Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN INSULIN DIBANDINGKAN KOMBINASI INSULIN-METFORMIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Primadiamanti, Annisa; Andayani, Tri Murti
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 4, No 3 (2009)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of metformin in insulin therapy hopefully could increase effectiveness of type 2 diabetes treatment equal with the expenditure. Non experimental research was conducted to investigate cost-effectiveness of insulin use and insulin-metormin combination. Data was taken prospectively from baseline until month 3. The measurable cost was direct medical cost which covered cost of antidiabetic drugs, cost of complication drugs, doctor’s fee, and cost of laboratory checkup. The measurable effectiveness of therapy was reduction of FPG and HbA1c level. ACER (average cost-effectiveness ratio) was calculated based on cost and effectiveness ratio in both groups. ICER (incremental cost-effectiveness ratio) was calculated based on difference of cost and effectiveness ratio in both groups. Results showed FPG level reduction in insulin group and insulin-metformin combination consecutively was 25,05% and 1,03%. Increase of HbA1c level in insulin group and insulin-metformin combination consecutively was 6,21% and 1,87%. Based on HbA1c level reduction, ACER value in insulin group and insulin-metformin combination consecutively was Rp -37.617,00 and Rp -161.729,00, ICER value was Rp 15.860,00. From the results it can be concluded that insulin-metformin combination was more cost-effective than insulin in maintaining HbA1c level. ABSTRAK Penelitian ini dirancang untuk mengetahui efektivitas biaya pada pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin dan kombinasi insulin-metformin. Data diambil secara prospektif dari baseline hingga bulan ke-3. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan perspektif ASKES. Komponen biaya yang diukur adalah biaya medik langsung, mencakup biaya antidiabetik, biaya komplikasi, biaya kunjungan ke klinik dan biaya pemeriksaan laboratorium. Efektivitas terapi yang diukur adalah penurunan kadar GDP dan HbA1c. ACER (average cost-effectiveness ratio) dihitung berdasarkan rasio biaya dan efektivitas terapi pada kedua kelompok terapi. ICER (incremental cost-effectiveness ratio) dihitung berdasarkan rasio antara selisih biaya dan efektivitas terapi pada kedua kelompok terapi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar GDP pada kelompok insulin dan kombinasi insulin-metformin berurutan adalah 25,05% dan 1,03%. Peningkatan kadar HbA1c pada kelompok insulin dan kombinasi insulin-metformin berurutan adalah 6,21% dan 1,87%. Berdasarkan penurunan kadar HbA1c, nilai ACER pada kelompok insulin dan kombinasi insulin-metformin berurutan adalah Rp -37.617,00 dan Rp -161.729,00, nilai ICER adalah Rp15.860,00. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi insulin-metformin lebih cost-effective dalam mempertahankan kadar HbA1c.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN INSULIN DIBANDINGKAN KOMBINASI INSULIN-METFORMIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Primadiamanti, Annisa; Andayani, Tri Murti
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4, No 3 (2009)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v4i3.21

