Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Ny.Y Dengan Demam Typoid Monika Yolanda; Reska Handayani; Aulia Asman; Hilma Yessi
Jurnal Keperawatan Medika Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v2i1.54

Abstract

Demam typoid merupakan penyakit infeksi akut sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Demam typoid menimbulkan gejal-gejala seperti demam, sakit kepala, lemas, nyeri perut dan gejala sakit perut lainnya. Menurut WHO Tahun 2019 angka kesakitan demam typoid di Indonesia mencapai 900.000 kasus per tahun. Berdasarkan data yang di dapat di Rekam Medik Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman Demam Typoid menduduki peringkat ke 2 dari 10 penyakit terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengaplikasikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Demam Typoid yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, evaluasi dan pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini di buat dalam bentuk Karya Tulis Ilmiah dengan metode studi kasus sesuai dengan data yang di peroleh dengan proses anamnesa. Penelitian ini dilakukan di Ruangan Musdalifah Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman pada Tanggal 21-25 Februari 2023 pada satu pasien. Setelah dilakukan pengkajian muncul 3 diagnosa keperawatan yaitu : Hipertermi, Gangguan Pola Tidur, dan Risiko Defisit Nutrisi. Intervensi diuraikan dan evaluasi hasil yang dicapai dari implementasi yang dilakukan sudah teratasi. Pada studi kasus ini di harapkan kepada tenaga kesehatan untu dapat meningkatkan keterampilan keperawat dan memberikan motifasi kepada pasien dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien demam typoid.
Terapi Hand Massage Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pra Pembedahan anggra trisna ajani; Keken Erva Nanda; Mega Adyna Movitaria; Milya Novera; Ramaita; Reska Handayani; Putri Minas Sari; Nopan Saputra; Yance Komela Sari; Aulia Asman; Shindy Gustarina
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v6i1.233

Abstract

Anxiety in the pre-operational stage reaches 534 million people, with an incidence rate of 5-25% among those aged 5-20 years and 50% among those aged 55 years and over, causing an increase in blood pressure which hinders rehabilitation efforts. One technique to reduce anxiety during surgery is hand massage. This study aims to better understand the effect of hand massage therapy on preoperative pain at RS Siti Rahmah Padang in 2023. This research is experimental in nature, using a pre-posttest design with a total of 32 samples divided equally between the intervention and control groups. The research was conducted for a full week at the Siti Rahmah Hospital in Padang Surgical Inpatient. Information was collected using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) and analyzed with the help of the Wilcoxon and Mann Whitney tests. Research based on the Wilcoxon test showed that there was a difference in symptom severity between the groups participating in the trial before and after the application of hand massage therapy (p 0.0001 for both comparisons). The results of the Mann -Whitney U test show that hand massage can reduce the level of pain experienced by surgical patients at RS Siti Rahmah Padang (p = 0.0001).
Pembentukan Program dan Kader UKS tentang Pertolongan Pertama / First Aid pada Siswa Sekolah Dasar milya novera; Anggra Trisna Ajani; Putri Minas Sari; Reska Handayani; Ramaita Ramaita; Honesty Diana Morika; Rika Novariza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2567

