Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

RENCANA PENGEMBANGAN STRATEGIS PUSKESMAS TANAH GARAM KOTAMADYA SOLOK TAHUN 2013 Julimar -; Novia Ermanita; Reska Handayani; Indah Mawarti; Melya Karni
Sistem Informasi Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i2.186

Abstract

Mengingat fungsi puskesmas sebagai pusat pengembangan pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan di kecamatan. Puskesmas Tanah Garam merupakan satu dari puskesmas di kota Solok. Berdiri tahun 1975 dengan luas tanah 1010m2, merupakan puskesmas rawat jalan, dan pada bulan april 2002 menjadi puskesmas yang mempunyai fasilitas puskesmas rawat inap. Selain itu, di Puskesmas rawat inap juga mempunyai 1 orang tenaga spesialis anak. Semenjak berdirinya Puskesmas ini telah dipimpin oleh beberapa orang dokter. Perencanaan strategis merefleksikan penekanan terhadap elemen – elemen pemasaran. Artinya, proses manajerial untuk mengembangkan dan mempertahankan suatu kesesuaian strategis antara tujuan – tujuan dan sumber daya organisasi dan peluang pasar yang berubah – rubah. Penelitian ini dilakukan untuk membuat rencana strategis puskesmas tanah garam kotamadya solok tahun 2013. Tujuannya untuk mengetahui gambaran umum Manajemen Strategis di Puskesmas Tanah Garam Kotamadya Solok 2013. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekataan studi kepustakaan, data diambil dari data primer dan data sekunder. Hasil studi kepustakaan ini menunjukkan bahwa dari matriks Efas di dapatkan nilai 5,8 yang artinya strategi puskesmas secara efektif mampu menarik keuntungan dari peluang yang ada dan meminimalkan pengaruh negatif potensial dari ancaman eksternal dan dari matriks Ifas didapatkan nilai 6,03 yang artinya puskesmas tanah garam mengindikasikan posisi internal yang kuat dengan strategi puskesmas tanah garam dapat memanfaatkan kekuatan untuk meraih keuntungan dan meminimalisir kelemahan yang ada
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KREASI KIRIGAMI PADA ANAK AUTISME DI SLB AUTISME YPPA Reska Handayani; Chichi Hafifa Transyah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v1i1.463

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuanmotorik halus anak, melatih ketelitian, kerapian, konsentrasi, serta membangun jiwakreatif anak, pada anak autisme. Penanganan anak autisme membutuhkan strategi yangberbeda dengan anak lain pada umumnya Salah satu upaya proses pembelajaran dalammeningkatkan motorik halus anak dengan terapi okuposioanal dan terapi bermaindengan pembelajaran dengan kirigami. Terapi kirigami yang diajarkan kepada anakmelihat kemampuan anak dalam membuka gunting, Menggunting sesuai dengan pola,melipat kertas kirigami dan dapat menyetrika kertas kirigami sesuai pola yang telahajarkan. Pelaksanaan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SLB Autisme YPPAPadang sebanyak 15 anak. Metode pelaksanaan sebelumnya dilakukan Pre test, tahappelaksanaan terapi kreasi kirigami dengan 8 kali pertemuan setiap anak kemudiandilaksanakan tahap evaluasi.Hasil yang didapatkan kemampuan motorik halus anaksebelum dilakukan terapi kreasi kirigami pada anak didapatkan sebanyak 86,6 %kategori rendah sekali sebanyak 6,7%, Kategori cukup sebanyak 6,7 %. Hasil evaluasisetelah dilakukan kreasi kirigami didapatkan kemampuan motorik halus anak kategoribaik sebanyak 14,2 %, kategori Cukup 14,2%, dan kategori rendah sekali 71,6%.Selama proses pengabdian masyarakat setiap anak memiliki karakteristik yangberbeda –beda dan adanya pendampingan guru sekolah terkait dengan tingkatkemampuan anak
PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN PAGI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAUH PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN PAGI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAUH RESKA HANDAYANI; ELIWARTI ELIWARTI; MEIKY SUNDARI
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 2 (2021): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.276 KB) | DOI: 10.35328/keperawatan.v10i2.2081