Abstract

The use of metformin in insulin therapy hopefully could increase effectiveness of type 2 diabetes treatment equal with the expenditure. Non experimental research was conducted to investigate cost-effectiveness of insulin use and insulin-metormin combination. Data was taken prospectively from baseline until month 3. The measurable cost was direct medical cost which covered cost of antidiabetic drugs, cost of complication drugs, doctorâ??s fee, and cost of laboratory checkup. The measurable effectiveness of therapy was reduction of FPG and HbA1c level. ACER (average cost-effectiveness ratio) was calculated based on cost and effectiveness ratio in both groups. ICER (incremental cost-effectiveness ratio) was calculated based on difference of cost and effectiveness ratio in both groups. Results showed FPG level reduction in insulin group and insulin-metformin combination consecutively was 25,05% and 1,03%. Increase of HbA1c level in insulin group and insulin-metformin combination consecutively was 6,21% and 1,87%. Based on HbA1c level reduction, ACER value in insulin group and insulin-metformin combination consecutively was Rp -37.617,00 and Rp -161.729,00, ICER value was Rp 15.860,00. From the results it can be concluded that insulin-metformin combination was more cost-effective than insulin in maintaining HbA1c level. ABSTRAK Penelitian ini dirancang untuk mengetahui efektivitas biaya pada pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin dan kombinasi insulin-metformin. Data diambil secara prospektif dari baseline hingga bulan ke-3. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan perspektif ASKES. Komponen biaya yang diukur adalah biaya medik langsung, mencakup biaya antidiabetik, biaya komplikasi, biaya kunjungan ke klinik dan biaya pemeriksaan laboratorium. Efektivitas terapi yang diukur adalah penurunan kadar GDP dan HbA1c. ACER (average cost-effectiveness ratio) dihitung berdasarkan rasio biaya dan efektivitas terapi pada kedua kelompok terapi. ICER (incremental cost-effectiveness ratio) dihitung berdasarkan rasio antara selisih biaya dan efektivitas terapi pada kedua kelompok terapi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar GDP pada kelompok insulin dan kombinasi insulin-metformin berurutan adalah 25,05% dan 1,03%. Peningkatan kadar HbA1c pada kelompok insulin dan kombinasi insulin-metformin berurutan adalah 6,21% dan 1,87%. Berdasarkan penurunan kadar HbA1c, nilai ACER pada kelompok insulin dan kombinasi insulin-metformin berurutan adalah Rp -37.617,00 dan Rp -161.729,00, nilai ICER adalah Rp15.860,00. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi insulin-metformin lebih cost-effective dalam mempertahankan kadar HbA1c.
UJI EFEKTIVITAS FORMULASI SALEP EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA DIABETES TIPE I PADA TIKUS JANTAN Ade Maria Ulfa; Annisa Primadiamanti; Faskal Nadi Alim
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.942 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5246

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Salah satu masalah pada penderita diabetes melitus adalah luka. Luka diabetes melitus adalah luka, infeksi, destruksi pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah salep dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) efektif untuk menyembuhkan luka diabetes melitus tipe I. Induksi diabetes melitus tipe I dilakukan menggunakan aloksan monohidrat dengan dosis 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Hewan uji yang sudah dalam kondisi diabetes melitus tipe I dibuat luka sayatan dibagian punggung dengan Panjang 2 cm dan kedalaman luka 2 mm menggunakan pisau bedah (bisturi) no 11. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok perlakuan yaitu kontrol normal tanpa pemberian salep, kontrol negatif diberikan basis salep, kontrol positif diberikan salep komersil, kontrol Uji 1 diberikan salep konsentrasi 10 %, kontrol uji 2 diberikan salep konsentrasi 15 % dan kontrol uji 3 diberikan salep konsentrasi 20 %. Salep diberikan dua kali sehari selama 15 hari. Parameter penyembuhan luka dilakukan dengan mengukur penurunan panjang luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep ekstrak kulit jeruk dengan konsentrasi 20% memberikan kesembuhan pada hari ke-7, salep dengan konsentrasi 10% dan 15% pada hari ke-8. Dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak kulit jeruk nipis dapat dapat digunakan sebagai penyembuhan luka diabetes melitus tipe I.
Evaluasi Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi RSU Wismarini Pringsewu Annisa Primadiamanti; Nur Alfi Mufida Hasni; Ade Maria Ulfa
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.49 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4391

Abstract

Penyimpanan obat bertujuan untuk mempertahankan mutu obat dari kerusakan akibat penyimpanan yang tidak baik, memudahkan pencarian dan pengawasan obat-obatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental menggunakan data yang diambil secara retrospektif dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan daftar tilik. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan acuan Permenkes nomor 72 tahun 2016 dan menggunakan indikator penyimpanan obat sebagai faktor pendukungnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penyimpanan sediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Wismarini Pringsewu pada poin persyaratan penyimpanan, komponen penyimpanan, pengaturan penyimpanan dan metode penyimpanan sudah sesuai dengan standar Permenkes RI No.72 tahun 2016. Poin pengelolaan obat emergency sudah sesuai dengan standar Permenkes RI No.72 tahun 2016. Namun pada indikator nilai TOR, persentase obat kadaluarsa dan stok mati belum sesuai dengan standar yaitu nilai TOR sebesar 7 kali/tahun dengan standar sebesar 10-23kali/tahun dan persentase obat kadaluarsa 1,09% dengan standar < 0,2 %,  stok mati sebesar 13,4% dengan standar 0%.
ANALISIS SENYAWA FENOLIK PADA EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) Annisa Primadiamanti; Lia Amura; Ade Maria Ulfa
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.013 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v3i1.2363