Abstract

Pendidikan dasar adalah saat di mana anak-anak sangat aktif berinteraksi dengan teman teman  mereka.  Interaksi  dalam  bermain  kadang kadang  membawa  risiko  cedera  bagi anak-anak sekolah dasar. Angka kejadian cedera di sekolah secara nasional adalah 5,4%. Tingkat prevalensi tertinggi cedera terjadi pada anak sekolah, yakni sebesar 13% dan pada rentang usia 5-14 tahun. Pertolongan pertama merupakan keterampilan penting yang dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat. Program ini akan melibatkan pelatihan kader UKS yang akan bertanggung jawab dalam memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama kepada siswa. Pelaksanaan pengabdian masyakarat ini bertujuan untuk membentuk Program dan Kader UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang fokus pada pelatihan pertolongan pertama (First Aid) kepada siswa Sekolah Dasar 07 Toboh Palabah Pariaman. Metode dalam pelaksanaan ini yaitu pendekatan; sosialisasi, pelatihan praktek dan pendampingan, serta penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di SDN 07 Toboh Palabah Kota Pariaman. Jumlah guru dan siswa yang mengikuti implementasi first aid dengan metode simulasi sebanyak 50 orang. Setelah dilakukan dintervensi mengevaluasi perubahan yang terjadi pada mitra terkait pengetahuan tentang implementasi first aid yang dimonitoring selama 3 bulan. Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada siswa dalam menangani keadaan darurat medis, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah dan sekitarnya
EMBENTUKAN KADER REMAJA SEHAT JIWA DI SMPN GUNA PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN JIWA PADA REMAJA Ramaita Ramaita; Aulia Asman; Reska Handayani; Bunga Permata Wenny; Anggra Trisna Ajani; Milya Novera; Sri Burhani Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19528

Abstract

Abstrak: Gangguan kesehatan jiwa adalah penyebab utama kecacatan pada generasi muda diseluruh dunia. Prevalensi permasalahan kesehatan jiwa dikalangan remaja meningkat seiring bertambahnya usia. Masa transisi perubahan remaja yang membingungkan, membuat remaja terpapar dengan berbagai stressor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja dan keterampilan manajemen stress remaja kepada kader remaja sehat jiwa di sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 4 VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman guna pencegahan masalah kesehatan jiwa pada remaja. Sasaran utama adalah siswa SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak berjumlah 30 orang. Metode kegiatan dengan memberikan pelatihan tentang deteksi dini masalah kesehatan jiwa menggunakan intrumen pelaporan mandiri kesehatan remaja IDASS-Y dan workshop manajemen stress pada remaja. Evaluasi kegiatan menggunakan kuisioner pre dan post-test terkait keterampilan siswa dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja dan manajemen stress. Setelah pelatihan sebagian besar keterampilan kader remaja sehat jiwa mengalami peningkatan. Keterampilan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja meningkat menjadi 73,3%, Keterampilan teknik nafas dalam meningkat menjadi 100%, keterampilan teknik distrasi meningkat menjadi 86,7%, keterampilan teknik hypnosis 5 jari meningkat menjadi 93,3%, dan keterampilan teknik spiritual meningkat menjadi 83,3%. Kesimpulan: kader remaja sehat jiwa yang telah dibentuk memiliki keterampilan dalam kategori baik.Abstract: Mental health disorders are the main cause of disability in young people throughout the world. The prevalence of mental health problems among adolescents increases with age. The transition period of adolescent change is confusing, exposing teenagers to various stressors. This activity aims to provide training in early detection skills for adolescent mental health problems and adolescent stress management skills to mentally healthy adolescent cadres at state junior high school (SMPN) 4 VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman in order to prevent mental health problems in adolescents. The main target is 30 students of SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak. The activity method is to provide training on early detection of mental health problems using the IDASS-Y adolescent health self-reporting instrument and stress management workshops for adolescents. Evaluation of activities using pre and post-test questionnaires regarding students' skills in early detection of adolescent mental health problems and stress management. After training, most of the skills of mentally healthy youth cadres have improved. Early detection skills for adolescent mental health problems increased to 73.3%, deep breathing technique skills increased to 100%, distraction technique skills increased to 86.7%, 5 finger hypnosis technique skills increased to 93.3%, and spiritual technique skills increased to 83.3%. Conclusion: the mentally healthy youth cadre that has been formed has skills in the good category.
PEMBENTUKAN PROGRAM USAHA KESEHATAN JIWA SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN PSIKOLOGIS REMAJA Ramaita Ramaita; Putri Sukma Deri; Triyana Harlia Putri; Milya Novera; Bunga Permata Wenny; Reska Handayani; Ridhyalla Afnuhazi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28222