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal. Di Sumatera Barat tahun 2020 kasus lansia dengan hipertensi telah mencapai 73.639 jiwa, Puskesmas Pauh merupakan urutan ke 3 penderita hipertensi terbanyak dari 23 puskesmas yang ada di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Aktivitas Fisik Jalan Pagi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Puskesmas Pauh Padang. Jenis Penelitian ini Quasi Exprerimental dengan rancangan penelitian (One GroupPretest-Posttest Design). Penelitian dilakukan di Puskesmas Pauh Padang dari bulan Maret sampai Agustus 2021. Populasi pada penelitian ini berjumlah 5.184 jiwa dengan sampel sebanyak 10 orang yang diambil dengan Accidental Sampling dalam waktu 1 minggu. Data diolah dengan komputerisasi yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian ini menunjukan sebelum dilakukan aktivitas fisik jalan pagi, rata-rata tekanan darah responden sisole 145 mmHg sedangkan diastole 90 mmHg. Sesudah dilakukan aktivitas fisik jalan pagi penurunan tekanan darah sistole 5-15 mmHg dan diastole 5-10 mmHg. Dan hasil uji Paired-Test menunjukan bahwa terdapat pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan Pvalue 0,000 sistole dan Pvalue 0,003 diastole . Kesimpulan dari penelitian ini adalah jalan pagi selama 30 menit dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu berpengaruh terhadap menurunya tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi. Peneliti berharap agar petugas kesehatan di Puskesmas Pauh dapat menerapkan aktivitas fisik jalan pagi kepada lansia dengan hipertensi untuk menurunkan tekanan darah.Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal. Di Sumatera Barat tahun 2020 kasus lansia dengan hipertensi telah mencapai 73.639 jiwa, Puskesmas Pauh merupakan urutan ke 3 penderita hipertensi terbanyak dari 23 puskesmas yang ada di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Aktivitas Fisik Jalan Pagi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Puskesmas Pauh Padang. Jenis Penelitian ini Quasi Exprerimental dengan rancangan penelitian (One GroupPretest-Posttest Design). Penelitian dilakukan di Puskesmas Pauh Padang dari bulan Maret sampai Agustus 2021. Populasi pada penelitian ini berjumlah 5.184 jiwa dengan sampel sebanyak 10 orang yang diambil dengan Accidental Sampling dalam waktu 1 minggu. Data diolah dengan komputerisasi yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian ini menunjukan sebelum dilakukan aktivitas fisik jalan pagi, rata-rata tekanan darah responden sisole 145 mmHg sedangkan diastole 90 mmHg. Sesudah dilakukan aktivitas fisik jalan pagi penurunan tekanan darah sistole 5-15 mmHg dan diastole 5-10 mmHg. Dan hasil uji Paired-Test menunjukan bahwa terdapat pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan Pvalue 0,000 sistole dan Pvalue 0,003 diastole . Kesimpulan dari penelitian ini adalah jalan pagi selama 30 menit dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu berpengaruh terhadap menurunya tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi. Peneliti berharap agar petugas kesehatan di Puskesmas Pauh dapat menerapkan aktivitas fisik jalan pagi kepada lansia dengan hipertensi untuk menurunkan tekanan darah.
Sosialisasi Vaksinasi COVID-19 Untuk Menurunkan Kecemasan Siswa di SMP 2 Silaut Anggra Trisna Ajani; Mega Adyna Movitaria; Reska Handayani; Ramaita Ramaita; Milya Novera; Hilma Yessi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v3i3.495

Abstract

Penelitian ini adalah suatu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi terkait tentang Covid 19 dan vaksinasi dalam menurunkan tingkat kecemasan siswa, serta untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Covid 19 dan vaksinasinya. Pengabdian ini dilakukan pada siswa di SMP Negeri 2 Silaut. Dalam pelaksanaan pengabdian ini, mitra yang diajak untuk kerjasama adalah guru dan siswa SMP Negeri 2 Silaut. Permasalahan yang ditemukan masih terdapat siswa dengan yang terpapar Covid 19. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut ialah mengamati langsung penerapan protokol kesehatan oleh siswa dan guru serta memberikan penyuluhan kesehatan tentang Covid 19 dan Vaksinasinya. Metode yang digunakan dengan melakukan pengamatan lansung terhadap siswa dan guru, memberikan penyuluhan langsung tentang covid-19, mengajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar, pemberian masker dan handsanitiser serta mensosialisasikan gejala, pencegahannya dan vaksinasinya, serta melakukan evaluasi secara berkala melalui pengamatan oleh guru terhadap siswa secara kontinyu.
STUDI KASUS: TERAPI MENGHISAP ES BATU UNTUK MENGURANGI RASA HAUS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Reska Handayani; Chichi Hafifa Transyah; Resi Aflizarni
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i1.1660