Abstract

Beragam jenis tumbuhan obat yang telah lama digunakan secara tradisional  kini dipopulerkan kembali, salah satunya sirih (Piper betle L.). Daun sirih dikenal sebagai bahan untuk menginang dengan keyakinan bahwa daun sirih dapat menguatkan gigi, menyembuhkan luka-luka kecil di mulut,  menghilangkan bau mulut, menghentikan perdarahan  gusi  dan  sebagai  obat  kumur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total fenol pada ekstrak segar daun sirih hijau. Pengambilan sampel daun sirih hijau berdasarkan usia, yaitu dipilih daun sirih hijau yang berusia 1 bulan. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi. Daun dicuci hingga bersih kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, dirajang, ditimbang lalu dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan metanol 87,5 ml. Filtrasi dengan kertas saring, filtrat disimpan di lemari pendingin, lalu residu kembali dimaserasi dengan metanol 87,5 ml selama 2x24 jam pada suhu 27oC, residu kemudian disaring kembali dengan kertas saring. Analisis senyawa fenolik menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penetapan kadar dilakukan dengan menggunakan pereaksi Folin-Cioceltau. Panjang gelombang yang digunakan pada penetapan kadar senyawa fenolik yaitu 785 nm dan aquabidest sebagai blanko dengan tiga kali pengulangan. Kurva baku yang digunakan adalah asam galat dengan konsentrasi 0; 50; 100; 150; 200 ppm. Data hasil penelitian berupa nilai absorbansi pengulangan I sebesar 0,046 sehingga diperoleh kadar I = 166,71 ppm; absorbansi pengulangan II sebesar 0,049 sehingga diperoleh kadar II = 165,10 ppm; serta absorbansi pengulangan III sebesar 0,050 sehingga diperoleh kadar III = 164,56 ppm. Penelitian ini menyimpulkan kadar rata-rata total fenol pada ekstrak daun sirih hijau yang diperoleh adalah sebesar 165,45 ppm.Kata kunci : sirih hijau, total fenol, Piper betle
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP BATANG PEPAYA (Carica Papaya L.) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA Annisa Primadiamanti; Diah Astika Winahyu; Anjar Jaulin
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Farmasi Malahayati
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.391 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v1i2.1239

Abstract

Tanaman pepaya merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Kandungan seperti flavonoid, alkaloid, saponin dan fenol dalam tanaman pepaya memiliki efektivitas antibakteri yang membantu penyembuhan luka. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah sediaan salep ekstrak batang pepaya (Carica papaya L.) memiliki efektivitas sebagai penyembuh luka. Metode yang digunakan yaitu dengan mengekstrak simplisia batang pepaya jinggo dan dibuat dalam formulasi sediaan salep dan diaplikasikan pada tikus galur wistar jantan yang telah diberikan luka eksisi, selama 15 hari dengan interval pengamatan 2 hari. Tikus dibagi atas 4 kelompok uji yaitu kelompok 1 dengan betadine salep, kelompok 2 dengan formulasi tanpa ekstrak, kelompok 3 dengan formulasi dengan ekstrak dan kelompok 4 tanpa perlakuan (kontrol negatif). Penyembuhan luka pada formulasi dengan ekstrak diketahui terjadi penurunan diameter luka awal 10 mm menjadi 0 mm pada hari ke-7 lebih lambat dari betadine salep yaitu penurunan diameter luka awal 10 mm menjadi 0 mm terjadi pada hari ke-5 namun lebih baik dari formulasi tanpa ekstrak dimana penurunan diameter luka awal 10 mm menjadi 0 mm baru terjadi pada hari ke-9 dan kontrol negatif baru mengalami penurunan diameter luka awal 10 mm menjadi 0 mm pada hari ke-11. Berdasarkan penelitian diketahui ekstrak batang pepaya memiliki efektivitas sebagai penyembuh luka pada pengamatan hari ke-7.
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MUTIARA BUNDA TULANG BAWANG Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Rai Saputri; Destri Lina Sari
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.368 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5315