Abstract

Abstrak: Gangguan Kesehatan jiwa merupakan penyebab utama kecacatan generasi muda diseluruh dunia. Secara global dilaporkan hampir 15% remaja usia 10-19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental. Oleh karena itu perlunya keterlibatan sekolah dalam upaya penanganan kesehatan jiwa remaja dengan mengembangkan usaha kesehatan jiwa. UKS Jiwa adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan jiwa warga sekolah. Kegiatan ini bertujuan membentuk program UKS jiwa di sekolah, melatih penggunaan buku petunjuk pelaksanaan program kesehatan jiwa, dan meningkatkan pengetahuan guru-guru tentang masalah psikologis pada remaja sehingga kedepannya guru-guru dapat mengenalkan tentang pentingnya kesehatan jiwa kepada warga sekolah sehingga dapat meningkatkan, memelihara, dan mempertahankan kesehatan jiwa sedini mungkin. Pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di SMP 4 VII Koto Sungai Sariak. Sasaran utama adalah guru kesiswaan, guru Pembina UKS Jiwa, dan seluruh guru disekolah yang berjumlah 32 orang. Metode kegiatan dengan membentuk UKS jiwa, membuat Buku Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Program Kesehatan Jiwa, membentuk struktur organisasi UKS Jiwa serta memberikan penyuluhan tentang masalah psikologis remaja. Evaluasi kegiatan menggunakan kuisioner pre-test dan post-test dengan 30 pertanyaan. Setelah diberikan Pendidikan kesehatan sebagian besar pengetahuan guru-guru mengalami peningkatan, dengan rata-rata nilai sebelum dilakukan intervensi adalah 55,7 dan rata-rata nilai setelah dilakukan intervensi meningkat menjadi 87,9.Abstract: Mental health disorders are the leading cause of disability in young people worldwide. Globally, it is reported that almost 15% of adolescents aged 10-19 years experience mental health disorders. Therefore, it is necessary for schools to be involved in efforts to address adolescent mental health by developing mental health efforts. UKS Jiwa is all efforts made to improve the mental health of school residents. This activity aims to form a UKS jiwa program in schools, train the use of mental health program implementation manuals, and increase teachers' knowledge about psychological problems in adolescents so that in the future teachers can introduce the importance of mental health to school residents so that they can improve, maintain, and maintain mental health as early as possible. The implementation of this community service was carried out at SMP 4 VII Koto Sungai Sariak. The main targets are student teachers, UKS Jiwa mentor teachers, and all teachers in the school totaling 32 people. The method of activity is to form a UKS jiwa, create a Mental Health Program Implementation Manual (Juklak), form a UKS Jiwa organizational structure and provide counseling on adolescent psychological problems. Evaluation of activities using pre-test and post-test questionnaires with 30 questions. After being given health education, most of the teachers' knowledge increased, with an average value before the intervention being 55.7 and an average value after the intervention increasing to 87.9.
Hubungan Perawatan Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Padang Tahun 2016: Relationship between dental care and the incidence of dental caries in the working area of the Padang Freshwater Health Center in 2016 Reska Handayani; Mitra Safitri
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 2 (2016): NJK Volume 12, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v12i2.272

Abstract

Dental Caries is an infectious diseases that damage tooth structure about 72,1% of Indonesia population in 2007 experienced cavities and motivation to patch the cavities only about 1,6 % and about 46 % of patients have not been handled. The purpose of this research at Puskesmas Air Tawar Padang is too know the relationship of dental care with dental caries event. This research was conducted in January to June 2016. The population in this research was all patient whoo visited the dental pole with a population of 106 people ant this number of sampel 51 people. The sampling technique in this research is accidental sampling. Types of analytical survey research with cross sectional study approach. The adat were analyzed univariate with frequency distribution and bivariate with chi- square statistic test. Data collection trough questionnaires with questionnaires to respondents.The result obtained were suffering dental caries (54,9%) and those who did not dental treatment (51,0%). The result of chi-square test shows that there is a significant correlation (P=0,000) between dental treatment and dental caries occureence in work area of Tawar Puskesmas public halth center in 2016. It is suggested trough the leader of Puskesmas Air Tawar Padamg to increase the action in prevention of dental caries, helath workers in order to improve cooperation in order to control dental caries.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Menjelang Persalinan Pada Ibu Primigravida Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2012 : Factors Associated with Anxiety Level Toward Childbirth in Primigravida Trimester III Mothers in the Work Area Lubuk Buaya Padang Health Center in 2012 Reska Handayani
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 1 (2015): NJK Volume 11, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v11i1.282