Abstract

Gagal Ginjal Kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Penderita gagal ginjal kronis menjadikan hemodialisis sebagai rutinitas dan pasien yang menjalani hemodialisa harus mempertahankan pembatasan asupan cairan, sehingga tercapai keseimbangan cairan tubuh agar tidak terjadi kelebihan cairan. Pembatasan cairan menjadikan penurunan intake per oral akan menyebabkan mulut kering dan lidah jarang teraliri air dan keadaan ini yang memicu keluhan haus. untuk mengurangi rasa haus pada penderita gagal ginjal kronik karena pembatasan cairan adalah dengan mengkonsumsi potongan es karena dapat memberikan perasaan lebih segar, Rasa haus juga berkurang karena air yang berasal dari ice cube yang telah mencair ditelan dan memberikan efek dingin yang menyegarkan, sehingga osmoreseptor menyampaikan ke hipotalamus bahwa kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, feedback dari kondisi ini adalah rasa haus berkurang. Tujuan : untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien GGK dengan DM dengan terapi menhisap es batu untuk mengurangi rasa haus. Metode : Pendekatan studi kasus, merupakan studi yang mendalam tentang individu dan berjangka waktu tertentu, terus menerus serta menggunakan objek tunggal. Hasil : pada intervensi keperawatan dengan masalah kelebihan volume cairan dengan menggunakan terapi menghisap es batu didapatkan terdapat perubahan rasa haus dari haus sedang menjadi haus ringan. Kesimpulan : terapi menghisap es batu efektif untuk mengurangi rasa haus pada pasien GGK dengan DM yang sedang menjalani hemodialisa
The Relationship between Supervision on Nursing Care Done by the Head of Room and the Implementation of Standard Operational Procedure of Parenteral Drug Administration Reska Handayani; Junaiti Sahar; Basmanelly .
Elevate Vol 1 No 1 (2018): Elevate, The International Journal of Nursing Education, Practice and Research
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/elevate.1.1.121-127.2018

Abstract

Purpose: This research aims at discovering the relationship between nursing care supervision done by chief nurse and the implementation of Standard Operational Procedure of parenteral drug giving at RSUD Solok. Method: The research method is descriptive analytic with cross sectional design. It was done from July until August 2014 by using questionnaire and observation to 96 nurses in charge. The sample was taken by using proportional sampling from each in-patient room. The data were analyzed by using chi-square and logistic regression analysis. Result: The result shows that there was a correlation between Head of Room supervision, which includes planning with p value=0,004, implementation with p value=0,001, evaluation and feed back with p value=0,012 and documentation with p value= 0,037, towards the implementation of Standard Operational Procedure of parenteral drug administration. The dominant variable of the implementation of Standard Operational Procedure of parenteral drug is supervision, with p value = 0,001 and OR=4,14. Conclusion: From the result, it can be concluded that chief nurse supervision has a meaningful correlation towards the implementation of Standard Operational Procedure of parenteral drug.
Strategi Perawat Gadar Bencana (Emergency Disaster Nursing) Dalam Menghadapi Mutasi Virus Covid-19 Aulia Asman; Milya Novera; Reska Handayani; Mariza Elvira; Anggra Trisna Anjani; Ramaita
Jurnal Keperawatan Medika Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v1i1.4

Abstract

Penelitian yang dilatar belakangi oleh terjadinya peningkatan pasien positif COVID-19 dalam era Normal Baru, menyebabkan diperlukannya dukungan dari berbagai bidang termasuk, kesehatan, salah satunya adalah perawat gadar bencana. Di era Normal Baru ini, perawat gawat bencana seharusnya mempromosikan gaya hidup sehat dan pencegahan terhadap COVID-19, namun masih berlum optimal dan masyarakat masih banyak yang memiliki kesadaran dan kedisiplinan yang rendah untuk melakukan pencegahan COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan strategi yang diperlukan untuk mewujudkan masyarakat tangguh bencana COVID-19 menuju era Normal Baru. Dalam menentukan strategi tersebut, dilakukan penelitian deskriptif kuantitatif melalui wawancara kepada responden ahli, studi literatur dan angket. Selanjutnya, hasil dari angket yang menunjukan prioritas strategi, dilakukan perbandingan berpasangan yang dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penetapan strategi digunakan 3 kriteria atau indikator yaitu sumberdaya manusia terkait dengan perawat gadar bencana (emergency_disaster Nursing), masyarakat, dan kerjasama. Selanjutnya dari kriteria tersebut, strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah yaitu Peningkatan kualitas dan kuantitas perawat gadar bencana, Pemetaan sebaran perawat gadar bencana, Pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat dan lembaga kesehatan terkait, Melakukan pelaporan dan evaluasi secara berkala, Sosialisasi protokol kesehatan melalui tindakan nyata, Menjadikan salah satu anggota keluarga sebagai perawat keluarga, Mengadakan layanan konseling atau trauma healing, dan melakukan control terhadap masyarakat . namun, tidak semua strategi tersebut dapat dilaksanakan dalam waktu yang dekat, sehingga strategi yang diprioritaskan adalah strategi peningkatan kualitas dan kuantitas perawat gawat bencana memiliki bobot paling tinggi yaitu 33.4%, yang kemudian diikuti startegi menjadikan salah satu anggota keluarga sebagai perawat keluarga dengan bobot 22.9%, dan melakukan kontrol terhadap masyarakat dengan bobot 15.5%.
Studi Kasus : Terapi Musik Klasik Untuk Menurunkan Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Reska Handayani; Eliwarti; Ira Sri Budiarti; Olivia Amanda Wijaya; Milya Novera; Aulia Asman
Jurnal Keperawatan Medika Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v1i2.15

