-18% kasus terjadi pada atlet. Di Amerika Utara, insidensi bervariasi dari 5,5 sampai 9,9 kasus per 100.000 orang, sedangkan di Eropa berkisar 6-37 kasus per 100.000 orang. Studi observasi menunjukkan bahwa 30% individu yang mengalami rupture tendon Acilles dan telah menjalani operasi , tidak dapat kembali melakukan olahraga tertentu.Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga dalam mencegah ruptur tenson AchillesMetode: Kegiatan webinar diawali dengan persiapan pembuatan web banner, bahan kegiatan, dan penyusunan materi penyuluhan oleh tim penyuluh. Peserta penyuluhan adalah anggota keluarga mahasiswa Universitas Malahayati dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah edukasi dan diskusi. Tempat kegiatan penyuluhan adalah di Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengambilan data nilai pengetahuan peserta terkait pencegahan ruptur tendon achilles akibat aktifitas olahraga, baik sebelum maupun sesudah penyuluhanHasil: Peserta penyuluhan terbanyak adalah perempuan (32,0%). Selain itu, pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa (38,0%) dan kelompok usia terbanyak dari peserta penyuluhan adalah dewasa (28,0%).Terjadi peningkatan tingkat pengetahuan peserta terkait pemahaman pengertian (100%), penyebab (100%),dan cara mencegah terjadinya ruptur tendon achilles (96%).Kesimpulan: Kegiatan webinar edukasi ini memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan penyakit rupture tendon Achilles.Kata Kunci: penyuluhan, ruptur tendon Achilles, webinar
Co-Authors Ade Utia Detty Adlina, Dina Ageel Al-Aziz Marjaen Ahmad Yunus Feryaldi Ajeng Febiyola Amelya, Arta Amizora, Dayu Andayani, Heny Tri Andi Adam Firdaus Anggunan Anggunan Arani, Devi Arief Effendi Arti Febriyani Hutasuhut Astri Pinilih Aswedi Putra Audrieas, Aina Bambang Kurniawan Buldani, Aang Carolina, Wina Cindy Tiara Dalfian, Dalfian Dewi Lutfianawati, Dewi Diksa, Putri Amsa Tiara Dininta, Gilang Fitra Dito, Muhammad Farhan Dyah aulia Pratiwi Dzikra, Farhan Adz Edho Nugroho Eka Nurwidyasari Eka Silvia Eksa, Dwi Robbiardy Fahrurozi, Fahrurozi Faric, Achmad Farich, Achmad Fatah Satya Wibawa Fatresia, Wanda Festy Ladyani Mustofa Fitri Chintiyani Fitriani, Dita Haerullah, Diar Muhamad Haerulloh, Diar Muhamad Hamda, Chania Nahdlatul Hermawan, Dessy Hermawati, Diana Hetti Rusmini Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Ika Artini Irna Anggraeni Itsna Annisa Joan Willy Joan Willy Jordy Oktobiannobel Kurniati, Mala Kustiwa, Dea Rahma Lestari, Sri Maria Puji Liana, Dwi Febi Marisa Anggraini Megarahayu, Soelastika Meylany, Adella Safita Mizar Eranto Mizar Erianto Mizar Erianto Mizar Eriantono Muhamad Yunus Muhammad Alva Rizqy Muhammad Fikri Mustaghfirin Muhammad Yunus Nabila Permatasari Nia Triswanti Nopi Sani Nopi Sani Novaliana, Chintia Nucky Nurhikmah Rahman Nurfitri, Ade Clara nurmalasari, yesi Oktarina, Silvia Hakiki Prambudi Rukmono Pratama, Sigit Prayoga Perdana Purwaningrum, Ratna Putri Nur Oktavia Jauhari Putri, Asri Mutiara Putri, Puput Ayu Ramdhani, Dita Nurul Regi Indra Permana Reni Setiawati, Octa Reno Reno Resti Arania Rina Kirwiastiny Safyira, Cut Lailan Sailurrahmah Al Haq Taufiq Saputra, Muhamad Nicolas Selvia Anggraeni, Selvia Septi Auliza Refolinda Septiana Damayanti Siti Afta Maharani Siti Rifdah Rihadah Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Syarif Hidayatulloh Malik Syawalia Kartika Syifa Nabilla Tan&#039;im Tan&#039;im Teddy, Teddy Tri Wibowo Julianto Triana, Muhamad Afgan Triana, Muhammad Afgan Tusy Triwahyuni Upik Pebriyani Vira Sandayanti Wahyu Karhiwikarta Wahyu Wijaya Wanda Fatresia Wenikasari, Anggun Wisnu Galih Prayoga Woro Pramesti Wulandari, Mardheni Yuniastini Yuniastini Yunita Sari Tanjung