Abstract

Penyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan obat serta kerugian pada rumah sakit, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga sampai obat didistribusikan ke pasien. Distribusi obat mencakup penghantaran sediaan obat yang telah disediakan instalasi farmasi ke pasien dengan keamanan dan ketepatan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan daftar tilik dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang dalam menerapkan prosedur penyimpanan dan pendistribusian obat sebagian besar sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Berdasarkan indikator penyimpanan didapatkan persentase kesesuaian barang dengan kartu stok adalah 100% sesuai, stok mati 0,83%, persentase obat kadaluarsa 0,76% dan sistem penyimpanan yang digunakan adalah secara alfabetis, FEFO dan FIFO. Pendistribusian obat menggunakan metode sentralisasi, sehingga semua obat-obatan dan alat kesehatan dilayani langsung dari Instalasi Farmasi dan sistem pendistribusiannya menggunakan sistem unit dosis.
PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI POSYANDU ANGGREK RAJABASA BANDAR LAMPUNG Ade Maria Ulfa; Annisa Primadiamanti
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i1.4457

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2015, angka kematian akibat diare pada balita di Nigeria dan India sebanyak 42% dan angka kesakitan balita dengan diare sebanyak 39%. Menurut WHO, Penyakit diare adalah penyebab utama kematian kedua pada anak di bawah lima tahun, dan bertanggung jawab untuk membunuh sekitar 525.000 anak setiap tahun. Sasaran penyuluhan ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap penatalaksanaan pencegahan penyakit diare di Posyandu Anggrek Rajabasa Bandar Lampung. Hasil kuisioner menunjukkan peserta penyuluhan memahami pentingnya pencegahan diare setelah diberikan materi. Sebelum diberikan materi 66,6 % ibu balita yang memahami pentingnya pencegahan diare dan sesudah diberikan materi 100% ibu balita sudah paham akan pentingnya menjaga kebersihan dalam mencegah terjadinya penyakit diare. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat di Posyandu Anggrek Rajabasa Bandar Lampung. 
CERDAS MEMILIH OBAT DALAM SWAMEDIKASI PENYAKIT KULIT DI POSYANDU MELATI II PUSKESMAS TANJUNG SARI NATAR LAMPUNG SELATAN Annisa Primadiamanti; Reni Erlisa; Tenisia Artianti; Uvit Sarimanah; Wahid Datul Awalliyyah
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.5813

Abstract

Penyakit kulit merupakan keluhan yang biasa dialami masyarakat yang diakibatkan karena kurang pahamnya masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Penyakit kulit termasuk golongan keluhan ringan yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Swamedikasi sendiri dapat dipraktikkan sendiri oleh masyarakat untuk mengurangi atau mengatasi gejala penyakit ringan tanpa resep dokter. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilihan obat untuk swamedikasi penyakit kulit serta meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat Desa Tanjung Sari mengenai swamedikasi penyakit kulit. Peserta kegiatan adalah ibu hamil dan menyusui serta ibu yang memiliki anak balita yang berada di sekitar lingkungan Posyandu Melati II di bawah naungan Puskesmas Tanjung Sari. Jumlah peserta adalah sebanyak 33 responden. Hasil kuisioner menunjukkan peserta memahami pentingnya pemilihan obat untuk swamedikasi penyakit kulit setelah diberikan materi. Sebelum diberikan materi 33,28 % ibu balita yang memahami pentingnya pemilihan obat untuk swamedikasi penyakit kulit dan sesudah diberikan materi 82,50% ibu balita sudah paham akan pentingnya pemilihan obat untuk swamedikasi penyakit kulit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari kegiatan ini memberikan peningkatan pemahaman kepada masyarakat di Posyandu Melati II Puskesmas Tanjung Sari Natar. Kata Kunci : Swamedikasi, Penyakit Kulit, Pemilihan Obat
UJIDAYA HAMBAT PERASAN BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr)TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureusDENGAN METODEDIFUSI AGAR Agustina Retnaningsih; Annisa Primadiamanti; Erdina Erdina
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3974