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan dunia dengan beban biaya kesehatan yang tinggi. Tindakan yang dilakukan untuk penanganan GGK adalah hemodialisa (hd). Proses hemodialisa sering kali menimbulkan kecemasan pada pasien. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah mampu melaksanakan asuhan keperawatan gagal ginjal kronik dengan DM on HD dengan terapi komplementer yaitu terapi music klasik untuk menurunkan kecemasan. Metode dari karya ilmiah ini yaitu berupa studi kasus yang dilakukan kepada satu orang sampel, instrument yang digunakan yaitu wawancara dan observasi menggunakan leaflet, lembar balik, penerapan yang dilakukan berupa terapi music klasik yang dilakukan selama 15 menit    dua kali dalam seminggu. Diagnose asuhan keperawatan yaitu kelebihan volume cairan, ansietas, dan intoleransi aktivitas Intervensi yang dilakukan yaitu memberikan terapi music klasik untuk menurunkan kecemasan pada pasien. Hasil dari karya ilmiah ini adalah terdapat penurunan kecemasan yang signifikan seteleh dilakukan terapi music klasik pada klien. Ditandai dengan penurunan tekanan darah klien dari 180/90 mmHg menjadi 160/90 mmHg. Hasil dari pengukuran dengan skala HARS Tn S adalah 35 yaitu kecemasan dengan skala berat. Setelah dilakukan terapi selama 2 kali pada yaitu 23 dengan kecemasan sedang. Dapat disimpulkan bahwa Tn S mengalami penurunan kecemasan dari kecemasan berat ke kecemasan sedan
Studi Kasus Keperawatan Medikal Bedah Pada Ny.M Dengan Hipertensi Komplikasi Anggra Trisna ajani; Wiranda Fitri; Debby Silvia Dewi; Reska Handayani
Jurnal Keperawatan Medika Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v1i2.24

Abstract

Sumatera Barat memiliki prevalensi total hipertensi komplikasi diabetes mellitus sebanyak 1,6% pada tahun 2018, dimana Sumatera Barat berada di urutan ke 21 dari 34 provinsi di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mengaplikasikan Asuhan Keperawatan pada Ny.M dengan Hipertensi Komplikasi Diabetes Mellitus di Ruang Interne Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman Tahun 2023. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di Ruang Interne pada Ny.M dari tanggal 10 Februari-14 Februari 2023. Dengan hasil pengkajian ditemukan diagnosa yaitu Perfusi perifer tidak efektif, Ketidakstabilan kadar glukosa darah, Intoleransi aktivitas. Implementasi yang dilakukan selama 5 hari maka didapatkan evaluasi ada perubahan kondisi pasien terhadap status kesehatan pasien. Perfusi perifer meningkat sehingga tekanan darah membaik, ketidakstabilan kadar glukosa darah sehingga kestabilan glukosa darah menurun sehinnga gula darah membaik, intoleransi aktivitas meningkat sehingga kekuatan tubuh meningkat.
Mitigasi Bencana Tsunami melalui Trauma Healing Aulia Asman; Reska Handayani; Milya Novera; Anggra Trisna Ajani; Ramaita; Mariza Elvira; Sandra Dewi; Hasmita; An Autika Asman
Jurnal Keperawatan Medika Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v1i2.25

Abstract

Kota Pariaman merupakan salah satu kota yang terancam oleh bahaya tsunami di Indonesia. Sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi korban jiwa dan kerusakan fisik pembangunan. Namun belum ada langkah mitigasi yang focus membahas mengenai trauma healing. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model kebijakan trauma healing untuk mitigasi bencana tsunami di Kota Pariaman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analytical hierarki proses sebagai analisis data. Hasil penelitian menggunakan tiga kriteria yaitu sumberdaya, pendidikan, dan nilai social, agama dan budaya masyarakat. Ketiga kriteria tersebut, secara berturut turut menghasilkan 4 prioritas kebijakan, yaitu (1) Peningkatan kemampuan sumberdaya psikiater/konselor/therapyhis; (2) Pelibatan keluarga dan warga sekolah dalam program trauma healing; (3) Peningkatan nilai social, keagamaan dan budaya dalam proses trauma healing; dan (4) Penerapan program terapi non farmalogi yang tepat sasaran bagi korban bencana yang disesuaikan dengan kebutuhan. Prioritas kebijkan tersebut, dapat dicapai dengan menerapkan berbagai program kegiatan dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan dan anggaran biaya.