Abstract

A natural pregnancy occurs in women of productive, but their ignorance behaviors, information relating to reproduction would cause anxiety in itself. In Indonesian there are 373 million people of pregnant women who experience anxiety in the face of labor there are as many as 107 million people (28.7%). While the entire population on the island of Sumatra there were 679 765 pregnant women who experience anxiety in the face of labor 355 873 people (52.3%) (MOH, 2008). The purpose of this study was to determine the factors associated with levels of anxiety in the mother before delivery in the third trimester primigravida Work Area Health Center Lubuk Buaya Padang 2012.This research method is descriptive analytic cross sectional study approach. Population in this study were all primigravida mother who comes to prenatal care in the month of January to March 2012 in the working area of Padang in Lubuk Buaya health center with a population of 177 people, and a sample of 64 people , with sampling done by purposive sampling. When the study started from the month of March to July 2012.The results obtained are of respondents who have anxiety (70.3%), age of the respondents are not at risk (87.5%), respondents in the category of higher education (82.8%), support a good husband (71.9%), support both families (76.6%). After statistical tests there was a significant association between age with the level of anxiety (p = 0.000), education level of anxiety (p = 0.005), husband support the level of anxiety (p = 0.000), support for families with high levels of anxiety (p = 0.000). Based on the results of the study suggested the Lubuk Buaya health center to make it more complete, specific and efficient in performing the service by providing counseling on pregnancy and childbirth to reduce the number of anxiety before delivery.
STUDI FENOMENOLOGI PROSES PELIMPAHAN WEWENANG DOKTER KEPADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP NON BEDAH PENYAKIT DALAM RS X KOTA PADANG Mike Asmaria; Debby Silvia Dewi; Hilma Yessi; Reska Handayani; Suharizal
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2541

Abstract

Abstrak:Perspektif yang berbeda dalam menangani pasien, memunculkan hambatan dalam melakukan kolaborasi dokter dan perawat. Perawat memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan keperawatan dan tindakan medis yang dilimpahkan oleh dokter.Wawasan etik dan hukum yang dimiliki dokter dan perawat seringkali mempengaruhi cara pandang dokter dan perawat dalam upaya kolaboratif dan bahkan perawat tidak merasa nyaman ” menantang” dokter.Dari survey awal wawancara dengan 4 perawat didapatkan hasil bahwa proses pelimpahan wewenang yang dilakukan oleh dokter masih belum terstruktur. Tujuan dari penelitian ini Bagaimana Proses dan Pelaksanaan pelimpahan wewenang dokter kepada perawat di Ruang Rawat Inap Non Bedah Penyakit Dalam RS X Padang Padang. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik Purposcive sumpling 7 partisipan Proses analisis metode analisis menurut creswell. Hasil penelitian ditemukan 2 tema dengan 4 sub tema Tema, Proses Pelimpahan Wewenang Dokter kepada Perawat dengan 2 sub tema : dokter memberikan order secara tertulis, dokter memberikan order via telpon, tema 2 Pelaksan tindakan pelimpahan wewenang dengan 2 sub tema : perawat melaksanakan tindakan pelimpahan secara mandiri tanpa di dampingi, perawat didampingi oleh dokter apabila ada kesulitan. Diharapkan dikeluarkan SPO tertulis proses dan pelaksanaan pelimpahan kewenangan dokter kepada perawat dan perlunya penetapan tindakan yang dilakukan secara mandiri dan secara pendampingan. Kata Kunci : Kewenangan Dokter, Pelimpahan, Perawat, Proses