Abstract

Di Indonesia telah dibudayakan salah satu jenis tanaman buah yang banyak dibudidayakan di daerahtropis dan subtropics yaitu buah nanas. Nanas terkenal sebagai buah yang kaya akan enzim bromelin. Enzim bromelin dapat digunakan sebagai anti radang, antibakteri, baik untuk sistem pencernaan, mempercepat penyembuhan luka, mengobati luka bakar, gatal, bisul dan dapat menyembuhkan batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perasan buah nanas dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi agar. Prinsip dari metode ini adalah penghambatan pertumbuhan mikroorganisme, yaitu zona hambat akan terlihat sebagai daerah yang jernih disekitar kertas cakram yang mengandung zat antibakteri. Pada penelitian ini menggunakan 5 konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% dengan 3 kali pengulangan, dan didapatkan hasilpada masing-masing konsentrasi tidak terbentuk zona jernih. Kontrol positif yang digunakan yaitu antibiotikkloramfenikol yang membentuk zona jernih sebesar 39 mm. Sedangkan untuk kontrol negatifdigunakan aquadest steril, hasil yang didapat tidak terbentuk zona jernih. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa airperasan buah nanas tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci: buah nanas, enzim bromelin, Staphylococcus aureus, difusi agar.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdul Hamid Alfikri Ade Maria Ulfa Adilio Sangfirgus Triananda Afri Asia Nata Nyaman Agung, Rahmat Aini, Fadhilah Aji Putra Rosmiawan Amabel, Deby Andrianti, Windi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Anisah Febrianti Anjar Jaulin Apriliana, Sukma Ardiela, Putri Agil Ariza Setya Ningrum Ariza, Angga Dwi Arja, Andria Dhesvia Atmaja, Yorano Auliya Nurrahmah Ayu Rai Saputri, Gusti Ciecilia Dewi, Mentari Cucu Ria Savita Dalita, Rama Dananta Tri Hani Umpuan davit muhamad muslim Destri Lina Sari Dewa Ayu Ketut Devi Diandini, Alvina Trisna Dwi Difa Aryan Maulana Dila Yuni Antika Dimas Rizki Oktavian Dira Yuniar, Trisia Dwi Mentari Dwi Susanti Dwiyanti, Made Endah Lestari, Yovita Entin Rositasari Erdina Erdina Erika Indah Safitri Erisandy, Fika Eustacia Evelline Oktaviani Fadilla, Aliza Nur Farra Hayka Salsabila Faskal Nadi Alim Fegy Seftia Ferry Pratama Fitri Amalia Fitri Yanti Gusti Ayu Putri Mei Restuti Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Habib Abdul Muiz Hayka Salsabila, Farra Hermawan, Dessy Hersa Novitasari Hetti Rusmini Hidayaturahmah, Rizky Iga Jelita Budiono Indah Safitri, Erika Intan Marisa Joko Sunowo, Joko Kartini, Qhory Cahya Putri Kh, Miftakhul Kumalasari, Fadila Isti Lia Amura Lidia Dwi Oktarianti Linda Safitri Malinda, Yun Maria Ulfa, Ade Marina, Cici Marleni Irama Juita Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Meithia, Artha Mutiara, Mutiara Oktarima Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Santoso Nikhita Anindya Salsabilla Ninuk Tri Meilina Nirwan Fachrozi, Muhammad Nofita Nofita Nofita, Nofita Nopiyansyah, Nopiyansyah Noviyanti, Fadhila Nur Alfi Mufida Hasni Nurul Huda Oktarima, Mutiara Oktavia Rudi, Renna Oktavia, Maria Maya Eka Peranginangin, Martinus Purnama, Robby Candra Putri Amalia Putri Anggraini Putri, Tiara Aprilia Putri, Vivit Millani Rahayu Septia Ayuni Rahmat Agung Rai Saputri, Gusti Ayu Rama Cahya Pranayudha Ramadhani, Muhammad Rani Juliana Ranti Mailinda Sari Ratih Dwi Pramana Saraswati Ratna Silvi Sundari Reni Erlisa Renna Oktavia Rudi Retnaningsih, Agustina Riza Aulia Rizky Hidayaturahmah Rizky, M. Ali Robby Chandra Purnama Rokhimah, Intan Ainur Rr Salwa Zasya Aura Kharisma S, Septi Nurhaliza Samino Samino Samino Samino Samor, Vania Amanda Saputri, Gusti Ayu Rai Sari, Septi Widya Sekar Pratiwi, Arum Selvi Marcellia Septi Susanti Shelina, Shelina Shinta Wulandari Shinta Wulandari, Shinta Sigit Sukmawan Sitepu, Debora Egyita Siti Khamidaturrohmah Siti Khamidhaturrohmah Suri, Nurma Syahrul, Fadhila Hasana Tenisia Artianti Tri Murti Andayani Triananda, Adilio Sangfirgus Trisia Dira Yuniar Tutik Tutik Ummi, Eiga Auliya Utami, Yolanda Putri Uvit Sarimanah Vani Wahyudiningrum Vida Elsyana Vika Imroatul Qoni&#039;ah Visca Nabella Wahid Datul Awalliyyah Winahyu, Diah Astika Yunda Taqqiyah Ramadhana Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa